PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PULANG


__ADS_3

Van keluar ruangan kantor nya dengan diikuti oleh Princess, Princess yang mengikuti langkah Van dengan cemberut. Princess sangat kesal dengan Sinta yang mengatai nya murahan.


"Awas aja itu nenek lampir kalau ketemu aku pites" Batin Princess


Princess yang tidak fokus, tanpa sengaja menabrak seseorang. Sehingga membuat berkas yang dipegang Lucky berhamburan.


"Maaf maaf aku tidak sengaja"


Van yang mendengar keributan berhenti, menoleh melihat Princess sedang mengambil kertas kertas yang tercecer dilantai. Van menatap tidak suka saat Princess dekat dengan pria lain.


Lucky yang tadi nya fokus dengan berkas yang berserakan, mendongak menatap Princess. Lucky teman kampus Princess yang berkerja di kantor Van.


"Princess"


Princess mendongak menatap pria yang ditabrak nya. Princess terkejut dengan Lucky yang berkerja di sini.


"Lucky"


"Kamu ngapain disini Prin???"


"Sayang"


Princess dan Lucky menoleh saat ada yang bersuara dengan suara berat nya. Van menatap tajam Lucky, Lucky yang ditatap seperti itu pun menunduk kan kepalanya.


Lucky tau, yang sekarang berdiri menatap nya tajam ada CEO sekaligus pemilik tempat nya berkerja.


Princess mendongak menatap Van dengan mata yang memicing, memastikan kalau yang memanggil nya tadi benar benar Van. Sih manusia menyebalkan.


"Kenapa??"


"Biarkan dia yang merapikan, ayo kita pulang"


"Tidak bisa begitu dong, kan aku yang menabraknya Ano"


Van menghela nafas melihat ke keras kepalan Princess, Van tetap mengala dengan Princess. Van yang berdarah dingin, egois, tak kenal ampun, tak ingin menunggu, sekarang dia berdiri disamping Princess menunggu Princess selesai dengan kertas kertas dilantai.


Princess memberikan kertas kertas yang dia rapikan kepada Lucky. "Maaf yah Luck aku tidak sengaja"


"Ti-dak apa apa Prin"


Princess meninggalkan Lucky yang mematung ditempat nya, melihat Princess menggandeng tangan Van.


"Apa Princess kekasih pak Van???" Batin Lucky


"Heh, ngelamun aja kamu liatin apaan???" Bram teman satu bagian dengan Lucky


"Kamu kenal sama cewek yang sama pak bos??"


"Dia teman ku di kampus"


"Kamu suka dengan dia??? Lebih baik kamu mundur, karena dia sudah menjadi milik pak Van"


"Maksud kamu dia kekasih pak Van???"


"Kamu kata nya teman satu kampus bro!!! Tapi tidak tau gosip yang beredar, dia calon istri Tuan muda Van"


Mereka menghentikan pembicaraan mereka saat mereka sudah sampai di ruangan mereka tempati. Dan mulai fokus dengan pekerjaan.


"Aku tidak suka kamu dekat dengan pria lain"


"Kamu mengajak ku bicara Ano???"


"Kamu pikir aku lagi bicara sama siapa selain kamu yang ada disini"


"Kenapa???"


Van menatap Princess heran. "Apa nya yang kenapa???"

__ADS_1


"Kamu jangan dekat dengan pria lain, selain aku"


"Kenapa, kan hanya teman tidak lebih"


"Kamu itu calon Nona Muda Alexander"


Princess tidak menyahut seakan dia paham kenapa Van tidak menyukainya dekat dengan pria lain.


Meninggalkan pasangan yang tak punya status jelas, Sinta yang seperti orang gila di Sebuah Apartemen nya. Mengamuk semua barang sudah ada dilantai. Bukan lagi apartemen bisa dibilang kapal pecah.


"Ahh sialan"


"Ini pasti perempuan sialan itu yang menggoda Van"


"Aku harus bisa dapetin Van lagi, Aku gak mau hidup susa"


"Aku tidak mau harus berkerja seumur hidup ku, aku mau hidup enak"


Sinta terus mengamuk, semua kekacauan yang dialami nya, menyalahkan Princess yang tidak tau apa apa.


"Aku harus segera menyingkirkan perempuan sialan itu dari dari hidup Van"


"Van hanya akan menjadi milik ku"


Di mansion utama, Aura sudah menceritakan Van yang mau menikah dengan Princess. Aura juga menceritakan kehidupan Princess yang jauh dari kata mewah.


"Bawa dia bertemu dengan ku ra"


"Ibu tenang saja, Van sudah janji akan membawa ke sini sabtu besok"


"Apa ibu akan merestui nya???"


"Jodoh, Mau, Rejeki sudah ada yang mengatur Aura. Kaya, Miskin tidak membedakan kita sama"


"Yang penting dia punya Etika, Tidak urakan. Ibu pasti setuju"


"Yah sudah bu, mari kita masuk kedalam. ini sudah sangat sore bu"


Aura membantu mertua nya masuk ke dalam mansion, Maharani yang sangat suka menikmati keindahan bunga bunga yang hasil tanaman nya


...****************...


"Ano"


"Buat apa baju sebanyak ini???"


"Buat kamu saat ada disini"


"Aku kan tidak setiap hari ada disini Ano"


"Sudah cepat kamu pilih yang lain atau kamu memang sengaja tidak ingin pulang???"


"Satu lagi kamu simpan dengan baik Dress yang ada di paper bag, karena sabtu besok aku mau mengajak kamu ke mansion utama"


Waktu pulang kantor sampai Senja dihabiskan Princess dengan memilih banyak baju. Baju yang harganya bisa buat makan satu bulan atau lebih.


"Ano aku sudah selesai, aku capek Ano"


"Istirahat lah sebentar, setelah itu kita makan malam"


"Apa kamu jadi mengantar aku pulang Ano??"


"Jadi, nanti setelah makan malam"


"Apa, mau pulang sekarang???"


"Aku terserah kamu saja"

__ADS_1


Setelah obrolan kecil itu Princess naik mengikuti langka Van. Van memasuki kamar nya, mengambil handuk untuk mandi. Sedangkan Princess duduk di sofa dengan melihat acara Tv.


Satu jam berlalu Princess dan Van sudah duduk dimeja makan menikmati makan malam, tanpa ada obrolan, perdebatan.


"Ano aku sudah selesai"


"Baik lah, tunggu sebentar aku ambil kunci mobil dulu


Princess beranjak dari duduk nya, meninggalkan ruang makan, berjalan ke arah ruang keluarga. " Bu aku tidak melihat tante dan om sejak pulang, kemana mereka???"


"Nyonya dengan Tuan besar kembali ke mansion utama Non"


"Emm.. pantas aku tidak melihat nya. Sejak kapan bu tante dan om pergi??"


"Sebelum Nona dan Tuan muda bangun"


"Ngomong ngomong Nona mau kemana???"


"Mau pulang bu, aku merindukan ayah"


Eva tersenyum melihat Princess. "Anak yang baik" Batin Eva


Van melihat Princess yang sibuk dengan Eva, melihat senyum Princess seakan candu bagi Van.


"Ayo"


"Bu Princess pulang dulu yah??"


"Hati hati dijalan"


Van melangka keluar mansion diikuti oleh Princess di belakang Van. Van masuk kedalam mobil diikuti oleh Princess.


Perjalanan yang harus nya 45 menit sampai, menjadi 1 jam samapi di rumah Princess. Van seakan sulit jauh dari Princess, Sehingga Van memperlambat laju mobilnya.


"Terima kasih Ano, kamu mau mengantar ku"


"Hemmm"


Princess keluar dari mobil Van, langsung berjalan menjauh dari mobil Van, Princess masuk ke halaman rumah nya. Van menghidupkan mesin mobil nya saat Princess sudah masuk kedalam Rumah. Van meninggalkan rumah Princess kembali ke mansion.


Princess membuka pintu, langsung disuguhkan dengan Yuda yang sedang tertawa melihat acara Tv.


"Ayah"


Yuda menoleh saat mendengar ada yang memanggil nya. " kamu pulang nak???"


"Aku merindukan ayah"


"Duduk lah sebelah ayah, kita lihat acara kesukaan ayah"


Princess memutar mata nya malas, tapi meski begitu Princess tetap menurut dengan apa yang yuda katakan.


"Kamu bahagia nak???"


"Emmm maksud ayah???"


"Kamu bahagia dengan tuan muda Van???"


"Biasa saja yah, princess lebih bahagia sama ayah"


"Kamu selalu saja membuat ayah baper nak"


Kepulangan Princess ke rumah, membuat Yuda sangat bahagia. Malam yang panjang Princess dengan Yuda saling bertukar cerita. Yuda yang menceritakan ditempat kerja nya, Princess yang menceritakan saat dengan Van.


Van kembali ke mansion, biasanya Van langsung mendengar celotehan Princess kini mansion nya terasa sepi. Van naik ke lantai atas dimana kamar nya berada. Van masuk kedalam dengan lesu, tidak ada ocehan Princess, tidak ada teriakan Princess.


Akhirnya Van keluar kamar, lalu melangka kan kaki nya masuk ke ruang kerja nya. Menghilangkan rasa rindu nya terhadap Princess, yang baru beberapa jam dia antar pulang.

__ADS_1


__ADS_2