PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PANIK


__ADS_3

Setelah kemarin malam memakan sate tiga porsi sekarang Princess ada di mansion utama, Princess meminta kepada Mommy mertua nya Es krim satu pabrik dan itu sudah membuat penghuni mansion utama sangat terkejut.


Aura bertanya tanya dalam diri nya sendiri untuk apa menantu nya meminta es krim satu pabrik. "Apa dia ingin usaha es krim yah???" batin Aura


Sedangkan Jonie melihat Princess dengan mengerutkan kening mendengar apa yang menantu nya inginkan, Jonie merasa permintaan Princess sangat lah aneh. Jonie menatap Princess dengan sangat dalam. "Apa Princess hamil yah??? Karena permintaan nya sangat aneh!!" Batin Jonie


"Mungkin dia hamil Ra!!!" Semua orang yang ada di meja makan menatap Maharani yang masih makan roti yang ada di piringnya.


Maharani yang merasa banyak mata yang menatap nya mendongak menatap satu persatu anak, menantu, cucu dan cucu mantu nya. " Kenapa kalian menatap ku seperti itu???"


"Apa yang Ibu katakan barusan???"


"Menantu kamu hamil"


"Ibu tau dari mana???"


"Hanya menebak saja"


Semua orang yang ada dimeja makan menghela napas mendengar apa yang dikatakan Maharani, pasalnya mereka semua mengira Maharani tau kalau Princess hamil.


"Sudah belikan saja pabrik es krim untuk Princess Mom, kamu tidak akan bangkrut menuruti menantu kamu"


"Sialan kau Dad, mana bisa aku bangkrut dengan muda sedangkan kau yang menyokong perusahaan ku wkwk"


"Nanti Mommy belikan untuk mu!! Kamu ini aneh sekali nak minta itu Mansion mewah, Berlian, atau tas branded"


"Aku sudah punya itu semua Mom!! Yang aku ingin bisa makan Es Krim setiap hari"


"Kamu nanti saki gigi sayang"


"Dan kamu tidak akan membiarkan itu kan Ano???"


Van menghela napas lelah mendengar apa yang dikatakan Princess dan selalu sukses membaut Van merasa gemas dengan Princess. Van menatap Princess dengan senyum gemas ingin menggigit kedua pipi gembul Princess.


"Sayang!!!"


"Iyah sayang"


"Aku sangat ingin memakan pipi chubby kamu"


"Aku akan mencakar kamu seperti waktu itu!!!"


Van kembali mengingat saat dirinya tengah gemas dengan Princess dia menggigit pipi Princess dan Van mendapat cakar cinta dari Princesa di pipi nya. Dan itu sukses membuat Van menjadi olokan ketiga teman nya.


"Sudah lah sayang dari pada kamu ada di sini lebih baik kamu masuk kantor cari uang yang banyak untuk aku!!!"


"Kamu bilang biar banyak, uang yang ada di kartu tipis yang aku berikan saja tidak perna kamu gunakan sayang"

__ADS_1


"Hahaha karena terlalu banyak kartu kamu memberi ku Ano"


Maharani, Jonie dan Aura sekarang tau kalau Princess tidak perna menghambur hamburkan uang seperti para istri konglomerat lainnya. "Kamu dikasih Van kartu berapa nak??"


"Tiga Mom"


"Lalu apa ada yang kamu gunakan sayang???"


"Ketiga nya Mom"


"Lalu, kenapa anak nakal ini bilang tidak perna kamu gunakan???"


"Emm, Princess tidak tau!!! Sebulan aku hanya ambil 15 juta buat jajan aku kampus!!!!


" Dan itu kamu ambil dari tiga kartu itu sayang???"


"Iyah Grandma"


"Super hemat sekali menantu kamu Au"


"Ibu benar sangat sangat hemat!!! Tidak ada seperempat nya Bu"


Setelah membahas uang jajan Princess dan uang bulanan yang diberikan kepada Princess membuat Aura, Maharani dan Jonie terkejut karena menantu nya tidak perna menghambur hamburkan Uang.


Dan Princess ingin menggunakan uang nya nanti jika banyak di buat anak anak nya sekolah ke luar negeri agar menjadi pintar. Dan itu sukses membuat Semua nya menjadi terhara eh maksud nya terharu.


"Sayang kamu baik baik di sini jangan pulang tanpa aku atau Mommy dan Daddy"


"Sudah dengarkan aku jangan minta tolong sama sopir atau penjaga di sini"


"Iyah Ano"


Van pamit kepada ke dua orang tua nya dan Grandma nya untuk ke kantor dan menitipkan Princess di sini, dan Van tau ada penyusup di mansion utama.


Van tidak tau siapa yang mereka incar kenapa mereka ada di mansion utama bukan di mansion nya. Van yakin bukan orang orang yang ada di mansion melainkan hal lain yang mereka incar.


Van mencium kening Princess lalu melangka meninggalkan ruang keluarga, setelah makan memang mereka pinda ke ruang keluarga untuk bercerita uang yang di beri Van kepada Princess.


Kini setelah kepergian Van, Princess, Maharani, Jonie dan Aura saling bercerita tentang masa masa mereka baru menikah dengan para suami mereka.


Saat Maharani sedang menceritakan masa lalu nya, Princess tiba tiba merintih dengan memegang perut nya, sampai Princess menangis. Maharani dan anak menantu nya terkejut dengan Princess yang tiba tiba sakit perut.


"Princess" Aura mendekat ke arah Princess yang sedang bersandar di sandaran sofa.


"Ayo bawa Princess ke rumah sakit Mom"


"Bu kami ke rumah sakit dulu!!"

__ADS_1


"Hati hati di jalan dan cepat hubungi Ibu"


"Iyah Bu" Ketiga orang tua itu sangat khawatir dengan menantu mereka karena Princess terlihat sangat pucat.


Jonie menggendong Princess keluar dari mansion sedangkan Aura berada di belakang Jonie, Aura membuka pintu mobil yang ada di halaman mansion.


Jonie memasukan Princess ke dalam mobil lalu Aura ikut masuk ke dalam mobil di kursi penumpang, Sedangkan Jonie masuk ke kursi pengemudi, Jonie melajukan mobil nya dengan sangat cepat.


Saat di pertengahan jalan Princess menatap Aura yang ada di samping nya dengan pandangan malu ingin mengatakan sesuatu. "Mom"


"Kenapa sayang apa bertambah saki???"


"Tidak Mom tapi sudah sakit!!!"


"Sayang benar sudah tidak sakit??"


"Tidak Mom"


Jonie menatap ke dua nya melalui kaca depan. "Kenapa sayang???"


"Princess mengatakan sudah tidak lagi sakit"


"Apa benar??? Nak jangan menahan nya!!"


"Tidak Dad aku sudah baik baik saja"


Jonie dan Aura masih saja cemas dengan menantu nya, karena tadi di mansion dia sampai keringat dingin dan menangis dan sekarang bilang sudah baik baik saja.


"Sudah kita ke rumah sakit saja Dad biar Princess di periksa"


"Tidak Mom!! Princess tidak apa apa sekarang"


"Tapi sayang"


"Tidak apa apa Mom dan Maafkan Princess"


Aura dengan Jonie terpaksa menuruti Princess pulang ke mansion tidak jadi ke rumah sakit, karena Princess sudah merasa sangat baik. Princess menatap Aura yang masih cemas disamping nya.


"Princess tidak apa apa Mom, Maafkan Princess"


"Sayang Mommy enggak mau kamu sakit nak"


Princess tersenyum lalu memeluk Aura yang ada disamping nya, Princess merasa begitu bahagia mendapat kasih sayang dari Aura. Aura tidak membedakan Princess dengan Van putra nya sendiri.


"Terima kasih Mom"


"Sudah tugas Mommy nak"

__ADS_1


Aura membalas pelukan Princess dengan sayang, menyalurkan rasa sayang nya kepada Princess menantu nya. Aura memperlakukan Princess sama dengan Maharani memperlakukan dia dulu mencintai nya dan menyayangi nya seperti anak nya sendiri.


Maharani tidak membeda bedakan Laudya dan Aura sebagai menantu mereka berdua begitu sangat manja dengan Maharani sewaktu mereka berdua muda.


__ADS_2