
Princess menatap dua anak kucing yang sedang bermain di taman belakang, dengan Van yang ada disamping Princess.
Van melihat kebahagian diraut wajah Princess yang sedang menatap dua ank kucing yang sedang bermain.
"Prin apa kamu senang???"
"Sangat senang Ano, Terima kasih"
Van hanya tersenyum mendengar ucapan Princess. "Sesederhana ini kamu bisa bahagia" Batin Van.
Dering ponsel terdengar, mengalikan Princess dengan Van yang sedang menatap dua ank kucing.
Van merogoh saku celana kain nya, melihat siapa yang menghubunginya di jam senja seperti ini. Van mengerutkan kening nya saat melihat nama yang ada dilayar ponsel nya.
"Hemmm"
Princess yang ada disamping nya tidak menghiraukan apa yang Van lakukan dan bicarakan dengan sih penelpon.
"Babat habis mereka, yang sudah berani mengacaukan wilayah timur"
Setelah mengatakan kepada bawahan nya yang ada di seberang telpon Van kembali mengantongi ponsel nya.
Van merasa ada yang menatap nya setelah dia mengatakan membabat habis sampai sambungan telpon berakhir.
Van menoleh ke arah Princess yang menatap nya dengan tatapan penuh selidik, Van menghela napas ditatap Princess seperti itu.
"Kenapa???"
"Apa yang terjadi??? Apa yang dibabat habis???"
"Yang mengusik daerah kekuasaan AA"
"Siapa kamu sebenar nya Ano??? Aku sudah ingin tanya sejak lama, tapi aku urungkan karena aku merasa bukan siapa siapa kamu"
"Aku tidak akan menutupi lagi identitas ku kepada mu Prin, karena sebentar lagi kamu harus bisa terbiasa dengan musuh"
"Maksud kamu apa Ano???"
Princess semakin dibuat penasaran dengan ucapan Van yang terbilang berbelit belit, Princess memicing kan mata nya menatap Van.
Van manarik napas dalam lalu mengeluarkan nya, sebelum akhir nya Van menceritakan tentang dirinya dan keluarga nya.
"Aku pimpinan perkumpulan mafia, dulu yang memimpin Daddy, sebelum aku yang menggantikan nya"
"Apa Mommy dan yang lain tau???"
"Tau mommy wanita yang tanggu bisa segala hal, mulai belah diri, persenjataan, dan masih banyak lagi kemampuan mommy"
"Apa orang orang malam itu????"
"Iyah mereka mengincar nyawa ku, mereka juga perkumpulan mafia, yang sekarang hanya tinggal nama saja"
"Kenapa???"
"Karena tadi menjelang dinihari Daddy melenyapkan mereka semua, karena berani mengganggu ketenangan markas"
"Kamu tahu Lion King???"
"Mafia yang terkenal tiada ampun, apa hubungan nya dengan itu Ano???"
"Itu nama mafia yang aku pimpin Prin"
Princess terkejut dengan pernyataan Van, Princess menatap Van dengan pandangan yang sulit diartikan setelah keterkejutan nya.
__ADS_1
"Prin"
"Ano, hal sebesar ini aku baru tahu, mafia kejam, berdarah dingin, tak kenal ampun itu pemimpinan kamu"
"Maafkan aku sayang, aku baru menceritakan nya sama kamu"
"Tidak apa apa Ano, jika saja aku tidak bertanya apa kamu akan menceritakan nya???"
"Tentu tapi tidak sekarang, menunggu waktu dimana kamu menjadi istri ku???"
"Kenapa???"
"Karena aku takut kamu tidak bisa menerima dan meninggalkan aku"
"Sekarang aku tau, kamu tidak takut aku meninggalkan kamu???"
"Tidak, karena kita sudah terikat, setelah kita menikah kamu harus belajar memakai senjata Prin"
"Aku sudah bisa melakukan nya Ano"
Van terkejut dengan apa yang Princess bilang, Van hanya tau kalau Princess bisa belah diri dan kemampuan nya sangat bagus.
"Aku belajar di tempat ..... Ano"
"Kalau begitu kamu sangat pantas menjadi pendamping ku sayang"
Van mengecup kening Princess, Princess seakan sudah biasa dengan perlakuan manis Van kepada nya. Van merangkul pundak Princess.
Van benar benar beruntung bisa mendapatkan Princess yang penuh dengan kesederhanaan tidak ada kepura puraan.
Apalagi Princess memiliki banyak kemampuan tapi tak dia salah gunakan untuk mencari keuntungan dengan keahlian nya.
"Sayang"
Princess menatap Van yang memanggil nya. "Apa???"
"Mau kemana???"
"Ke mall bagai mana???"
"Baik lah ayo kita siap siap"
Van dengan Princess masuk kedalam mansion, dan untuk dua anak kucing itu mereka serahkan kepada pelayan mansion.
Mereka masuk kedalam kamar mereka, Van masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Princess masuk kedalam walk in closet.
Setelah 45 menit mereka bersiap siap kini dua pasangan yang akan jelas status nya itu berada diluar mansion.
Van membuka pintu mobil untuk Princess, setelah itu Van berjalan ke arah sisi mobil, Van membuka pintu mobil lalu masuk kedalam.
Sebelum Van benar benar pergi, Roy datang dari dalam mansion. Roy mendekat ke arah sisi mobil dimana ada Van.
"Tuan muda, anda harus hati hati jalan. Karena penyerangan di markas hanya buat mengecoh kita"
"Aku paham dengan apa yang akan kamu sampaikan" Van melirik Princess yang ada disebelah nya.
"Benar tuan mereka mengincar nona"
"Apa kamu sidah menyiapkan semua nya dalam mobil ini Roy?"
"Sudah tuan"
"Hemmm, aku pergi dulu jaga peliharaan Princess"
__ADS_1
Van melajukan mobil nya meninggalkan halaman luas mansion, Van membelah jalan dengan kecepatan sedang.
Princess yang tidak sengaja melihat kaca spion melihat kalau dibelakang mereka ada yang mengikuti.
"Ano"
"Hmmm"
"Seperti nya dibelakang ada mobil yang mengikuti kita"
Van menatap ke arah Spion mobil dan benar jika mereka diikuti. Van menatap Princes yang duduk santai di kursi nya.
"Apa kamu mau membantu ku sayang???"
"Membantu membuat penghuni mobil belakang tenang???"
"Baik lah Ano"
Van melajukan mobil nya dengan sangat cepat, dan benar saja mobil yang dibelakang mereka mengikuti mobil Van.
Doorrr ... Dorrr
Suara tembakan terdengar telinga Princess dengan Van. Van menatap Princess yang masih tenang.
"Sayang kamu ambil baju pelindung yang ada dibelakang, dan ambil senjata yang ada di sana"
Princess mengambil apa yang Van bilang, Princess menggunakan baju pelindung sebelum.Princess memasangkan baju pelindung untuk Van.
Setelah Princess memasang baju pelindung untuk Van, Princess mengambil dua pistol dikotak yang ada dibangku belakang.
Van yang masih melika liku kan mobil nya, karena empat mobil yang ada dibelakang terus menembaki mobil Van.
Aksi kejar kejaran pun terjadi, Van menggiring dua mobil itu ke kawasan milik Van yang pasti di sana banyak anak buah Van.
Dorrr .... Dorrrr
Princess menembak ban depan mobil yang ingin mendahului mobil Van, Van melirik keahlian Princess yang tidak terduga.
"Dibalik suara cempreng dan cerewet nya ada banyak yang dia sembunyikan" Batin Van
Aksi tembak menembak masih berlangsung sampai Van sudah memasuki area kekuasaan nya. Banyak anak buah Van yang ada di sana.
Van menepikan mobil nya, Van mematikan mesin mobil nya. Princess menatap Van yang ada disamping nya.
"Ano, apa kamu gila"
"Kenapa sayang???"
"Aku tidak mau mati ditangan mereka tidak estetik sekali metong ku"
"Kamu akan baik baik saja, Disini banyak anak buah ku. Meskipun tidak ada kamu dan aku sudah cukup"
Dan benar saja setelah mobil itu berhenti dan orang yang ada didalam keluar terdengar tembakan yang bersautan.
Dorrr ... Dorrr... Dooorrrr
Past ... Bhuk... Brak..
Terdengar pukulan dan benda jatuh dan masih ada suara tembakan. Van dan Princess hanya duduk didalam mobil belum keluar.
Tok... Tok... Tok...
Van membuka kaca mobil nya melihat salah satu anak buah nya ada diluar. "Mereka sudah tewas taun muda"
__ADS_1
"Hemmm"
Van menghidupkan mesin mobil nya lalu pergi meninggalkan area kekuasaan nya. Dengan Princess yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.