
Setelah menghabiskan waktu berjam jam di mall ketiga orang berbeda usia itu memilih pulang, karena merasa lelah berkeliling mall.
Van menjadi supir kedua gadis yang duduk dibangku belakang, Yuvi meminta Princess untuk duduk di belakang untuk menemani dirinya.
Princess yang memang sangat dengan Yuvi pun mau menemani Yuvi duduk dibelakang, sedangkan Van sudah sangat kesal dengan adik sepupunya.
Hanya Selain Princess, ada Yuvi yang berani membuat seorang Rivano sangat kesal. Dua Gadis dibelakang sedang banyak cerita.
"Sayang"
"Iya"
"Kamu tidak ingin pindah ke kursi depan??"
"Nanti Yuvi sendiri dibelakang Ano"
"Aku bukan supir sayang"
"Siapa yang bilang kamu supir Ano???"
Lagi lagi Van menarik napas lalu membuang kasar, Van menatap Yuvi yang senyum mengejek dari belakang.
"Kamu"
"Kenapa Ano??"
"Bukan kamu sayang"
"Lalu??? Yuvi ???"
"Iyah"
"Kenapa kak???"
Yuvi tidak merasa bersalah sama sekali, Van yang melihat adik sepupunya sangat santai tidak merasa bersalah semakin membuat geram Van.
"Yu-"
Dering ponsel menghentikan kata kata Van, Van ngambil benda kecil lalu menaruh benda itu ditelinga nya.
"Kenapa???"
........
"Aku akan segera sampai di mansion"
........
Van mematikan sambungan telpon secara sepihak tanpa berminat menyahut perkataan orang yang ada di seberang telpon.
Raut wajah Van berubah sangat dingin dan semakin datar, membuat kedua gadis yang ada dibelakang heran.
"Kenapa kak???"
"Mansion diserang"
"Kita harus segera pulang kak"
"Kamu dan Princess jangan masuk kedalam mansion, aku akan turun lumayan jauh dari mansion. Kalian pergi"
"Tapi Ano???"
"Sayang jangan membantah"
"Kamu Yuvi jaga calon kakak kamu"
__ADS_1
"Iya kak"
Yuvi dengan Van akan akur jika disaat yang genting, Yuvi akan sangat menurut jika dalam keadaan bahaya.
Van mempercepat Laju mobil nya, membela jalan yang lumayan padat. Van seperti orang kesetanan saat membawa mobil nya.
.
Van menepikan mobil nya yang agak jauh dari mansion nya, Van tidak mau sampai dua kesayangan nya terluka.
"Kalian pergi dari sini, bawah Princess ke mansion utama"
"Baik kak"
Van meninggalkan dua gadis itu, Van melangka dengan santainya ke arah Mansion nya yang sudah dikepung Musuh.
Van sudah menghubungi anak buah nya yang ada di markas untuk datang ke mansion nya, tapi ternyata di sana juga diserang.
Dua gadis cantik itu tidak pergi dari sana, mereka memantau gerak lawan dari juah. Mereka tidak akan membiarkan Van menghadapi musuh dengan jumlah pengawal mansion yang tidak seberapa.
Musuh dengan jumlah yang banyak menyerang Mansion dan markas juga diserang.
Tok.. Tok... Tok
Princess dan Yuvi terkejut saat kaca mobil di ketuk dari luar, Princess dan Yuvi secara bersama menoleh ke arah kaca mobil yang di ketuk.
Mereka melihat dua wanita cantik yang diusia yang tidak muda lagi. Mereka mengetuk terus kaca mobil Van.
Princess membuka pintu mobil, kedua wanita cantik itu sangat lega saat melihat Yuvi dan Princess ada didalam mobil.
"Kenapa kalian tidak pergi dari sini???"
"Kami sedang memantau keadaaan mansion mom"
"Niat kami mau membantu jika mereka tidak bisa mengatasi musuh yang banyak"
"Kami akan ikut mom"
"Tapi nak siapa yang akan menjaga Princess jika kamu ikut???"
"Aku akan ikut tan"
Aura dan Laudya saling pandang mendengar kata kata Princess, lalu melihat Princess yang menatap mereka dengan polos.
"Nak"
"Ayo kita kesana sebelum banyak pengawal yang tumbang"
Mereka menghela napas mendengar kata kata Yuvi, dengan berat hati mereka mengendarai mobil ke mansion.
Yuvi yang membawa mobil, Yuvi melajukan mobil nya dengan sangat kencang, memelankan mobil nya saat sampai depan mansion.
"Lion mundur!!!!!!!" Teriak Yuvi
Seketika pengawal yang sedang ada didepan Mansion aduh pukul dengan musuh langsung saja mundur, Yuvi yang didalam mobil menancap gas mobil Van menabrak semua musuh yang ada di depan mansion.
Setelah musuh didepan mansion terkapar, Yuvi masuk kedalam gerbang yang juga penuh dengan musuh, Lagi lagi Yuvi berteriak.
Dengan patuh pengawal mundur, kesempatan itu digunakan Yuvi menabrak semua musuh yang ada didepan nya.
Sedangkan Princess, Aura, dan Laudya menembaki musuh yang agak jauh. Mereka menembaki musuh dengan membabi buta.
Setelah musuh di depan mansion tewas, mereka berempat turun dari mobil yang sudah penyok. Mereka berempat masuk kedalam mansion.
Luwis, Jonie, dan Van bertarung dengan pemimpin yang menyerang mansion. dan masih banyak musuh didalam mansion.
__ADS_1
Dorr... Dorr... Dorrr
Suara tembakan menggema diruang tamu mansion, pelaku nya empat wanita cantik yang beda usia.
Bhuk.. Bhuk.. Brak
Bhuk.. Bhuk.. Pats
Suara pukulan, suara senjata tajam, dan tembakan memenuhi ruang tamu mansion Van. Van yang tidak tahu kalau ada musuh yang bersembunyi dibalik dinding ruang tamu mansion.
Siap membidik Van dengan pisau kecil, Princess yang melihat itu pun berlari kencang ke arah Van. Princess tidak memikirkan keselamatan nya sendiri yang dia tau Van dalam bahaya.
"Aaannnnnoooo"
Princess memeluk tubuh Van lalu memutar tubuh Van saat musuh sudah melempar pisau nya ke arah Van. Princess melindungi tubuh Van dari pisau yang dilempar musuh.
Pisau kecil itu menggores lengan Princess, gerakan memutar Princess jauh lebih cepat pisau yang dilempar.
Van yang melihat lengan Princess tergores demi menyelamatkan nya, menggeram, mata nya memerah.
Van mengambil senjata api yang tidak perna dia gunakan jika tidak dalam keadaan mendesak, Van menyerang semua musuh dengan membabi buta.
Kedua tangannya memegang dua senjata, senjata yang Van gunakan tidak bersuara dan kecepatan nya tiga kali lipat dari senjata api biasa.
Senjata yang Yuvi khusus rakit kan untuk Van di hari ulang tahun Van yang ke dua puluh tujuh, Yuvi merakit senjata itu hampir empat bulan.
Van tidak ingin bermain main lagi dengan musuh nya, Van langsung menembak tepat di kepala pimpinan nya.
Timan panas yang Van tembakan menembus keluar kepala, pimpinan musuh tumbang seketika.
Anak buahnya yang melihat pimpinan mereka tumbang itu pun berhenti bertarung, Van tidak melepaskan mereka.
Van menembaki semua nya dengan amarah yang memuncak, darah yang menetes dari lengan Princess yang membuat Van murka.
Tidak butuh waktu lama Van menghabisi semua musuh yang terisa, karena mereka memang tidak Van biarkan bisa melawan.
Orang yang melukai Princess menjadi tahanan di markas Lion king, Van akan sedikit bermain main dengan orang itu.
"Maaf taun muda"
"Didepan sudah ada dokter yang akan memeriksa nona"
Belum juga semua mayat dibersihkan dari mansion, Van sudah memanggil untuk memeriksa keadaan Princess.
Princess yang sudah dibawah ke atas dimana kamar Van, Princess berbaring di atas ranjang dengan Yuvi, Aura, dan Laudya yang menemani.
"Terima kasih sudah mau menyelamatkan putra mommy" Aura memegang telapak tangan Princess.
Princess hanya senyum menanggapi kata kata Aura, karena menurut Princess sudah seharusnya dia membantu Van.
"Kak, aku tidak menyangka kalau menantu mu bisa melakukan nya"
Aura menoleh ke arah Laudya yang ada disamping nya. "Iyah aku juga baru tahu"
"Nak kamu bisa semua itu siapa yang mengajari???"
"Yuvi mom"
Yuvi yang ditatap dua wanita cantik didepan nya pura pura tidak tau. Dia memilih melihat senjata api yang baru dia gunakan untuk menghabisi musuh.
"Yu-"
Sebelum Aura menyelesaikan kata kata nya suara pintu terbuka mengalikan perhatian mereka berempat
Memperlihatkan Van dengan dokter keluarga masuk kedalam, mereka mendekat ke arah Princess.
__ADS_1
Dokter langsung memeriksa luka Princess, tidak lama dokter menyelesaikan pekerjaan nya. Dokter itu pamit untuk pergi dari mansion.