
Van sudah sangat rapi dengan pakaian santai nya yang membuat Van terlihat sangat tampan dari biasanya.
Kalau biasan nya Van memakai pakaian kerja sekarang Van menggunakan celana jins kaos putih dengan sepatu sneaker.
Princess yang melihat Van terpesona dengan penampilan Van berbeda dari biasa nya. "Sayang"
Princess tidak menyahut panggilan Van, Princess masih menatap Van yang sedang berdiri tidak jauh dari nya.
Van mendekat ke arah Princess mengguncang pelan bahu Princess pelan. "Sayang"
Princess yang tersadar kedua pipinya memerah sampai telinga karena ketahuan menatap Van sampai tidak sadar.
"Sayang, air liur kamu menetes"
"Apa???"
"Air liur kamu menetes"
Princess dengan bodoh nya percaya dengan apa yang Van katakan, Princess mengusap bibir nya. "Mana Ano"
Van terkekeh melihat Princess yang sedang mengusap bibir nya. "Tidak ada sayang, aku hanya bercanda"
"Kamu"
"Tampan"
"Sangat Jelek"
"Tampan"
"Jelek"
"Tampan"
"Jel-"
Kata kata Princess terputus saat mendengar ketukan dari pintu kamar mereka. "Sana buka Ano"
"Kamu saja"
"Kamu"
"Kamu"
"Kamu saja, kan kam pria Ano. Kenapa tidak mengalah dengan perempuan"
"Kita berdua saja, lalu kita langsung turun"
"Ah iyah itu lebih baik"
Van dengan Princess melangka ke arah pintu kamar mereka yang sudah beberapa kali diketuk, oleh seseorang.
Ceklek...
"Hah"
"Kenapa???"
"Tumben sekali kau berpakaian santai???"
"Sudah lah cepat katakan mau apa"
"Aku mau berangkat ke markas"
"Lalu"
"Apa kakak pikir aku bisa menghilang lalu tiba tiba ada di markas"
"Mungkin saja kamu kan seperti cenayang"
"Sialan"
"Mana kunci mobil ku???" Yuvi menodongkan tangan yang kepada Van.
"Mobil kamu hancur"
"Hah" Yuvi ternganga mendengar apa yang dikatakan Van, pasal nya mobil yang dia taru di mansion Van mobil keluaran baru.
Apalagi hanya ada Empat mobil saja di dunia sekarang dengan enteng nya Kakak sepupu nya bilang mobil nya hancur.
"Apa????"
Teriakan Yuvi yang sangat melengking dengan wajah memerah, Yuvi berteriak sangat kencang dan mengejutkan dua orang yang ada didepan nya.
"Apa yang kakak lakukan dengan mobil itu???"
__ADS_1
"Bukan aku yang menghancurkan"
"Lalu siapa kak???"
"Musuh"
Yuvi semakin ternganga setelah itu wajah nya semakin memerah, dada naik turun, hidung kembang kempis, dengan berkacak pinggang.
"Apa maksud nya???"
"Mereka menyerang Mansion setelah kamu kamu pergi dari sini tiga bulan yang lalu, dan saat itu mobil kamu masih belum masuk garasi"
"Apa???"
Teriakan Yuvi semakin kencang mendengar penjelasan sang kakak. Princess dan Van kembali mengusap telinga mereka.
"Lalu"
"Yah aku buang dong mobil rongsok kamu"
Lemas sudah Yuvi mendengar kata kata terakhirnya, bawa mobil yang dia beli miliaran dibilang rongsokan, dan dibuang.
"Astaga mommy Daddy kenapa kamu memilik keponakan laknat seperti kak Van"
Bertepatan kedua orang tua Yuvi keluar dari dalam lift yang ingin melihat keadaan putrinya karena tiga bulan tidak pulang ke mansion.
Pas pulang malah tidak langsung pulang, malah ke mansion kakak nya. Jadi mereka yang datang ke mansion Van.
Laudya mendengar apa yang dikatakan putrinya pun bingung. "Kenapa sayang???"
"Dia mom kakak laknat ini" Yuvi menunjuk Van yang berdiri disamping nya, karena sekarang Yuvi sudah bersandar didinding setelah mendengar apa yang kakak nya bilang.
Laudya dan Luwis menatap Van dengan bingung, setelah menatap Van mereka menatap putri mereka yang lemas di dinding.
"Ada apa sayang???"
"Kakak membuang mobil baru ku yang aku beli tiga bulan lalu, dan kakak bilang mobil aku mobil rongsokan mom. Huuuuaaaa"
Huuffff
Laudya dan Luwis menghela napas melihat putrinya yang sudah menangis duduk dilantai dengan bersandar dinding.
"Sayang, nanti daddy belikan lagi"
"No itu mobil limit edition mom"
"Apa??? Huuuaaaa"
"Aunty bawa saja anak nakal ini pulang ke mansion kalian atau akan membuat mansion ku banjir"
"Tidak mom aku mau di sini meroboh kan mansion kak Van"
Mereka berempat yang ada di sana menghela napas. "Kalau roboh aku akan membeli mansion lagi"
"Sayang kita pergi saja dari pada ke malaman"
"Tapi bagaimana dengan Yuvi Ano???"
"Dia biar saja menangis di sini"
Laudya dan Luwis sudah sangat hafal jika Van dengan Yuvi bertemu tidak akan perna ada akurnya.
"Kamu mau kemana nak???"
"Aku mau jalan dengan calon istri ku"
Laudya dan Luwi menatap perempuan cantik yang ada disebelah Van, Mereka baru menyadari kalau perempuan itu sangat mirip dengan teman putrinya yang perna putri tunjukan.
"Kamu Princess???"
"Iya tante, kok tante bisa tau???"
"Kamu teman Yuvi nak??? Yuvi perna menunjukan photo kalian di ponsel nya"
"Iya tan"
"Cantik, Pantas Yuvi mau berteman dengan kamu"
"Yah sudah kalian pergi saja biar Yuvi kami yang urus"
"Tidak, Princess"
"Iya" Princess menatap Yuvi yang ada dibawa, yang masih duduk dilantai.
"Aku boleh ikut kamu dan kak Van ke mall"
__ADS_1
"Boleh, Tidak" Princess dan Van bersamaan.
"Ano"
Van menghela napas mendengar panggilan Princess seakan ditahan suaranya, Van jelas paham apa yang Princess inginkan.
"Baik lah kamu boleh ikut Puas"
"Sangat Puas"
Van mengandeng tangan Princess melangka masuk ke dalam lift dengan diikuti oleh Yuvi dari belakang.
"Aku akan ambil Princess nanti saati di mall"
Laudya dan Luwis menatap kepergian mereka bertiga sampai menghilang dibalik pintu lift. "Sudah Ayo kita pulang mom"
Luwis menggandeng tangan Laudya melangka ke arah lift yang membawa anak anak mereka tadi. Kini giliran dua orang paru baya yang masuk ke dalam lift.
Van dengan dua gadis itu masuk kedalam mobil Van yang sudah terparkir rapi didepan mansion. Van melajukan mobil nya meninggalkan halaman luas mansion.
"Prin"
Princess menoleh ke belakang dimana Yuvi duduk sendiri dibangku belakang. "Kanapa???"
"Nanti kita main time zone yuk???"
"Iya boleh"
"Sayang, kan rencana nya mau beli daster"
"Iyah setelah main time zone yah Ano"
Van menghela napas mendengar apa yang dikatakan Van, Van seakan tau kalau adik nya tidak akan membiarkan dirinya menghabiskan waktu berdua.
Setelah 40 Menit mereka sampai di mall, mereka bertiga turun dari mobil, Yuvi dan Princess sangat bersemangat.
Yuvi menggandeng tangan Princess masuk kedalam mall, mereka berjalan lebih dulu meninggalkan Van yang masih dibelakang.
"Prin ayo kita masuk kedalam toko boneka itu" Yuvi menunjuk toko boneka yang ada di mall
Princess melihat toko yang ada di sisi kanan nya, Princess langsung membelokkan langka nya ke arah toko boneka.
Mereka berdua masuk kedalam toko boneka, Van masih mengikuti mereka berdua dari belakang, Princess menatap boneka kelinci berwarna putih yang sangat besar, lebih tepat nya paling besar dari yang lain.
Van melihat Princess yang menatap boneka kelinci yang ada di lemari kaca yang ada di toko itu. "Apa kamu mau sayang???"
Princess menatap Van yang baru saja bersuara. "Boleh"
"Aku mau boneka kelinci itu"
"Baik tuan"
"Kirim ke rumah kami, ini alamat nya"
"Segerah di kirim tuan"
"Prin"
"Kenapa???"
"Kamu beli boneka yang ukuran nya tiga meter buat apa???"
"Aku taru dikamar Van"
Setelah Van membayar boneka yang Princess inginkan, Yuvi mengajak Princess masuk kedalam toko berlian.
Yuvi ingin membeli beberapa karena memang Yuvi sangat suka dengan berlian. Yuvi sangat semangat memilih satu set berlian.
Tapi tidak dengan Princess yang malah duduk di kursi tunggu yang ada di toko, Van yang melihat itu pun mendekat ke arah Princess.
"Kenapa sayang kamu tidak ikut memilih???"
"Aku tidak tertarik Ano, berlian yang ada dikotak perhiasaan ku saja masih banyak yang belum aku pakai"
Van menyadari kalau Princess berbeda dari yang lain, jika kebanyakkan perempuan suka dengan barang yang mahal tapi tidak dengan Princess.
Yuvi memilih tiga set berlian keluaran terbaru, setelah menyelesaikan pembayaran Yuvi masuk kedalam toko jam tangan.
"Prin ayo copel dengan ku"
"boleh"
Mereka memilih jam tangan copel, setelah selesai Yuvi menarik tangan Princess masuk ke toko baju, setelah mendapatkan baju, mereka berdua masuk kedalam toko tas branded, setelah mendapatkan mereka berdua masuk ke resto untuk makan.
Setelah makan mereka masuk kedalam time zone mereka menghabiskan waktu yang lama ada di time zone.
__ADS_1
Setelah puas mereka melangka keluar dari mall, Van yang masih setia dibelakang mereka berdua.
Barang barang yang mereka beli Van meminta langsung dikirim ke mansion nya, kalau tidak mungkin Van tidak dapat membawa barang belanjaan mereka.