
Arion tengah berjalan di lorong kampus dengan gaya cuek bebek nya, dengan tangan yang di masukkan kedalam saku celana nya Arion menyusuri lorong kampus, saat ada di pertengahan jalan Arion melihat Aula tengah berbicara dengan seorang pria.
Arion menatap Aula dengan pria yang membelakanginya dengan tatapan tajam, dia dadanya sesak, panas, melihat Aula tengah tertawa dengan pria lain. "Hanya gue yang boleh buat Aula tertawa dan tersenyum" geram Arion memandang dingin Aula.
Arion melanjutkan langkah nya dengan menatap tajam Aula, Aula sendiri tidak menyadari kalau Arion tengah menatap nya apa lagi Arion melewati Aula begitu saja.
"Gue bakalan buat elo jadi milik gue selama nya" Batin Arion
Arion berjalan cepat kearah parkiran kampus dia ingin segera pulang untuk meminta Papi dan Mami nya melamar kan Aula untuk dirinya.
Arion memasuki mobil nya dengan hati yang dongkol pemandangan Aula yang tertawa membuat nya kesal bukan main, Arion melajukan mobil nya meninggalkan parkiran kampus dengan sangat cepat bagaikan ada di arena balap.
Dua puluh menit Arion sudah sampai di kantor Van, dia masuk dengan wajah kesal, marah, datar, bercampur menjadi satu. Para karyawan yang melihat wajah Arion ngeri, pasal nya wajahnya saat marah sama dengan Van sang Papi.
"Uncle dimana Papi??" tanya Arion dengan nada sangat dingin
"Tuan muda, tuan Van ada di ruangan nya!! Apa mau saya antar???"
"Tidak"
Arion meninggalkan Roy yang ada di lantai satu, dia berjalan masuk ke dalam lift, Arion keluar dari dalam lift berjalan cepat kearah ruangan Van.
Arion membuka secara kasar pintu ruangan Van sampai Van dengan Princess yang ada di dalam ruangan terkejut mendengar pintu yang bertabrakan dengan dinding.
Brakkk
Astaga..
"Nak..!!"
"Mami, kenapa Mami ada di sini??"
"Lalu kenapa kalau Mami ada di sini dia istri Papi"
"Bodoh"
"Sudah sudah jangan berdebat yang enggak penting, kenapa nak kamu ke sini??"
"Mi, Pi minta Aula untuk Arion"
"Minta minta kami pikir Aula apaan"
"Pi aku enggak mau bercanda dengan Papi aku mau Papi melamar kan Aula untuk ku"
"Bisa di atur"
"Kapan??"
"Kapan kapan"
"Aku mau nya nanti Pi"
Dengan rasa kesal nya Van menyuruh Roy datang ke kantor Dion untuk mengundang Dion makan malam bersama dengan keluarga nya.
Van menatap putra nya malas, dia tau kalau saat ini putra nya tengah terbakar cemburu tapi entah apa yang membuat Arion cemburu.
__ADS_1
Sedangkan Princess menatap putranya bingung, Princess turun dari pangkuan Van tentu saja Van tidak memperbolehkan Princess turun dari pangkuan nya. "Pi..."
"Sudah di sini saja kalau mau bicara dengan Arion"
"Tapi Pi"
"Sayang"
Princess menghela napas lela melihat suami nya yang cemburu dengan putra nya sendiri, Princess dengan terpaksa tetap ada di pangkuan Van.
"Boy" Princess memanggil Arion dengan sangat lembut, sedangkan Van bermain rambut Princess.
"Iyah Mi"
"Apa terjadi sesuatu nak??"
"Aula tertawa dengan pria lain Mi" Arion akan sangat manja dengan Princess, begitupun Princess yang memanjakan Arion.
"Hanya itu??"
"Iyah Mi, Mi bisakah Mami turun??"
"Kenapa Nak??"
"Kepala Arion pusing Mi"
Princess turun dari pangkuan sang suami, walau Van berat tapi saat melihat Princess melotot pada nya nyali Van menciut. Van memilih untuk membiarkan Princess turun dari pangkuan nya.
Princess duduk di samping Arion, Arion merebahkan kepala nya di pangkuan Princess dengan menatap Van dengan senyum miring.Van yang melihat itu merasa kesal dengan putra nya.
"Mi jangan dengarkan tua Bangka itu"
"Siapa yang tua Sialan??"
"Papi"
"Kamu anak lak-...."
"Sudah lah Pi selalu saja berdebat dengan anak anak"
Van mendengus menatap istrinya yang selalu membela putra dan putrinya, Van menatap kesal Arion dengan tajam dan kesal bercampur menjadi satu.
Arion sendiri tampak menikmati pijatan Princess di kepalanya tanpa menghiraukan Van yang kesal dengan nya, Princess mengusap, memijat kepala Ario dengan lembut.
Sampai tidak terasa Arion tertidur di pangkuan Princess, Princess yang tidak lagi mendengar ocehan Arion menunduk melihat Putra nya sudah tertidur dengan sangat pulas. "Anak Mami sudah dewasa rupa nya" Lirih Princess yang bisa di dengar oleh Van yang ada di kursi kebanggaan nya.
"Iyah tambah besar tambah laknat" Batin Van.
Princess mencium kening Arion dengan sayang, Van yang melihat nya melotot tidak terima kalau Arion di cium oleh Princess. "Sayang..." rengek Van
"Iyah Pi??"
"Kenapa Mami mencium nya??"
"Dia putra Mami"
__ADS_1
Huuuufff....
...****************...
Waktu yang di tunggu tunggu telah datang, setelan Arion menunggu beberapa jam akhirnya dia bisa bernapas lega karena Aula sudah menerima lamaran Papi nya untuk dirinya. Arion menatap Aula yang kini bersama nya setelah makan malam di mana makam malam yang di lakukan dengan dua keluarga.
Setelah Makan malam Arion meminta ijin kepada Dion dan Nisa untuk membawa Aula jalan jalan, Arion dan Aula ada di taman kota setelah makan malam.
"Au.. Aku harap kamu selalu bahagia ada di samping aku"
" Tentu aku bahagia Drong"
Arion tidak memperdulikan panggilan Aula kepadanya, yang Arion pedulikan Aula akan menjadi miliknya dan enggak akan ada yang bisa mendekati Aula lagi.
"Ndrong kamu beneran suka sama aku??" tanya Aula memastikan karena dia ingin punya pasangan satu seumur hidup.
"Iyah aku sangat mencintai kamu Au, sangat mencintai kamu"
"Wah padahal kita enggak pacaran tapi kamu langsung melamar aku, keren kamu Drong!! Btw nama kamu siapa yah???"
Arion ternganga mendengar pertanyaan Aula yang sangat mengejutkan Arion, Arion tidak menyangka kalau Aula lupa dengan nama nya. "Pantas dia panggil gue Drang Drong" batin Arion.
"Nama aku Arion"
"Nama Aku Aula"
Huffff....
"Sabar dia calon bini elo Ion" Batin Arion.
"Kamu Arion dan Aku Aula cakep kan kalau nanti anak nya pakai huruf V"
Arion cengoh pasal nya nama nya dia dan dirinya A kenapa jadi V, Arion hanya mengiyakan saja takut kalau salah bicara Aula akan ngambek.
Mereka terus pendekatan terkadang ada pembahasan Aula yang tidak nyambung, walau begitu Arion tetap menanggapi perkataan Aula.
"Ar, apa kamu perna jatuh cinta??"
"Perna??"
"Sama siapa??" Aula penasaran pasal nya di tidak perna jatuh cinta hanya sama Arion dia punya rasa suka
"Kamu"
"Kok aku??"
"Kamu Cinta pertama dan terakhir aku"
"Heak asek asek"
Arion menceritakan selama hidup nya di hanya bergelut dengan senjata dan musuh, saat dirinya bertemu dengan Aula mulai ada rasa tertarik. Arion juga mengatakan kalau selama ini dia selalu mencari tau tentang Aula, semua apa yang Aula lakukan.
Setelah menceritakan semua nya kepada Aula, Arion menanyakan kapan Aula mau di nikahi, siapa yang sangka Aula malah mau menikah besok.
Bukan hanya itu saja Arion dan Aula banyak menceritakan kegiatan nya di dunia bawah, Arion baru tau kalau Aula wakil di dunia bawa. mereka mulai menyambung, mulai nyaman. Sampai tidak terasa kalau waktu sudah malam, Aula mengantar Aula pulang ke Mansion Dion.
__ADS_1