PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MELANI


__ADS_3

Seminggu sudah setelah kejadian dimana Van dengan Princess di hadang oleh orang yang tak di kenal kini Princess tenga berada di kampus dimana dia mencari ilmu bersama dengan Yuvi, saat tenga berjalan dengan Yuvi, Ervan yang dari arah lain mendekat ke arah Princess dengan Yuvi.


"Wah calon anak ku sudah semakin besar tenyata"


"Kak apa kamu tidak bosan mengejar Princess???"


"Tidak!! Aku akan rebut sih cantik ini dari orang orangan sawah itu"


"Siapa yang elo sebut orang orangan sawah sialan"


Suara berat nan dingin menyapa telinga ketiga orang yang berada di lorong kampus yang lumayan sepi itu. Princess dan Yuvi jelas tau siapa pemilik suara berat nan dingin itu siapa lagi kalau bukan Van.


Van berjalan dengan gaya cool nya mendekat ke arah mereka bertiga yang sedang menatap nya, Van memeluk pinggang Princess dengan posesif, dia menatap Ervan dengan tajam.


"Ngapain elo menatap gue kayak gitu terpesona elo???"


"Ngapain elo masih ada di sini???"


"Tentu saja menemani cinta gue dong"


"Dari pada elo iseng jadi dosen di sini mending elo balik ke kantor elo!! Atau gue bikin bangkrut perusahaan elo"


"Hahaha, gue enggak mau"


Ervan meninggalkan Mereka bertiga dengan senyum miring, tentu saja membuat ibu hamil itu terpesona. Karena memang selama Princess hamil ngidam nya sangat aneh, terkadang membuat Van merasa di rugikan.


Saat Van ingin mengajak Princess dan Yuvi pergi malah dengan santai nya Princess berbalik arah dia memanggil Ervan yang belum jauh dari tempat Van, Princess dan Yuvi berdiri.


"Kenapa apa kamu berubah pikiran ingin meninggalkan suami kamu yang datar itu dengan aku???"


"Tutup mulut brengsek elo"


"Ada yang bicara tapi tak terlihat orang nya"


Pfff hahahaha

__ADS_1


Yuvi tertawa ngakak mendengar apa yang di katakan oleh Ervan, Ervan selalu bisa membuat Van kesal dan naik darah.


"Pak!! datang lah ke mansion Mertua ku"


"Sayang jangan mengada ngada!! Untuk apa kecoa sawah ini datang ke Mansion???"


"Ano diam!!"


Seketika Van diam dengan menatap Princess tidak percaya, ternyata semakin besar usia kandungan Princess semakin tidak terkendali keinginan anak anak nya, ada saja yang anak anak nya inginkan.


"Seperti nya tripel mempunyai dendam tersendiri untuk mu kak" Yuvi mengejek Van yang ada di samping nya dengan senyum miring yang menghiasi bibir pink nya.


"Untuk apa aku datang kesana???"


"Aku ingin makan malam dengan anda pak"


Yuvi dan Ervan melongo menatap Princess terutama Van yang melotot mendengar perkataan Princess yang ingin makan malam dengan Ervan, Princess sendiri tau kalau Ervan itu Rival nya sejak lama.


"Apa benar yang dikatakan Yuvi kalau tripel punya dendam sama gue??? bapak nya" Batin Van menatap tajam Ervan yang tengah senyum mengejek Van.


"Tentu Sayang aku akan memenuhi undangan kamu untuk makan malam dengan kamu"


"Apa perlu kita makan malam di luar dengan Romantis???" Lanjut Ervan yang semakin membuat panas Van yang ada di depan nya dengan memeluk pinggang Princess.


"Ide yang bagus pak, nanti aku akan memikirkan nya"


"Baik lah say-"


"Jangan sayang sayang sialan"


Van yang kesal dengan panggilan Ervan untuk istri tercinta nya ingin mendekat ke Ervan, tapi dia urungkan karena Princess menahan tangannya dan menarik nya menjauh dari sana. Princess menari Van untuk berjalan ke arah parkiran kampus.


Saat ada di samping mobil Van menatap Princesa dengan sendu ingin rasa nya dia menenggelamkan dirinya di lautan, Karena selama ini dia tidak bisa marah dengan Princess walau Princess membuat nya kesal setengah mati. "Sayang batalkan makan malam dengan kecoa sawah"


Princess menatap Van dengan mata yang sudah mengembun, mata berkaca kaca Princess sukses membuat Van tak berdaya apa lagi saat ini air mata nya sudah membasahi kedua pipinya, Princess masuk ke dalam mobil tanpa berbicara dengan Van.

__ADS_1


Princess duduk di kursi belakang dengan Yuvi, Sedangkan Yuvi terkejut saat mendengar pintu Mobil di banting oleh Princess, Van memejamkan matanya melihat Princess yang membanting pintu Mobil, dengan berat Van masuk ke dalam mobil nya duduk di kursi pengemudi.


Van melajukan mobil nya meninggalkan Area kampus, Van membelah jalan yang sangat padat dengan pengendara mobil atau motor, sesekali Van melirik Princess yang ada di kursi belakang melalui kaca depan.


Van memarkirkan mobil nya di parkiran Resto, Karana Princess ingin makan seafood dengan saus padang, dan tentu saja Van akan menuruti semua keinginan Princess.


Mereka bertiga turun dari dalam mobil dengan Princess yang di bantu Yuvi, Princess tidak mau dekat dengan Van tangan Van saja ditepis oleh Princess, Yuvi yang melihat itu menahan tawa, Yuvi sangat senang saat Van tengah frustasi.


Mereka bertiga masuk ke dalam Resto, mencari tempat duduk yang nyaman agar Princess bisa makan dengan tenang, mereka bertiga duduk meja paling pojok. Saat mereka baru duduk ada perempuan cantik yang menyapa Van setelah itu memeluk Van. Tentu saja Van terkejut saat melihat Melani ada di sini, perempuan yang perna di jodohkan dengan nya oleh Maharani.


"Ghemmm"


"Eh ada Yuvi dan ...."


"Dia istri Kak Van"


"Oh!! Selera kamu tenyata biasa saja Van, jadi kamu menolak ku dulu demi dia??? Melani menunjuk Princess yang baru duduk di kursi nya.


"Apa kak Melani sudah selesai??? Kalau sudah silahkan pergi"


"Anak kecil jangan ikut campur yah"


Van menatap Melani dengan tajam, tapi Melani suka dengan pandangan Van untuk nya, dia dengan berani memeluk lengan kekar Van dengan sangat manja.


"Jika kamu bosan dengan nya, datang lah kepada ku Van"


Van melepaskan tangan Melani dari lengan nya Van merasa risih dengan Melani yang memeluk lengan nya dengan sangat erat, tapi Melani tetap berusaha memeluk lengan Van. Van yang geram pun akhirnya mendorong Melani dengan kasar sampai Melani terjatuh.


Melani yang terjatuh tidak membuat pengunjung lain kasihan malah mentertawakan Melani, karena sedari tadi Melani dengan Van sudah menjadi pusat perhatian pengunjung lain yang ada di di Resto. Dengan kejadian Van mendorong Melani membuat semua tertawa, dan bukan hanya pengunjung melainkan pelayan Resto yang melihat nya.


"Ahhhh!!! Van kamu kasar banget sih"


"Ano aku sudah sangat lapar, kamu mengajak aku kemari ingin makan atau melihat ondel ondel itu??? Aku dengan anak ku tidak akan kenyang dengan hanya menatap ondel ondel itu"


Para pengunjung lain tertawa kembali saat mendengar lontaran ejekan yang di tunjukan istri sah kepada Parasit seperti Melani, Melani sendiri menoleh ke kanan dan ke kiri melihat semua pengunjung mentertawakan nya, Melani bangun dari duduk nya di lantai setelah itu berlari keluar Resto, Dia tidak jadi makan siang karena malu.

__ADS_1


__ADS_2