
Van duduk di sofa ruang keluarga dengan tablet di tangannya, dia fokus dengan pekerjaan kantornya. Princess yang hari ini sangat manja dengan Van, menyuruh Van agar Van tidak kekantor. Menjadikan Van menyuruh Roy mengantar semua pekerjaannya di Mansion, dia mengerjakan pekerjaannya dengan mengawasi pengasuh tripel. Yang tidak jauh dari tempat Van duduk sekarang.
Princess sendiri tidak ada di Mansion begitupun dengan Yuvi tidak ada di Mansion, mereka berdua datang ke kampus untuk memberikan hasil skripsi mereka berdua, Princess dengan Yuvi yang memang satu angkatan menjadikan Yuvi ingin masuk dan keluar dengan Princess. Kini dua perempuan cantik itu dengan ada di ruangan dosen untuk menyerahkan hasil skripsi.
Meninggalkan Princess dengan Yuvi Van yang tengah fokus dengan tabletnya tidak menyadari kalau Lala pengasuh Arion ingin mencari cari kesempatan dalam kesempitan, Lala memperhatikan Van dari jauh, Lala sangat mengagumi ketampanan Van yang membuatnya ingin memilikinya, pemikiran Lala berkelana dengan memandang wajah Van.
Lala yang baru saja menidurkan Arion bersama dua pengasuh yang lain menidurkan Arvin dengan Ariella, Lala langsung masuk ke dalam dapur untuk membuat kopi. Lala membuat kopi yang akan dia berikan kepada Van yang tengah duduk sendiri di sofa ruang tamu, Lala mencoba memberikan perhatian kecil untuk Van agar Van tertarik dengan nya dan lama lama akan meliriknya. Lala sejak bertemu dengan Van selalu membandingkan dengan dirinya dengan Princess Queen Lion king.
Lala keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi yang ada di tangannya, Lala berjalan mendekat ke arah ruang keluarga di mana Van berada. "Tuan muda ini saya buatkan kopi" Lala menaruh kopi yang dia bawa di meja depan Van.
Sedangkan kedua pengasuh Arvin dengan Ariella menatap Lala dengan pandangan bertanya, setelah itu mereka saling tatap satu sama lain, mereka menyadari kalau Lala ingin menarik perhatian Van sang pengusaha Mansion menurut Lala, tidak tau saja semua kendali di Mansion ada di Princess.
Lala yang sudah menaruh kopi di depan Van, tapi sayang Van tidak menatap Lala sama sekali dia, jangankan menatap melirik saja tidak, apalagi dia juga tengah fokus ke layar tabletnya, Lala yang kesal tidak diperhatikan pun mencari cara bagaimana Van memperhatikan nya.
Lala meninggalkan ruang keluarga dengan kesal dan menggerutu di dalam hatinya, karena dia sudah dandan, sudah membuatkan kopi tapi Van tidak meliriknya sama sekali, Lala kembali masuk kedalam dapur untuk mencari cara bagaimana dia mendapat perhatian dari Van, dia menatap Van dari dapur, karena memang ruang keluarga tidak jauh dari dapur.
Dua pengasuh tadi mendekat kearah Lala yang ada di dapur, dia memberi tahu Lala tentang siapa lawannya. Tapi Lala tidak peduli dan menganggap Princess wanita bodoh yang akan dia singkirkan dari kehidupan Van.
"kamu jangan menganggap keluguan Nona muda La, dia memang sangat baik dan sabar, tapi hanya untuk yang menghargainya. Aku sebagai teman seperjuangan dengan kamu hanya mengingatkan bawa Nona muda bukan lawan kamu" peringat Hesti teman Lala yang sama sama datang dari yayasan yang menyediakan pengasuh.
"Kamu jangan sok yah, kamu iri kan jika aku bisa dekat dengan tuan muda. Tenang saja aku akan tetap memperkerjakan kalian jika nanti aku sudah menggantikan wanita bodoh itu" lirih Lala menatap sombong Hesti dengan Lailu.
Hesti dan Laily pergi meninggalkan Lala yang tengah di dapur, mereka berdua memilih untuk membantu pelayan yang ada di Mansion mengerjakan pekerjaan yang lain, karana tuan dan nona kecil mereka tengah tertidur.
"Semua mantan majikan ku tergoda dengan ku, masak yang ini enggak" Batin Lala dengan mantap Hesti dan Lailu yang meninggalkan nya di dapur.
__ADS_1
Lala memikirkan mencari cara agar tuan muda nya yang tampan itu tergoda dengan nya dan mau dengannya, Lala yang tidak tau saja pasangan suami istri itu berdarah dingin tidak memandang yang mengganggu keluarganya. Apalagi Princess yang terkenal dengan kebaikan nya, kepolosannya, dan juga kesabarannya. Membuat semua orang Princess tidak sama dengan Van yang berdarah dingin.
Ditengah lamunannya terdengar suara yang lembut memanggil Lala, Lala menoleh kearah sumber suara yang ada di samping nya. "Nona muda"
"Kenapa kamu melamun di sini???"
"Maafkan saya Nona muda, saya tadi hanya lelah saja"
"Emm, kalau begitu istirahat saja kamu, biar Arion bersama saya"
"Apa tidak apa apa Nona muda???"
"Tidak apa apa La"
"Terima kasih Nona muda"
"Hahaha Nona muda kok sok baik, lihat aku bakal rebut suami kamu jadi milik aku" Batin Lala berjalan masuk ke dalam kamar nya
Lala masuk kedalam kamar nya dia merebahkan dirinya di atas kasur yang muat untuk dua orang, hanya saja di tempati Lala sendiri. "Aku akan menyingkirkan majikan bodoh kayak Princess itu" Lala berceloteh sendiri di kamar nya
Sedangkan Princess kini duduk di samping Van yang ada di ruang keluarga dengan tablet di tangannya, Van menatap Princess dengan sayang dan bertanya. Sedangkan Princess yang tengah di tatapnya seakan mengerti kenapa dia bersama dengan Arion.
"Lala lelah, aku suru untuk istirahat"
"Sayang, aku mempekerjakan mereka bukan untuk bermalas malasan, tapi untuk menjaga tripel karena aku enggak mau kamu kelelahan"
__ADS_1
"Hanya sekali saja tidak apa apa kan Pi"
"Sayang, kamu jangan terlalu baik dengan orang, bisa saja nanti kamu akan diManfaatkan"
"Dan Papi yang akan membereskan"
Van menghela napas lelah saat dia selalu kalah dengan sang istri tercinta, Van mengambil ahli Arion yang ada di gendongan Princess. Van menatap lembut jagoan nya. "Lihat Mami kamu lagi lagi mengalahkan Papi kamu ini nak" Van mengajak Rion berbicara dengan lembut.
"Mi apa pangeran yang satu lagi masih tidur???"
"Iyah Pi, Putri kamu juga masih tidur hanya Rion yang bangun"
"Kemana yang lain Mi??? Lalu kapan Mami pulang??"
"Maksud Papi Hesti dan Lailu, mereka membantu pekerja yang lain, katanya mumpung tripel tidur"
"Baiklah apa kamu tidak mau pergi ke butik untuk membeli gaun yang akan kamu gunakan untuk ke acara pernikahan Yuvi dengan El???"
"Aku sudah membelinya Pi, dengan Yuvi. Aku juga sudah mengantar pengantin bandel itu ke Hotel"
"Hahaha, aku lihat dia semakin manja dengan kamu sayang"
"Iyah dan aku tidak masalah Pi"
"Yah sudah kalau begitu ayo kita ke kamar"
__ADS_1
Van beranjak dari duduknya mendekat kearah box bayi yang tidak jauh dari sofa tempat Van dengan Princess duduk, Van menidurkan Rion di box bayi lalu mendekat kearah Princess, Princess beranjak dari duduk nya setelah itu menggandeng tangan Van berjalan ke arah lift. Dan semua itu di saksikan oleh Lala yang tidak sengaja kembali ke Mansion untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di dapur Mansion.
"Aku akan merebut suami tampan dan kaya kamu, dan tentu saja aku akan mendepak kamu dari kehidupan Van" Batin Lala mendekat kearah dapur untuk mengambil ponselnya.