PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
FRUSTASI


__ADS_3

Ella menatap Mami nya yang masih duduk cantik di tepi ranjang, Princess menatap putrinya yang juga menatap nya. "Jangan perna kamu pikir Mami marah sama kamu nak"


Ella tidak menyahut ucapan Princess Ella masih menatap Princess dengan perasaan yang tidak menentu, Ella yang dulu kini bukan Ella yang dulu. Banyak dendam di dalam hati nya, banyak rasa berkuasa di dalam hati nya.


"Apa perna Mami marah dengan kamu saat tau keadaan Alia sangat mengkhawatirkan?? Apa perna Mami menyalahkan kamu dalam hal ini?? Mami tidak perna menyalahkan kamu, bersikap adil dengan anak dan Cucu Mami!! Bahkan Mami semakin menyayangi Sherly yang tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat lemah lembut"


Princess memberi pengertian Ella yang banyak dendam dan rasa bersalah di dalam hati nya, semua sudah terjadi tidak ada yang harus di salahkan dan di permasalahkan lagi. Menurut Princess semau yang terjadi pada Alia bukan lah salah Ella melainkan banyak musuh yang memang mengincar sih kecil.


Banyak musuh yang mengira kalau Alia sih kecil Sherly yang selama ini ada di pesantren menggantikan Alia yang kini sudah sangat sulit di atur dan dikendalikan.


"Aku hanya ingin anak ku menjadi yang terkuat!!"


"Kalau begitu jemput dia di pondok, ajak dia pulang dan jadikan dia apa yang kamu mau" ucapan Princess yang langsung pada intinya dan menegaskan kalau Ella tidak ada hak memaksa Alia menjadi apa yang di inginkan.


"Kenapa kamu diam?? Mami bisa memulangkan Sherly sekarang juga dengan sekali telpon Ella!! Kamu pikir Mami memasukan dua bayi ke pondok tidak menggunakan kekuasaan Mami?? Kamu salah besar Ella"


Ella diam saja tidak bisa menjawab ucapan Mami nya yang memang benar ada nya kalau selama ini Princess menggunakan kekuasan nya di mana dia berada bersama anak dan cucu nya agar mereka tetap aman.


Van mengagumi keahlian Istrinya yang berani mengambil resiko demi anak dan cucu nya aman. Van hanya membantu sedikit semua Princess yang mengatur, Van merasa kalau Princess saja dapat melindungi anak dan cucu nya.


Tapi semua itu di hancurkan oleh putrinya sendiri yang menutup Akses untuk anak dan cucu nya sehingga Anak dan Cucu nya perna merasakan bagaimana rasanya di siksa dan di jadikan tawanan di usia mereka yang masih berlian.


Princess menatap putrinya dengan perasaan sayang, tapi seperti nya perasaan yang Princess miliki tidak cukup untuk membuat Ella yang hati nya sudah membatu lulu. "Kamu ingin Alia?? Ambil, kamu ingin Sherly ambil kamu ingin melihat mereka berkuasa lakukan sesuka kamu!! Tapi jangan perna menyesal jika Mami yang akan menentang nya walau darah Mami yang akan menjadi taruhan nya" ucapan Princess membuat Ella mendongak menatap Princess dengan pandangan yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Kamu ingin menjemput putri kamu jemput dia!! Mami tidak akan menghalangi, kamu ingin menjemput adik kamu jemput Mami tidak akan melarang, Mami anggap kamu hanya ingin bermain-main" Princess beranjak dari duduk nya meninggalkan kamar Ella dengan tanpa mengunci kamar Ella seperti kemarin-kemarin.


Ella tidak beranjak dia masih duduk di mana dia duduk di Sofa yang ada di dalam kamar nya, dia masih teringat apa yang di ucapkan Mami nya. Walau darah yang akan dia korbankan untuk menyelamatkan cucu dan anak nya.


Sedangkan Princess keluar dari dalam lift dengan menggendong Cici yang dari tadi dia ajak ke kamar Ella, Cici sangat patuh dengan Princess. Princess selalu membuat Cici merasa nyaman di dekat nya.


Princess duduk di taman belakang Mansion dengan bermain dengan Cici yang masih ada di gendongan nya. Saat Princess tengah sibuk dengan Cici dia mendengar suara protes dari arah depan nya.


"Nenek kamu merebut Cici dari Vene..!!"


Princess mendongak menatap Vene yang berkacang pinggang yang malah terlihat sangat menggemaskan untuk Princess, mungkin jika orang lain akan ngeri melihat nya. "Kenapa wajah kamu itu hemm!! Apa stok ekspresi kamu habis seperti Mimi kamu??"


Vene mendengus mendengar apa yang di katakan Princess, Vene mendekat ke arah Nenek nya yang tengah sibuk dengan Cici. "Nenek, aku rindu dengan masakan Nenek"


"Kenapa?? Nenek selalu saja menuduh Vene"


"Sayang..!! Kamu tanya sana sama Mommy kamu sejak kamu bayi hanya Nenek yang bisa membuat kamu tersenyum dan tertawa!! Kalau kamu kira Nenek tidak tau segalah nya" Lirih Princess menatap sayang cucu nya.


Ven merebahkan kepala nya di bahu Princess dia menerawang di mana adik nya yang selalu tersenyum tapi kini dia hanya melihat wajah sedih nya saja. "Nek, apa aku gagal menjadi seorang Kakak??"


"Siapa yang mengatakan??"


"Vene sendiri yang mengatakan kalau Vene merasa gagal menjaga Adik-adik Vene"

__ADS_1


"Tidak sayang kamu sangat baik selama ini menjaga Adik-adik kamu, tapi adik-adik saja yang bandel"


"Aku tidak bandel Nek.." Vonny menyahut saat mendengar apa yang Nenek nya katakan.


"Cucu tampan Nenek yang sangat irit bicara seperti Pipinya"


Vonny memutar mata nya malas mendengar ucapan Nenek nya walau begitu Vonny cucu laki-laki yang sangat menyayangi Nenek nya, dia selalu patuh dengan Princess yang selalu tegas dengan nya.


Keluarga yang di jaga kedamaian nya oleh Princess selama ini malah harus berantakan karena kesalahan di mana kesalahan yang harus nya juga tidak terjadi. Keluarga yang selalu hangat harus terpecah karena kesalahan yang seharusnya tidak ada di jadikan ada.


Ella yang selama ini dia sayangi di manjakan oleh Princess malah semakin menjadi mengerikan mendidik adik nya. Membicarakan Ella kini dia tengah merenungi kesalahan yang ada di dalam dirinya sendiri.


Ella menangis di atas ranjang dengan meringkuk, apa yang di katakan oleh Princess selalu terdengar di telinga Ella, seakan suara Princess tidak ikut pergi bersama Princess.


"Mi, aku tau aku salah Mi..!! Aku tau tapi aku tidak tau bagaimana harus menyelesaikan masalah nya Mi" Ucap princess di selah tangis nya.


Ella sudah menyesali dan merasa takut akan kehilangan keluarga nya yang kini sudah merenggang. "Kak, aku enggak mau kamu marah sama aku!! Aku ingin terus bersama kamu" lanjut Ella yang masih menangis dengan meringkuk.


Ahhhhkkkk ....


"Sialan.. " pekik Ella yang sangat frustasi dia duduk di atas ranjang menatap kosong ruangan kamar nya yang gelap.


Cahya yang gelap tidak ada cela yang masuk untuk penerangan dia melihat masa lalu yang kelam di bayangan ruangan yang ada di dalam kamar yang gelap.

__ADS_1


Bayangan masa lalu di mana dia dan Princess yang selalu menjadi tameng nya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


__ADS_2