PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
GILA


__ADS_3

Princess menatap suami nya yang ada di ruang kerja nya dengan sangat serius, apa lagi saat ini Van tengah serius dengan tumpukan berkas yang ada di meja nya. apa lagi kacamata bacanya yang bertengger di hidung mancung suami nya sangat terlihat semakin tampan.


Van bukan tidak menyadari kalau dirinya sejak tadi di tatap oleh istri cantik nya, Van hanya pura pura tidak tau kalau dia tengah di tatap. Van terus membolak balikan berkas yang ada di meja nya, yang memang berkas nya sudah selesai di kerjakan dari kemarin hanya saja Roy belum mengambil nya.


Princess beranjak dari duduk nya berjalan mendekat kearah Van yang pura pura sibuk, Princess duduk di pangkuan Van, Princess menatap suami nya yang sangat tampan di pertambahan usia nya.


"Pi.. Kenapa Papi begitu tampan???" Princess membelai pipi Van dengan sangat lembut.


"Karena untuk Mami" Van menatap istrinya yang semakin hari semakin chubby pipinya.


"Pi.. Kepala ku pusing ingin tidur" Lirih Princess yang sudah merebahkan dirinya di atas bahu Van.


"Kamu tidur saja Mi, nanti Papi pindah ke kamar!! Apa mau ke kamar sekarang aja??"


"Boleh Pi.. Langsung ke kamar"


Van menggendong Princess yang enggak biasanya sangat manja dengan nya, apa lagi ini masih terbilang pagi tapi Princess sudah mengantuk.


"Apa Mami sedang enggak enak badan??" Van khawatir dengan Princess karena enggak biasanya Princess akan mengantuk di jam segini.


"Aku baik baik saja Pi"


Van menidurkan Princess di atas ranjang king size milik nya saat malas pulang, setelah menikah kamar yang ada di ruangan kerja Van menjadi kosong.


"Van mencium kening Princess dengan sayang"


"Kamu tidur dulu di sini!! Apa mau di temani??" Van menatap Princess yang kini sudah berbaring dengan memeluk perut Van.


"Ano.. Aku mau kamu temenin di sini!! Aku ngantuk tapi aku ingin tidur sama kamu" suara Princess sudah semakin serak.


Van akhirnya berbaring memeluk Princess yang semakin hari semakin manja, sudah tiga hari Princess begitu sangat manja dengan nya. Van bukan nya merasa kesal malah dia semakin senang karena Princess sangat manja dengan nya.


Besok hari di mana tripel akan melakukan pernikahan di hotel milik nya, Van sudah berulang kali mengecek keamanan hotel. Van memikirkan bagaimana cara agar pernikahan besok lancar tanpa ada nya hambatan.


Van menatap istri nya yang kini sudah terlelap dalam tidur nya, Van lagi lagi mencium kening Princess dengan sayang. Entah apa yang terjadi tapi akhir akhir ini Princess sangat manja.


"Kamu semakin hari semakin cantik saja Mi" Lirih Van yang tidak lama Van ikut tertidur.


Jam berlalu begitu sangat cepat kini sudah menunjukan pukul 12 siang, Van yang merasa terganggu tidur nya karena Princess menggeliat tidak tenang.

__ADS_1


Princess juga menggoyang goyangkan lengan Van yang membuat Van terusik, Van menatap Princess yang kini sudah duduk di atas ranjang. "Kamu kenapa Mi???" Van yang sudah kembali sadar dari rasa kantuk nya menatap Princess bingung.


"Aku ingin makan ayam goreng pakai sambal Pi" Princess menatap Van yang kini sudah duduk di atas ranjang.


Van mengusap lembut pipi Princess, Van juga menyelipkan anak rambut yang menutupi pelipis Princess ke belakang telinga. "Yah Papi pesan kan buat kamu sayang" Van mengambil ponsel yang ada di atas meja kecil yang ada di samping ranjang.


Van mengotak atik ponsel nya, tidak lama Van kembali menaruh ponsel nya di atas meja kecil yang ada di samping ranjang. "Sudah Papi pesankan untuk Mami" Lirih Van


Van turun dari atas ranjang dia berjalan kearah kamar mandi, Princess ikut turun dari atas ranjang mengikuti Van masuk ke dalam kamar mandi, Princess melihat Van tengah buang air kecil. "Pii..".


Van sangat terkejut melihat istrinya yang ada di depan nya. " Kenapa Mami kesini??" Van bertanya dengan membersikan sisa sisa ke****ng..


"Mami hanya ingin ikut Pi" Princess menjawab dengan sangat santai.


Van ternganga mendengar apa yang di katakan Princess kepada nya, Van menatap Istrinya tidak percaya, dia bertanya tanya kenapa istrinya menjadi aneh.


"Yah sudah ayo kita keluar Mi, mungkin sebentar lagi pesanan Mami sudah sampai"


"Mami tidak makan???"


"Makan yang sama dengan Mami"


"Aku enggak mau lho Pi di sama samakan"


"Papi tidak hanya memesan satu Mi, banyak makanan yang mungkin saja nanti kamu suka"


"Jadi Papi pesan makanan yang sama tapi banyak macam nya??


"Iyah"


Princess yang sudah mendapat jawaban dia kembali anteng di atas ranjang kamar Van. "Kamu di sini apa di luar, aku mau lanjut kerjain pekerjaan aku" Van bertanya dulu sebelum nanti salah melangkah.


"Emm aku mau di sini saja dengan menonton televisi"


"Yah sudah kalau nanti kamu butuh apa apa panggil Papi"


"Siap bos"


Van keluar dari dalam kamar dengan berpikir keras apa yang terjadi sama Princess kenapa tingkah nya akhir akhir ini aneh. "Ha.. Apa yang terjadi cobak" Batin Van yang kini sudah duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


Van kembali melanjutkan pekerjaan yang masuk lewat email, dia mengecek laporan dari dua teman nya yang selama ini Van kirim mereka ke negara yang jauh.


"Ha.. tidak sia sia aku mengirim mereka jauh!! Kalau kerja nya bagus" Batin Van.


Saat Van ingin kembali melihat email yang masuk ponsel yang ada di atas meja kerja nya berdering nyaring, Van menatap layar ponsel melihat siapa yang menghubungi nya.


Van mengerutkan keningnya saat melihat nama yang menghubungi nya My wife, Van mengangkat ponsel nya. "Sayang, kenapa apa kamu butuh sesuatu???"


"Tidak Pi, aku hanya ingin menghubungi kamu saja lewat ponsel"


"***Kenapa Princess aneh gini sih???" Batin Van dengan menatap layar ponsel nya


"Hemm, apa aku harus ke sana Mi***???"


"Tidak usah Pi.. Kan sudah ngobrol lewat ponsel"


"Are you okay???"


"Yes..!!"


"Enggak benar ini istri gue!! Apa dia mulai gila??" Batin Van lagi


"Pi.. Kamu kok diem aja Pi?? Papi sibuk yah???"


"Enggak Mi, hanya saja Papi merasa aneh saja dengan Mami"


..."Aneh??"...


"Iyah.. Sayang!! Bukan apa apa yah yank tapi kamu beneran aneh!! Kamu enggak gila kan Mi???"


"Kamu mengira aku gila Pi??? Yah udah sana Papi cari yang lain saja Pi, yang enggak gila Pi"


Tut tut tut.


Princess mematikan sambungan telpon dengan Van sebelum Van menjawab kata kata Princess, Van yang ada di dalam kalang kabut mendengar apa yang di katakan Princess. "Ahhh.. Pasti Princess marah!! Ini mulut kenapa enggak di rem. Mulut sialan" oceh Van yang berjalan kearah rak buku yang ada di sana.


Van menekan tombol yang ada di sana tombol yang hanya terlihat jika di raba, Van menekan berulang kali tapi tidak bisa di buka. Van yakin kalau Princess mengunci dari dalam. "Ahhhhh..Gimana sekarang" kesal Van menekan tombol yang ponsel yang dia genggam.


Berulang kali Van menghubungi Princess yang ada di dalam kamar, tapi sayang telpon nya enggak di angakat Princess. Princess yang ada di dalam kamar menangis sesegukan mendengar kalau Van mengatakan dia gila.

__ADS_1


Princess menatap dirinya sendiri di cermin dia melihat apa dia gila atau tidak, tapi tetap sama Princess yang semakin hari semakin cantik, apa lagi tubuh nya yang sedikit berisi.


__ADS_2