
Aura dengan Jonie tengah bermain dengan tripel di Mansion utama, tripel di jemput oleh Aura dan Jonie tadi pagi karena Princess tengah pergi dengan Van kekantor, Princess ikut ke kantor karena Van ada pertemuan dengan klain dari luar negeri.
Aura sangat gemas dengan Ariella yang tenga berceloteh dengan memainkan boneka Barbie yang ada di tangannya. "Ama, oneka elbi"
"Kenapa sayang dengan boneka barbie nya???"
"Sudah sangat usut"
"Maksud ella kusut??"
"iyah Ama"
Ella memberi boneka nya kepada Aura dan dia kembali ketempat duduknya yang tadi ditempati oleh ella, Aura sangat gemas dengan cucu perempuan nya yang sangat cerewet.
Apalagi dengan pipi tembem Ella, mata sipit, bulu mata yang lentik, bibir tipis rambut panjang dan hitam lebat membuat Aura semakin sangat gemas. Ingin menciumi pipi chubby Ella.
Usia tripel sudah satu tahun, Rion yang memiliki rambut panjang, hitam dan lebat, mata bulat, dengan pipi yang juga tidak kalah chubby dari ella, sedangkan Ar dia juga memiliki rambut panjang hitam dan lebat, mata yang tajam bak elang menuruni Van.
Tripel memilik rambut panjang karena Princess sangat suka kalau anak anak nya mempunya rambut gondrong karena menurut Princess sangat menggemaskan.
"Ar, Rion, Ella" Aura memanggil tripel dengan lembut
"Apa Ama???"
"Ayo kita makan nak"
Mereka duduk di kursi yang khusus untuk mereka duduki saat sedang makan, ketiga pengasuh tripel mendekat kearah tripel. Lailu, Lala dan Hesti, mereka menyuapi tripel dengan mengajak mereka bernyanyi terkadang bercerita kalau tidak begitu tripel tidak mau makan.
Lala pengasuh Rion yang masih bertahan selama satu tahun karena kebaikan Princess yang tidak memecat Lala, karena Princess kasihan dengan Lala, Lala tapi tidak perna menyerah untuk menggoda Van.
"Lala"
"Iyah Nyonya besar"
"Kamu betah kerja dengan Van dan Princess???" Aura bertanya saat Lailu dengan Hesti sudah dulu selesai menyuapi Ar dan ella.
"Sebenarnya tidak Nyonya besar??"
"Kenapa??"
"Nona muda sangat kasar"
"Benarkah La??"
"Iya, Nyonya besar. Saya bertahan karena butuh uang"
"Hemm"
"Saya permisi dulu Nyonya besar" Lala pergi dari ruang keluarga karena sudah menyelesaikan tugasnya menyuapi Rion
Aura menatap kepergian Lala dengan senyum sinis, Aura tidak menyangka kalau menantunya masih memperkerjakan Lala sebagai menantu Rion, Padahal sifatnya sangat buruk menjelek jelekkan Princess di belakang nya. "Aku harus memberi tahu Van soal ini" Batin Aura.
__ADS_1
"Hahaha dia tidak tau dengan siapa dia bekerja Mom"
"Daddy benar, mungkin kalau Lala tau majikan mereka iblis berbentuk manusia mungkin dia tidak akan berani mengatakan itu kepada kita"
"Mommy benar, itu karena Menantu kita dalam mode polos Mom"
Aura tertawa saat melihat Ella tengah bercerita dengan kedua kakaknya, kakaknya dengan sabar mendengarkan celotehan adik mereka. "Mereka sangat menggemaskan Dad"
"Iyah Mom"
"Hay anak anak Mami"
Suara lembut menyapa telinga tripel, tripel menoleh kearah sumber suara begitupun dengan Aura dan Jonie yang menatap putra dan menantunya yang berjalan mendekat kearah mereka.
"Mami"
"Hay sayang, kalian tidak nakal kan di sini???"
"No, Mi"
"Pintar anak Mami" Princess menciumi tripel dengan sangat gemas.
"Kalian tidak rindu dengan Papi??"
"No" Mereka bertiga menggeleng gelengkan mereka, itu sungguh menggemaskan.
"Baiklah kalau gitu Mami akan Papi ambil"
"Ama, Papi ahat"
"Mami tidak akan bisa menolong karena Mami pendek"
"Endek??"
"Iyah, dan Papi sangat tinggi"
Mereka tertawa bersama di ruang keluarga, apalagi sih kecil Ella yang selalu membuat semua orang merasa gemas dengannya. kebahagiaan mereka di benci oleh Lala yang sedari tadi memperhatikan kehangatan keluarga Van bersama dengan kedua orang tuanya, anak dan Istrinya.
Apalagi Van saat masuk kedalam Mansion memeluk pinggang ramping sang istri, Princess walau sudah memiliki tiga anak tapi body masih remaja, membuat Van terkadang harus menahan kesal saat membawa Princess ke pertemuan dengan klien penting seperti dua jam yang lalu.
Dua jam berlalu...
Van datang ke resto bintang lima dengan Princess, Van yang mengadakan pertemuan dengan klien dari luar negeri. Tuan Maxe yang mengajak anak dan istrinya untuk bertemu dengan Van di Resto.
"Selamat pagi Mr, Mrs. Maxe"
"Selamat pagi Mr, Mrs Alex"
"Perkenalkan Mr.Alex dia putra ku Leo"
"Van" Van menjabat tangan Leo dengan memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Ini Istri saya Mr.Maxe"
"Istri???"
"Iyah"
"Ah saya pikir dia adik atau sekertaris anda Mr.Alex"
"Haha dia juga sekertaris saya Mr.Maxe"
"Saya kira begitu dan berniat akan menjodohkan nya dengan putra ku, ternyata Istri anda Mr.Alex. Maafkan saya sudah punya pikiran seperti itu".
Van sangat kesal Princesa dikira bukan istrinya malah di kira adik atau sekertarisnya, tidak satu dua kali Princess di kiran adik Van. tentu saja membaut Van kesal setengah mati, pasalnya sudah Dua kalai dalam seminggu ini Princess ingin dilamar oleh rekan bisnis Van.
Setelah meeting dengan Mr.Maxe Van langsung mengajak Princess untuk pulang dan menggerutu di dalam perjalanan pulang, Princess hanya geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya yang dalam mode cemburu.
"Sayang"
"Hemm"
"Lain kali kalau keluar jangan terlalu cantik, kalau perlu tidak usah Mandi Mi"
"Jangan mengada ngada kamu Pi"
"Aku sangat kesal dengan mereka yang melihat kamu dengan kagum sayang"
"Tentu saja mereka menatapku karena aku sangat cantik"
"Itu alasannya kenapa harus dikurung di Mansion"
"Kamu kira aku burung Pi???"
"Bukan begitu sayang, setiap aku membawa kamu ke pertemuan penting. Mereka selalu menatap kamu dengan lapar"
"Sudah stop aku mau bertemu dengan anak anak dan jangan mengganggu ke uwuan ku dengan putra ku"
"Sayang"
"Sudah ayo masuk jangan pasang tampang mengerikan itu Pi, anak anak bisa takut"
Dua jam berlalu...
Kini Princess dengan Van tengah ada di dalam kamar karena mau bersih bersih sebelum mereka turun kelantai bawa untuk pulang ke Mansion mereka sendiri, Van menatap Princess yang tegah menggosok dirinya sendiri di depan nya.
Van merasa kagum dengan istrinya walau makan banyak dirinya tidak bisa gemuk, masih saja tetap bagus body nya. Itu semua yang selalu membuat Van kesal setengah Mati karena di kira kalau Princess bukan lah Istrinya.
Terkadang ada yang mengatakan kalau Princess sangat kecil karena terlihat seperti anak 17 tahun. "Sayang kenapa kamu menatapku seperti itu???"
"Jujur saja sayang kamu memang sangat cantik dan menggoda, tidak salah kalau klien ku mengatakan kalau kamu beluk menikah"
"Hahaha dan kamu baru menyadari sekarang Pi??"
__ADS_1
"Iyah, dan itu sukses membuat kau merasa sangat geram"
Mereka banyak cerita di kamar mandi dengan Van yang mengagumi kecantikan Princess yang bertmbah usia dia bertambah sangat cantik.