PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
AIRA DAN ALIA


__ADS_3

Aura, Laudya tengah menggendong cucu mereka yang bangun, Aura dan Laudya sangat senang dan bahagia bisa mendapatkan dua cucu perempuan lagi.


"Lihat kak dia sangat mirip dengan Van"


"Iyah kedua anak Princess yang ini tidak ada yang meniru ibu nya, aku berharap tidak akan meniru Papi nya yang sangat irit bicara"


"Itu akan membuat kita yang tua ini semakin cepat tua kakak"


"Hahaha.. Sudah lah kalian ini memang sudah tua apa lagi yang akan menjadi lebih tua?? Yang ada kalian akan menjadi muda karena dekat dengan dua putri" Luwis menyahut dari sofa tunggal yang dia duduki.


"Kamu tidak ingat dengan bulan dan Bintang dua perempuan itu mereka selalu saja membuat aku pusing" Laudya mengingat dua cucu nya yang kini tinggal di luar negeri bersama dengan Mommy dan Daddy nya setelah perang besar setelah pernikahan tripel.


"Membicarakan mereka, sudah lama aku tidak bertemu dengan dua cucu ku" Luwis menghela napas saat mengingat Mansion utama terkadang harus ada hara huru ula Bulan dan Bintang.


"Sampai kapan mereka ada di negara orang Dek??"


"Sampai Bulan dan Bintang lulus S2 setelah itu dia akan melanjutkan di sini"


"Kenapa???"


"Karena mereka ingin hidup tenang tanpa ada nya musuh yang terus mengintai, Apalagi Bulan yang sulit mengendalikan dirinya"


Aura menghela napas mendengar perkataan adik ipar nya, bagaimana bisa dia tidak sedih jika dua cucu nya pinda hanya ingin hidup dengan tenang. Sedangkan di sini mereka bukan hanya mereka melainkan tripel selalu mendapat serangan mendadak.


"Aku juga ingin anak-anak hidup tenang tapi bagaimana lagi ini sudah takdir kita"


"Sudah lah kenapa harus di sesali, semua sudah terjadi bukankah dulu kita tau bagaimana kehidupan suami kita tapi kita tetap mau menerima mereka"


"Iyah kamu benar"


Dua perempuan tua yang sudah tidak muda lagi kini melanjutkan untuk menimang-nimang cucu mereka yang ke empat dan lima.


Sedangkan Princess yang ada di ranjang dia tidak tidur, Princess sudah bangun sejak tadi tapi dia tidak membuka mata nya karena merasa ingin tau apa yang akan di bicarakan mertua dan adik iparnya.


Ternyata pemikiran mereka juga sama dengan nya yang ingin hidup layaknya orang lain yang tanpa harus takut di kejar musuh, tanpa harus takut bertemu musuh, tanpa takut dan was-was saat anak-anak tidak ada di Mansion.


Kejadian 20 tahun yang lalu seakan berputar di ingatan Princess saat dirinya dengan Van tengah berada di dalam bahaya orang-orang terdekat mereka rela mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan tripel, dirinya dan juga Van.

__ADS_1


"Tuhan ternyata bukan aku saja yang mengharapkan ketenangan tapi para orang tua juga menginginkan nya" Batin Princess yang masih memejamkan mata nya.


Ditempat Lain di gedung yang lain ada seseorang yang sudah lama dendam dengan Van dan juga keluarganya sejak dia kehilangan orang tuan nya dan juga di asingkan.


Dia menunggu kesempatan sampai akhirnya dia bisa memiliki kesempatan di mana dia ingin membalas rasa sakit nya menggunakan kekuasaan suami nya yang sudah lebih dulu meninggalkan nya dengan dua anak yang kini sudah tumbuh menjadi anak yang tidak kalah ganas dari Daddy nya.


Tapi sayang dua anak nya malah tidak ingin mempunyai masalah dengan keluarga Van karena di keluarga Van terdiri dari perkumpulan Mafia bawah yang sangat kejam dan licik.


Sinta yah Sinta mantan kekasih Van yang membuat Van terpuruk di masa muda nya, Sinta masih memiliki dendam dengan Van dan juga keluarga nya. Waktu yang dia tunggu tidak lah sebentar bertahun-tahun lamanya sampai dia berhasil membuat suami nya pergi ke neraka lebih dulu.


Sinta rela membunuh suami nya secara perlahan demi menguasai harta yang sudah lama ingin dia kuasai. Apa lagi dua anak nya tidak mau membantu nya untuk balas dendam, merekam memikirkan keluarganya masing-masing yang masih bergantung dengan nya.


"Hah.. Sudah waktu nya aku melenyapkan kalian semua yang sudah membuatku bagaikan sampah di pengasingan" Lirih Sinta yang tengah berada di markas suami.


Sinta menatap photo tripel bersama suami dan Istrinya, di paling tertarik kepada anak Van yang terakhir Ella. Sinta mengira kalau Ella tidak dapat melakukan apa saja, dia tidak tau saja kalau Ella adalah Queen di Leon king.


"Kita mulai dari kamu saja anak cantik!! Kamu akan aku buat merasakan bagaimana hancurnya aku di pengasingan" Lirih Sinta dengan menatap photo Ella.


Sedangkan yang di tatap tengah menggendong adiknya yang baru saja lahir, dia merasa lucu di usianya yang sudah 22 tahun dan sebentar lagi akan memiliki anak akan punya adik kandung yang masih bayi.


"Mi, aku merasa lucu dalam hidup kita"


"Mi aku sebentar lagi akan menjadi ibu, tapi aku baru punya adik yang baru lahir lucu bukan?? Mungkin kalau aku keluar dengan Twin orang akan mengira kalau anak aku" oceh Ella dengan gemas mencolek-colek pipi adik nya.


"Siapa nama nya Mi??"


"Belum di beri nama sama Papi"


"Apa Papi sudah kehabisan nama sampai tidak memberi nama twin!!!"


"Mungkin belum ada yang cocok nak"


Saat mereka tengah membahas anak Van masuk dengan senyum yang mereka, seakan Van mendapatkan jackpot. Tentu saja membuat Princess, dengan anak mantunya merasa heran dengan Van.


"Apa Papi mulai gila??" Selain Princess ,Ella juga berani mengatai Van gila.


"Apa Papi mendapat Jackpot??"

__ADS_1


"Apa Papi Kesambet??"


Anak dan menantu nya merasa penasaran dengan apa yang membuat Van datang-datang tersenyum begitu sangat lebar. "Papi sudah menemukan nama yang cocok untuk twin"


Ella, Felisa dan Aula menghela napas malas mendengar jawaban Van yang kelewat santai, tiga perempuan yang tadi sangat antusias kini kembali bermain dengan twin yang ada di gendongan Aula dan Ella.


"Siapa Nama untuk Twin Pi???" Princess menatap Van yang tengah berjalan ke arah nya.


"Bagaimana kalau Aryani dan Aira"


"Aku tidak setuju dengan Aryani Pi" Felisa menyahut tanpa menatap Van.


"Kalau begitu kasih saran buat Papi mini dua nama??"


"Aku malas mikir Pi"


"Kalau begitu jangan mikir"


"Yah, aku memang sedang tidak berpikir"


"Yah Tuhan salah apa aku punya menantu super menjengkelkan"


"Ya Tuhan apa salah dan dosa ku punya mertua yang super jelek dan tua"


Van yang mendengar keluhan Menantu nya mendengus, Van dan yang lain tertawa melihat wajah kesal Van dan gemas dengan wajah Felisa.


"Sudah lah Pii, aku juga tidak setuju dengan Aryani" Ella iku bersuara


"Lalu apa??"


"Aira dan Alia Alexander"


"Lalu mereka di panggil Ai dan Al"


"Suka-suka kalian saja"


"Tentu kamu kakak nya"

__ADS_1


"Papi orang tua nya"


"Tidak tanya" anak dan menantu nya sangat kompak menyahut.


__ADS_2