PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PENGASUH


__ADS_3

Satu minggu berlalu di mana tripel kini sudah ada di Mansion milik orang tua nya, Van langsung membawa tripel untuk pulang ke Mansion nya sendiri tidak ke Mansion utama.


Van juga sudah memperkerjakan pengasuh buat tripel agar Princess tidak terlalu lelah mengurus tripel, apalagi Princess juga harus segera menyelesaikan skripsi nya. Menjadikan dia membutuhkan ketenangan dan tidak boleh lelah.


Van juga menyuruh Yuvi tinggal di Mansion nya untuk menemani Princess, tentu saja Yuvi sangat senang karena bisa bertemu dengan tripel setiap hari. "Kak apa kalian tidur dengan tripel???"


"Iyah, mereka akan bersama pengasuh mereka saat aku kuliah saja"


"Apa mereka bisa di percaya??"


"Lihat yang ada di ujung bersama Arion, dia sangat seksoii"


"Kenapa memang nya???"


"Dia ingin berkerja atau menggoda majikan???"


"Maksud kamu Ano???"


"Tentu saja kak, siapa pria di sini kalau bukan kak Van"


"Dia tidak akan tergoda Vi, kamu tenang saja, walau niat nya dia ingin menggoda"


"Yah sudah terserah kakak, yang penting aku sudah ingatkan"


"Iyah jangan khawatir"


Princess melanjutkan mengerjakan skripsi dengan mengawasi ketiga pengasuh yang sedang menjaga tripel yang tidak jauh dari Princess dan Yuvi.


"Vi kalau misal apa yang kamu katakan tadi benar bagaimana??"


"Aku mengatakan apa???"


"Jika dia menggoda Ano???"


"Tinggal kirim ke gerbang neraka saja kak!!" Yuvi sangat enteng saat mengatakan gerbang neraka.


Plak..


"Aish.. Kak"


"Kamu sama saja dengan Ano tidak punya perasaan"


"Lalu mau kakak apakan dia???"


"Emm, di pecat saja cukup Yuvi"


"Kakak terlalu baik"


Mereka membahas pengasuh Arion yang menurut Yuvi sangat tidak pantas di sebut pengasuh, pasalnya cara berpakaian nya sangat yang membuat tidak pantas. Pengasuh Arion menggunakan baju yang sangat ketat dan juga sedikit terbuka.


Sedangkan dua pengasuh lain yang berpakaian yang biasa biasa saja, yang memang pas untuk mereka, tidak terbuka, juga tidak ketat dan tidak terlalu kebesaran.


Entah kenapa Van di beri satu pengasuh yang membuat ketar ketir, bisa saja dia akan menggoda Van. Bisa saja Van tergoda dengan pengasuh Arion, selama satu bulan ini memang Van tidak terlalu memperhatikan pakaian pengasuh Arion. tapi siapa tau hari berikut berikut nya Van tergoda untuk memperhatikan pengaruh Arion.


Princess dengan Yuvi sudah menyelesaikan skripsi mereka berdua, mereka mendekat kearah para pengasuh tripel. Yuvi menyuruh kedua pengasuh untuk menidurkan Arvin dengan Ariella di box bayi yang ada di disamping mereka.


"Kalian berdua istirahat dulu"


"Terima kasih Nona muda"


"Hemm"


Princess mendekat kearah pengasuh Arion yang bernama Lala dia seorang pengasuh profesional yang sudah memiliki sertifikat, tapi Princess mulai ragu dengan nya setelah Yuvi mengatakan bisa saja pengasuh Arion menggoda Van.


"Lala"


"Iyah Nona muda"


"Kamu berikan tuan kecil kepada Aunty nya, setelan itu duduk lah di sini bersama saya"


"Iyah nona muda"


Lala memberikan Arion kepada Yuvi yang ada di depan box bayi, Yuvi menggendong Arion sebentar setelah itu menaruhnya di box bayi, Yuvi duduk di samping Princess yang kini dalam mode dewasa.

__ADS_1


"La, saya boleh bertanya???"


"Boleh nona kecil"


"Emm, apa kamu tidak mempunyai baju yang tidak terlalu terbuka???"


"Tidak ada nona muda"


"Kan ini seragam nya belum ada masih di buatkan, jadi kalau ada satu saja baju yang tidak terbuka tolong pakai itu saja"


"Tapi nona muda saya benar benar tidak mempunyai"


"Apa kamu mau saya beri baju saya, kamu jangan sakit hati karena baju yang akan saya berikan bukan lah bekas saya pakai tapi masih baru, masih ada harga nya juga"


"Tapi nona muda, apa saya tidak merepotkan???"


"Tidak, saya sebagai perempuan hanya menjaga kamu saja. Apalagi kita sama sama perempuan La, di sini banyak laki laki 80 persen yang ada di sini laki laki, saya tidak mau kalau terjadi sesuatu dengan kamu di sini dengan pakaian terbuka"


"Iyah saya mau nona muda asal saya tidak mengganti baju baju anda, karena mungkin baju anda harga nya satu tahun saya berkerja di sini"


"Tidak akan, saya tidak akan menyuruh kamu mengganti nya La"


"Terima kasih nona muda"


"Kamu tunggu di sini saya ambilkan duku"


"Iyah nona muda"


Princess beranjak dari duduk nya untuk mengambil baju yang akan di berikan kepada Lala pengasuh Arion, karena Princess juga tidak mau kalau Van sampai tergoda dengan Lala yang menurut Princess lebih menggoda dengan tubuh yang berisi di bagian tertentu.


"Lala, kamu sebelumnya kerja di mana???" Yuvi mengajak Lala berbicara setelah Princess pergi.


"Saya menjadi pengasuh di keluarga Adam nona muda"


"Apa dengan pakaian yang terbuka seperti ini???"


"Tidak, karena di sana langsung dikasih seragam nona muda"


"Lalu kenapa kamu di sini memakai pakaian ketat???"


"Hemm, kamu tau tuan muda enggak suka dengan pegawainya yang bajunya terbuka seperti kamu"


"Tuan tidak mengatakan apa apa nona muda"


"Belum, nanti kalau di sudah free di Mansion dia akan mulai memperingatkan kamu"


"Apa- "


Sebelum pengasuh itu menjawab apa yang dikatakan Yuvi, mereka berdua mendengar suara yang tidak asing bagi Yuvi tapi asing bagi Lala karena dia baru berkerja dengan Van dan Princess.


"Sayang, kamu datang ke sini???"


"Kenapa memang nya?? Daddy dan Mommy tidak ada kan sayang"


Ketiga pria dewasa yang ada di belakang El menatap malas El, yang nekat datang ke Mansion Van karena rindu dengan Yuvi. El di larang menemui Yuvi karena besok hari pernikahan mereka berdua tapi memang anak muda jaman sekarang enggak bisa di bilangin.


"Tidak ada, mereka sedang sibuk dengan pernikahan kita"


Sedangkan Lala sudah membenarkan tampilan nya agar ada salah satu di antara mereka tergoda dengan Lala, tapi ketiga pria matang itu malah sama sekali tidak memperhatikan Lala.


"Vi, dimana Princess???"


"Kak Princess di kamar"


Saat ingin berbalik Van tidak sengaja melihat perempuan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, dia duduk dengan anggun dan malu malu, Van menatap Lala dengan alis yang terangkat keatas satu.


Yuvi menoleh kearah Van yang menatap Lala dengan pandangan sulit di artikan. "Dia Lala pengasuh Arion kak"


"Hemm, tapi kenapa dia ada di sana???"


"Dia menunggu kak Princess"


"Kenapa??"

__ADS_1


"Kakak Princess ingin memberikan baju baru nya untuk Lala"


"Dalam hal apa???"


"Baju Lala terlalu terbuka"


"Hemm"


El, Axelo, dan Dav menatap perempuan yang ada di sofa dengan pandangan malas, karena mereka sebagai laki laki paham kalau Lala ingin menggoda salah satu dari mereka berempat. "Van kamu dapat dari mana pengasuh model gini???"


"Entahlah Mommy yang mencari di layanan yang menyediakan pengasuh anak"


"Hay kenapa kalian berkumpul di sana???"


Suara lembut menyapa telinga keenam orang yang ada di ruang keluarga, mereka semua menatap Princess yang membawa beberapa paper bag di tangannya.


"Sayang"


"Pi"


Van mendekat ke arah Princess lalu mencium kening Princess, bukan hanya kening melainkan seluruh wajah Princess terakhir bibir tipis Princess, Axelo dan Dav memalingkan wajah mereka saat Van bersikap romantis.


"Sialan elo, disini masih ada dua jomblo sialan"


Van menatap Dav dengan senyum mengejek, setelah itu dia kembali mencium bibir Princess. Dav yang melihat itu semakin kesal di buat Van.


"Pi, jangan seperti itu"


"Biarkan sayang"


"Dasar temen laknat"


Van tidak memperdulikan makian Axelo dan juga Dav dia lebih tertarik dengan apa yang dibawa oleh sang istri di tangannya. "Apa yang kamu bawa Mi???"


"Ini baju untuk Lala"


"Kamu tidak marah kan baju yang kamu belikan kemarin aku berikan kepada Lala"


"Untuk apa sayang??"


"Dia pakaiannya terbuka sayang, jadi aku memberi baju ini agar baju yang dia pakai tidak terbuka"


Lala menatap ke uwuan Princess dengan Van dengan malas, semua itu tidak luput dari pandangan Yuvi dengan ketiga teman Van. "Hemz, bilang saja takut kalau suami tampan kamu tergoda dengan ku yang seksoi" Batin Lala


"Aku sudah berniat memecat nya sayang"


"Itu lebih baik kak" Yuvi ikut bersuara


"Kamu jangan terlalu baik dengan orang asing Princess" Axelo ikut bersuara, pasalnya dia tidak mau kalau Van dengan Princess menjadi tidak aman karena pengasuh Arion


"Apa yang dikatakan Van benar Prins" kini giliran Dav yang bersuara.


"Jangan terlalu polos kakak Ipar" El akhirnya bersuara.


Sedangkan Lala terkejut dengan apa yang katakan oleh ketiga pria tampan yang ada di depan nya, Lala berpikir mereka akan tergoda nyatanya malah mereka setuju kalau dia di pecat.


"Jangan seperti itu Pi!! Dan kalian berempat masuk ke ruang makan ayo kita makan siang bersama"


"Hemm, baiklah tuan putri" Mereka sangat patuh dengan kesal karena Princess tidak berubah selalu polos walau sudah punya tripel.


"Pi kamu juga"


"Baiklah sayang"


Van meninggalkan Princess di ruang tamu, Princess mendekat kearah Lala yang duduk di sofa, Princess memberikan paper bag yang ada di tangannya kepada Lala.


"Lala, pakai jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan di sini"


"Iyah nona muda, terima kasih"


Lala pergi dari ruang keluarga dengan perasaan dongkol dan juga senang karena dia mendapat baju mahal yang masih baru, sedangkan dongkol nya tidak ada yang melirik nya di antara para pria tampan dan matang yang dia lihat tadi.


Setelah kepergian Lala, Princess berjalan kearah ruang makan yang tidak jauh dari ruang keluarga, terlihat di meja makan, ketiga pria tengah tertawa dan bercanda dengan Yuvi sedangkan Van sibuk dengan tablet yang ada di tangan nya. Princess menyapa semua orang yang ada di ruang makan bersama mendorong tripel yang ada di box bayi.

__ADS_1


Princess duduk di samping Van dengan Box bayi di samping Princess dan Van, mereka makan siang dengan canda tawa Axelo, El, Dav, Yuvi dengan Princess, Van hanya tersenyum melihat keluarganya tertawa lepas.


__ADS_2