
Princess merasa perut nya sangat kenyang, membuat nya sangat mengantuk, Princess bersandar di sandaran sofa.
Tidak tahan dengan rasa kantuk nya Princess berbaring di sofa. "Aaoouuu". Princess benar benar tertidur di atas sofa.
Van yang tidak mendengar celotehan Princess sejak selesai makan menjadikan Van penasaran apa yang dia lakukan.
Van mendongak menatap ke arah sofa, dia melihat Princess yang sedang tertidur pulas di atas sofa. Van senyum samar.
"Ternyata dia tidur"
Van melanjutkan pekerjaan nya dengan serius, karena ingin segera menyelesaikan lalu pulang dengan Princess.
Dering telpon mengalikan perhatian Van yang sedang serius dengan dokumen nya. Dia menatap layar ponsel.
"Kenapa Grandma???"
.........
"Baik lah nanti aku kesana"
........
"Hemmm"
Van mematikan sambungan telpon, lalu menaruh nya kembali ke atas meja. Van melanjutkan pekerjaan nya.
Tidak terasa waktu sudah sore, Van belum menyelesaikan pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi. Van menatap jam yang ada dipergelangan tangan nya.
Van beranjak dari duduk nya, melangka mendekat ke arah Princess yang masih tidur sangat pulas di atas sofa.
Van langsung menggendong Princess tanpa ingin membangun kan nya, Van menggendong ala Bridal style. Keluar ruangan nya.
Karyawan yang melihat itu menjerit didalam hati nya ingin bertukar posisi dengan Princess yang selalu mendapat perlakuan manis dari Van.
Princess yang ada di gendongan Van merasa nyaman, membuat Gadis itu menyembunyikan wajah nya di dada bidang Van.
Van mendudukkan Princess hati hati di kursi penumpang, setelah itu Van berlari kecil ke samping mobil nya lalu masuk kedalam.
Van menghidupkan mobil nya, lalu melajukan mobil nya membelah jalan yang sangat padat, karena memang jam pulang kerja.
45 menit Van sampai di depan mansion utama, Van memasukan mobil mewah nya kedalam gerbang yang menjulang tinggi.
Van keluar mobil lalu membuka pintu mobil samping nya, Van lagi lagi menggendong Princess. Van masuk kedalam mansion
Seperti biasa pelayan dengan pengawal menunduk hormat ke saat kedatangan tuan nya. "Selamat sore tuan muda"
"Hemmm"
Van melangka masuk kedalam ruang keluarga, yang saat ini diruang keluarga ada Grandma, Daddy dan Mommy nya.
"Kenapa sayang???"
"Dia tidur mom"
Kamu tidurkan dulu dia dikamar kamu nak, lalu kemari lah Daddy ingin bicara sesuatu dengan kamu.
"Hemmm"
Van meninggalkan ruang keluarga, melangka kedalam lift, Van masuk kedalam lift membawa Princess ke lantai tiga dimana kamar Van dulu.
Van keluar dari dalam Lift melangka ke arah kamar nya, kamar yang dulu dia tempati sebelum membeli mansion sendiri.
Princess sama sekali tidak terganggu, seperti nya Princess sangat lelah. Van meninggalkan Princess di kamar nya.
Van duduk di sofa sebrang Daddy nya. Van menatap daddy nya dengan mata elang nya. Mata Van menuruni mata daddy nya.
"Ada apa???"
__ADS_1
"Kapan kamu menikahi nya???"
"Dua minggu lagi"
"Apa kamu sudah yakin dengan dia???"
"Hemm"
"Apa kamu sudah meminta restu pak Yuda nak??"
"Belom mom"
"Besok kita datang ke rumah pak Yuda mintalah restunya"
"Iyah mom"
Pembicaraan mereka berlanjut dengan masalah yang sangat serius, entah apa yang mereka bicarakan.
Princess yang bangun dari tidur nya, bingung dengan kamar yang dia tempati. "Ano"
"Ano, kamu dimana???"
Princess yang tidak mendapat kan sautan dari Van pun bangkit dari tidurnya. Dia duduk ditepi ranjang menatap nuansa kamar yang sedikit mirip dari kamar Van.
"Ano"
Princess bangun dari duduk nya, melangka ke pintu kamar, Princess keluar dari kamar. Princess memperhatikan mansion yang berbeda dari biasanya.
Princess berjalan mendekat ke arah tangga, Princess turun dari tangga, melangka kan kaki nya menuruni anak tangga satu persatu.
Princess bertemu salah satu pelayan yang ada di mansion, marasa heran dengan dia. Karena Princess merasa tidak perna melihat nya di mansion Van.
"Nona"
Princess sadar dari lamunan nya. " Ah iya, kenapa???"
"Apa nona mencari tuan muda???"
"Hemmm"
"Iya, terima kasih"
"Ini dimana???"
"Mansion utama nona"
duwi pelayan kepercayaan Aura, mengantar Princess ke ruang keluarga dimana Van dan tetua berada.
"Maaf"
Semua orang menoleh ke arah sumber suara yang di sana ada duwi dan Princess yang berdiri. Princess dengan muka bantal nya karena baru bangun.
"Kamu sudah bangun nak???"
"Maaf tan"
"Tidak apa apa nak"
"Kamu mau di sini mengobrol dengan kita atau mau menjemput Van" Aura menggoda Princess yang sukses membuat pipi Princess merona.
"Pipi kamu memerah sayang"
Princess memegang kedua pipi nya dengan menunduk malu malu. "Maaf tante Princess mau bersih bersih dulu"
Maharani dengan Aura hanya tersenyum melihat tingkah Princess yang malu malu, jarang jarang gadis yang bertingkah malu malu.
"Yah sudah sana, bawa sekalian Van"
__ADS_1
"Tante"
Aura hanya terkekeh melihat Princess yang semakin merona pipinya. Van beranjak dari duduk nya menggandeng tangan Princess lalu membawa nya ke arah lift.
"kamu mencari ku???"
"Iyah aku takut diculik"
"Siapa yang akan menculik gadis jelek seperti mu"
"Aaannnnooooo"
Maharani, Aura dan Jonie terkejut dengan teriakan Princess yang melengking. Mereka bertiga menoleh kebelakang dimana Princess sudah berkacak pinggang melotot ke arah Van.
Princess lupa jika sekarang dirinya ada di mansion utama. Princess menatap Van dengan wajah garang nya.
Van yang ditatap hanya tersenyum melihat Princess. "Kenapa????"
"Kamu yang jelek"
"Mana mungkin, aku sangat tampan"
"Kamu benar benar jelek, jika aku tidak mau dengan kamu. Kamu tidak akan laku"
"Enak saja banyak yang mengantri tau tidak"
"Ohh, benar kah begitu???"
"Iyah, kamu sangat beruntung bisa memiliki aku yang tampan ini"
Aura, Maharani dan Jonie ternganga melihat perdebatan Van dengan Princess. Dimana Van yang banyak mengeluarkan kata kata.
"Sudahlah berdebat dengan kamu membuat mulut ku kebas saja"
Van terkekeh melihat Princess, sedangkan Princess masuk kedalam lift dulu sebelum Van menyusul Princess.
Princess keluar lift dulu, melangka ke kamar yang tadi dia tempati untuk tidur. Van tetap bejalan mengikuti langkah Princess.
Princess langsung masuk kedalam kamar mandi karena sangat Gera. Karana hari yang sudah malam.
30 menit Princess keluar kamar mandi, menggunakan handuk. "Ano aku tidak punya baju ganti"
Van yang mendengar suara Princess pun melangkah ke meja yang ada dikamar nya. Mengambil paper bag.
"Ini pakai lah sebelum aku khilaf"
Princess masuk kedalam walk in closet, tanpa minat menyahut ucapan Van. Sedangkan Van masuk kedalam kamar mandi.
Setelah kedua nya mandi mereka turun ke bawa untuk makan malam dengan keluarga. Van menggandeng tangan Princess masuk kedalam ruang makan.
Diruang makan sudah ada tetua yang menunggu mereka berdua untuk turun. Aura yang melihat putra nya dan Princess tersenyum.
"Ayo duduk Nak"
Princess dengan Van duduk di kursi yang ada sana. Makan malam yang berbeda dari biasanya, jika biasanya hanya berdua dengan Van kini ada keluarga Van.
Begitu pun dengan keluarga Van, jika biasa nya mereka makan hanya bertiga kini mereka makan bersama anak dan calon mantu nya.
"Ini hanya kurang Ayah nya Princess, kalau ada pak Yuda lengkap sudah makan malam kita"
"Kamu benar Aura, kapan kapan ajak Ayah Princess makan di sini"
Princess sangat bahagia karena diterima di keluarga Van, tanpa melihat dia dari kalangan bawah.
Apalagi keluarga Van yang sangat terpandang. Princess sangat tidak menyangka bisa diterima di keluarga Alexander.
"Terima kasih sudah mau menerima saya"
__ADS_1
"Jangan seperti itu nak, jangan perna merasa renda dari kami. Kamu dan kami sama tidak ada beda nya.
Princess tersenyum menanggapi ucapan Maharani Grandma Van. Akhirnya makan malam yang dibarengi canda tawa dari Princess dan keluarga Van