PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MANJA


__ADS_3

Princess menatap Van yang tengah duduk di kursi kerja nya, Princess mendekat ke arah Van dengan senyum. Princess duduk di pangkuan Van yang tengah sibuk dengan berkas yang ada di atas meja nya. "Pi, kamu tau kalau kamu sungguh sangat tampan" Princess tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada badai dia tiba-tiba memuji Van.


Hormon hamil ke dua anak Van dan Princess sangat berbeda dengan mengandung anak pertama mereka. Kehamilan kedua Princess lebih muda marah dan suka sekali mengaduh kepada siapa saja yang dia temui.


"Mami juga sangat cantik, kecantikan Mami yang selalu membuat Papi takut kalau Mami di lirik laki-laki lain diluar sana" Van mengatakan isi hati dengan sangat tulus.


"Ah, Papi buat Mami baper aja" Princess memeluk Van menyembunyikan wajah cantik nya di leher Van.


"Mi, Papi mengatakan yang sebenar nya!! Mami sangat cantik dulu sampai sekarang Mami sangat Cantik"


"Papi, baper dong Mami"


Heheheh..


Van terkekeh melihat Princess yang malu-malu seperti dulu saat dia dengan Princess waktu muda. Van mengusap punggung Princess dengan sayang, Princess menikmati sentuhan Van di punggung nya, merasa nyaman Princess memejamkan mata nya.


Princess dengan muda nya sudah masuk ke alam mimpinya di atas pangkuan Van dengan memeluk Van, Van yang merasa kalau Princess sangat tenang, Van menarik pelan kepala Princess, Van tersenyum melihat kalau Princess sudah tertidur.


Van memanggil Roy untuk datang ke ruangan nya, dia ingin meminta Roy untuk membuka kamar Pribadi nya karena dia tengah menggendong Princess yang tengah tertidur.


Tidak lama Roy datang ke ruangan Van. "Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu??" Roy sangat setia dengan Van sampai saat ini.


"Iyah tolong bukakan kamar ku Princess tertidur"


"Baik tuan"


Roy menekan tombol yang ada di rak yang ada di dalam ruangan Van, setelah terbuka Van masuk dengan menggendong Princess masuk ke dalam kamar Pribadi nya. Sedangkan Roy meninggalkan ruangan Van setelah Van Masuk ke dalam kamar.


Van menidurkan Princess dengan sangat karena dia takut akan membangunkan Princess yang terlihat nyenyak dalam tidur nya. Van mencium kening Princess setelah Princess sudah dia baringkan di atas ranjang.


Van kembali ke ruang kerja nya, dia akan melanjutkan mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena Princess bermanja dengan nya. Van sangat senang Princess kembali manja dengan nya, setelah Dua bulan selalu saja marah-marah dengan nya dengan tanpa alasan yang jelas.

__ADS_1


Van mengerjakan pekerjaan nya tidak sadar kalau hari sudah siang, jam makan siang sudah terlewat kan. Dia mengingat kalau Princess belum makan siang.


Van masuk ke dalam kamar Pribadi nya yang memang sengaja tidak dia tutup karena mengingat Princess selalu curiga dengan nya akhir-akhir ini.


Van duduk di tepi ranjang dengan melihat Princess yang masih nyaman dengan tidur nya, Van mengusap lembut pipi Princess. "Sayang, bangun dulu makan siang dulu sayang" Van sangat sabar untuk membangunkan Princess.


Ehmmm...


Princess merasa terganggu oleh suara dan gerakan lembut di pipi nya, Princess mencoba membuka mata nya yang masih terasa berat. Princess mengusap pelan mata nya.


Princess yang sudah membuka mata nya melihat suami nya yang sangat tampan di mata nya, dia bangun dari rebahan nya. "Ano, kenapa kamu membangunkan ku??" Princess bertanya dengan mengalungkan kedua tangan nya ke leher Van.


"Ini sudah sangat telat untuk makan siang sayang!! Kamu bangun dulu makan lalu kembali tidur" Van menatap sayang Princess.


"Gendong"


"Baik lah Queen" Van menggendong Princess Ala bridal Style berjalan keluar dari kamar Pribadi nya


"Sama-sama sayang"


"Ayo makan"


Mereka berdua makan dengan saling suap, canda tawa mereka memenuhi ruangan Van. Van sangat senang, karena Princess makan nya sangat banyak dari sebelum hamil. "Pi, kalau ini habis pesan kan Mami makanan lagi boleh??"


"boleh sayang"


Setelah makanan habis sesuai dengan keinginan Princess, Van memesan makanan yang di inginkan oleh Princess. Sedangkan Princess bermain puzzle di ponsel nya, game yang akhir-akhir ini menjadi favorit Princess..


Setengah jam kemudian semua makanan yang Princess inginkan semua sudah datang, Princess melihat makanan yang ada di atas meja depan nya. "Ano, aku boleh kan makan semua nya sendiri??"


"Boleh sayang"

__ADS_1


Princess mulai makan makanan yang tidak hanya ada dua makanan yang berbeda tapi lima makanan yang berbeda, Princess makan dengan sangat lahap. "Pelan-pelan sayang tidak akan ada yang meminta makanan kamu" Van mengusap saos yang ada di ujung bibir Princess.


"Aku sangat lapar Ano"


"Kamu lanjutkan makan, aku akan menyelesaikan semua pekerjaan ku setelah itu kita pulang".


Princess menganggukkan kepala nya mengerti, Princess kembali melanjutkan makan nya, sedangkan Van kembali duduk di kursi kebesaran nya yang dia duduki sejak berusia 25 tahun.


20 menit berlalu Princess sudah menyelesaikan acara makan nya, dia juga sudah mencuci tangan nya. Dia mendekat kearah Van yang masih sibuk, lagi-lagi Princess duduk di pangkuan Van yang masih sibuk.


Van tidak akan perna bisa marah dengan apa yang di lakukan Princess, Walau Van merasa kalau Princess menunda pekerjaan nya, tapi dia tau kalau ini bukan kemauan Princess melainkan kemauan anak mereka.


"Pi, aku tidak menggangu pekerjaan kamu kan??" princess mengusap lembut pipi Van.


"Tidak sayang, kenapa???" Van menatap Princess.


"Tidak, aku hanya tidak mau kalau kamu merasa terganggu karena aku sangat manja dengan kamu Pi"


"Sayang, jangan perna punya pikiran seperti itu kamu adalah prioritas aku, jadi jangan lagi kamu berpikir gitu okay" Van menoel hidung mancung Princess.


"Terima kasih Pi, aku tau kamu tidak akan perna bisa menolak keinginan ku"


Princess semakin manja kepada Van, kemanjaan Princess berakhir di kamar pribadi Van. Sedangkan pekerjaan yang belum selesai akhir nya Van lempar kepada Roy. Menjadikan Roy kerja lembur lagi sedangkan Van bermanja dengan Princess di kamar yang ada di ruangan Van.


Tidak ada kata lelah atau letih atau sebagainya mereka berdua seakan lupa kalau Princess tengah hamil muda, Van dan Princess saling manja saling memanjakan saling memberi kenikmatan.


Mereka tidak menyadari kalau kantor sudah sepi, tidak ada karyawan lagi di kantor, hari sudah mulai malam tapi mereka masih terus bermanja di kamar yang ada di dalam ruangan Van.


Sedangkan Roy dia masih berkutat dengan dokumen yang diberikan Van tadi sore, Roy yang selalu bisa diandalkan Van selama ini. Sampai Roy hingga kini belum menemukan perempuan yang cintai, saking setia nya Roy kepada Van sampai lupa untuk memikirkan hidup nya sendiri..


Van berulang kali mengingatkan Roy agar cuti satu tahun atau lebih untuk menemukan pendamping hidup, Roy selalu saja menolak dengan alasan yang sama belum siap untuk berumah tangga. Hidup Roy yang selalu di kelilingi musuh membuat Roy susah untuk melanjutkan hidup nya.

__ADS_1


__ADS_2