PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
TIDAK


__ADS_3

Sherly menatap Princess yang ada di taman belakang Mansion dengan anak singa yang ada di pangkuan nya, Sherly heran karena anak singa yang ada di pangkuan Princess tidak muda di sentuh walau dengan pawang yang ada di Mansion.


Sherly bertanya-tanya kenapa dengan Princess anak singa itu sangat patu bahkan duduk di pangkuan Princess. Sherly yakin ketulusan yang selama ini ada di dalam diri Princess yang membuat Cici sangat lulut dengan Princess.


Cici, yah anak singa yang ada di pangkuan Princess adalah Cici nama yang di berikan oleh Vene saat anak singa itu lahir. Yah, jangan lupakan Vene yang juga bisa dekat dengan Cici.


"Jangan kamu hanya melihat nya saja, kamu tau bukan kalau melihat tanpa tau apa yang di lakukan akan menjadi salah paham" ucapan Princess langsung menyadarkan Sherly dari lamunan nya.


Sherly mendekat ke arah Princess dengan sangat anggun, Princess sudah tau sejak tadi kalau cucu kesayangan nya melihat nya dengan Cici yang ada di pangkuan nya.


"Apa yang Nenek lakukan dengan Cici?? Nenek tau Cici???"


"Tentu saja Nenek tau Cici bukan kah hewan yang ada di sini semua milik Nenek dan Kakek!! Dan hewan yang sebelum nya ada di sini sudah di pindah ke Markas??"


"Nenek tau Markas??"


"Apa yang harus Nenek tidak tau??"


"Apa Nenek juga alih belah diri seperti Mommy??".


"Tidak Nenek hanya orang bodoh yang tidak tau apa-apa!!"


"Jangan bohong Nek!!"


"Lalu kalau Nenek Berbohong mendapatkan apa?? Hanya akan mendapat kesulitan yang akan menyusahkan diri kita"


"Lalu kenapa Nenek bisa tau semua yang ada di dalam kehidupan gelap yang ada di Markas??"


"Karena dia Queen di Markas, Queen di Mansion, Queen di seluruh penjuru semua tunduk di kaki nya dan asal kamu tau keselamatan kalian selama ini hanya Nenek kamu yang selalu menjaga memperketat penjagaan!! Tidak ada yang memberi tau kami saat cucu kami terluka tapi kami datang kemari untuk melihat cucu kami yang terluka" Van menyahut pertanyaan Sherly yang menyudutkan Princess yang tidak mau memberi tahu kebenaran nya selama ini.


"Kenapa Sherly terluka jika Nenek sudah memperketat penjagaan nya untuk kami??"


"Tanyakan itu sama Mommy kamu.. Hanya Mommy kamu yang bisa menjawab"


"Mommy?? Kenapa dengan Mommy??"


"Tanyakan saja sama Mommy kamu yang mengaku sayang putrinya dan malah membuat Putrinya semakin tertekan, tanyakan semua nya kepada Mommy kamu"


Ella yang mendengar semua pembicaraan Sherly, Princess dan Van di taman belakang bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Sherly yang nanti nya akan benar-benar bertanya dengan nya.


Ella juga tau kalau semua ini salah nya karena menutup semua akses untuk Princess mengetahui kegiatan Sherly. Ella juga tau kalau dia yang menyebabkan putrinya sampai melupakan nya.

__ADS_1


"Kamu jangan hanya berdiam diri dan mencari alasan untuk semua jawaban Ella, sudah waktu nya kamu mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi" Van mengatakan tanpa melihat sekitar dia hanya menatap Sherly yang bingung dengan semua nya.


Ella yang mendengar ucapan Van yang jelas menyindir dirinya akhirnya Ella keluar dari persembunyian nya, Ella menatap Van dan Princess yang tidak menatap nya sama sekal.


"Kenapa apa yang salah?? Aku hanya ingin menjadikan putri ku yang paling kuat apa aku salah??"


Van maupun Princess tidak menyahut apa yang di katakan Ella, mereka malah duduk berdua dengan bermain dengan Cici. Sherly yang menatap Ella dengan sangat tajam, mata yang awal nya putih kini menjadi merah.


"Anda yang ingin saya menjadi seperti ini, anda yang membuat ku harus merasakan jauh dari kata bahagia di usiaku yang masih kecil!! Apa pantas anda di sebut orang tua??"


"Sherly cukup.. Mommy yang melahirkan kamu, Mommy yang mengandung kamu, Mommy yang merawat kamu sampai saat ini!! Pantaskah kamu menghakimi Mommy"


"Dan adakah orang tua yang selalu menekan anak nya untuk mengikuti semua kehendak orang tua nya??? Apa ada ?? Jawab..!!!!!" Pekik Sherly dengan mata yang semakin memerah.


Deg...


Ella menatap mata Sherly yang dulu dia lihat di mata Princess saat Princess tengah marah mengetahui kalau anak dan calon cucu nya di incar oleh seseorang.


"Sherly.. Kamu Sherly Mommy!!"


"Aku bukan Sherly yang sama, Sherly yang selalu kamu tekan sudah lama mati!! Sekarang hanya ada Sherly yang tidak mau tau tentang apa yang ada di sekitar nya"


Sedangkan di luar dapur Vene dan Vero yang baru pulang sekolah mendengar suara Sherly yang sangat dingin dan mengerikan. "Apa yang terjadi??"


Dua gadis kecil itu masuk ke dapur mereka berdua melihat mata merah Sherly yang semakin merah dari biasanya. "Sherly..!!!"


Vero memanggil Sherly dengan sangat lembut tapi terkesan sangat dingin, Sherly menatap Vero dengan mata yang merah tapi terkesan sangat lembut. "Kak..!!"


"Hemm.. !!"


"Sudah yah.. ayo kita bermain saja sama kak Vene juga"


"Tapi kak, Mommy belum menjawab semua pertanyaan Sherly"


"Nanti kakak yang akan menanyakan jawaban nya!!"


"Apa kakak tidak berbohong??"


"Apa perna aku berbohong dengan kamu???"


Sherly menggelengkan kepala nya, Sherly mendekat ke arah Vene dan Vero yang tidak jauh dari Mommy nya. Ella terheran merasa ada yang aneh dengan putrinya. "Sherly kamu sudah ingat nak??" Ella mencoba memegang tangan Sherly tapi di tepis oleh Sherly secara kasar.

__ADS_1


"Jangan menyentuh tangan ku dengan tangan kotor Mommy, tangan yang selalu memaksa ku untuk menuruti kemauan Mommy"


"Sherly Mommy hanya mau menjadi yang terkuat dan tidak terkalahkan dengan musuh"


"Kalau begitu aku lebih baik mati dari pada menjadi seperti yang Mommy inginkan"


"Sherly ..!!!"


Plakk..


Ella menampar pipi putih Sherly, pipi yang tadi nya putih mulus dan chubby kini harus ada tanda lima jari tangan Ella. "Mommy..!! Berhenti menyiksa ku!! Atau aku akan mengakhiri hidup ku yang tidak berarti ini" pekik Sherly menggelegar membuat hewan yang ada di belakang mengaung, pelayan dan penjaga yang ada di luar berlari masuk yang ada di dalam berlari mendekat.


Ella benar-benar tidak menyangka kalau Sherly bisa menjadi mengerikan dari pada Princess Mami nya yang perna menunjukan mata merah yang sama dengan Sherly. "Sherly.. Mommy, Mommy tidak sengaja nak!!"


"Cukup!! Aku tidak mau melihat Mommy lagi, aku benci Mommy, jangan perna mendekati ku!! Mommy bukan Mommy Sherly" pekik gadis kecil yang belum genap 10 tahun.


"Nak jangan seperti ini sayang, Mommy tidak mau kamu ditindas lagi, Mommy hanya mau mereka tunduk di kaki kamu!! Lihat Nenek yang bisa mengendalikan musuh hanya dengan jarak yang jauh"


"Tapi aku tidak mau menjadi seperti Nenek, Nenek tidak sama dengan ku!!"


Siang yang harus nya menjadi berkumpul nya keluarga untuk makan siang, tapi tidak di Mansion utama. Di Mansion utama mereka makan perdebatan anatar Sherly dan Ella sampai akhirnya kakak dan kakak ipar Ella datang begitupun dengan Yoga yang langsung terkejut melihat wajah marah, mata merah Sherly.


"Sherly..!!!"


"Daddy..!! Suru Mommy menjauhi ku atau aku akan mengakhiri hidup ku!!"


"Nak, dengarkan Daddy apa yang terjadi sayan!! Buang benda yang ada di tangan kamu nak, buang dulu"


"Cepat katakan Dad, suru Mommy menjauhi ku!! Satu.. Dua.. Ti.. "


"Baik-baik Nak!! Tolong jangan lakukan apapun"


"Mommy kamu mengalah lah dulu demi Sherly!! aku tidak mau kehilangan putri ku Mom"


"Dia juga putri ku Dad, dia harus menurut dengan ku"


Yoga menghela napas lelah mendengar apa yang di katakan oleh Ella, Yoga masih sabar untuk menghadapi Istrinya yang semakin tidak terkendali. "Mommy.."


"Tidak.."


"Ariella Alexander..!! Menjauh dari putri ku, atau aku tidak akan sungkan lagi" pekik Yoga yang sudah kehilangan akal sehat menghadapi Ella.

__ADS_1


Ella yang mendengar pekikan Yoga sangat terkejut, wajah yang memerah dan urat-urat yang terlihat. Menandakan kalau Yoga benar-benar Marah dengan Ella.


__ADS_2