PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
KEKONYOLAN PENGHUNI MANSION


__ADS_3

Van mencoba berbagai cara yang Jonie beritahu dan tunjukan, Princess terus mengeluarkan suara kenikmatan yang membuat Van semakin gencar membolak balik memiringkan Princess.


Setelah kedua nya merasa lelah dengan apa yang mereka lakukan, mereka saling memandikan satu sama lain di dalam bathtub. Van mena menatap Princess yang tengah menyabuni dirinya setelah Van kini berganti Princess.


Princess yang merasa ada yang menatap nya pun mendongak, menatap mata elang Van dengan mata teduh nya, manik hitam yang selalu membuat Van terperangkap ke dalam pesona Princess.


"Ano kenapa???"


"Aku mencintai mu!!"


"Aku tau itu Ano"


"Dan aku enggak mau sampai kamu terluka lagi"


"Manusia itu kadang ceroboh" Dengan Princess kembali menggosok badan Van.


Van menatap Princess yang sudah menjadi milik nya seutuh nya, milik Rivano Alexander. Van trauma dengan apa yang terjadi di pesta pernikahan mereka.


Princess tidak bangun dan di nyatakan meninggal dunia kata kata meninggal dunia sukses membuat Van trauma dengan Princess yang terluka.


Van terus menatap Princess dia takut jika dia mengalikan pandangan nya Princess akan hilang dari pandangan nya Atau mungkin lenyap,Van selalu mengajak Princess bicara.


"Sayang"


"Hemmm"


"Kamu jangan menunda memiliki anak yah"


"Untuk apa menunda jika dikasih yah terima saja Ano"


"Apa kamu tidak malu kuliah sedang hamil???"


"Yah enggak Ano ngapain malu, di kampus banyak yang hamil mereka biasa saja"


"Kamu ingin anak berapa???"


"Di kasih nya, aku tidak ingin menargetkan anak selagi aku dipercaya mengandung, melahirkan dan membesarkan nya aku menerima dikasih berapa Ano"

__ADS_1


"Kamu perempuan yang baik sayang"


Mereka menyudahi acara mandi mereka yang sudah ada dua jam ada didalam kamar mandi dengan berakhirnya pembicaraan mereka. Van menggendong Princess ala Bridal style keluar kamar mandi lalu masuk ke dalam ruang sebelah kamar mandi.


Van mendudukkan Princess di sofa yang ada di dalam walk in closet, sedangkan Van mengambil baju untuk Princess dan diri nya. Van memakai pakaian nya di depan Princess seakan Van tidak malu dengan itu.


Princess sendiri pipi nya sudah seperti tomat sangat merah melihat Van berganti pakaian didepan nya sungguh pemandangan yang sangat indah, bagaimana tidak indah jika perut nya terdapat roti sobek, bukan itu saja melainkan dibawa ada yang panjang panjang. dan bukan kacang panjang yah gaes wkwkwk.


Setelah berganti pakaian Van menggantikan baju untuk Princess, Setelah semua nya selesai Van menggendong Princess keluar dari walk in closet Mereka berdua melangka keluar dari kamar untuk turun ke lantai bawa dimana keluarga nya sudah menunggu Van dan Princess turun untuk makan malam.


Van keluar dari dalam lift yang ada di dekat ruang makan Van tentu saja masih menggendong Princess di gendongannya, mereka berdua masuk ke dalam ruang makan.


"Lama sekali kalian berdua kami sudah lapar tau tidak???" ucap Axelo yang memang sudah lapar sedari tadi.


"Tidak"


"Sialan"


Van mendudukkan Princess dengan sangat hati hati takut jika di merasakan sakit di bagian inti nya, setelah mendudukkan Princess Van duduk di samping Princess.


Setelah kedatangan mereka berdua keluarga memulai acara makam malam mereka dengan menu ke sukaan Princess Ikan bakar pedas.


"Iya juga yah sejak kapan dia bisa menjadi sih manis" Dav bersuara dengan menatap pergerakan Van yang ada di samping nya.


"Jangan jangan kak Van kepentok pintu lift lagi mangkanya jadi manis gini" ucap Yuvi


"Diam dan makan" singkat jelas padat ucapan Van seketika Axelo, Dav, Yuvi menutup mulut mereka dan fokus ke makanan mereka.


Setelah makan malam Van mengajak Princess meninggalkan ruang makan setelah mencuci tangan mereka berdua, sedangkan yang lain menduga Van akan malam pertama.


Mereka saja yang tidak tau kalau Van sudah membobol Princess, yang tahu hanya mama Autor dan pembaca wkwkwk. Mereka saling pandang dan saling memberi kode hanya Yuda, Jonie dan Luwis yang masih anteng di kursi mereka.


"Ayo kita berangkat lah"


Perkumpulan ibu dan anak itu beranjak dari duduk nya keluar ruang makan masuk ke dalam lift naik ke lantai atas dimana kamar Van dan Princess berada.


Mereka keluar dari dalam lift melangka mendekat ke arah kamar Princess dan Van, Mereka menempelkan telinga mereka di duan pintu berharap bisa mendengar suara setan mereka.

__ADS_1


Tidak tau saja kalau Van ingin keluar dari dalam kamar karena ingin mengambil laptop nya yang ada di ruang kerja nya. Mereka semua semkin menempel di daun pintu kamar Van.


Ceklek...


Bruk.. Ahhh


"Sialan remuk dah gue"


"Ahh kurang ajar banget siap-" Perkataan Dav berhenti saat dia mendongak menatap siapa yang membuka pintu mereka semua seakan lupa dimana mereka sekarang.


Van menatap perkumpulan anak dan ibu itu dengan mata tajam, sedangkan yang ada di dibawa mendongak menatap Van yang tengah menatap mereka sangat tajam dan dingin. Van menatap seakan tidak ada niatan untuk membantu mereka semua.


"Gemm Dav, Xel, mending kita pulang ke mansion ku saja bagaimana"


"Iyah aku setuju El ayo kita berangkat ke mansion kamu"


Mereka berdua bangun lalu berlari ke arah pintu tanpa menghiraukan ketiga perempuan beda usia itu. "Mom, Aunty seperti nya aku ada tugas yang belum selesai" Begitupun dengan Yuvi yang berlari menuruni anak tangga, dengan sangat bodoh nya padahal kamar nya ada disamping kamar Van.


Sedangkan Laudya dan Aura saling pandang dan bangun menatap Van dengan serius. "Kami ingin cucu" setelah mengatakan itu mereka berdua berlalu meninggalkan Van yang ada di depan pintu.


Berbeda dengan Princess yang tenga asik menton tv yang ada dikamar sama sekali tidak terganggu dengan keributan yang ada didepan kamar nya. Princess masih fokus dengan film rumah tangga yang lagi digemari para emak emak.


Berbeda dengan Laudya dan Aura yang tengah malu karena ketahuan menguping kegiatan mereka. "Aku malu sekali kak"


"Sama bukan hanya kamu saja Lau"


"Yah sudah lah kak yang penting kita sudah minta cucu sama Van"


Dua wanita cantik diusia nya yang tidak muda lagi itu sekarang berada di ruang keluarga yang di sana ada Jonie, Luwis, Yuda dan Maharani yang sedang mengobrol santai.


"Sudah selesai kalian menguping aktifitas Anak dan menantu kalian???"


"Kami ketahuan Van Dad"


"Malu sekali aku Kak"


"Yaitu kekonyolan kalian seperti tidak perna muda saja kalian sampai kepo dengan kegiatan anak dan menantu kalian"

__ADS_1


Maharani bingung dengan tingkah ke dua menantu nya yang terkadang seperti anak anak saja seperti saat tadi mereka menguping kegiatan putra dan menantu mereka.


Laudya dan Aura pun hanya terkekeh mendengar apa yang Maharani katakan dengan berjalan duduk di sofa yang masih kosong.


__ADS_2