PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MALAM SATU MINGGU


__ADS_3

Setelah makan siang semua keluarga melanjutkan mengobrol diruang keluarga saling canda dan tawa bersama. Mereka sedang meledek Luwis dan El yang memaksa ingin menikahi Yuvi.


"Sudah nikahkan saja mereka berdua" Aura berbicara


"Enggak aku enggak mau mempunyai menantu pelit seperti dia kak"


"Hahahaha"


"Aku tidak pelit uncle"


"Kamu pelit"


Semua orang tertawa melihat Luwis dan El terus berdebat, pasal nya yang di minta luwis pulau yang saja El miliki pemberian Van disaat dia membantu Van untuk mendapatkan Princess.


Perlakuan manis Van selama ini dia pelajari dari El yang notabene nya juga belum memiliki kekasih karena masih menunggu Yuvi. Tapi Van menjanjikan pulau yang ada di timur jika rencana membuat Princess mau menikah dengan Van, El akan mendapatkan pulau itu.


Dan kini Luwei sengaja menggoda El yang ingin menikahi Putri nya dengan meminta Pulau itu menjadi mahar Putrinya, Sedangkan El yang juga tau Luwis bercanda juga tidak memberikan pulau nya. Walau tidak diminta pulau itu akan dia berikan kepada Yuvi jika mereka sudah menikah.


"Uncle matre sekali"


"Aku tidak matre yah ini realistis tau tidak kamu??"


"Tidak uncle"


Perdebatan mereka masih berlanjut sampai luwis lelah mengahadapi El, El yang masih saja berceloteh tidak mau mengala dengan Luwis.


"Sudah lelah aku menghadapi kau yang pelit itu, Yuvi lebih baik kau cari saja pria yang tidak pelit"


"Aku mau yang pelit saja Dad, karena itu akan membuat kami cepat kaya lebih kaya dari Daddy"


Semua orang tercengang mendengar apa yang Yuvi katakan, jangan ditanya Yuvi sekarang menempel di lengan kekar El sedari tadi tidak melepaskan lengan El.


"Hah anak kamu mom itu Mom"


"Dan kamu Daddy nya"


"Hahahahah"


Semua kembali tertawa mendengar apa yang dikatakan pasangan suami istri itu, Mereka tidak sadar kalau itu anak mereka. "Kalian berdua yang membuat nya, jangan saling anak kamu amak kamu itu anak kalian yang menuruni kalian" Maharani berbicara dengan mengangkat tongkat nya ditunjukan kepada Luwis dan Laudya.


"Dia yang memulai nya Bu"


"Ha aku lelah dengan kalian berdua"


Mereka mengobrol bercanda tawa sampai tidak menyadari kalau waktu sudah sore. Mereka menyadari kalau waktu sudah sore karena pelayan datang bertanya ingin menu apa untuk makan malam.


"Wah ternyata sudah sore yah"


"Jam berapa sekarang Tut???"


Aura menanyakan kepada juru masak Van yang baru karena yang lama sudah dikembalikan ke mansion utama. Tuti bukan pelayan baru melainkan pelayan lama tapi dia beru pinda ke mansion Van karena Princess yang cocok dengan masakan Tuti.

__ADS_1


"Jam 5 sore Nyonya besar"


"Wah aku ke kamar dulu aku ada tugas dari dosen" Yuvi menyahut dengan beranjak dari duduk nya tapi juga menarik pelan tangan El.


"Ehh kamu mau bawa El kemana??"


"Ke kamar aku lah Mom!! Karena aku ingin dia membantu aku"


"No, Mommy yang akan bantu kamu"


"Mommy"


"Mommy will help you and Mommy will not accept rejection"


"Grandma"


"Dya"


Laudya menghela napas mendengar ibu mertua nya yang selalu memanjakan dan menuruti Yuvi dan itu membuat Yuvi selalu bisa mencari pelindung saat Laudya marah.


"Maaf nyonya ingin di masakan apa malam ini??"


"Ah iya masak ikan bakar saja dengan tumis kangkung"


"Baik nyonya besar"


Setelah perdebatan Laudya dan Yuvi pun semua orang pergi meninggalkan ruang keluarga masuk ke dalam kamar mereka masing masing. Untuk mandi karena sudah sangat sore.


Princess mulai membuka satu persatu baju yang yang di gunakan karena dia ingin mandi, Jahitan yang ada di dada nya sudah agak mengering dan diperbolehkan untuk mandi.


Van yang melihat tubuh polos Princess membuat nya panas dingin, karena selama ini Van tidak perna melihat tubuh perempuan yang polos didepan matan nya.


Van terus menatap punggung mulus dan putih milik Princess, dan hanya itu saja membaut sih Van kecil meronta didalam celana bahan yang di gunakan.


Princess berbalik ingin karena ingin mengambil sabun yang ada di almari yang ada di dekat pintu. "Aaahhhhhh"


Princes berteriak melihat Van yang ada didepan nya saat dia berbalik badan, Princess secara spontan menutup dada nya dengan tangan nya lalu dia berjongkok.


"Ano kenapa kamu ada disini??"


"Aku ingin malam satu minggu sayang"


Princess diam mendengar apa yang dikatakan oleh Van, Princess mulai berpikir apa maksud Van malam satu minggu.


"Ano maksud kamu apa???"


"Ingin mengambil hak ku sayang"


"Hak kamu???"


"Apa hak kamu Ano???"

__ADS_1


"Yah memiliki kamu seutuhnya sayang"


Bluss...


Pipi Princess memerah mendengar apa yang dikatakan Van, dia baru ingat kalau dirinya sudah menikah dengan Van sebelum dia ada di rumah sakit. "Sayang kenapa kamu diam"


"Apa kamu belum siap?? Aku tidak akan memaksa sayang"


Princess berdiri dari jongkok nya mendekat ke arah Van dengan tubuh polos nya entah dari mana keberanian Princess mendekat ke arah Van.


Van menelan silva nya susah paya melihat pemandangan indah yang sedang mendekat ke arah Van dengan begitu sangat santai.


"Sayang kamu jangan menggoda ku!!! Aku pria normal Sayang"


"Aku tau itu, menjadikan aku ingin melihat Ano kecil dan menjajal ketangkasan nya"


"Sayang apa kamu perna melakukan nya sebelumnya???"


"Belum"


"Lalu??? Dari mana keberanian ini sayang??"


"Mommy yang mengajarkanku Ano"


Princess memeluk tubuh Van saat sudah ada didepan Van, Princess membuka kancing kemeja yang digunakan Van dengan perlahan setelah itu Princess meraba dada bidang Van yang terlihat jelas saat Princess sudah membuka kancing kemeja Van.


Princess bermain main di dada bidang Van, Van yang memang Pria normal dia terus menikmati sentuhan Princess, erangan Van juga sudah terdengar di kamar mandi kedap suara itu.


Van melepas kemeja yang dia gunakan, melepas ikat pinggang nya dan terakhir celana bahan yang dia gunakan. Di sana terlihat celana boxer yang digunakan Van terlihat mengembung.


Princess dengan sangat berani mengusap lembut benjolan yang ada dibawa pusar Van, Princess melepas celana boxer Van keluarlah Ano kecil yang besar panjang dan berurat.


Princess ternganga melihat itu karena ini baru pertama dia melihat nya melihat benda yang ada didepan nya sungguh membuat nya bertanya tanya apa milik semua laki laki juga sama dengan milik Ano.


"kenapa sayang???"


"Apa muat Ano??"


"Pasti muat sayang asal kamu mematuhi apa yang akan aku lakukan"


"Dan aku harus berterima kasih kepada Mommy karena sudah mengajari Princess" Batin Van


Van mulai memegang pepaya yang Princess milik dengan ke dua tangan nya Van meremas pepaya Princess. Lengkungan terdengar dari Princess tidak puas dengan itu Van memainkan nya dengan Lidah nya.


Setelah puas Van menggendong Princess ke bawa shower Van menghidupkan shower. Princess menatap dirinya di pantulan Cermin yang ada didepan nya, sedangkan Van yang ada dibelakang Princess memainkan benda padat dibawa punggung Princess.


Setelah banyak pemanasan Van memasukan Ano kecil di gua yang ada didepan nya melalui proses yang sulit karena pintu gua yang sempit.


Setelah berhasil masuk ke dalam gua Van menarik ulurkan Ano kecil agar gua nya bisa merasakan kalau Ano kecil sedang menikmati.


Van mencoba berbagai cara yang Jonie beritahu dan tunjukan, Princess terus mengeluarkan suara kenikmatan yang membuat Van semakin gencar membolak balik memiringkan Princess.

__ADS_1


__ADS_2