PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MAAF


__ADS_3

Ella menemui Princess yang ada di taman belakang Mansion utama, Princess dengan majalah yang dia baca masih terlihat cantik dan anggun tidak terlihat kalau Princess seorang pisko yang sebenar nya setelah Van.


Pasangan suami istri yang sudah di kenal kekejaman nya setelah Princess melahirkan anak mereka, Princess mati-matian untuk menjadi ibu yang selalu ada untuk anak-anak nya bahkan dia berani bertaruh nyawa demi anak-anak nya.


Ella mendekati Mami nya yang tengah fokus melihat baju dan tas yang ada di majalah yang dia bawa, sudah lama Princess merasa kalau dirinya tidak membeli baju, tas dan sebagainya setelah dia pindah ke desa di mana dulu dia meminta Roy untuk membawa anak-anak nya.


"Mi, Ella mau bicara..!!" Ella berdiri di depan Princess, Tripel tidak akan perna duduk saat tengah serius sebelum Princess mengatakan kalau dia mau berbicara dengan tripel.


Kalau tidak penting bukan hanya duduk mereka bahkan langsung berani untuk bermanja dengan Princess sampai membuat Van kesal saat melihat tripel manja dengan Princess.


Princess yang mendengar suara lembut yang dia rindukan selama ini kembali terdengar di telinga nya, suara lembut yang selalu manja dengan nya sampai terkadang Princess merasa kalau putrinya masih anak-anak.


"Hemm..!!"


Ella duduk di samping Princess, sedangkan Princess malah fokus ke majalah nya tidak menatap Ella yang sudah membuat nya kecewa berulang kali tapi Princess selalu menganggap Ella tengah bermain-main.


Yang harus di hentikan saat permainan tidak kunjung di selesaikan dan akan di biarkan selama tidak melewati batasan. Princess tidak mau kalau sampai harus menjadi ibu yang kejam atau yang terlalu melarang apa yang ingin anak-anak nya lakukan.


Apa lagi usia tripel bukan anak-anak lagi yang akan bermain boneka atau mobil-mobilan, itu lah yang membuat Ella sedikit berani bertindak dengan Mami nya.


Princess yang merasa kalau putri manja nya tidak kunjung mengatakan apa yang ingin di katakan, Princess menutup majalah yang ada di tangan nya lalu menatap lurus ke depan.


"Apa yang ingin kamu katakan kalau tidak ada Mami mau masuk ke dalam" Lirih Princess yang sudah ingin beranjak dari duduk nya.


Ella yang merasa Princess tengah marah tengah marah dengan nya membuat dia malah semakin pusing dan takut untuk meminta Maaf, dengan mengumpulkan semua keberanian nya Ella mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Mi..!!"

__ADS_1


Princess mengurungkan niat nya untuk beranjak dari duduk nya, dia menunggu Ella yang ingin mengatakan sesuatu kepada nya. "Apa..??"


"Maafkan aku Mi..??" Ella akhirnya mengatakan apa yang dia ingin katakan.


"Untuk apa??"


"Untuk semua yang Ella lakukan selama ini, Ella mengaku salah Mi, Ella tau Ella tidak seharusnya berbuat demikian" Ucapan Ella menarik perhatian Princess yang tadi nya menghadap lurus ke depan kini menatap putrinya yang ada di sampingnya.


"Kamu tau salah kenapa melakukan nya dan berulang kali??"


"Ella..!! Ella hanya mau kalau Alia menjadi yang terkuat dan tidak terkalahkan karena Alia sangat lah lemah Mi" Ella mengatakan apa yang sebenarnya kepada Princess.


"Kamu tidak mengenal Alia dengan baik kalau begitu selama ini..!! Kamu hanya fokus dengan kematian pengasuh Alia dan juga kamu masih dalam ingatan yang sama Alia terkapar dengan banyak luka, bahkan dia sempat kehilangan detak jantung nya!! Kamu masih stay di situ Ariella Alexander"


Ella menunduk dia benar-benar tidak menyangka kalau Mami nya tau apa yang ada di dalam pikiran nya dan di dalam hatinya. Dia masih ingat pengasuh yang kening nya hampir pecah karena di tembak, sedangkan setelah satu minggu dirinya dengan dua kakak nya baru menemukan Alia yang mereka panggil Sherly di gedung tua di dalam hutan yang ujung kota yang tidak ada yang perna datang kesana.


Bahkan Alia yang ada di pangkuan Ella waktu itu harus dalam keadaan tidak sadarkan diri, badanya sangat dingin, anak usia liam tahun harus merasakan pedih nya kehidupan dunia bawa.


Anak yang tidak tau menahu tentang apa masalah orang tua mereka harus merasakan sakit nya pisau, harus merasakan sakit nya cambuk, bahakan Alia terlihat sangat kurus.


Pipi chubby nya yang ada bekas luka sayatan membuat Ella menjadi sangat kehilangan akal waktu itu, bahkan Ella sampai membabat habis semua anak keturunan Luxim sampai tidak tersisa bahkan bayi yang baru lahir.


Ella lampiaskan semua amarah nya dengan sangat membabi buta, tidak ada rasa bersalah saat Ella membunuh bayi yang baru pulang dari rumah sakit.


Ella mengingat kembali bagaimana keadaan adik nya yang sudah dia jaga selama ini apalagi Ella berjanji kepada Mami nya untuk menjaga Alia waktu itu. Tapi dia sangat teledor sampai dia hampir kehilangan adik nya yang sudah dia anggap putrinya sendiri.


"Kenapa kamu dia nak..?? Benarkan apa yang Mami katakan??" Princess menatap putrinya yang kini dua pipi nya sudah basa dengan air mata.

__ADS_1


"Maafkan Ella Mi..!"


"Sudah lah Mami anggap kamu kemarin ingin bermain dengan Mami karena Mami sudah lama meninggalkan kalian di Mansion utama tanpa pengawasan Mami" Princess menggenggam tangan Ella yang dingin.


"Ella takut Mi, Ella tau kalau Ella salah tapi Ella tidak menyesal"


"Jangan kamu menyesal, percuma kamu menyesal bahkan anak yang masih baru lahir sudah membanjiri katana mu bukan"


Deg...!!


Ella tidak percaya kalau Mami nya tau semua yang terjadi lima tahun yang lalu, dimana dia membunuh bayi yang belum tau menahu apa yang terjadi. "Ma-Mami tau??"


"Kamu terlalu meremehkan Mami yang sudah hidup puluhan tahun menemani Papi di dunia bawa, bahkan saat kalian belum ada"


"Aku tidak ingin ada yang berbuntut di kemudian hari Mi"


"Tapi cara kamu salah Ariella"


"Aku tidak perduli Mi yang aku tau kalau sudah membalas semua dendam ku kepada Luxim"


"Sudah lah lupakan masa lalu yang kelam dan pedih dimana semua nya sudah terkubur di lima tahun yang lalu setelah semau keturunan Luxim lenyap"


"Bolehkah aku berharap kalau sekarang aku tidak perna terlahir sebagai anak Mami yang selalu di lingkari banyak musuh di dunia bawa yang gelap"


"Boleh silahkan kamu berharap dan kamu bisa memilih orang tua yang kamu inginkan, Mami juga tidak berharap harus menjadi istri Papi pria terkuat dan di takuti di masa nya" Princess kembali ingat kejadian di mana dia bertemu dengan Pria tampan yang membuat nya kesal malam dihari dia harus mengantar makanan untuk pelanggan.


Princess menceritakan awal kisah nya kepada Ariella Alexander dengan Revano Alexander pria tampan yang sangat tampan dan memiliki kedudukan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2