
Dimana hari pernikahan Yuvi berlangsung dua pengantin kini tengah ada di depan penghulu, El sudah sah menjadi suami Yuvi. Kini pasangan pengantin baru saling tatap dengan rasa cinta dan sayang, El memakaikan cincin berlian terukir namanya begitupun dengan Yuvi yang juga memakaikan cincin di jari El yang ada ukiran nama nya.
"Kau begitu sangat cantik sayang"
"Kamu juga sangat tampan Kak"
"Sudah saling pujinya, kamu harus berganti baju untuk menyambut para tamu undangan begitupun dengan kamu El" Laudya menghentikan anak dan menantu nya yang saling mengagumi.
"Mommy mengganggu saja" El dengan Yuvi sangat kesal dengan Laudya yang merusak suasana mereka.
"Lau kamu selalu saja, ayo kita sambut tamu undangan yang lain, berhenti menggoda anak dan menantu mu"
"Kakak"
"Sudah ayo"
Aura mengajak Laudya untuk pergi dari depan menantu dan anaknya, Aura paham kalau Laudya ingin membuat kesal pengantin baru yang tengah kasmaran itu.
Laudya dan Aura menyambut para tamu undangan yang bukan hanya kolega bisnis saja melainkan perkumpulan Mafia juga di undang yang memang dekat dengan keluarga mereka.
Sedangkan Princess kini tengah bersama dengan Van yang sedang berbincang bincang para tamu undangan lain di meja tamu.
Mereka ingin membuat kesan yang baik di pernikahan Yuvi, Van tidak ingin pernikahan Yuvi hancur seperti pernikahannya dengan Princess. Van merasa sangat bersalah dengan Princess karena tidak memberikan dia malam pernikahan yang indah malah dengan pertempuran.
"Istri tuan Van ini sangat cantik"
"Dia memang sangat cantik"
Princess tersenyum malu malu di saat istri kolega bisnis Van memujinya di tempat umum, Van yang melihat istrinya malu malu tersenyum samar. "Nikmati malam ini taun dan Nyonya Malik"
"Iyah terima kasih taun Alex"
Van mengajak Princess untuk menemui temu undangan yang lain, setelah merasa lelah Van mengajak untuk duduk di kursi yang ada di pojokan, Van mengusap keringat yang ada di kening Princess dengan sayang. "Apa kamu sangat lelah sayang???"
"Lumayan sayang"
"Beristirahat lah di sini"
"Kamu??"
"Aku ingin melihat pangeran dan putri kita sebentar"
"Iyah Pi"
Van mencium kening Princess dengan sayang setelah itu dia meninggalkan Princess di sana sendirian. Princess memainkan ponsel genggamannya dengan menunggu Van kembali.
"Hay cantik"
Princess mendongak menatap Ervan yang tengah ada di depan nya, Princess tersenyum sangat manis kepada Ervan. "Hay pak"
"Jangan memanggilku bapak, aku sudah tidak lagi bermain di kampus"
"Kenapa???"
__ADS_1
"Karena sebentar lagi kamu akan lulus"
Princess kembali tersenyum mendengar jawaban dari Ervan yang kini sudah duduk di kursi yang ada di depannya. Mereka saling mengobrol ringan, tanpa mereka sadari ada yang mengambil gambar mereka.
Lala yang tidak jauh dengan Princess tengah mengambil gambar Princess dan Ervan yang kini tengah tertawa bersama, dia ingin mencetak gambar itu lalu mengirim ke Mansion Van.
"Dasar sok cantik, baru di tinggal Van saja sudah kecentilan dengan Pria lain" Lirih Lala yang tengah menatap iri kepada Princess.
Setelah mengambil gambar Princess dengan Ervan, Lala kembali ke kamar di mana tripel berada. Lala yang ingin berjalan kearah hotel kamar yang di tempati tripel melihat Van baru saja keluar, Lala mempercepat jalannya untuk bisa mendekat kearah Van.
"Bruk...."
Lala tersungkur di atas lantai yang keras dengan meringis kesakitan, dia menatap Van dengan memelas Lala berharap Van akan membantu nya, Van hanya menatap Lala dengan datar, dingin. Lala yang berpura pura jatuh saat didekat Van berharap dia akan di bantu Van, tapi malah harus benar benar jatuh karena Van menghindar saat Lala ingin menjatuhkan dirinya di tubuh nya.
"Jaga sikap mu sebelum kamu menyesal" Setelah mengatakan ketidak sukanya kepada Lala Van melangkah pergi meninggalkan Lala yang masih duduk di lantai.
perkataan Van tidak di hiraukan oleh Lala dia bangun dari duduk nya lalu menatap kepergian Van yang kini sudah di telan pintu lift. "Belum saatnya kamu tunduk di kaki ku Van, nanti kamu akan tunduk di kaki saat aku berhasil mengambil hati kamu" Lirih Lala.
Setelah itu dia berjalan kearah kamar hotel untuk melihat Arion dengan yang lain di dalam kamar hotel.
Sedangkan di lantai bawa dimana tempat di langsungkan pernikahan El dengan Yuvi berlangsung, Van tengah kesal dimana Princess tangah berbicara dan tertawa dengan Ervan.
"Mi"
"Pi, sudah lihat tripel??"
"Sudah Mi, kenapa kecoa sawah ini ada di sini Mi???"
"Kenapa harus dia Mi???"
"Kan Er yang emang datang kesini Pi"
"Jangan terlalu rama dengan dia Mi"
"Ala cemburuan banget elo" Ervan mengejek Van yang ada di depan nya sedang memeluk pundak Princess dengan posesif.
"Diem elo"
"Okay gue diem"
"Ngapain elo ada di sini??? Pergi sono"
"Yah gue mau pergi males lihat wajah tembok kayak elo"
"Sialan"
"Kalian ini sudah tua tidak sadar umur"
Van dan Ervan melotot kearah Princess yang tengah tersenyum manis kepada dua pria mayang di depan dan sampingnya, tentu saja Van sangat kesal dengan Princess tapi dia tidak bisa marah dengan Princess.
"Sudah ayo kita beri selamat kepada Yuvi dengan Er, dan kamu Er sudah perselisihan kamu dengan Ano"
Ervan tidak menjawab Princess dia lebih memilih mengikuti Van dengan Princess untuk memberi selamat kepada El dan Yuvi yang tengah duduk di kursi pelaminan.
__ADS_1
"Selamat yah Vi atas pernikahan kalian"
"Terima kasih kak"
Princess memeluk Yuvi setelah itu dia berdiri di samping Yuvi menunggu dua pria tampan yang ada dibelakangnya memberi selamat kepada El dan Yuvi.
"Jaga baik baik dia, jangan buat dia sedih kalau enggak kamu bakalan aku lempar ke kandang kucing besar ku"
"Yah aku janji"
"Kamu mau memberi selamat atau mengancam nya Pi"
"Keduanya sayang"
Plak..
"Kasih selamat yang bener"
Van dengan patuh kembali mengulang untuk memberi selamat kepada El dan yuvi.
"Selamat baut kalian berdua"
"Terima kasih Van"
Ven mendekat kearah Princess yang ada di samping Yuvi, setelah itu Van mengajak sang istri berlalu dari sana. Tapi Princess ingin menunggu Ervan memberi selamat kepada Yuvi dan El.
"Selamat Bro..!!"
"Terima kasih Bro.."
El dan Er saling pelukan mencurahkan rasa rindu nya dengan Er yang selama ini hubungan mereka merenggang setelah kematian Lidia Mommy El.
"Selamat adik kecil"
"Terima kasih kak"
Yuvi ingin memeluk Er yang selalu menganggapnya adik, saat mereka sudah ingin pelukan El memegang pundak Yuvi menarik pelan. "Sayang aku saja yang mewakili"
El memeluk Er kembali mewakili Yuvi, Princess sudah tertawa melihat El mewakili Yuvi sedangkan Yuvi sudah ternganga di samping El yang tengah memeluk Er.
"Sudah sayang"
Plakk
"Kakak jangan seperti kak Van"
"Sayang kan sama saja"
"Suuttt"
Yuvi memeluk Er dengan sayang, begitupun dengan Er yang memeluk Yuvi, Yuvi menyembunyikan wajah nya di dada bidang Er. "Terima kasih kak, cepat berdamai dengan kak Van aku ingin kita berkumpul seperti dulu".
Er mengusap punggung Yuvi tanpa menjawab pemintaan Yuvi yang ada di pelukannya. Er melepas pelukan Yuvi, sedangkan El sudah menghela napas melihat Yuvi memeluk Er sangat erat.
__ADS_1