
Aura dan Jonie datang ke rumah sakit dengan raut wajah yang sangat khawatir, mendengar ketiga cucunya masuk rumah sakit karena keracunan makanan, Aura menatap ketiga pengasuh tripel dengan sangat tajam saat melewati mereka bertiga..
Aura dan Jonie mendekat kearah Princess yang tengah menangis di pelukan Van putranya, Aura menatap kasihan dengan Princess. "Princess, apa yang terjadi nak???"
"Tripel keracunan kare Princess Mom"
"Sudah jangan menyalahkan diri kamu sendiri nak ini bukan salah kamu"
"Tapi aku yang menyuapi mereka Mom"
"Ini terjadi bukan salah kamu, Mommy enggak suka kamu menyalahkan diri kamu sendiri"
Van mengusap punggung sang istri yang tengah kembali menangis, Aura menggenggam tangan Princess menyalurkan kekuatan untuk Princess. "Jangan bersedih tripel akan baik baik saja"
"Iyah Mom"
"Mommy akan mencarikan pengasuh baru untuk tripel"
"Kenapa Mom???"
"Jangan banyak bertanya sayang, Mommy sudah menemukan pengasuh baru untuk tripel"
"Lalu untuk yang lama bagaimana Mom??"
"Mereka akan Mommy pecat"
Tentu saja mereka sangat terkejut mendengar Nyonya besar mereka katakan, pasalnya mereka tidak membuat salah tapi tiba tiba di pecat. Jonie menatap istrinya dengan senyum sinis, merasa tau apa yang direncanakan oleh istrinya.
Waktu berlalu begitu sangat cepat kini tripel sudah di pindah keruang rawat vip, dengan satu ruangan dengan adanya tripel. Tripel juga sudah tidak mengeluh kesakitan lagi, meskipun mereka masih terlihat pucat.
Aura yang sedari tadi menatap cucunya bermain kini mendekat kearah mereka bertiga. "Cucu Grandma, apa sudah membaik sayang"
"Cudah Ama"
"Ah pintar, kalau begitu lihat Mami kalian sangat sedih melihat kalian sakit nak"
"Maaf Mi"
Princess yang mendengat tripel meminta Maaf semakin merasa bersalah, dia merasa tidak becus menjaga tripel.
"Maafkan Mami juga nak sudah membuat kalian sakit"
"Ukan Calah Mami"
"Oh mengenaskan sekali cucu cucu Grandma" Aura mengalikan pembicaraan agar Princess tidak kembali bersedih.
cup cup cup..
Aura mencium tripel dengan sangat gemas, apalagi sih Ella yang sangat menggemaskan menurutnya, dia perempuan sendiri, dia juga paling cerewet dari kedua kakaknya. Rion dan Ar menuruni wajah datar bapaknya yang datar, dan Ella menuruni Princess.
Setelah menciumi tripel Aura menatap cucu nya dengan sangat dalam, dia mencoba untuk mencari tau tentang tripel lebih dalam lagi. pasalnya tripel memiliki tingkat kecerdasan di atas anak seusianya, mereka bertiga menuruni ayah nya yang dewasa sebelum waktunya.
"Kalian lebih suka main dengan siapa nak??? Mbak Lailu, Mbak Hesti atau Mbak Lala...
Tripel yang mendengar nama Lala langsung menatap tajam Aura, sepertinya mereka tidak menyukai Lala. " Ella tidak cuka Lala"
"Kenapa nak???"
__ADS_1
"Ahat"
"Ahat, jahat maksudnya???"
Ella menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan Aura, Sedangkan kedua anak laki laki hanya diam tidak menyahut. Mereka masih fokus dengan mainan puzzle mereka.
"Kenapa dua cucu Grandma diam saja???"
Keduanya menatap Aura dengan mata kecil mereka, Aura sangat gemas dengan mereka yang menatap nya dengan wajah datar mereka. "Kalian kenapa menatap Grandma dengan wajah datar seperti Papi kalian"
Mereka kembali bermain puzzle mereka tanpa minat untuk menyahut kata kata Aura, Aura merasa kesal dan sekaligus juga gemas dengan dua cucu laki lakinya. "Van lihat putra kamu sungguh menjengkelkan seperti kamu"
"Seperti Daddy"
"Dia kan anak kamu kenapa seperti Daddy"
"Aku menuruni Daddy"
"Lalu apa hubungannya???"
"Karena sedari Awal Daddy yang -"
"Kalian selalu saja berdebat, sungguh pusing kepala Mommy"
Aura berjalan mendekat kearah Princess yang terkekeh melihat perdebatan Suami dan mertuanya, Aura duduk di dekat Princess.
Saat keluarga mereka tengah tertawa bersama, mereka mendengar ketukan pintu, mereka semua menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang datang. Saat pintu terbuka memperlihatkan dua pengasuh tripel, mereka masuk ke dalam ruang rawat inap tripel.
"Maaf nyonya besar, kenapa kami di panggil kemari??"
"Tidak Nona besar"
"Dimana dia saat kalian pergi???"
"Kami tidak tau Nyonya besar"
"Kalian aku suru menjaga cucu ku, bukan untuk menggoda putra ku!!"
"Maafkan kami Nyonya besar, tapi kami tidak menggoda tuan muda"
"Lalu siapa yang menggoda di antara kalian???"
Mereka munduk takut mereka tidak menggoda tuan muda mereka tapi yang menggoda Lala, mereka benar benar ingin menghasilkan uang untuk keluarga mereka yang ada di kampung.
"Kenapa kalian diam, lihat cucu ku ada di sini pasti ula salah satu dari kalian kan???"
Dukk..
Hesti dan Lailu terjatuh di bawa kaki Aura. "Maafkan saya nyonya besar, tapi saya tidak tau. Pasalnya saya ada di taman belakang memberi makan peliharaan nona muda bersama dengan pawang yang ada di sana" Lailu menjelaskan kalau dirinya tidak tau kalau nona muda nya memberikan cemilan untuk tuan dan nona kecilnya
"Maaf nyonya saya juga tidak tau, saya waktu itu ada di gazebo dengan Mbak Evi kami tengah bercerita" Hesti sangat takut apalagi orang yang menjadikan majikan mereka bukan orang sembarangan.
"Mom, ada apa???"
"Makanan yang kamu berikan kepada tripel nyatanya sengaja di beri obat, karena Mommy sudah menyelidiki sebelum datang ke rumah sakit"
"Lalu apa hubungan nya dengan menggoda Ano Mom???"
__ADS_1
"Agar kamu di salahkan, oleh Van karena putra putrinya sakit" Aura menjelaskan kepada Princess agar dia tidak terlalu baik dengan orang, karena bisa saja orang yang dia percaya menusuknya dari belakang.
Aura menatap mereka tajam, dia memang mencurigai seseorang yang tidak jauh dari tripel, pasalnya dia sering mendapat info dari Eva tentang pengasuh tripel.
"Kalau diantara kalian ada yang membohongi saya, akan aku lempar kalian ke kandang singa Princess"
"Ampun nyonya besar"
"Pergi cari Lala untuk datang menemui ku di sini"
"Iy-iya Nyonya besar"
Mereka undur diri dari ruangan tripel merekan mencari Lala di segala penjuru rumah sakit, mereka melihat Lala tengah duduk di sana bersama dengan seorang pria yang seperti nya adalah pegawai rumah sakit.
Entah apa yang mereka bicarakan tapi Lala terlihat memberikan amplop coklat kepada orang yang diajak bicara, Hesti dan Lailu bersembunyi saat Lala beranjak dari sana. Niat ingin mencarinya tapi mereka urungkan, karena mereka takut terjadi sesuatu pada mereka.
Saat mulai jauh dari tempat Lala bertemu seseorang Lailu memberanikan diri memanggil Lala yang akan berbelok kearah luar rumah sakit, Lala berhenti lalu menoleh kebelakang melihat siapa yang memanggilnya. "Ada apa??" dengan angku
"Kamu di cari Nyonya besar"
"Dimana???"
"Di Ruangan tuan dan nona kecil"
Lala melanjutkan langkah nya dengan percaya diri meninggalkan Hesti dan Lailu yang menatap nya kesal. "Dasar perempuan gila"
"Sudah ayo kita makan saja perutku sangat lapar"
"Iyah, kita lihat apa yang akan dia terima dengan ke songong nya"
Meninggalkan Hesti dan Lailu kini Lala sudah ada di depan kamar tripel, Lala mengetuk kamar tripel dengan sangat percaya diri. Lala masuk mendekat kearah Aura yang tengah duduk dengan menantunya, sedangkan jonie dan Van sudah meninggalkan ruangan tripel karena ada pertemuan mendadak di kantor.
"Maaf Nyonya besar ada apa???"
"Saya sungguh sangat kecewa dengan menantu ku Princess yang enggak bisa menjaga putranya dengan baik, saya ingin mencari istri kedua untuk putra ku untuk menjaga tripel pewaris Alexander grup"
"Lalu apa hubungannya dengan saya Nyonya besar???"
"Apa kamu mau menjadi istri kedua untuk Van??? Tadi aku juga sudah menawari Hesti dan Lailu tapi mereka tidak mau karena mereka sudah punya kekasih"
"Apa saya tidak salah dengar Nyonya besar??? Saya hanya kaum rendahan!!!"
Aura dan Princess tengah menatap sinis Lala yang tengah berdiri di depan mereka dengan menunduk, dia pikir Aura tidak tau kalau dia sekarang tengah tersenyum lebar.
"Saya mau Nyonya besar"
"Apa Alasan kamu mau menerima tawaran saya???"
"Ah saya menyukai Tuan muda, Nyonya besar"
"Menyukai Van???"
"Iyah Nyonya besar"
Aura mengangguk anggukan kepalanya menatap Lala. "Baik lah besok kamu akan aku nikahkan dengan Van putra ku. Datang ke alamat ini". Aura memberikan secarik kertas kepada Lala dan juga kotak cincin kepada Lala yang ada di depannya.
Lala menerima kertas dan kotak cincin yang di berikan Aura kepadanya, Lala langsung memakai cincin yang di berikan Aura. Tidak tau saja kalau permata yang ada di salah satu cincin itu adalah perekam suara yang langsung tersambung ke ponsel Aura, Aura tentu saja tidak hanya memiliki satu cincin yang seperti di berikan kepadanya. "Tidak apa wanita tua ini yang menyuruh ku menikahi anaknya, setelah aku menikahi Van tampan ku, aku akan menyingkirkannya Princess dan anak anak sialannya. Lirih Lala saat sudah ada di luar ruangan.
__ADS_1