PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MAKHLUK ASTRAL


__ADS_3

Hari hari berlalu di lewati tripel dengan pasangan masing masing, dengan suka, duka mereka lewati bersama. Walau terkadang ada pertengkaran kecil terjadi di antara mereka tapi sebisa mungkin mereka menyelesaikan dengan kepala dingin.


Para pria yang yang selalu cemburu dengan siapa saja, sikap posesif para pria terkadang membuat para ciwi gemas ingin menenggelamkan para pria di laut.


Seperti saat ini Arion tengah ikut Aula meeting dengan orang asing, muda dan tampan, apalagi pria itu seperti nya menyukai Aula, sebagai pria Arion tau arti tatapan mata Antoni rekan bisnis Aula.


"Miss Aula would you like to have dinner with me tonight??"


"I'm sorry Mr. Antonio today Aula will be leaving with her future husband" bukan Aula yang menyahut melainkan Arion yang ada di samping Aula.


"Is it true Miss Maura that you already have a future husband???" tuan Antonio seakan tidak percaya kalau Aula sudah punya calon suami.


"Yes, Mr. Antoni and this is my future husband" Aula memegang lengan kekar Arion yang ada di samping nya.


"Sorry sir, I don't know that you are Miss Maura's future husband, I think you are Miss Maura's secretary" Antonin merasa malu karena dia mengajak tunangan orang di depan calon suami nya


"Gila kali yah gue di kira sekertaris, tampang tampan dan ketua Mafia kejam di bilang sekertaris!! Hancur sudah wibawa ku gara gara Antoni sialan" Batin Arion dengan menatap kesal Antoni.


"It's okay, Mr. Antoni" bukan Arion yang mengatakan melainkan Aula dengan senyum di bibirnya


"Apa apaan ini calon bini gue malah senyum senyum sama dia, enggak bisa di biarkan ini" Batin Arion


Arion mengajak Aula untuk pulang karena meeting sudah selesai, akhirnya Aula pamit pulang kepada Antoni rekan kerjanya.


Aula menggandeng Arion menjauh dari meja yang di gunakan Antoni dan Aula untuk meeting dan makan siang bersama, lebih tepatnya bukan Antoni dan Aula yang makan siang melainkan dengan Arion.


Arion membuka pintu mobil untuk Aula, setelah memastikan Aula duduk dengan nyaman Arion menutup pintu Mobil. Arion mengitari ke sisi mobil, Arion masuk kedalam mobil dengan wajah kesal dan cemberut.


Aula yang melihat tunangan nya cemberut bingung ada apa dengan Arion. "Sayang kamu kenapa??" Aula bertanya dengan menatap wajah tampan sang tunangan yang ada di samping Aula.


"Yang benar aja yank wajah tampan kayak aku di bilang kayak sekertaris" Arion menyahut dengan nada kesal nya.


"Hahahaha..!! Sayang kamu jangan dengarkan bule tadi, kenapa kamu sangat baper dengan perkataan dia" Aula mencoba menghibur Arion.


Aula yang merasa gemas dengan Arion, dia langsung menciumi pipi Arion berulang ulang sampai Arion merasa geli dengan tingkah Aula.


"Sayang.. " Arion merengek kepada Aula


"Iyah kenapa??"


"Kamu jangan terpesona dengan bule tadi"


"No, mana mungkin sayang, kalau kamu sudah sangat perfek untuk ku"


"Terima kasih"

__ADS_1


Mereka berakhir dengan ciuman panas di dalam mobil Arion, mereka saling menyalurkan dengan rasa cinta masing masing. Arion semakin memperdalam ciuman mereka, sampai pasokan udah semakin menipis baru Arion melepas tautan bibirnya.


"Sungguh sangat Manis sayang"


Aula tersenyum menanggapi kalimat Arion yang selalu dia ucapkan setelah mereka ciuman panas, seakan Arion sangat puas dengan hanya ciuman dengan Aula, Arion tidak bertindak lebih kepada Aula, Arion sangat menjaga Aula sampai mereka nanti sah.


Arion melajukan mobil nya meninggalkan parkiran resto, Arion membela jalan yang macet untuk mengantar Aula pulang ke Mansion ke dua orang tua nya, yang mungkin sebentar lagi Aula akan pinda ke Mansion Van.


Arion membelokan mobil nya ke dalam gerbang Mansion Dion, Aula turun dari dalam mobil Arion. Arion menunggu Aula masuk kedalam Mansion, setelah itu Arion meninggalkan Mansion Dion untuk kembali pulang.


Saat Arion ada di pertengahan jalan Arion melihat Antoni rekan kerja Aula bersama dengan wanita yang seksoiii tengah ada di berjalan masuk kedalam Cafe dengan sangat mesra.


"Dasar biawak" ucap Arion yang masih melihat Antoni dengan pandangan sinis.


Arion memasukan mobil nya kedalam gerbang Mansion orang tuanya, Arion turun dari mobil, berjalan dengan sangat cool masuk ke dalam Mansion.


Arion masuk semakin masuk kedalam Mansion dia melihat Mami nya tengah duduk di sofa ruang keluarga. "Mami.."


Princess mendongak menatap Arion yang mendekat kearahnya dengan wajah yang masih datar, Princess menepuk sofa yang ada di samping nya agar Arion duduk di samping Princess.


Arion duduk di samping princess setelah itu Arion merebahkan kepalanya di pangkuan Princess, sifat manja Arion selalu dengan ketiga teman teman nya masih sampai saat ini.


Usia mereka yang di bilang tidak muda lagi untuk bermanja kepada orang tua nya tapi tidak dengan tripel yang masih sangat manja dengan Princess, sampai membuat Van merasa tersaingi oleh tripel.


"Dari mana kamu sayang???" Princess bertanya setelah menaruh majalah yang dia baca tadi, Princess mengusap lembut rambut Arion yang hitam lebat.


"Kenapa Menantu Mami tidak diajak ke sini??"


"Dia banyak pekerjaan Mi, mungkin nanti malam kami akan pergi untuk makan malam kalau Aula sudah menyelesaikan pekerjaan nya"


"Bawa saja makan malam di sini Mami rindu dengan menantu Mami"


"Iyah Mi"


"Rion, kamu sudah dua minggu tidak mengunjungi kakek dia merindukan tripel nya untuk datang ke rumah nya" Princess memberi tahu Arion agar dia menyempatkan diri ke rumah Ayah nya yang saat ini sudah tua, apa lagi Yuda tidak mau di ajak tinggal di Mansion Van.


"Apa Mami tidak berhasil membujuk Kakek untuk tinggal bersama kita??" Arion sangat ingin tinggal dengan kakek nya di satu atap yang sama, Arion sangat manja dengan Yuda dan lebih dekat dengan Yuda dari pada Grandma dan Grandpa nya.


Princess menjelaskan kalau Yuda tidak mau menyusahkan Van atau anak nya, Yuda ingin menikmati hari tuanya di rumah yang di berikan menantu nya dulu, banyak kenangan di rumah itu bersama dengan tripel dan juga Princess dan Van.


"Arion besok akan mengunjungi kakek dengan Aula Mi"


"Itu ide yang bagus sayang"


Princess terus mengusap rambut Arion sampai Arion tertidur di pangkuan Princess, Princess tersenyum melihat wajah putra nya yang sudah besar, sebentar lagi akan menikah dengan perempuan yang dia cintai.

__ADS_1


"Mami akan selalu mendoakan kamu sayang agar kehidupan kalian bahagia selalu"


Princess mengusap kepala Arion sampai tidak terasa kalau Princess ikut tertidur di sofa bersama dengan Arion yang masih ada di pangkuan Princess.


Princess tidak menyadari kalau hari sudah sore dia masih memejamkan matanya, para pelayan tidak berani membangunkan Princess maupun Arion yang tengah istirahat.


Sampa Van pulang dari kantor melihat pemandangan yang membuat nya kesal, karena Arion tengah tertidur di pangkuan Princess. "Selalu saja dia mencuri star"


Van membangunkan Princess dengan lembut, Princess bangun dengan mata yang masih mengantuk menatap Van yang ada di depan nya. "Pi kamu sudah pulang" tanya Princess dengan menggosok mata nya pelan.


"Iyah baru saja sayang, kenapa dia tidur di sini Mi??" Van menunjuk Arion yang masih tertidur


"Tadi Mami yang menyuruh dia kesini Pi, menemani Mami, eh malah dia ketiduran"


"Yah sudah bangunkan dia dan kita ke kamar, waktu nya Mami memanjakan Papi"


Princess tersenyum, dia membangunkan Arion yang tengah tertidur pulas. Arion membuka matanya perlahan, pemandangan pertama yang dia lihat Van yang menatap nya dengan kesal.


"Mi, kenapa ada makhluk Astral di Mansion"


"Mana sayang??" Princess khawatir benar adanya makhluk astral.


"Di depan Arion"


Plakkkk..


"Ahisss.. Sakit" Arion mengeluh sakit saat Van memukul lengan Arion.


"Papi"


"Kamu sudah tau kalau ini Papi" ucap Van dengan sangat kesal.


"Pi, kenapa juga Papi menggangu ku"


"Sudah minggir Mami mau ke kamar capek dari tadi kamu buat bantal"


Arion tersadar kalau dia tidak dia kamar nya melainkan di ruang tamu dan tidur di pangkuan Princess. "Yah yah jelas jelas tadi aku panggil Mami dan Mami menjawab kenapa bisa lupa kalau aku tidur di ruang tamu" batin Arion


Arion bangun dari rebahannya dia menatap Princess yang menatapnya dengan senyum yang sangat tulus, tidak ada raut kesal di wajah Princess. "Maaf Mi"


"Tidak apa apa sayang"


Van langsung menggendong Princesa ala Bridal style menjauh dari ruang keluarga, Van masuk kedalam lift dengan menggendong Princess. Arion menatap kepergian Van dengan Van dengan pandangan yang suli diartikan. "Semoga aku bisa seperti Mami dan Papi bisa selalu romantis di usia nya yang sudah tidak muda lagi"


Arion beranjak dari duduk nya berjalan kearah lift, untuk naik kelantai tiga di mana kamar nya berada ingin melanjutkan tidur di kamar.

__ADS_1


Hay hay para pembaca setia ku, aku ada cerita baru lho yang berjudul TERJERAT CINTA CASANOVA KEJAM. Kepoin yuk gaes cerita nya enggak kalah seru lho..!!


Terima kasih untuk para pembaca yang masih setia dengan cerita ku sampai saat ini.


__ADS_2