
Irwan, Axelo dan El datang ke mansion Van malam malam karena mereka terpaksa datang atas permintaan Van, Van sendiri menuruti permintaan Aneh Princess yang menginginkan melihat perut para sahabat Van.
"Kalian semangat sekali datang ke sini"
"Sialan" ucap mereka bertiga secara bersama
"Ah kalian sudah datang rupa nya!!" Princess yang terlihat jelas di mata nya punuh binar kebahagian saat melihat ke tiga sahabat Van datang.
"Iyah kami datang atau Suami kamu ini merobohkan Mansion kami"
"Jangan masukkan hati perkataan Ano dia memang sangat kejam, tapi dia sayang kalian!!!"
Princess mendekat ke arah Axelo. "Kak buka kemeja kamu"
"Hah" ke empat manusia yang ada di sana melongo mendengar apa yang Princess katakan.
"Sayang!!"
Princess menatap Van dengan mata yang berkaca kaca seakan Van telah menyakiti hati nya sampai Princess berkaca kaca, ke empat pria yang ada didepan nya menatap Princess dengan sangat Aneh.
"Van apa dia kerasukan yah???"
"Jangan mengada ngada kamu El"
"Lihat lah kamu tidak marah tapi dia sudah berkaca kaca" tentu saja El hanya berbisik bisik agar Princess tidak mendengar.
"Xel buka baju kamu"
"Tapi-"
"Sudahlah aku cabik cabik juga kamu sampai Princess menangis"
Axelo dengan berat hati membuka satu persatu kancing ke meja nya dan membuat Princess tidak sabar. "Krakk"
Mereka semua kembal di buat melongo dengan tindakan Princess yang merobek baju Axelo seakan Axelo ingin di p****a oleh Princess. "Van aku akan di lecehkan istri mu"
"Jangan mengada ngada kamu Xel"
"Kak perut kamu ada enam kotak sama kayak punya sih Ano"
"Kamu kak punya berapa kotak kak???"
"Sama saja Nona muda, tadi kan sudah lihat"
"Sudah yah sayang cukup lihat perut jelek Axelo"
"Sialan kau semua perempuan meneteskan air liur nya melihat perut ku sialan"
Princess tidak menghiraukan perdebatan Axelo dan Van yang menurutnya tidak penting dia lebih tertarik kepada tato yang ada di dada bidang Axelo. Tato bergambar kepala Singa.
__ADS_1
Princess mendekat ke arah Axelo menyentuh tato Axelo, sedangkan yang Axelo sudah melirik Van yang tengah memerah wajah nya dan seperti nya telinga dan hidung nya mengeluarkan Asap.
"Sayang"
"Iyah kenapa Ano!!"
"Cukup ini sudah malam waktu nya kamu tidur"
"Aku belum puas sayang dengan mereka!!! Aku belum melihat punya mereka berdua"
"Sama saja sayang dan yang pasti ada tato singa"
"Wah benarkah, berarti bukan Kamu dan Axelo tapi mereka berdua juga???"
"Bukan hanya mereka sayang tapi keluarga kita juga punya!!"
Princess pun menganggukkan kepala nya pertanda dia mengerti apa yang dimaksud oleh Van. "Kenapa aku tidak punya Ano"
"Kamu akan punya kalau sudah memiliki Ano kecil atau Princess kecil sayang"
"Kenapa lama Sekali Ano??"
"Tidak akan lama kalau kamu setiap hari mau membuat nya sayang"
Ketiga teman Van memutar mata nya malas mendengar apa yang dikatakan oleh Van, dia mulai meluncurkan Aksinya untuk bisa memperdaya Princess agar mau auw auw dengan nya.
"Kau pintar sekali Van"
"Ano biarkan mereka menginap karena sudah sangat malam"
"Biarkan kenapa??? "
"Tidak baik pulang malam malam dan rawan ada penjahat".
Mereka merasa punya malaikat tanpa bersayap karena Princess membela nya dan mereka sendiri juga sudah sangat mengantuk karena dari kemarin mereka belum tidur karena ula Van yang menyuruh meraka memeriksa ulang data data yang masuk.
Akhir nya dengan sangat berat Van mengijinkan mereka bertiga menginap di mansion nya demi Princess, Van tidak mau melihat Princess merasa sedih kemabli dan akan rencana nya yang ingin auw auw dengan nya.
Van mengajak Princess masuk kedalam lift setelah menyuruh ketiga teman nya masuk ke dalam kamar mereka yang ada di mansion Van.
Princess dengan sangat manja meminta Van menggendong nya sampai masuk kamar, Van dan Princess keluar dari dalam lift melangkah mendekat ke arah Pintu kamar nya.
Van dan Princess masuk kedalam kamar, Van menidurkan Princess di atas ranjang king size nya. " Sayang"
"Hemm kenapa???"
"Ayo kita bikin Ano kecil atau Princess kecil"
"Tapi aku ingin makan sate Ano sekarang"
__ADS_1
"Besok saja lah sayang"
"Tidak aku mau nya sekarang"
Van dengan sangat mengala Van keluar kamar sebelum keluar kamar Van mengambil kunci mobil nya terlebih dulu. "Sayang aku carikan kamu sate dulu yah"
"Iyah Ano, Hati hati yah"
"Hemm iyah sayang"
Van keluar dari dalam kamar dia masuk kedalam lift, Van keluar dari dalam lift berjalan ke luar mansion. Van masuk ke dalam mobil yang masih ada diluar garasi.
Setelah itu Van meninggalkan halaman luas mansion, menyusuri jalan berharap dia menemukan orang yang menjual sate. Dan harapan nya tidak sia sia dia menemukan orang penjual sate yang ada di pinggir jalan.
Ano menepikan mobil nya dia keluar dari dalam mobil mendekat ke arah tukang penjual sate yang ada didepan nya.
"Pak saya mau sate ayam, kambing, sapi semua nya satu porsi"
"Baik nak tunggu sebentar yah"
Van menunggu di kursi yang ada di samping gerobak penjual sate dengan bertukar pesan dengan Princess. Mereka saling bertukar pesan sampai sate yang dia pesan sudah selesai dibuat oleh penjual sate.
Van membayar sate yang dia beli setelah itu dia berjalan ke arah mobil nya dan saat ingin masuk ke dalam mobil ada yang menyapa nya, dan tentu saja Van tau siapa pemilik suara itu.
"Ngapain elo???"
"Gue enggak sengaja ngeliat Rivano membeli sate dipinggir jalan!! Apa elo bangkrut???"
"Gue enggak ada waktu buat meladeni elo yang enggak jelas"
"Gue kan musuh yang baik menyapa musuh nya"
"Minggir elo, istri gue nungguin gue pulang"
"Gue bakal ambil dia buat jadi istri gue tau tidak elo"
"Enggak, Minggir!!!"
Van masuk ke dalam mobil nya setelah Ervan pergi dari tempat mobil Van, Ervan masuk ke dalam mobil nya yang mogok tidak jauh dari tempat Van memarkirkan mobil nya.
Van melajukan mobil nya membela jalan yang lumayan sepi karena hari semakin malam, setelah tiga pulu menit Van masuk ke dalam gerbang yang menjulang tinggi mansion nya.
Van memarkirkan mobil nya di depan mansion nya setelah itu Van keluar dari dalam mobil melangka masuk ke mansion nya.Van membuka pintu Mansion nya dia masuk kedalam mansion.
Saat ada ingin sampai di dapur dia melihat Princess yang tenga memakan buah yang ada di mangku meja makan. Van bertanya tanya apa dia sudah lapar lagi setelah tadi makan malam super banyak.
"Sayang"
Princess menoleh ke arah sumber suara melihat Van membawa kantung kresek ditangan nya, Princess bangun dari duduk nya melangka ke arah Van, Princess menodongkan tangan nya kepada Van meminta Sate yang dia inginkan.
__ADS_1
Van memberikan sate yang dia bawa kepada Princess setelah itu Princess kembali duduk di kursi yang tadi dia duduki, Princess membuka kantung kresek yang Van bawa dengan sangat berbinar.
Princess makan sate dengan lahap dengan Van yang duduk di samping Princess, Princess menawari sate tap Van tidak mau. Dia hanya menatap Princess makan semua sate itu dengan sangat lahap.