PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MANSION


__ADS_3

Aura sampai di Rumah Sakit dimana Princess dirawat. Aura datang dengan Van, niat awal pergi ke markas melampiaskan marah nya. Tapi gagal karena Aura sudah mengambil ahli dulu.


Tok... Tok... Tok


Ceklek...


Princess dengan Yuda melihat kedatangan Aura. Yuda bertanya tanya siapa perempuan disamping Van. Sedangkan Princess tersenyum melihat Aura.


"Bagaimana kabar kamu sayang??"


"Sudah lebih baik tan"


"Syukurlah nak"


Aura menatap Yuda dengan senyum di bibir nya. "Saya Aura mommy Van pak"


"Ah, iya nyonya. Saya Yuda ayah Princess"


"Jangan memanggil saya nyonya, panggil saja Aura"


Yuda hanya tersenyum menanggapi ucapan Aura yang menyuruh nya memanggil nya nama saja. Jelas saja Yuda tidak enak dan tidak berani.


"Nak apa kamu sudah makan siang??"


"Sudah tan, sebelum tante datang"


"Setelah ini pulang lah ke mansion nak"


"Kami belum resmi tan"


"Cepat lah kalian menikah, menunggu apa lagi???"


Princess menatap Van dengan seakan bertanya jawaban apa yang cocok dengan pertanyaan Aura.


"Princess kan belum sembuh mom"


"Yah karena kamu tidak bisa menjaga nya"


Van menghela nafas berat, mendengar apa yang Aura katakan. Memang karena dia Princess terluka.


"Andai malam itu aku tidak mengijinkan nya dia pulang, mungkin dia tidak akan merasakan sakit" Batin Van menatap Princess


"Bawa Princess ke mansion utama, untuk menemui Grandma. Minta lah restu pada beliau"


"Setelah Princess sembuh mom"


"Maaf pak Yuda, jika Princess pulang ke mansion Van apa bapak menyetujui???"


"Maaf nyo eh maksud nya Aura, mereka belum menikah. Saya takut terjadi yang tidak diinginkan"


"Saya mengerti pak, apa yang pak Yuda takutkan"


"Saya hanya menghawatirkan Princess kalau terjadi seperti ini lagi"


Yuda terdiam, menatap putri nya yang juga menatap nya. Seakan mereka berbicara melalui mata.


Saat Yuda menatap manik Princess tepat dimata nya seakan melihat istrinya. Angel mendiang istrinya yang memilik mata yang sama dengan Princess.


"Baik lah saya memberi ijin Princess untuk tinggal di mansion putra anda. Karena saya juga tidak mau Princess terluka lagi"


Aura tersenyum mendengar apa yang Yuda katakan. Bukan ingin menjauhkan putrinya dari orang tua nya. Tapi Aura tidak mau kehilangan calon mantu nya.


"Bagaimana Princess apa kamu mau nak???"


Lagi lagi Princess menatap Van yang ada disebelah Aura. Aura melihat tatapan Princess yang menatap putra nya yang ada disebelah nya.


"Kalau dia tidak mengijinkan kamu ada di mansion nya, tinggal lah di mansion mommy"


Van menatap mommy nya dengan pandangan kesal, Aura pun menyadari itu tapi Aura tidak menghiraukan tatapan sang putra.


"Aku mengijinkan Princess ada di mansion ku"

__ADS_1


"Yah sudah dong biasa juga menatap Mommy!!! Mommy congkel juga itu mata"


Dion yakin sekarang mommy nya lagi merasa sangat kesal, dengan tindakannya tidak langsung menjawab pertanyaan nya tadi.


Waktu semakin sore, Van mengantar Aura ke mansion. Setelah banyak ceritakan di rumah sakit, kini Aura tertidur dalam mobil.


Van menatap wajah damai Aura saat memejam kan mata, Van mengingat wajah damai Princess saat kemarin malam dia tertidur.


...****************...


Seminggu berlalu, Princess diperbolehkan pulang, Yuda yang sedang mengemas baju Princess.


"Ayah"


"Emmm apa ayah benar benar mengijinkan Princess pulang ke mansion Van???"


"Sayang, di sana lebih aman dari pada kamu ada di rumah dengan ayah"


"Ayah takut, kejadian seminggu yang lalu terulang"


Ceklek...


"Ayo kita pulang, Aku sudah mengurus semua nya"


"Ano"


"Apa aku serius tinggal di mansion kamu??"


"Hemmm"


Dengan berat hati Princess mengikuti langka Van yang menggandeng tangan nya. Princess menatap ayah nya yang berjalan dibelakangnya.


Princess sangat berat meninggal kan Yuda sendiri di rumah yang Van berikan. Meskipun ada pelayan dan pengawal, Princess tidak tega meninggalkan nya.


"Ayah"


"Apa ayah yakin Princess tinggal dengan dia" princess menunjuk Van yang ada disebelah nya.


"Panggil Saya Van saja"


Yuda hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar yang diucapkan Van. Yang menyuruh nya memanggil nama nya saja.


Van membuka pintu mobil untuk Princess setelah Princess masuk, Van menatap Yuda. "Masuk lah aku akan mengantar om pulang"


"Tidak terima kasih, saya pulang sendiri saja"


"Masuk lah, Princess tidak akan suka jika anda pulang sendiri"


Yuda masuk kedalam mobil Van, Van mengitari mobil nya lalu masuk kedalam mobil. Meninggalkan Rumah sakit.


Setelah 30 menit Van sudah memasuki gerbang rumah Yuda yang Van belikan. Rumah berlantai dua, gaya eropa.


Saat masuk kedalam rumah disambut oleh pelayan yang menunduk saat mereka melewati nya.


"Ano"


"Rumah ini pasti sangat mahal, aku harus mencicil berapa tahun bisa melunasi rumah ini???" Princess menatap Van


"Seumur hidup kamu"


"Apa??? Apa kamu gila Ano??? Aku tidak mau seumur hidup ku mencicil rumah"


"Kalau kamu tidak mau lebih baik kamu menikah dengan ku tanpa ada nya kontrak diantara kita, jadilah istri Rivano Alexander seumur hidup"


Van mengatakan berbisik ditelinga Princess. Princess yang mendengar nya hanya menatap Van dengan melotot.


"Sebaik nya ayah cepat istirahat masuk kedalam kamar ayah, karena Princess akan pulang. Van ada meeting di kantor"


Princess mengalikan pembicaraan, karena jantung Princess seakan berdisko ria didalam. Princess menggandeng tangan Yuda.


"Tunjukan kamar ayah, jika nanti aku main ke sini langsung masuk kedalam kamar ayah"

__ADS_1


Yuda menunjukan kamar nya kepada putrinya. Princess meninggalkan Van diruang keluarga sendiri. Princess lebih memilih melihat kamar Yuda dari pada menanggapi ucapan Van.


"Nak jangan terlalu bar bar dengan tuan muda"


"Sih buaya itu yang ayah maksud tuan muda, Dia selalu menyusahkan aku ayah"


"Setiap hubungan selalu ada kendala nak, tidak selalu mulus"


Ceklek ..


Yuda membuka pintu kamar nya, Princess dengan Yuda masuk kedalam. Princess sangat kagum melihat kamar Yuda.


"Yah, apa Princess bisa merai mimpi Princess??"


"Kalau kamu mau berusaha nak pasti bisa kamu rai"


Princess diam menanggapi ucapan Yuda, yang mana Princess sudah ingin menyerah. Mimpi yang ingin merubah nasib ayah nya mungkin sudah ada didepan mata.


Princess berfikir apa dia bisa melakukan pernikahan kontrak dengan Van, Sampai kapan pernikahan kontrak itu terjadi.


"Yah, Princess pergi dulu"


"Kamu baik baik yah nak di sana jaga etika dan sopan kamu" Yuda mengingatkan Princess


Mereka berdua keluar kamar, melihat Van yang duduk di ruang keluarga yang sibuk dengan ponsel nya.


"Ano"


Van menoleh ke samping. "Apa sudah selesai??"


"Sudah"


Van berdiri dari duduk nya, menggandeng tangan Princess setelah berpamitan dengan Yuda. Van dengan Princess melangka meninggal kan rumah Yuda.


Mereka sudah sampai di mansion Van, seperti biasa para pelayan dan pengawal menunduk saat melihat tuan muda mereka masuk ke mansion.


Van menggandeng tangan Princess, setelah itu membawa nya masuk kedalam lift menuju kamar Van.


"Bagai mana tawaran ku tadi???"


"Tawaran apa??" Princess pura pura tidak ingat


"Baik lah kalau kamu mau mencicil rumah yang ayah kamu tempati itu seumur hidup"


Princess menelan silva nya dengan susa paya, membayangkan dia benar benar mencicil rumah yang ayah nya tempati.


"Gila yang bener aja aku mencicil seumur hidup" batin Princess


"Ayah ku akan aku suru balik ke rumah yang lama jadi aku tidak perlu mencicil seumur hidup ku"


"Terserah kamu, kalau kamu mau ayah kamu didatangi orang jahat lagi"


Princess terdiam mendengar ucapan Van, Princess memikirkan ucapan Van. "Ahh sialan, aku tidak memikirkan sampai sana, Gimana dong" Batin Princess


"Gimana"


"Yah aku mau"


"Mau apa???"


"Mau menjadi istri kamu"


Van hanya tersenyum samar menanggapi ucapan Princess, Van membuka pintu kamar Van masuk diikuti oleh Princess dari belakang.


Van mengambil surat kontrak yang mereka tanda tangani, sebelum Van menunjukan nya kepada Princess.


"Aku akan menyobek surat kontrak ini, dan kamu sudah bersedia menjadi istriku sampai nafas terakhir ku"


"Hemmm"


Van merobek didepan Princess, Princess merasa kehilangan uang 500 juta nya yang akan dia terima setiap bulan nya.

__ADS_1


Princess terduduk lemas di sofa yang ada di dalam kamar. Pikiran Princess berkelana.


__ADS_2