
Tripel dan twins menatap kelompok Harimau yang ada di depan nya dengan sangat dingin Aura yang sangat mencekam menyelimuti hutan di bagian timur wilayah Van Alexander.
Yang kini di kuasi oleh tripel penerus generasi baru yang selalu di remehkan oleh musuh-musuh yang sudah lama mendirikan perkumpulan mereka.
"Apa Van yang mengirim anak dan keponakan nya datang ke sini??? Atau Yuvi??" Roni anak dari Rolex perkumpulan bawa tanah yang memang sudah dulu mendirikan perkumpulan sebelum Jonie dan Luwis.
"Om, mending pulang aja dari pada tuh gigi gue cabut dari tempat nya" Bulan sih Ratu julit tangan menjalankan aksinya.
"Kurang ajar kamu anak kemarin sore" Roni tidak terima karena Bulan seakan meremehkan dirinya sebagai ketua Harimau.
"Manding kamu pulang tidur sama Mommy kamu yang cantik itu dari pada di sini yang nanti nya kamu akan kalah dan menjadi santapan para anggota ku" Yuvi dan El yang berada di tengah mendengar putri nya di hina merasa kepala dan dada nya mendidih.
El dan Yuvi ingin mengambil tindakan di halangi oleh Van yang ada di samping Yuvi, walau Yuvi sudah menikah tapi Van masih sangat melindungi adik sepupu nya. "Tunggu, jangan ke gaba. Lihat apa yang akan di lakukan oleh Twin" Van menatap El dan Yuvi dengan sangat tajam.
El dan Yuvi akhir nya kembali menatap twins yang seperti nya tengah bermain main dengan anak-anak, bukan serius di medan perang. El dan Yuvi menyimpan senjata mereka kembali di balik baju mereka.
"Eh Om, Anjir.. Kita apa situ yang nanti nya bakalan menjadi santapan para emak emak kurang belaian yang ada di Markas kami" Bintang mengejek Roni.
Roni menatap perkumpulan anak muda yang memang ada di bagian depan, tripel dengan twin B ada di barisan pertama, Twin A, Felisa, Yoga ada di barisan kedua. "Kayak nya ini om-om pada kagak di kasih jatah istri mereka mangkanya ganggu kesenangan pengantin baru" Felisa yang sedari tadi sibuk dengan bakso bakar yang ada di tangan nya, sekali bersuara malah bikin nyesek.
"Ah, ada putri tuan besar Arif ternyata yang terkenal dengan kecantikan nya, sungguh kehormatan bagi anggota Harimau nanti bisa bersenang senang dengan para perempuan cantik" Roni sudah berkhayal setinggi langit dengan tertawa terbahak.
"Yah nanti yah kita senang-senang om tayang" Felisa mengedipkan mata nya kepada Roni, sedangkan Arvin di depan seperti kebakaran jenggot melihat kulakukan Centil Istrinya.
Hahahahahaha..
"Tertawa lah sebelum gue robek mulut bau busuk elo"
Roni menghentikan tawanya menatap Arion yang kini sudah ada di depan nya, bersiap untuk melukai Roni. Arion kembal ke tempat keluarga nya.
"Kurang aja.." Pekik Roni yang sudah menembakan pistol ke arah atas.
"Serang!!!!" Roni memberi perintah kepada anak buah nya untuk menyerang perkumpulan Van dan Luwis.
"Serang..." Arion melakukan sengat cepat.
Jutaan orang yang ada di dalam hutan itu saling menembak, bertarung, memukul, menendang, sampai senjata tajam yang saling beradu. Sedangkan Para orang tua tengah menatap anak anak mereka dari atas pohon.
__ADS_1
Lucu bukan persiapan matang malah kini mereka berada di atas pohon dengan para istri mereka masing masing. Jangan salah mereka di atas pohon bukan ingin melihat anak anak nya berjuang melainkan untuk mengatasi kelicikan Roni dan Rolex.
"Ternyata Roni dan Rolex sudah menyimpan pasukan nya di bagian selatan" Princess yang masih santai duduk di batang pohon dengan memainkan dron yang tangannya.
Van yang mendengar perkataan Istrinya langsung menghubungi para anggota yang dia sembunyikan di bagian Timur, dengan alat kecil yang ada di telinganya.
"Ano.. 500 meter dari tempat kita berada ada kotak kotak yang entah isi nya apa" Van mendekat kearah melihat benda yang di katakan Princess.
"Gawat itu bom"
Semua anak buah yang mendengar kalau ketua nya mengatakan bom mereka langsung memasang telinga mereka kalau tidak mau mati konyal. "Ada di tengah sebuah kotak yang di tumpuk, arah barat segerah mundur menjauh"
Para anggota keluarga yang mendengar peringatan dari Van langsung mundur menjauh dari tempat mereka tengah bertempur. "Mundur"
Suara dingin Van yang tengah memekik dari atas pohon tentu saja tidak ada yang tau pasalnya mereka hanya tau kalau mereka harus menang, tidak memikirkan keselamatan anggota, Harimau
tidak ada saudara di dunia bawa.
Duar Duar ledakan benar benar terjadi saat Anggota Leon king dan Marah mundur, ledakan yang begitu besar menewaskan anggota Harimau yang ada di dekat sana.
Di tempat lain Ella tengah menggerutu karena menurut nya tidak habis habis anggota Harimau padahal di merasa sudah menyerang beribu kali.
Dor dor dor dor
"Mampus, gue bakal kirim kalian semua yang berani mendekat kearah gue, gue percepat kalian sampai di gerbang neraka" Ella terus mengoceh dengan menembaki musuh"
Sedangkan Aura yang hamil besar harus ikut dalam medan perang dengan perut yang sangat besar, meskipun dengan perut yang membesar Aura bergerak dengan lincah, berbeda dengan David yang terus melirik istrinya dengan mengayunkan pedang nya.
Begitu pun dengan Ella menatap Aura yang tengah bertempur dengan para musuh dengan mulut ternganga, bagaimana bisa orang hamil besar malah dengan santai nya turun ke medan perang.
"Sungguh keponakan super" Ella menatap perut besar Aura
Ctas Ctas Jlep..
Ella mengayunkan cambuk kebanggaan nya kearah musuh yang ada di depan nya, tanpa ada ampun bagi Ella untuk membabat habis yang ingin menyerang nya.
Sedangkan para orang tua yang lain kini sudah menyerang anggota Harimau yang mereka sembunyikan di tempat yang tidak jauh dari tempat bertempur.
__ADS_1
Arion malah bermain main dengan Rion dan Rolex, Arion tidak menganggap serius pertarungan nya dengan Rino. Rino merasa tersinggung karena merasa di remehkan oleh Arion, begitu juga dengan Arvin yang sudah sangat lelah bermain dengan Rolex.
"Tua bangka gue lelah anjir. Gue kirim elo langsung ke neraka aja langsung bosen gue sama elo" Arvin menatap Rolex dengan mengejek, yang di tatap semakin membabi buta.
Arvin yang sudah kesal menendang dada Rolex dengan gerakan memutar, Rolex langsung terpental jauh berbarengan dengan suara tembakan.
Ahhhh..
Dorrr
Arvin berjalan kearah Rolex yang ada di bawa pohon besar, Rolex tergeletak sudah tak bernyawa di bawa pohon besar dengan kening yang berlubang.
"Mampus, elo harus berterima kasih sama gue tua bangka" Arvin
Arion yang mendengar ocehan adik nya tersenyum mengejek Rino. "Gue kasih tau yah, bokap elo udan Arvin kirim ke neraka"
Deg..
"Kenapa elo?? Enggak terima elo??"
"Maju elo, tapi gue udah capek mau bobok sama ayang"
Rino yang tidak terima langsung menyerang Arion dengan membabi buta dengan pedang yang ada di tangannya.
Arion yang sudah kesal dia membalas setiap pedang Rino, Arion menendang Rino sampai tersungkur, dengan gerakan cepat Arion berlari dengan mengayunkan pedang nya.
Syeett..
Terlepas kepala Rino dari badan nya, Arion, Arvin segara mengakhir perang yang mereka lakukan. "Mundur, ketua mereka sudah ada di neraka" Arion berbicara dengan berjalan keluar hutan di ikuti yang lain.
Saat semua sudah berlari mundur tinggal anggota Harimau yang tengah bingung kenapa Leon king dan yang lain mundur. tripel melempari anggota Harimau yang tersisa di dalam hutan menggunakan Bom.
Syut Duar
Syut Duar
Syut Duar bler...
__ADS_1
Hutan yang kini sudah tak lagi bisa di sebut hutan katena banyak puluh ribu atau lebih manusia yang sudah tidak bernyawa.
...Hay Maaf yah gaes kalau aku jarang up, soal nya aku lagi sibuk banget gaes di rumah. Tapi hari ini dan seterusnya nya di usahakan up tiap hari. Terima kasih yang sudah membaca....