
Arion menatap Aula yang ada di seberang meja nya, Arion menatap luka yang ada di pipi Aula yang sudah mengering. Arion ingin membunuh siapa saja yang saat ini karena Aula masih ada bekas luka di pipi nya.
Aula yang merasa aneh dengan Arion pun akhirnya bertanya kepada Arion, kenapa Arion menatapnya seolah dirinya tawanan nya. "Sayang kenapa kamu menatap ku seperti itu???" Aula menatap kesal Arion yang ada di depan nya.
"Aku ingin membunuh seseorang yank" Arion mengatakan apa yang dia rasakan dan dia inginkan kepada Aula tidak ada hal sekecil apa pun yang selama ini Arion sembunyikan dari Aula tunangan nya.
"Kamu mau membunuh siapa?? Apa kamu gila sayang!!! Membunuh tanpa sebab" Aula menatap Arion semakin kesal, entah apa yang ada di dalam pikiran Arion sehingga dia mengatakan ingin membunuh.
"Luka kamu masih membekas sayang"
"Lalu kenapa?? Wajar kalau aku terluka orang habis perang" Aula masih sangat santai menanggapi perkataan Arion, Arion sendiri malah memegang pelipis Aula uang terkena pisau.
Arion mendengus mendengar apa yang di katakan oleh Aula yang mengatakan luka sudah bisa, tapi yang enggak bisa itu Arion yang kepalanya mendidih melihat luka yang masih membekas.
"Kenapa kamu malah ikut perang cobak" Arion lupa kalau Aula wakil ketua Leon king
"Kak, Aula saja ikut perang dengan membawa janin yang ada di kandungan nya, apa lagi aku yang enggak bunting sayang" Aula lama lama kesel dengan Arion yang bikin kesel.
"Apa kamu bilang Aura ikut perang??"
"Iyah kenapa??"
"Kok ngeri sekali kakak kamu yank"
"Emang"
Arion tidak habis pikir Aura sebentar lagi mungkin dia akan melahirkan malah dia juga ikut perang yang terjadi di gudang senjata. tunangan nya pun terluka di sana saat memimpin perang yang terjadi sangat besar besaran.
Aula yang melihat tunangannya melamun, dia menepuk pelan punggung tangan Arion. Arion tersadar dari lamunan nya saat merasa ada yang menyentuh kulit tangannya.
"Kenapa sayang??" Arion bertanya kepada Aula dengan bingung.
"Kamu yang kenapa??" Aula balik bertanya kepada Arion yang kini sudah menatap bengong tunangan nya.
"Aku?? Aku kenapa yank??" Arion menjawab dengan kebingungan nya.
"Kenapa kamu melamun yank??" Aula menatap kesal tunangan nya.
__ADS_1
"Tidak ada yank, aku membayangkan bagaimana bisa kak Aura ikut perang kemarin" Arion baru menyadari kalau dia melamun.
"Aku juga tidak tau, kami sudah ada di tempat saat itu perang sudah terjadi tapi setelah pertengahan perang kak Aura muncul dengan pasukan yang sangat banyak" Aura menjelaskan bagaimana Aura bisa ada dan ikut perang.
Arion menatap tunangannya dengan perasaan ngeri, dia membayangkan kalau Aula juga besok begitu apa yang akan terjadi, apa yang akan dia lakukan. Arion tidak tau saja kalau Princess saat hamil dirinya dengan kedua adik nya malah sering di intai oleh musuh sering kali Princess membunuh musuh tanpa Ampun.
"Sayang.. Nanti kalau kita menikah dan kamu hamil jangan buat aku pusing yah??" Arion meminta hal konyol kepada Aula yang ada di depan nya, tentu saja Aula yang ada di depan nya menatap heran tunangan nya.
"Kan masih lama juga sayang kita menikah"
"Kamu lupa kalau kita menikah kurang satu minggu lagi sayang"
"Wah benarkah sayang??"
"Kamu lupa sayang??".
"Enggak!!".
" Lalu??"
Arion ternganga mendengar jawaban Aula, Aula sendiri dengan santai nya menatap Arion dengan mengedip ngedipkan kedua mata nya.
Arion yang gemas akhirnya mencubit pelan pipi Aula yang semakin hari menurut Arion semakin cabi, yah Aluh akhir akhir ini porsi makan nya bertambah karena dia terlalu kurus menurut Arion, menjadikan Aula yang di bilang kurus pun menambah porsi makan nya.
"Kamu sungguh menggemaskan sayang" Arion berkata jujur kalau Aula semakin hari semakin menggemaskan
"Hemm, itu karena aku di takdirkan menjadi imut sayang" Aula dengan percaya dirinya dia mengibaskan rambut pirang yang kini sudah semakin panjang.
"Iyah kamu sungguh sangat manis dan cantik sayang"
"Apa kamu baru sadar sayang??"
"Tidak"
Mereka membicarakan hal tidak penting di cafe dekat kampus, berbeda dengan Arvin dan Felisa yang juga ada di tempat yang sama dengan Arion dan Aula, tapi mereka tidak saling tau.
Felisa menatap Arvin tampa berkedip, menjadikan Arvin merasa aneh dengan Felisa tunangan nya. "Kenapa Hon??"
__ADS_1
"Aku rasa kamu tidak terlalu tampan sayang"
Arvin yang ada di depan Felisa ternganga mendengar apa yang di katakan oleh Felisa yang ada di depan nya. "Lalu siapa yang tampan??" Arvin menatap Felisa dengan kesal.
"Suami Aura, Uncle David" Felisa menyahut sangat santai, tapi kesantaian nya malah membuat Arvin merasa geram dengan Felisa.
"Apaan dia malah lihatin kak David, tidak bisa ini di biarkan" Batin Arvin yang tengah cemburu
Arvin menatap Felisa tidak merasa bersalah setelah membandingkan dirinya dengan suami Aura, Felisa yang merasa di tatap mendongak menatap Arvin yang ada di depan nya. "Kenapa??"
"Yank kamu enggak ngerasa bersalah gitu??"
"Bersalah untuk apa??"
"Kamu kan udah bandingin aku sama kak David"
"Oh itu, memang kenyataan sayang"
Arvin ternganga mendengar kembali Felisa memuji ketampanan David walau tidak secara langsung. "Sayang aku tidak kalah tampan" Arvin yang kini sangat kesal tapi tidak bisa marah.
Arvin kembali mengingat bagaimana dirinya dengan Arion mengejek Papi nya saat Van tidak berani melawan Princess. "Kini gue kenak karma karena sering mengejek Papi" batin Arvin dengan menatap kesal.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu??" Felisa menatap Arvin dengan mata memicing.
"Tidak apa apa hanya ingim menatap saja apa yank kamu jangan terlalu baper"
"Siapa yang baper"
Mereka terus berdebat dengan tidak jelas membahas yang tidak jelas sampai akhirnya pesanan kedua mereka datang.
Yah mereka sudah ada di sana sejak datang ke kampus, Felisa yang malas untuk masuk kelas akhirnya Felisa mengajak Ar untuk ke cafe. Setelah pesanan kedua mereka datang Ar dan Fel lanjut berdebat yang tidak penting.
Begitupun dengan Aula dan Arion yang juga membahas yang tidak penting, Kedua pasangan yang tidak jelas. sama sama malas untuk masuk kedalam kelas, berbeda dengan Ella yang kini sudah selesai kelas nya mencari Yuda yang belum keluar dari kelas nya.
Ella mengajak Yoga untuk datang ke Cafe untuk sekedar menghilangkan penat dan lelah berpikir dengan buku buku tebal. Yoga tentu saja akan langsung menuruti Ella, menuruti apapun yang Ella mau dan inginkan.
Hay kakak semua yang setia di cerita aku maaf yah kalau ceritanya sangat tidak jelas sama. Mamak lagi kehabisan ide untuk saat ini.. Tapi besok akan mamak lanjut up yang lebih seru lagi. Selamat membaca kakak semua.
__ADS_1