
Anak, Menantu, dan juga Cucu datang ke rumah sederhana Van dan Princess di mana rumah itu sekarang di sulap menjadi sangat asri oleh Princess.
Princess dan Van sangat senang anak, cucu dan menantu nya mau bermain ke rumah nya. Apalagi Princess selalu mendengar suara ocehan cucunya yang sudah besar.
"Nenek, kenapa tinggal di sini?? Di sini sangat jauh dari Mansion kami" Veronica yang merasa kalau rumah nenek nya jauh dari kata mewah.
"Kenapa Vero tidak suka ada di rumah Nenek??" Princess ingin lihat apa anak dan menantu nya mengajarkan hal yang positif atau tidak.
"Bukan begitu Nek, Vero suka ada di sini!! Tempat nya sejuk dan indah. Tapi di sini jauh dari kata mewah, padahal Nenek dan Kakek punya segala nya di kota"
"Nenek dan Kakek ini sudah tua tidak mau tinggal di kota yang besar itu sungguh membosankan!!" Princess tidak akan mengatakan kalau dia sudah tidak mampu untuk menghadapi musuh generasi baru yang pasti sangat muda-muda.
"Benarkah, apa yang membuat Nenek betah ada di sini??" Venesia yang baru saja datang dari taman depan rumah, mendengar perkataan Nenek nya.
"Lihat apa yang kamu bawa?? Bunga dari taman Nenek!! Nenek bisa menanam bunga, Nenek bisa menanam sayur yang kemarin kalian makan, Nenek bisa berternak ikan yang kalian makan kemarin" Princess yang memang mempunyai kebun di belakang rumah, ada kolam ikan di samping rumah walau tidak besar, ada taman bunga di depan rumah.
Vero dan Vene merasa senang saat berada di rumah nenek nya apa lagi di samping rumah yang lain, ada sungai kecil yang sangat jerni dan dingin. Vero dan Vene senang bermain di sana, sedangkan Vonny dia berada di samping rumah yang lain untuk menangkap ikan dengan Roy.
Sedangkan Sherly dia tengah ada di kebun belakang dengan Van untuk memanen sayur yang sudah waktu nya di panen untuk menu makan siang dan malam.
Amelia dia sudah ada di pondok pesantren di mana dia akan belajar semua yang terbaik untuk dirinya, Arion dan Felisa sangat tegas sekarang dengan Amelia.
Saat Princesa tengah menatap cucu nya yang bermain air di sumber mata air yang jerni dia mendengar suara yang sangat selalu dia rindukan.
"Mi, apa Mami tidak ingin kembali ke Mansion Mi?? aku sangat membutuhkan Mami di sana, apa lagi Sherly terkadang hilang kendali Mi" Ella yah Ella yang mengajak Mami nya berbicara.
"Kamu harus bisa mengendalikan Sherly kalau tidak, kamu yang akan di kendalikan nya!! Kamu tau Sherly hanya butuh ketenangan" Princess menatap putrinya yang terlihat sedih, alasan pertama Anak, Menantu dan Cucu berkunjung ke rumah nya karena Sherly yang hilang kendali sudah tiga hari sejak dia ingin di culik saat pulang sekolah.
"Ayo kita lihat Sherly yang ada di kebun dengan Papi kamu!! Apa dia sudah lebih tenang atau tidak" Princess mengajak Ella untuk menemui Van dan Sherly.
Sherly saat datang ke rumah nya dengan mata yang memerah, Princessa saja sampai terkejut dengan mata cucu nya. Princess sendiri tidak tau kenapa dia punya mata merah itu, apa lagi kini Cucu nya menuruni nya.
Sedangkan Van tengah mengajak Cucu nya memanen wortel yang ada di kebun. "Kakek lihat ini besar sekali" Sherly menunjukan Wortel yang dia cabut dari tanah.
"Wah, benar besar seperti kamu!!"
__ADS_1
"Apa Sherly sudah besar Kek??"
"Iyah dong, kamu sudah besar jadi tidak boleh nakal"
"Aku tidak nakal Kek"
"Benar kah??"
"Sungguh".
"Coba Lihat Kakek!!"
Sherly menatap kakek nya dengan wajah polos dan cantik nya, hanya saja mata nya masih memerah. "Lihat mata merah ini membuat Kakek sakit mata!!"
"Benarkah Kek?? Lalu bagaimana aku mengubah nya???"
"Kamu harus tenang tidak boleh emosi, Kalau Nenek tau kamu pemarah dia akan sedih melihat cucu kesayangan nya punya sikap pemarah"
Sherly menatap kakek nya dengan mengedipkan mata nya berulang kali perlahan mata merah itu berubah menjadi putih jerni yang membuat Sherly semakin cantik.
"Kamu harus janji sama Kakek, harus punya jiwa tenang seperti Nenek!! Mata mu sangat mirip dengan Nenek, Nenek selalu punya jiwa tenang walau dalam keadaan yang di ujung maut. itu lah yang membuat mata Nenek selalu jerni"
"Gunakan ini dan ini" Van menunju kening dan tangan Sherly, Sherly menatap kedua tanga nya yang di pegang oleh Van.
Sherly seakan mengerti apa yang di inginkan Van, dia harus menggunakan akal dan kekuatan yang dia pelajari selama ini, tidak menggunakan Emosi nya. Sherly menganggukkan kepala nya, Van tersenyum melihat cucu nya yang mau mengerti apa yang dia ajarkan.
Van mengajak Sherly untuk melanjutkan memanen sayur dan buah yang ada di belakang rumah, canda dan tawa Princess dan Ella dengar. Sherly begitu bahagia saat ada seseorang yang membuat nya mengerti dan mau memahami nya.
"Lihat jangan kamu ajarkan dia belah diri, belajar senjata, dan tumpukan buku yang akan membuat dia tidak bisa memahami dirinya sendiri. Sering-sering ajak dia berbicara, ajak dia bermain, jalan-jalan!! Dia bukan robot dia anak kamu yang membutuhkan waktu masa kecil nya. Apa perna kalian bertiga tidak mendapat masa kecil kalian??? Sehingga kalian tidak memberi masa kecil cucu Mami"
"Maafkan Ella Mi"
"Biarkan dia di sini kalau kamu mengijinkan"
"Maksud Mami, biarkan dia tinggal di sini bergaul dengan anak seusia nya di sini!! Sampai nanti dia dewasa"
__ADS_1
"Tapi Mi"
"Mami tidak memaksa sayang, itu anak kamu hak kamu"
"Biarkan dia di sini Mom, sampai dia ingin meminta pulang" Yoga menyahut saat mendengar semua apa yang di katakan Mertua nya, selama ini Yoga tau kalau Sherly akan menganut dengan Nenek dan Kakek nya.
"Dad, dia putri kita satu-satu nya aku tidak mau memaksa dia"
Yoga mengerti akan hal yang di khawatirkan Istrinya selama ini, dia takut akan punya anak yang egois dan sulit di atur apalagi emosi yang sulit untuk tenangkan.
"Mommy, Daddy, Nenek!!"
"Hay, apa yang kamu bawa??"
"Ini, Apel yang aku petik dengan Kakek"
"Apa manis??"
"Tentu saja Manis, apa lagi yang memetik putri yang sangat cantik"
"Hahahaha.."
"Mom, Dad aku ingin di saja dengan Kakek dan Nenek!! Aku juga mau sekolah di sini saja aku suka di sini tidak ada senjata"
Deg...
Ella merasa bersalah karena selama ini dia selalu memaksa putrinya untuk berlatih dan belajar sesuai apa yang dia inginkan. Tapi tidak mengerti apa yang putri nya mau.
"Sayang kamu pasti akan merepotkan nenek dan kakek"
"Apa aku boleh di sini Kek, Nek"
"Itu tergantung Mommy kamu nak"
Huuff...
__ADS_1
Akhirnya dengan berat hari Ella mengijinkan Sherly ada di rumah Nenek dan Kakek nya, tapi dia juga akan ada di sini bersama dengan putrinya. Yoga menyetujui nya dia tidak mau memisahkan Ella dengan Sherly.
Dengan berat hari Yoga akan mengalah setiap sabtu dia akan datang ke kampung untuk menjenguk anak dan Istrinya.