
El, Dav, dan Axelo sudah ada di parkiran rumah sakit, ralat maksud nya ada di dalam mobil yang dikendarai Roy, Karena Roy yang menjemput tuan tuan muda nya. Mobil sudah ada diparkiran Rumah sakit tapi ke tiga pria tampan itu tidak ada yang ada yang turun dari dalam mobil.
Karena ketiga pria tampan itu sedang tidur didalam mobil sedangkan Roy tidak berani membangunkan mereka bertiga.
Tapi sedari tadi Van sudah menghubungi nya berkali kali dan jawaban nya masih sama ketiga tuan muda nya masih tertidur di dalam mobil.
Roy yang melihat ponsel nya menyalah lagi akhir nya dengan tekat kuat dia membangunkan ketiga pria tampan yang masih tertidur.
"Tuan El"
"Tuan Dav"
"Tuan Axel"
Mereka dengan kompak menyahut. "Apa??"
"Tuan muda Van sudah menunggu anda didalam"
"Ck, sih kulkas kenapa juga manggil kita ke sini"
"Tuan kan sudah diberi tahu kalau tuan Ervan memantau rumah sakit"
"Ervan lagi Ervan lagi, aku tendang juga dia ke planet Mars"
Ke empat Pria tampan dan Hot itu akhir nya keluar dari dalam mobil, mereka berempat berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan tentu saja mereka menjadi pusat perhatian para suster dan pengunjung rumah sakit.
Mereka memasuki lift untuk naik ke lantai atas dimana kamar Princess yang selalu di jaga ketat oleh Van. mereka keluar dari dalam lift berjalan ke arah ruang rawat Princess saat sudah sampai mereka langsung masuk dan menggerutu.
"Van kamu kira kira dong, kita baru pulang dini hari saialan"
" Dan kamu sudah menyuruh kami kembali"
"Kalau kayak gini aku mau pindah tugas saja"
"Kamu mau berganti tugas menjadi apa??? Van kini menyahut perkataan mereka.
"Aku minta berkerja di sini saja aku enggak mau balik ke Eropa"
"Dan aku enggak mau ke LA"
"Dan aku"
Sebelum El melanjutkan kata katanya Van sudah memotong ucapan El, yang Van yakin kalau El akan mengucapakan kata kaa yang sama.
"Aku kan pinda kalina ke sini"
"Gitukan enak aku bisa dekat dengan Yuvi"
__ADS_1
"Dan aku bisa mencari istri lokal"
"Dan aku juga begitu"
Van tidak menyahut kata kat mereka, Dia memilih menatap Princess yang juga menatap nya.Princess sangat gemas dengan tingkah Van yang sangat Egois.
"Sayang kenapa kamu menatap ku seperti itu??"
"Aku gemas dengan kamu"
"Kenapa??"
"Mereka baru tidur sayang, biarkan mereke tidur sebentar jangan mengganggu mereka"
"Kamu membelah nya sayang"
"Tidak, aku hanya kasihan dengan mereka"
"Oh terima kasih nona muda, kami memang sangat lelah dan lihat sami anda malah tidak memberi kami ijin istirahat" ucap Axelo yang sukses membuat Princess semakin kasihan.
"Sayang kamu tidak kasihan dengan sahabat kamu???"
"Tidak"
"Kak tidurlah kalian di sofa sebelah sana"
Van menoleh ke arah Princess yang tersenyum kepada nya, senyum yang membuat Van meluluh saat melihat nya. "Jangan kamu gunakan senyum kamu itu sayang untuk membela mereka"
"Lupa kan mereka dan biarkan mereka istirahat, kamu harus dengar aku Sayang"
"Baik lah sayang"
Yuda dan ke dua orang tua Van yang melihat itu tersenyum sangat bahagia melihat anak dan menantu nya, Apalagi Princess bisa mengendalikan Van yang kaku.
Yuda bangun dari duduk nya karena dia ingin pulang harus istirahat karena kepala nya yang terasa pusing. Yuda pamit kepada besan dan anak dan menantu nya sebelum dia benar benar pergi dari sana.
Tentu saja Yuda dikawal bawahan Van, Van tidak akan membiarkan Yuda sendirian pulang karena semua musuh sudah tau siapa istri dan mertua nya.
Setelah kepergian Yuda, tidak lama Aura dan Jonie juga pergi dari sana karena ada pertemuan yang tidak bisa digantikan. Apalagi Van yang tidak mau meninggalkan Princess walau sebentar saja.
Kedua orang tua Van juga tidak melarang Van menunggu Princess apalagi setelah Princess dinyatakan meninggal membaut keluarga over protektif.
Van yang masih sama menggenggam tangan Princess, Van tidak akan melepaskan genggaman nya kalau Princess tidak mengatakan kebas.
Meninggalkan Van dan Princess kini diluar rumah sakit sudah ada Ervan yang sedari pagi ada di depan rumah sakit. Ervan ingin masuk kedalam tapi penjagaan diluar rumah saki sangat ketat menjadikan Ervan hanya duduk didalam mobil nya dengan asisten Pribadinya.
"Tuan muda sebenar nya tujuan kita datang ke rumah sakit untuk apa???"
__ADS_1
"Aku ingin melihat Princess"
"Princess maksud anda istri tuan Van??"
"Iya"
"Bukan kah kemarin dinyatakan meninggal tuan???"
Deg..
Ervan menatap asisten nya dengan pandangan yang sulit diartikan. "Maksud kamu???"
"Peluru kemarin ada racun nya tuan muda"
"Siapa yang memberi racun???"
"Mereka the dark tuan muda, yang sekarang hanya tinggal nama"
"Maksud kamu???"
Devan asisten Ervan mulai menjelaskan apa yang terjadi di pernikahan Van, dan siapa saja yang dibabat habis oleh Van, termasuk ketua the dark dan wakil nya yang dibunuh Van dengan mencincang tubuh wakil the dark.
"Wakil the Dark yang menembak nona Princess taun muda"
"Kalau Princess meninggal siapa yang ada didalam Dev???"
"Saya tidak tahu tuan muda"
"His kau ini mencari info itu yang banyak sekalian"
"Cuma cuma aku memantau dari sini kalau orang yang ingin aku lihat sudah mati"
"Tuan muda lihat itu nyonya dan tuan Alexander keluar dari dalam rumah sakit"
Ervan menatap ke dua orang tua Van dengan bingung lalu menatap asisten nya dengan bingung. "Mungkin kamu salah info Dev"
"Saya akan menghubungi salah satu dokter yang ada didalam tuan"
"Itu kekasih mu sialan"
Devan menghubungi kekasih nya yang berkerja menjadi dokter di rumah sakit milik Van, dan tentu saja Devan tau info yang dia dapat dari sang kekasih hati. Devan yang berbicara melalui ponsel nya dengan sangat serius mendengar apa yang Lutfi katakan.
Dokter beda Lutfi dan juga yang mengoperasi Princess setelah Princess mendapat tembakan di dada nya. Lutfi menceritakan semua dari awal hingga saat ini kepada Devan sang kekasih.
Mulai dari Van yang datang ke ruangan khusus sampai Van yang tidak mau meninggalkan Princess walau sebentar saja. Setelah info yang dia dapat devan mematikan sabungan telpon dan tidak lupa kata kata manis Devan untuk dokter Lutfi.
Devan menceritakan semua yang dia dengar kepada Ervan dan Ervan sangat terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Devan. Orang yang sudah dinyatakan meninggal bangun dari kematian karena suaminya datang.
__ADS_1
Ervan sungguh tidak yakin dengan apa yang dia dengar, Ervan menyuruh Devan menceritakan kembali apa yang dia dengar dari lutfi. Devan akhirnya seperti pembaca dongeng penghantar tidur untuk Ervan, terbukti sekarang Ervan tertidur.