
Perut Princess sudah semakin besar di usia kandungan nya yang sudah menginjak 8 bulan, membaut Princess juga sangat muda kelelahan dengan perut nya yang membesar. Princess juga semakin sensitif dia juga sering membunuh musuh tanpa Ampun, Aura sebagai Mertua sangat khawatir dengan Princess selama ini, tapi bagaimana pun Aura paham kalau Princess dalam keadaan terdesak.
Walau dengan perut yang sangat besar dia tetap ingin masuk kuliah, dia tidak mau sampai kehamilan nya membuat nya tidak bisa mencari ilmu setinggi tinggi nya. Seperti saat ini Princess baru sampai di kampus di mana dia menimbah ilmu, banyak perempuan yang merasa ngeri, nyeri, menatap perut buncit Princess.
"Princess, apa perut kamu tidak akan meletus???"
"Haha kamu ada-ada saja, bagaimana ceritanya perut aku meletus Put" Puput teman sekelas Princess salah satu perempuan yang menatap perut Princess dengan ngeri.
"Kalau meletus keponakan ku keluar dong" sahut Yuvi yang ada di samping Princess.
Plak...
"Kamu nyumpahin perut aku meletus"
"Hehehe enggak gitu kak Princess yang cantik"
Princess menghela napas melihat Yuvi yang cengengesan dengan menatap nya, apa lagi dia dengan menggaruk kepala nya.
"Kak, apa pulang nanti kamu mau mampir ke kedai es cream baru yang ada di unjung jalan Mansion???"
Yuvi mencoba mengalikan perhatian Princess agar dia tidak kesal dengan dirinya, karena Princess sangat sensitif semenjak usia kandungannya menginjak delapan bulan. "Apa ada es cream baru???"
"Iyah baru buka kemarin"
"Yah sudah nanti pulang kita mampir saja ke sana"
"Ah iya kak, kita beli yang banyak"
"Syukurlah Princess bisa di bujuk kalau tidak habis sudah aku" batin Yuvi
Mereka menghentikan pembicaraan mereka karena dosen sudah masuk ke dalam kelas mereka, Princess sangat fokus mendengarkan dosen. seakan dirinya takut kalau tidak paham jika tidak fokus.
Jam berlalu begitu sangat cepat, kini Yuvi dan Princess sudah ada di dalam mobil yang menjemput mereka untuk pulang ke Mansion, Princess yang masih ingat dengan perkataan Yuvi yang akan membeli es krim yang ada di ujung jalan ke Mansion, Princess menangi janji nya kepada Yuvi.
"Vi ayo makan es krim"
"Baik lah ayo"
"Uncle ayo kita ke ujung jalan san dulu kami mau makan es krim"
__ADS_1
"Baik Nona muda"
Sopir jemputan Princess dan Yuvi melajukan ketempat di mana penjual es krim ada, tidak terlalu lama mereka sampai di tempat penjual es krim, Yuvi dan Princess turun dari dalam mobil, Princess turun di bantu oleh Yuvi.
"Mbak saya mau es krim vanila dan stroberi nya 1"
"Kamu mau beli yang rasa apa??"
"Aku mau yang rasa coklat dan vanilla mbak"
"Mohon di tunggu sebentar yah kak"
Princess dengan Yuvi duduk di kursi tunggu yang ada di dekat kedai yang memang di sediakan untuk pengunjung yang datang ke kedai es krim. Di Sana tidak hanya ada penjual es krim melainkan banyak yang berjualan di samping kanan dan kiri.
Princess yang merasa bosan karena terlalu lama, dia memilih untuk bermain ponsel nya, begitupun dengan Yuvi yang sedari tadi melihat sosmet nya, yang bertambah banyak follower nya.
Setelah menunggu lumayan lama Princess dan Yuvi mendapatkan es krim yang mereka pesan, mereka berdua menatap dengan berbinar es krim yang ada di atas meja depan nya.
Princess dengan Yuvi memakan es krim mereka masing, mereka menikmati es krim yang mereka beli di kedai nya langsung, menjadikan Princess lebih muda untuk menambah es krim nya.
Tidak terasa Princess sudah menghabiskan 10 cup es krim, sedangkan Yuvi dia menghabiskan tiga es krim. "Kak ayo pulang, kakak sudah menghabiskan 10 cup. Kalau ketahuan Kak Van bisa di marahi aku"
"Ah baik lah kak, aku enggak mau kalau sih dingin itu memarahi ku kak"
Princess yang sudah menambah es krim 15 cup Yuvi mengajak Princess pulang ke Mansion, "aku heran sekai apa dia tidak kedinginan gigi nya saat memakan es krim sebanyak ini" Batin Yuvi
Setelah menghabiskan es krim 15 cup Princess mau di ajak pulang oleh Yuvi, apalagi waktu nya udah semakin siang. Mereka di kampus hari ini hanya empat jam setelah itu pulang.
Princess dan Yuvi sampai di mansion saat waktunya makan siang, mereka mencuci tangan sebelum duduk di meja makan, mereka akan makan dengan Aura, Maharani, dan Jonie. Sedangkan Laudya dengan Luwis ada di Mansion mereka sendiri.
Yuvi tidak mau kembali ke mansion nya karena kejadian di mana dia yang melihat putih putih di taman depan Mansion nya, dia mengira pengawal yang ada di taman adalah hantu karena memakai sarung putih.
Mereka makan siang dengan obrolan ringan, Princess juga sudah menambah makanan nya. Aura dan Maharani memperhatikan Princess yang semakin hari makan nya semakin banyak. Bukan nya kesal Maharani malah senang Princess makan nya banyak. terkadang ibu hamil ada yang sulit makan sampai hamil tua, makan apa saja di muntahkan. Ada enggak di antara pembaca yang samaan sama Princess hamil makan nya banyak banget. Kalau mamak sulit makan, hamil muda sampai tua!!! Mamak kalau ingat bikin nyesek aja. Lho mamak kok malah curhat di sini maaf-maaf semua nya mamak khilaf.
Setelah makan siang selesai Yuvi dan Princes langsung naik ke lantai atas di mana kamar mereka, Yuvi terlihat sedang melihat drakor di layar laptop nya sedangkan Princess tengah merasakan perut nya yang sakit.
Princess menghubungi Van tidak ada jawaban dari Van, dia kembali menghubungi Van tapi tak kunjung ada jawaban, Princess yang geram pun melempar ponsel nya ke atas tempat tidur dia mengusap lembut perut nya yang sangat sakit. Princess beranjak dari duduknya, mendekat ke arah pintu kamar nya, Princess ingin mencari bantuan kepada siapa saja yang melintas di luar kamar nya
Merasa tidak ada seseorang yang ada di lantai dua, dia mengetuk pintu kamar Yuvi berulang kali, Yuvi yang ada di kamar pun kesal karena waktu nya untuk melihat Drakor di ganggu, Yuvi beranjak dari duduk nya melihat siapa yang berani mengganggu waktu nya.
__ADS_1
Ceklek...
"Yuvi" dengan wajah yang sangat pucat
Yuvi yang siapa memaki dia telan kembali kata kata nya yang ada di ujung lidah nya, dia melihat Princess dengan panik pasal nya wajah Princess sangat pucat, belum lagi Princess yang meringis kesakitan.
"Kak Princess, ya ampun kak!! Kamu masih kuat jalan kak??? Kak kalau enggak kuat jalan duduk dulu kak di kamar aku, aku mau cari bantuan"
Yuvi mencari ponsel nya yang dia taruh asal tadi, Yuvi menghubungi Aura tapi tidak di angkat, dia mencoba menghubungi Maharani juga tidak di angkat terakhir dia menghubungi Jonie.
"Uncle"
....
"Kak Princess pucat, eh sakit eh apa uncle"
......
"Maksud nya dia kesakitan wajah nya pucat uncle"
.......
"Ada di kamar aku uncle"
.....
"Iyah"
Yuvi memutuskan sambungan telpon nya dengan Jonie, dia menatap Princess yang tengah mengusap perut besar nya, dengan menarik napas dalam berulang kali. Sedangkan Jonie sudah berlari ke arah lift dengan sangat panik apalagi mendengar Menantu nya sedang menahan sakit.
Jonie keluar dari dalam lift dia berlari ke arah pintu kamar Keponakan nya, Jonie masuk ke dalam kamar Yuvi yang mencoba menenangkan Princess.
"Vi, kenapa dengan kakak kamu??"
"Enggak tau uncle"
"Yah sudah kita bawa saja ke rumah sakit"
Jonie menggendong menantu nya di ikuti Yuvi yang ada di samping Jonie dengan menatap Princess kasihan, keringat membasahi keningnya. Jonie dan Yuvi masuk ke dalam mobil, dengan di sopir oleh supir yang Van sediakan untuk Princess dan Yuvi.
__ADS_1
Anang supir Princess dengan Yuvi mengantar tuan dan Nona muda nya ke rumah sakit, Anang membelah jalan yang sepi itu dengan sangat sesuai dengan Printa Jonie.