
Seperti bisa Van akan sarapan di pagi hari tapi tidak dengan Princess, Princess setiap pagi hanya akan meminum susu.
Beda nya hari ini Princess yang membuat sarapan untuk Van, Princess membuat sarapan bubur ayam untuk sarapan Van.
Jika biasa nya Van akan sarapan dengan Roti dan selai kacang kesukaan nya, tidak untuk pagi ini. Pagi ini menu sarapan Van diganti Princess bubur Ayam.
Para pelayan tidak perna merubah menu sarapan tuan muda nya karena Van tidak mau menu sarapan nya diganti dengan yang lain.
"Sayang"
"Kamu buat sendiri bubur ini???"
"Iyah kenapa??? Apa tidak enak???"
"Enak!!! Ternyata kamu bisa segala hal"
"Ada yang aku tidak bisa juga"
"Apa???"
"Entahlah aku juga belum tau itu apa"
Van melihat Princess dengan kebingungan nya, Princess yang ditatap hanya nyengir saja. "Sudah ayo habiskan tinggal sedikit lagi"
"Kamu memang berencana membuat ku gendut Prin"
"Iyah, biar bapak tidak berbelok nanti saat sudah menikah"
"Berbelok kemana Prin???"
"Ke tikungan tajam, lalu kamu terjun ke jurang yang dalam"
"Ada saja jawaban kamu"
Van menyelesaikan acara makan nya. Van beranjak dari duduk nya mendekat ke arah Princess yang duduk di seberang nya.
Van mencium kening Princess menyalurkan rasa bahagia nya, mau menerima nya dengan segal keegoisan nya.
"Terima kasih sayang, Hari ini aku yang akan mengantar kamu"
"Tapi nanti semua anak kampus heboh"
"Aku tidak akan keluar"
Dengan segala negoisasi akhirnya Princess mau diantar oleh Van, Van memang ingin memastikan Princess sampai dengan aman.
Karena sudah beberapa hari banyak musuh yang mengintai, mereka mungkin juga tau tentang Princess calon istrinya.
Para musuh Van jelas akan mengincar Princess, dimana kelemahan Van ada pada wanita nya. Jadi para musuh menargetkan Princess.
Mereka tidak tau saja kalau Princess bukan gadis lemah seperti yang para musuh Van pikirkan, Princess gadis tanggu.
Van juga menambah penjagaan untuk Princess, Van tidak akan membiarkan Princess kemana mana sendirian.
Selain pengawal yang selalu dekat dengan nya ada juga pengawal bayangan yang sudah Van sudah siapkan untu Princess.
Van sudah ada didepan mansion, Van membuka pintu untuk Princess lalu berganti dirinya masuk kedalam mobil.
Van melajukan mobil nya meninggalkan halaman mansion luas nya, dengan diikuti satu mobil dibelakang mereka.
Mobil pengawal yang sudah Van siapkan, untuk menjaga Princess di kampus. Princess yang menyadari mobil nya diikuti sejak dari mansion pun penasaran.
"Ano"
"Hemmm"
"Kenapa mereka mengikuti kita???"
"Itu pengawal kamu yang akan menjaga kamu jika tidak ada aku"
"Kenapa tadi yang ada didalam mobil seperti nya bukan hanya dua orang yang kemarin yah Ano???"
"Karena aku menambah dua lagi sayang"
__ADS_1
"Apa???? Kamu bercanda kan Ano???"
"Tidak sayang"
"Pengawal sebanyak itu buat apa Ano??? Itu area kampus tidak akan ada yang berani berbuat kejahatan di sana"
"Kamu tidak tahu saja kalau banyak mahasiswi dan mahasiswa yang terlibat di dunia gelap sayang"
"Pokoknya aku tetep tidak mau Ano, kalau sampai mereka berempat mengikuti ku terus"
"Sayang"
"Tidak"
"Sayang, Demi kebaikan kamu. Kamu mau aku menjadi gila sampai kamu terluka sedikit saja???"
Saat Princess ingin protes mobil sudah berhenti didepan kampus, pintu juga sudah dibuka dari luar oleh pengawal Princess.
"Sayang hati hati, dan bawa ini kemana pun kamu pergi. Jangan perna tinggalkan"
Van memberikan pistol kepada Princess, Princess memasukan pistol nya kedalam bajunya.
"Aku percaya kamu selalu bisa melindungi aku Ano, Aku belajar dulu yah!!! Kamu hati hati"
"Iyah"
Princess turun dari dalam mobil, sebelum pintu di tutup oleh pengawal. Van memberi peringatan kepada pengawal nya.
"Lindungi dia karena banyak dari mereka kuliah disini"
"Baik tuan muda"
Pengawal sudah menutup pintu mobil Van, Van melajukan mobil nya meninggalkan area kampus. Kini Princess sudah berada berjalan dimana kelas nya berada.
Princess yang merasa ditatap setiap orang yang dia lewati pun hanya bisa membuang napas kasar.
Princess berhenti berbalik menghadap pengawal yang sudah disiapkan Van untuk nya. Princess menatap kesal kepada empat pengawal.
"Kalian berempat kenapa mau menjaga ku disini???"
"Apa kalian tidak bisa menjauh sedikit???"
"Tidak bisa nona"
"Kalina tunggu saja aku didepan kampus kalau begitu"
"Nona mengerti lah keadaan kami, jika Nona terluka tuan muda akan menghukum kami atau bukan hanya menghukum tapi melenyapkan kami"
"Sudah lah lelah sudah aku berdebat dengan kalian"
Van berbalik melangkah menuju kelas nya yang tinggal beberapa meter saja. Baron salah satu pengawal Princess sudah memberi isyarat kepada tiga teman nya.
"Ada dua yang mengintai Nona, kalian jangan lenga, kita lenga sedikit saja nona dalam bahaya"
"Arah jam sembilan"
Mereka ber empat berjaga didepan pintu kelas Princess yang sudah sangat ramai dengan mahasiswi dan mahasiswa.
Princess duduk di salah satu meja yang ada di tengah tenga. Princess di kampus nya hanya memiliki Satu teman saja.
Yuvi teman Princess yang ada di kampus, yang sudah tiga bulan tidak datang untuk kuliah, entah kemana teman nya itu.
Jam sudah berlalu begitu sangat cepat jam menunjukan jam 2 siang. Princes melangka meninggalkan kelas nya untuk mengisi perut nya.
Empat pengawal masih setia dengan mengikuti kemana saja Princess pergi. Seperti sekarang Princess menjadi pusat perhatian karena dijaga empat pengawal.
Princess duduk anteng di kursi nya dengan menyantap bakso yang dia pesan, sedangkan empat pengawal masih berdiri disamping kanan kiri Princess.
"Kalian berempat duduk dan makan"
"Tidak bisa nona"
"Duduk atau aku buat kalian duduk paksa"
__ADS_1
"Tapi nona"
"Du-duk"
Akhir nya empat pengawal duduk di seberang meja Princess, Ternyata Princess sudah memesan kan makanan untuk pengawal nya.
Kini empat pengawal saling tatap, melihat makanan yang ada didepan nya. "Makan cepat karena aku sebentar lagi ada kelas lagi"
Mereka berempat akhirnya makan, mereka menghabiskan makan mereka dengan cepat. Mereka takut kalau nona nya menunggu terlalu lama.
Princess yang sudah selesai makan pun bermain ponsel nya. Princess tidak menghubungi Van karena takut kalau Van sedang sibuk.
"Nona kami sudah selesai"
"Emmm baik lah ayo"
Princess berdiri dari duduk nya melangka meninggalkan kantin, Princess melangka ke arah taman kampus.
Saat mereka baru sampai ada satu mahasiswi datang mendekat ke arah Princess. Gadis cantik yang selama ini tidak datang ke kampus.
"Prinnnnn"
Princess mendongak menatap siapa yang memanggil nya. Princess berdiri dari duduknya berlari ke arah teman nya.
"Kenapa kamu ada disini???"
"Aku mencari angin, kamu???"
"Aku sedang bermain disini kangen dengan kamu"
Yah gadis itu Yuvi yang baru menyelesaikan kepentingan nya yang lalu langsung datang ke kampus mencari teman dekat nya yang dia rindukan.
Pengawal yang mengenali Yuvi menunduk hormat kepada Yuvi. Yuvi merasa heran kenapa anak buah kakak sepupunya ada disini.
"Selamat siang nona"
"Hemmm, kenapa kalian ada disini???
" Kami ditugaskan tuan muda menjaga nona Princess"
Yuvi menoleh kearah Princess yang menatap nya dengan bingung. Yuvi juga menatap Princess dengan heran.
"Prin"
"fiii"
Mereka bersuara bersama saling pandang dengan mata yang saling memicing. Tidak sengaja pandangan mereka jatuh pada liontin yang Princess dan Yuvi pakai.
"Liontin"
"Yufi"
"Apa???"
"Kamu siapa???"
"Yuvi, aku Yuvi Prin"
"Keturunan Alexander???"
Yuvi terkejut dengan Princess yang mengatakan keturunan Alexander, identitas yang dia tutupi dari Princess. Karena takut Princess minder berdekatan dengan nya.
"Kamu tau dari mana???"
"Liontin kamu sama dengan yang aku pakai"
Liontin, pengawal, baru menyadarkan Yuvi yang linglung. Pengawal yang tadi menyebutkan nama Princess, liontin kalung Princess.
"Kamu masuk kedalam keluarga Alexander Prin???"
"Iya aku calon istri Rivano Alexander"
"Apa???? Sih dingin????"
__ADS_1
Akhirnya Yuvi dan Princess saling cerita, menceritakan apa selama ini yang Yuvi tidak ketahui begitupun dengan Yuvi yang menceritakan siapa dia sebenar nya.