
Saat perjalanan pulang ke Mansion utama Van dengan Princess di hadang oleh oleh empat mobil, Van memberhentikan laju mobil nya van menatap semua orang yang ada di depan nya.
Empat diantara mereka mendekat ke arah mobil Van, mereka menggedor gedor jendela mobil Van dengan senjata api yang mereka bawa, Van menatap Princess yang sangat tenang di samping nya entah apa yang di pikirkan Princess sampai membuat Princess bersikap sangat tenang dan raut wajah nya berubah menjadi sangat dingin.
"Sayang apa kamu baik baik saja???"
Princess menoleh ke samping menatap tajam Van yang ada di samping nya, dengan Raut wajah yang sangat dingin. "Berikan aku senjata Ano"
"Sayang untuk apa kamu sedang hamil"
"Aku akan menghabisi mereka semua Ano"
"Sayang kamu jangan keluar dan nekat"
Princess yang geram mengambil senjata yang ada dibelakang mobil, mengambil apa saja yang bisa dia rai, setelah mendapat senjata Princess membuka pintu mobil.
"Sayang"
"Sayang"
Van kalang kabut sendiri melihat Princess yang keluar membawa katana, Van ikut keluar dengan gerakan kasar dia membuka pintu Mobil tentu saja itu membaut orang orang yang ada di depan pintu tersungkur.
Dor dor dor
Van menembaki orang orang yang berusaha mendekati nya, sedangkan Princess sudah seperti orang kesetanan yang langsung menebas siapa saja yang ingin mendekati nya.
"Kalian mengincar ku dan anak ku??? Tidak aku biarkan"
"Kalian ingin melenyapkan aku hahaha aku yang akan melenyapkan kalian semua bangsat"
Van sangat terkejut dengan perubahan Princess yang sangat mengerikan, Van melirik istrinya yang tiada ampun dengan menembaki musuh yang ada di depan sana, dan ada juga aksi pukul memukul.
Wajah datar, sorot mata yang tajam, suara dingin entah setan mana yang merasuki jiwa Princess menjadikan perempuan hamil besar itu bergerak lincah dengan memegang katana nya.
Bhuk bhuk brak
bhuk bhuk syet
__ADS_1
Dor dor dor
Van melihat anak buah nya datang membantu, walau mereka tidak membantu Van dengan Princess bisa mengatasi semua nya sendiri, karena Princess seperti memiliki jiwa lain di dirinya. Princess membunuh musuh tanpa ampun, Princess mengayunkan katana ke sembarang arah saat banyak musuh yang mendekat.
Setelah tiga puluh menit Mereka sudah menghabisi orang orang yang menghadang mereka dan tidak lupa mereka juga meledakan mobil mereka.
"Urus ke ke kacauan ini"
"Baik tuan muda"
Van mendekat ke arah Princess yang bersandar di pintu mobil dengan penuh dengan Darah musuh. "Apa kamu lelah sayang???"
"Sangat lelah Ano aku ingin pulang dan bermanja dengan Ano kecil"
"Ghem baik lah sayang"
Van heran dengan Princess di saat kelelahan dia malah bisa memancing nya, tentu saja Van dengan semangat pulang ke Mansion utama sedangkan anak buah nya mengurus semua mayat yang ada di jalan.
Van memasukkan mobil nya ke dalam gerbang Mansion, mereka berdua keluar dari dalam mobil dengan Princess yang penuh dengan Darah begitu pun dengan Van yang ada noda darah di baju nya. Semua penghuni Mansion terkejut melihat Princess yang penuh dengan Darah. Bau anyir menyapa penghuni ruang keluarga
"Darah musuh yang menghadang kami"
"Kamu membunuh mereka???"
"Iyah kalau aku tidak membunuh mereka kami yang akan di bunuh mereka"
"Kemana anak buah kamu Van???"
"Mereka datang terlambat karena sengaja di hadang di tengah jalan saat ingin mengikuti kami"
"Bagaimana ini Bu"
"Kamu jangan khawatir berlebihan ini keadaan mendesak Au"
Maharani menenangkan menantu nya yang terlihat khawatir dengan menantu nya karena dia membunuh orang, bukan hanya satu melainkan banyak orang.
"Masuk lah nak bersihkan diri kamu lalu istirahat"
__ADS_1
"Baik Mom"
Princess dan Van meninggalkan ruang keluarga berjalan ke arah lift yang tidak jauh dari sana, mereka berdua masuk kedalam lift, Princess dan Van keluar dari dalam lift lalu bejalan ke arah kamar mereka.
Van dan Princess mandi bersama sesuai keinginan Princess ingin di manja Ano kecil, menjadikan mereka berdua tidak hanya mandi melainkan dengan saling manja.
Meninggalkan Princess dan Van, di tempat lain di mansion lain Sinta tenga sok dengan kepala orang yang ada di kotak kayu yang dikirim ke mansion nya, Kepala orang orang yang dia bayar untuk membunuh Princess.
"Apa apaan ini mereka semua mati"
Sinta berteriak frustasi untung saja Xion tidak ada Di Mansion dengan muda Sinta melakukan apa saja semau nya. Para penjaga dan pelayan sudah di ancam Sinta agar tidak mengadu kepada Xion.
"Pasti Van tau kalau aku yang mengirim mereka, kalau tidak tau mana mungkin kepala mereka, dikirim ke mari"
Sinta yang pusing duduk di Sofa kamar nya setelah menyuruh anak buah nya membuang kepala Manusia yang dia terima ke tempat yang enggak ada satu orang pun yang bisa menemukan nya.
Sinta mengusap perut nya yang buncit dengan pelan, Sinta tenga hamil anak Xion, itu lah kenapa Sinta tidak bergerak setelah kepulangan nya, karena Sinta hamil empat bulan, Sinta hamil anak kembar Xion.
"Aku harus hati hati karena aku sendiri tenga hamil anak Xion, kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak nya dia tidak akan membiarkan aku hidup"
Meninggalkan Sinta yang pusing di Mansion nya di Mansion Utama Alexander Princess dan Van sudah berbalut selimut tebal setelah mereka bergulat manja di kamar mandi dan di atas ranjang. Mereka melanjutkan di atas ranjang setelah bosan di kamar mandi, Princess terlihat lemas di samping Van, begitupun dengan Van yang juga lemas di samping Princess.
Sedangkan para orang tua tenga tengang memikirkan cara agar Princess tidak ada yang mengganggu lagi, selama ini Princess Aman di kampus karena Ervan selalu melindungi Princess dari orang orang yang mengintai Princess di kampus, tentu saja mereka tau karena selama ini Van mengawasi pergerakan Ervan dalam mendekati Princess.
Van bersyukur karena Ervan tidak macam macam dengan Princess malah Ervan yang menjaga Princess selama ada di kampus, dan bukan hanya Ervan melainkan ada pengawal Princess yang menjaga nya juga.
Itu lah kini para orang tua menyusun rencana bagaimana Princess tidak membunuh orang lagi, dan tidak ada yang mengganggu Princess dalam keseharian nya, apalagi perut Princess sudah sangat besar di usia kandungan nya yang lima bulan.
"Bagaimana kalau Princess kuliah di rumah saja???"
Saran Yuda yang ada di Mansion utama karena Aura menghubungi Yuda sebagai orang tua nya perlu tahu tentang Putrinya.
"Kami dulu sudah menawarkan nya tapi Princess tidak mau"
Semua orang kembali diam memikirkan cara bagaimana Princess tidak lagi membunuh dan di ganggu, tapi putri yang mereka pikirkan malah sedang asik dengan dunia nya bersama dengan suaminya.
Mereka berpikir keras, sejak Princess hamil dia mood nya naik turun, terkadang sampai tidak terkendali, para orang tua terkadang menilai kalau ketiga anak kembar mereka nanti nya akan menjadi penguasa bawah yang di takuti dan paling kuat.
__ADS_1