PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MURKANYA RIVANO


__ADS_3

Dorr..


Ahhh..


Ssaayannggg!!!!!!


Princesss!!! Teriak Ervan yang terkejut mendengar suara tembakan dan suara Princess setelah suara tembakan.


Van berteriak dengan berlari ke arah Princess yang sudah tak sadarkan diri dilantai dingin hotel, Ervan yang melihat itu pun menyuruh semua anggota nya mundur.


"Royyyyy bunuh semua musuh dan bawah orang sudah melukai Princess"


"Baik taun muda"


Roy, El, Axelo, Dav memberi abah abah kepada anak buah nya untuk mengepung hotel, memastikan tidak ada yang keluar dari dalam hotel.


"Sayang bangun, sayang" Van memeluk Princess yang ada dipangkuan nya, darah segar yang terus keluar dari dada Princess membuat Van murka.


Para orang tua mendekat melihat Princess yang sudah tidak sadarkan diri. Yuda duduk lemas disebelah Princess.


"Sayang, kamu tidak boleh meninggalkan Ayah"


"Bawa Princess Mom, Dad ke rumah sakit"


"Kamu tidak ikut nak???"


"Aku akan membunuh semua musuh yang ada disini Yah"


Dengan terpukul Yuda menggendong Princess keluar dari dalam hotel tidak muda bagi Yuda bisa keluar dari dalam hotel, banyak musuh yang ingin menyerang tapi Luwis dan Jonie dan dua wanita kuat melindungi Yuda dan Princess.


Sampai mereka bisa keluar hotel dengan selamat, Yuda terus meneteskan air mata nya, begitupun dengan Laudya dan Aura yang tidak berhenti menangis melihat menantu nya tak sadarkan diri dan banyak mengeluarkan darah.


Sedangkan Van sudah menembaki semua musuh dengan membabi buta, Amara nya sudah tak terkendali semua anak buah yang ada didekat Van melangka mundur menghindari Van yang sedang murka.


Dorr dorr dorr


Syet.. Bruk.


Dorr dorr dorr


Plak.. bhuk brak


Semua musuh sudah dibabat habis oleh Van tinggal Satu orang yang belum Van lenyapkan, orang yang menembak Princess.


Hahahah..


"Seorang bawahan berani menembak nona muda Alexander"


"A-ampuni sa-ya"


"Hahaha, kamu sudah menembak Istriku sialan, dan sekarang meminta ampun. Hahaha jangan berharap aku memberi kamu ampun berengsek"


Van memainkan pisau sangat kecil di tangannya, dengan pandangan yang tertuju pada orang yang sudah menembak Princess.


Syet .. Jlep ...Ahhh


Lemparan Van tepat di dada kiri pria itu, dengan tawa yang menggelegar Van merasa semakin ingin bermain main dengan tawanan nya.


"Roy"


"Iyah tuan muda"

__ADS_1


"Ambilkan aku Katana"


"Baik tuan muda"


Roy pergi mengambil katana yang selalu Van bawa di mobil mewah nya, Mobil mewah yang penuh dengan senjata. Van menaruh segalah macam senjata didalam mobil semenjak dekat dengan Princess.


"Ini tuan muda"


Van menerima nya dengan senyum yang terukir dibibir nya senyum miring membuat orang yang ada didepan nya merasa ketakutan yang luar biasa.


"Tangan mana yang kamu gunakan untuk menembak Istri ku???"


Orang itu hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Van, yang membuat Van semakin geram.


"Tangan mana sialan"


"Tangan sebelah kiri tuan muda" bukan tawanan Van yang menjawab tapi Roy yang sedang melihat layar tablet nya.


"Tangan kiri mu ini"


Van mengambil pisau karat yang ada dibalik jas nya. Entah sejak kapan Van mempunyai pisau karat didalam jas nya. Autor juga kagak tau geas sejak kapan wkwkwk.


Van mendekat ke arah tawanan nya, Van berjongkok didepan nya. Van menancapkan pisau runcing dan berkarat itu di lengan kiri nya.


Ahhhhhhhhh....


"Kamu bukan manusia"


"Hahaha, apa beda nya dengan kamu sialan, yang menembak orang tidak bersalah" bentak Van menggelegar di hotel.


Yuvi yang tidak ikut ke rumah sakit itu melihat kakak nya sangat murka membuat nya merasa ngeri, dengan tidak sadar Yuvi memeluk lengan El yang ada disamping nya.


"Kamu takut???"


"Enggak ada, aku saja ngeri"


"Kak kamu kan teman sialan nya kak Van, kenapa harus takut???"


"Entahlah aku ngeri saja, lihat dia sudah berlumur darah, babak belur dihajar para anak buah Van"


Mereka terus bicara dengan melihat keadaan mengerikan yang ada didepan mereka, Dav dan Axelo yang juga memiliki jiwa iblis seperti Van malah duduk santai di kursi yang mereka ambil dari kursi tamu undangan.


"Kamu seharusnya hanya melakukan itu Van, lebih dari apa yang di lakukan kepada Nona muda"


"Hahahah kamu benar Dav aku akan sedikit bermain main sebelum aku mengirim dia ke neraka"


Cetak... cetak... cetak...


Van memotong tangan kiri nya menjadi beberapa bagaian, terdengar erangan kesakitan, mereka yang melihat merasa ngilu dengan apa yang dilakukan Van. Yuvi sudah menyembunyikan wajah nya di dada bidang El.


"Kamu iblis"


"Hahaha kalau kamu tau aku iblis kenapa mengusik ketenangan ku???"


Van mengambil Pistol yang ada dibalik jas nya yang satu lagi. Pistol yang Yuvi rakitkan untuk Van. Van dengan sangat santai nembak ke dua dada tawanan nya.


"Tuan muda"


Van menoleh ke arah Roy yang ada disamping nya. "Kenapa???"


"Dia tangan kanan the dark, atau di sebut wakil ketua mafia the dark"

__ADS_1


"Jadi dia buka anak buah Ervan???"


"Bukan tuan muda, tuan Ervan dan anak buah nya tidak mengajak the dark untuk bergabung menyerang"


"Dimana Ervan???"


"Tuan Ervan sudah mundur saat melihat nona muda tertembak bersama dengan anak buahnya"


"Sialan Ervan"


Van kembali menatap wakil the dark yang pemimpin nya sudah di lenyap kan Van sebelum anak buah nya membawa wakil nya.


Cetak...cetak... cetak....


Van memotong bagian kaki nya sebelah kiri dengan sangat kecil kecil, setelah kaki sebelah kiri kini giliran kaki sebelah kanan.


Setelah kaki kanan kini Van menusuk perut nya tusukan nya menembus sampai ke tulang belakang,


Tidak sampai di situ Van juga memotong tangan kiri nya. "Ahhhhhhhh Minggir cetak"


Setelah anak buah nya melepaskan tawanan Van memisahkan kepala dengan tubuh nya. setelah itu katana yang dia bawah dia berikan kepada Roy.


"Kak"


Van menatap adik sepupu nya dengan hangat tidak seperti menatap orang lain, tatapan yang hangat hanya untuk Yuvi dan Princess.


"Kenapa???"


"Princess, Princess itu kak Princess"


"Kenapa dek??"


"Kamu saja yang bilang sama kak Van"


Van menatap El yang ada disebelah Yuvi dengan pandangan tajam. " Gemm, Princess, princess sudah tidak bernyawa"


Van mendekat ke arah El yang lengan nya dipeluk Yuvi sedangkan Semua orang yang ada di sana terkejut dengan apa yang El katakan.


"Apa kamu bilang???"


"Princess terkena racun, di peluru nya racun nya"


"Lalu"


"Se-sekarang Prin-Princess su-sudah tidak bernyawa"


"El kamu lagi bercanda kan???


"Tidak kak, Aunty baru saja menghubungi ku"


"Dek itu kakak kamu sekarang, jangan macam macam"


Yuvi menunjukkan Video sebelum Princess detak jantung nya berhenti, Van menatap nya dengan pandangan sangat tajam. Van mengambil katana yang tadi diberikan kepada Roy.


Van mengambil katana nya dengan sangat kasar dari Roy, Van mendekat lagi ke arah tawanan nya yang sudah tidak bernyawa.


Cetak..


Ahhhhhhh...


Van membuang katana yang di gunakan untuk memotong bagaian badan tawanan nya yang sudah tidak bernyawa.

__ADS_1


Setelah itu Van berlari ke arah pintu hotel dengan air mata yang sudah membasahi pipi Van, mata yang memerah. Van masuk kedalam mobil, Van melajukan mobil nya dengan sangat kencang meninggalkan hotel.


Sedangkan yang lain El, Dav, Axelo, Roy, dan Yuvi juga mengikuti Van meninggalkan hotel, kekacauan akan di selesaikan anak buah Van.


__ADS_2