
Van berlari ke arah pintu hotel dengan air mata yang sudah membasahi pipi Van, mata yang memerah. Van masuk kedalam mobil, Van melajukan mobil nya dengan sangat kencang meninggalkan hotel.
Sedangkan yang lain El, Dav, Axelo, Roy, dan Yuvi juga mengikuti Van meninggalkan hotel, kekacauan akan di selesaikan anak buah Van
Van keluar dari dalam mobil, dia melihat anak buah nya menunggu di depan pintu masuk, Van berlari mendekat, anak buah Van menunduk saat Van sampai di depan nya.
"Dimana Nona muda???"
"Mari tuan muda"
Anak buah Van yang bertugas menunggu tuan muda nya mengantar Princess ke ruang khusus yang ditempati Princess setelah Princess melakukan operasi.
Van menatap keluarga nya yang ada didepan nya dengan sangat tajam, tanpa menghiraukan mereka Van masuk kedalam ruangan khusus itu, Van memakai pakaian khusus untuk bisa masuk kedalam.
Van melihat Princess yang pucat, memejamkan mata nya dengan semua alat sudah terlepas dari tubuh nya, Van mendekat ke arah Princess mencium kening Princess setelah itu dia duduk kursi yang ada di sebelah ranjang.
"Sayang bangun, kamu lagi bercanda kan dengan aku. Kamu tidak benar benar ninggalin aku di hari pernikahan kita kan sayang"
Van mengusap kasar air mata nya. "maafkan aku yang sudah menghancurkan pesta kita sayang. Kamu mau marah, marah sayang tapi jangan mendiamkan aku seperti ini sayang. Bangun sayang"
Jika Van menangis di samping Van, berbeda dengan Princess yang sekarang ada ditempat yang sangat indah seprti taman banyak pohon dan bunga membuat tempat ibu wangi dan dingin. Ada Ayunan di sana Princess mendekat ke arah Ayunan itu, Princess naik ke ayunan mulai mengayunkan ayunan itu, Princess sangat bahagia di sana.
Saat sedang asik bermain ayunan Princess mendengar suara yang sangat lembut, suara yang salama ini dia rindukan dengan Yuda. Suara ibu nya Princess. Princess turu dari ayunan berbalik, dia melihat ibu nya tersenyum kepada nya.
Angel merentangkan tangan nya kepada Princess. " Ibu"
"Sayang"
"Kamu kenapa ada di sini nak???"
"Aku tidak tau bu, Princess tersesat di sini. Lalu kenapa ibu ada disini???"
"Ini bukan tempat kamu nak, pulang lah sayang. Suami mu menunggu kamu"
"Suami, Van maksud ibu??"
"Dia menunggu kamu sayang, pulang lah jangan ada di sini. Ini bukan tempat kamu, pulang suami mu menunggu kamu"
Tiba tiba Angel menghilang dari hadapan Princess, Princess memanggil manggil ibu nya. Tapi tidak mendengar suara ibu nya. Princess mendengar suara pria yang sangat dia kenal, suara suami nya yang terus memanggil nya
"Ano, Ano, Ano"
"Sayang, kamu tidak mau bangun iya baiklah aku akan menjemput kamu pulang bersama dengan ku sayang"
Saat Van ingin melukai dirinya sendiri jari Princess bergerak, Van merasakan jari jari Princess bergerak yang ada digenggaman nya.
Van memasukan lagi pisau yang dia akan gunakan untuk melukai diri sendiri kedalam jas nya. Van menekan tombol yang ada di sana agar dokter segera datang.
Tidak lama dokter dan perawat berlarian masuk kedalam ruangan Princess, para orang tua yang ada di luar pun penasaran kenapa banyak dokter yang masuk ke dalam ruangan Princess.
Dokter masuk kedalam melihat ke adaan Van yang masih banyak darah di baju yang dia gunakan menjadikan dokter dan perawat ngeri melihat Van.
"Kenapa kalian malah melihat saya berengsek, cepat periksa istri saya sialan"
__ADS_1
Dokter melihat ada jari Princess bergerak. "Pasang kembali alat alat nya"
"Baik dok"
Setelah alat alat terpasang Princess membuka mata nya secara perlahan, dokter yang menyaksikan semua ini sungguh tidak percaya, orang yang sudah dinyatakan meninggal hidup kembali saat suami nya datang.
Princess berkedip kedip untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata nya, Nisa melihat semua serba putih dan ada Van yang berdiri tidak jauh dari nya dengan air mata yang belum mengering, Princess tersenyum kepada Van.
"Sayang"
"Ano"
"Sayang" Van mendekat ke arah Princess dengan langkah yang bergetar dia menatap cinta nya bangun.
"Ano"
Van menciumi seluruh wajah Princess, Dokter yang ada di sana merasa terharu orang yang ditakuti menangis dihadapan mereka. Dia menangisi istrinya, ternyata benar berita yang beredar kalau Tuan muda Alexander sudah menemukan pawang nya.
"Kamu menakuti ku sayang"
"Kamu membuat pesta ku hancur"
"Aku akan memberikan kamu pesta yang lebih dari kemarin sayang, cepat sembuh"
Princess tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, dan itu membuat Van merasa lega cinta nya istrinya kembali kepadanya.
"Maaf tuan muda, saya minta tolong anda keluar dulu kami ingin memeriksa nona muda"
"Hem" Van mencium kening Princess setelah itu
"Mom" Van mendekat ke arah Aura, dia memeluk Aura dengan sangat erat, jonie yang melihat nya ingin sekali memisahkan mereka tapi dalam ke adaan seperti ini Van yang berduka Jonie mengurungkan Niat nya.
"Sabar sayang"
"Aku sangat bersyukur Mom, cinta ku kembali"
Semua orang yang ada di sana memandang Van yang senyum lebar, dia menatap Yuda yang juga menatap nya, Van tersenyum melangka mendekat ke arah Yuda.
Van memeluk Yuda dengan sangat erat. "Ayah, Princess kembali. Anak ayah kembali"
Deg..
"Nak kamu tidak bohong kan???"
"Tidak ayah tunggu dokter keluar"
Ceklek ..
Dokter keluar dari ruangan khusus itu dengan senyum begitupun dengan perawat yang ada dibelakang dokter. Mereka mendekat ke arah Van dan keluarga nya.
"Syukurlah Nona muda bangun, saya akan segera mengurus kepindahan nona muda ke ruang rawat inap"
"Apa!!!!"
__ADS_1
Suara melengking bukan dari depan dokter melainkan ada dibelakang dokter yang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Apa kata dokter barusan???"
"Princes bangun??? Dia kan dipindah ruangan??? Princess bangun???"
"Iya nona muda"
"Princess sahabat laknat ku bangun mom" Yuvi memeluk El yang ada disamping nya bukan nya memeluk Laudya yang ada di samping dokter
"Mommy di sini nak bukan di sana!!!"
"Sama saja lah mom, aku bahagia mom" Yuvi berganti melompat ke gendongan Van, Van dengan sigap menangkap tubuh sang adik
"Apa dokter tidak bohong kak???"
"Tidak dek"
Yuvi ingin mencium kedua pipi Van tapi malah dia mencium telapak tangan, Yuvi menatap siapa yang berani mengganggu nya ternyata El.
"Kenapa kakak mengganggu ku"
"Cium saja aku jangan dia"
"Kenapa???"
"Aku calon suami kamu dan dia milik Princess"
"Hah"
Luwis dan Laudya terkejut mendengar apa yang El katakan dia calon suami anak nya sejak kapan.
"Sejak kapan kamu menjadi calon suami Yuvi?"
"Sejak hari ini. Eh Aunty kenapa El enggak lihat ada Aunty dan Uncle di sana"
"Kurang ajar"
El yang terkekeh melihat Luwi kesal dengan anak sahabat nya. Dia memang selalu membuat Luwis dan Laudya sanga kesal sejak dia masih kecil.
" Uncle tidak restui"
"Aku kan menculik anak gadis uncle"
"Berengsek, aku ledakan kepala mu mau???"
"Tidak"
"Lalu mau mu apa???"
"Menjadi menantu Uncle"
"Kenapa kamu pulang bikin kesel aja balik sana ke asal kamu"
__ADS_1
Semua orang terkekeh melihat perdebatan Luwis dan El yang setip bertemu tidak ada yang mau mengalah tapi saling menyayangi. El tumbuh dengan Yuvi di lingkungan yang sama dengan Yuvi setelah ke dua orang tua El meninggal karena perang. Menjadikan El keluarga Luwis yang merawat, karena Laudya ingin anak laki laki.