PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PERNIKAHAN


__ADS_3

Arion, Arvin, Yoga sudah mengucapkan ijab Qobul dengan lantang dan tegas hanya dengan satu tarikan napas. Arion, Arvin, Yoga mengucapkan Alhamdullilah bersyukur karena mereka di lancarkan dalam proses ijab Qobul.


Tiga perempuan yang menunggu tidak jauh dari tempat ijab Qobul bersama dengan ibu ibu mereka, bersyukur. Mereka saling peluk menyalurkan rasa bahagia mereka.


"Mi, aku sangat bahagia" Ella memeluk Princess dengan manja.


"Mom, akhirnya aku bisa sama sih gondrong" Aula memeluk Mommy nya.


"Ma, dedek sah dong sama ayang alpin" Felisa memeluk Mama nya.


Perkumpulan keluarga besar Mafia yang terpengaruh, Lion king, Alexander, Merah, Dragon. Menjadi satu keluarga yang nanti nya akan semakin kuat dan berkuasa.


para ibu mengantarkan putri putri mereka mendekat kearah suami mereka yang masih ada di depan penghulu, Princess membantu Ella duduk di samping Yoga, Nisa membantu Aula duduk di samping Arion, yang terakhir Luluk membantu Felisa duduk di samping Arvin.


Para ibu meninggalkan anak anak mereka di depan penghulu di samping suami mereka, jika Nisa dan Luluk duduk di samping suami mereka, berbeda dengan Princess yang duduk di samping Aura dan Laudya.


Van yang melihat istrinya duduk di samping Mommy nya mendengus, tapi dia tidak bisa protes karena bisa saja Princess semakin marah dengan nya.


Jonie yang ada di samping putra nya, dia malah ingin membuat Van semakin kesal. "Boy, kamu semakin tua semakin jelek saja, mungkin menantu Daddy malu dekat dengan kamu"


Van melirik Daddy nya dengan mengangkat satu alis nya dengan pandangan yang sulit diartikan. "Tua bangka sialan, bilang anak nya jelek"


"Siapa yang tua bangka boy?? Daddy sama Mommy lihat semakin hari semakin romantis" Jonie mengatakan kebenaran kalau memang dia dan Aura istrinya semakin hari semakin romantis.


"Aku dengan Princess juga semakin romantis Dad" Van tidak mau kalah dengan Daddy nya, padahal mereka dari kemarin berjauhan.


"Ala bohong aja kamu Boy"


"Sudah lah Dad, aku malas berdebat dengan Daddy"


Van dan Jonie terus berdebat dibelakang pengantin, untuk saja mereka hanya berbisik bisik sehinggah tidak mengganggu pengantin yang tengah tukar cincin. Ketiga pria tampan tengah memakaikan cincin di jari manis istri mereka.


Kini giliran para istri yang memakaikan cincin di jari suami mereka, senyum indah terpancar dari istri mereka.


kini Aula, Felisa, dan Ella mencium punggung tangan suami mereka dengan rasa haru yang menyelimuti. para ibu tidak mengira kalau anak-anak mereka sudah besar dan kini sudah menikah, bukan lagi tanggung jawab para orang tua lagi.

__ADS_1


Setelah akad nikah di lanjut sebenar nya akan langsung di lakukan resepsi pernikahan harus mereka urungkan karena ada kendala yang terjadi. Resepsi pernikahan yang akan di lakukan tiga hari lagi setelah masalah mereka sudah selsai.


Tiga pengatin baru bukan nya memikirkan nanti malam akan melakukan hal apa tapi mereka ada di sebuah ruangan khusus yang ada di hotel yang memang sudah di siapkan Van sejak berdirinya hotel. Para orang tua hanya bisa menghela napas karena ada penyerangan yang terjadi di hari yang istimewa anak anak mereka.


Para bapak yang sudah siapa untuk pergi ke medan perang dengan hanya bermodal senjata yang mereka simpan di balik baju yang mereka pakai. Sedangkan para istri harus berganti pakaian lebih dahulu, menjadikan para suami menunggu para istrinya berganti baju.


"Pasti mereka akan lama"


"Yah kita kaum bapak yang sabar saja, kalau tidak mau tidur di luar"


"Ha..iyah. Kaum pria harus banyak menyetok ektra sabar"


"Tuan Van kenapa anda terlihat tidak semangat??".


"Karena saya sudah dari kemarin di diemi istri saya"


"Apa tuan Van beli jajan diluar???" Deon menggoda Van.


"Mana mungkin saya jajan di luar, saya sendiri tidak paham salah saya di mana. Tiba tiba Princess marah kepada saya"


Sedangkan Deon, Van, dan Permana menatap cengo Arif yang malah tersenyum kepada mereka bertiga. "Kenapa kalian menatap ku seperti itu??"


"Apa anda tidak salah di usia Istri saya yang 45 tahun bisa hamil???"


"Kemungkinan tuan Van"


Van memikirkan apa yang di katakan oleh besan nya. "Apa iyah Princess hamil" batin Van


Saat Van dan ketiga bapak tengah berpikir keras, mereka mendengar suara teriakan yang menggelegar dari lorong hotel. Ke empat bapak menoleh kearah sumber suara mereka melihat putri putri mereka tengah berteriak bak tarzan yang ada di dalam hutan.


"Yuuhuuu para bapak"


Ke empat bapak itu mendengus saat mereka sudah semakin dekat dengan mereka, diikuti oleh para suami merek dari belakang.


"Kalian bertiga seperti nya harus segara pindah ke Mansion kalian sendiri" Van menatap kesal menantu dan anak nya.

__ADS_1


"Papi mengusir kami???" Ella yang tidak terima.


"Yah yang di katakan Papi kalian benar" kini giliran Dion yang bersuara.


"Lho Daddy kok gitu sih" Aula tidak terima dengan perkataan Daddy nya.


"Karena kalau tidak segera pindah Mansion kami akan rata dengan rata, setiap hari kalian berteriak bak tarzan" Arif juga kesal dengan putrinya.


"Kanapa Papa diam??"


"Karena Papa merasa ucapan mereka benar"


ke tiga pasangan pengantin baru itu ternganga, Arif yang melihat wajah bodoh anak dan menantu nya semakin membuat nya malas.


"Sudah sana berangkat, kami nanti menyusul belakangan"


"Menyusul setelah kami menang"


"Yah kan kami sudah tua waktu nya menikmati hidup"


"Iyah tua bangka yang enggak pengertian"


Ke empat bapak kini yang di buat kesal degan anak dan menantu mereka, para anak sangat senang melihat wajah para bapak yang sudah seperti tertindas istri.


tiga pasang pengantin baru itu melangka meninggalkan para bapak yang seperti nya menunggu istri mereka sebelum mereka benar benar akan datang ke medan perang.


Saat para bapak tengah kesal dengan anak anak mereka, mereka mendengar pintu kamar terbuka mereka mengalikan pandangan mereka yang awal nya ke anak anak kini ke pintu yang terbuka.


Para bapak melihat para istri yang sudah siap dengan pakaian mereka untuk perang, istri mereka berjalan kearah suami mereka. Tapi tidak dengan Princess yang berjalan lebih dulu meninggalkan Van yang semakin frustasi.


"Sayang.."


Princess berhenti lalu menghadap kebelakang, menatap Van dengan tajam. Van yang di tatap seperti itu merasa ngeri. "Baik lah tuan putri silahkan berjalan dulu"


Sedangkan yang lain ingin tertawa tapi mereka juga merasa ngeri dengan Princess yang menatap tajam Van. Seorang matan ketua Mafia merasa takut kepada istri istri mereka.

__ADS_1


Sungguh menggemaskan bukan para bapak ini yang pada bucin kepada istri mereka. mereka berjalan dengan Princess jalan di depan. Mereka akan datang memenuhi tantangan musuh yang menantang mereka.


__ADS_2