
Sesuai dengan permintaan Aura dan Jonie setelah pulang membeli Bakso keinginan Princess, Van dan Princess pulang ke mansion utama. Mereka masuk ke dalam Mansion yang di sambut hangat oleh Maharani yang ada di ruang keluarga.
"Sudah Grandma katakan tinggal lah di sini sampai Princess melahirkan tapi anak nakal ini tidak setuju, dan sekarang kembali kemari dengan alasan apa???"
"Maafkan Ano Grandma"
"Sudah ajak istri kamu masuk di pasti sangat lelah"
Sedangkan Aura dan Jonie duduk di ruang keluarga menemani Maharani yang sedang menonton acara kesukaan nya gosip yang akhir akhir ini menjadi topik hangat.
Maharani sangat suka dengan gosip gosip para artis yang sedang Viral, dia juga sangat geram kalau gosip yang dia tonton menyiarkan perselingkuhan.
"Au, kamu harus jaga baik baik suami kamu kalau tidak pasti di ambil kucing betina"
"Kucing betina siapa Bu???"
Aura sangat tidak menyambung saat Maharani mengatakan kalau suami nya akan di ambil kucing betina. "Apa sekarang kucing menyukai manusia bu???"
"Au jangan dalam mode polos saat membahas suami"
"Tapi Aura tidak tau bu maksud ibu"
"Karena kamu terlalu percaya sama tua bangka itu"
Jelas perkataan Maharani yang mengatakan Jonie tua bangka membuat nya terkejut, pasal nya di usia nya yang tidak lagi muda dia masih terlihat sang Hot, dan mungkin para jomblo mau dengan Jonie yang memiliki pada atletis dan wajah yang masih tampan.
Kalau di bandingkan Jonie dengan para laki laki remaja lebih Hot Jonie. "Bu, aku masih sangat tampan dan menggoda"
"Siapa yang mengatakan nya???"
"Menantu ku bu"
"Princess mungkin sedang dalam keadaan tidur saat mengatakan nya"
"Aku tidak terima ibu mengatai ku tua bangka"
"Kenapa??? Apa yang akan kamu lakukan"
"Tidak ada, yang ada aku melawan ibu tidak ada menang menang nya!! Kalian para perempuan kan selalu benar"
"Yah sudah tau, kenapa masih saja melawan"
"Karena kakak lagi tidak ada kerjaan bu"
__ADS_1
Bukan Aura atau Jonie yang menyahut tapi Laudya yang datang dengan suami dan Anak nya Yuvi, mereka bertiga mendekat ke arah Maharani yang ada di sofa ruang keluarga, Laudya mencium ibu mertua nya dengan sayang setelah itu Aura sang kakak ipar.
Setelah itu Yuvi juga melakukan hal yang sama dengan Mommy nya, begitupun dengan Luwis, beda nya saat dengan Aura dia hanya menyapa saja, Jika Luwis berani mencium atau memeluk sudah di pastika pulang dari Mansion utama dia akan mengeluh kepada Laudya badan nya sakit semua karena sang kakak yang memberi hadia cuma cuma.
"Apa yang kalian bahas seperti nya seru sekali Bu"
"Ini kakak kamu rasa nya ibu ingin memukul nya dengan tongkat kramat ibu"
"Kenapa memang nya bu???"
"Ibu mengatakan kalau jangan sampai Jonie di ambil kucing betina, dia malah bertanya apa sekarang kucing suka manusia"
"Apa yang salah dengan jawaban kakak bu???"
"Hah!! Lelah aku bicara dengan kalian berdua yang sama sama polos"
"Jangan dengarkan ibu, ibu hanya khawatir yang tidak beralasan"
"Ha maksud nya bagaimana kak???"
"Maksud ibu kucing betina itu pelakor"
"Oh!!! Kalau Luwis di ambil pelakor aku tembak saja kepala mereka berdua dan aku bisa menikmati kekayaan Luwis bu"
"Kamu pintar sekali nak, ibu akan dukung kamu"
"Kamu terlalu bermurah hati nak, Tembak saja dua telur nya"
"Itu ide yang bagus juga bu"
Sedangkan Luwis dan Jonie sudah sangat ngeri membayangkan apa yang istri istrinya katakan terjadi kepada mereka, Yuvi yang melihat itu pun mengejek Daddy dan Uncle nya.
"Badan aja gede, sama musuh maju tanpa mundur!! Sama bini aja kalah"
Luwis dan Jonie yang mendengar apa yang di katakan Yuvi pun melotot menatap Yuvi, dengan kesal. Bagaimana mungkin Yuvi mengatakan itu begitu sangat enteng. Tentu saja enteng orang Yuvi perempuan, pemenang dalam keluarga Alexander.
Mereka tenga asik bercanda dan tawa, tapi tawa mereka di hentikan oleh suara berat dan dingin seseorang, siapa lagi kalau bukan Van yang tenga menggendong Princess ala Bridal style.
Van mendudukkan Princess di samping Yuvi yang tenga memangku kripik di pangkuannya, dia sibuk dengan kripik nya. Lalu Van duduk di samping Luwis, karena Laudya berada di samping Aura.
"Bagaimana dia bisa menikah dengan perkumpulan Mafia???"
"Yang Daddy tau dia menjebak Tuan Xion"
__ADS_1
"Menjebak??? Maksud nya???"
"Saat tuan Xion tenga mabuk berat dia membawa nya ke kamar penginapan yang tidak jauh dari sana, setelah itu dia pura pura di nodai Xion"
"Hemm menjadikan tuan Xion menikahi nya???"
"Iyah begitulah"
"Karena orang orang kita yang ada di sana terus mengawasi pergerakannya sampai dia menikah dengan tuan Xion"
"Lalu dia mengajak tuan Xion datang kesini"
Van menatap Istrinya yang sibuk dengan Yuvi, sibuk dengan kripik yang ada di pangkuan Yuvi, mereka terus memakan hingga tandas tinggal toples kaca itu.
Pembahasan mereka berubah serius setelah kedatangan Van dengan Princess, karena mereka takut kalau dia kembali untuk membalas dendam kepada Princess, apalagi Princess tenga mengandung menjadikan mereka lebih serius lagi untuk menjaga Princess.
Princess yang sibuk mendengar nama nya di sebut sebut pun mendongak menatap Van setelah itu para tetua secara bergantian. "Kenapa???"
Mereka semua menatap Princess yang sedang menatap mereka semua dengan pandangan polosnya membuat para orang tua sangat gemas dengan Princess.
"Tidak apa apa sayang kami hanya ingin membahas masa depan kalian"
"Oh benarkah Mom?? Masa depan yang bagaimana Mom"
"Yang jelas masa depan kamu dan Van selalu jaya dan enggak ada satu orang pun yang mengganggu kalian dan anak anak kalian sayang"
"Siapa Mom yang mengganggu???"
"Ano sangat kuat Mom, Mommy jangan khawatir"
"Kamu selalu bisa sayang"
Semua orang yang ada di sana sangat gemas, tidak tau saja kalau orang yang mereka khawatirkan sudah menikah dengan ketua Mafia yang licik di dunia bawah.
Van yang gemas mendekat ke arah Princess lalu menggendong Princess menjauh dari ruang keluarga, dan itu semua sukses membuat yang ada di sana geram dengan Van. dia yang memulai membahas dia juga yang meninggalkan pembahasan.
"Bikin kesel aja itu anak"
"Yah itu anak Daddy"
"Dan anak Mommy juga"
"Iyah juga yah Dad"
__ADS_1
Semua yang ada di sana memutar bola nya malas mendengar apa yang di katakan oleh Aura, dia termasuk golongan perempuan polos pada masa nya, dan mungkin saat ini masih melekat pada diri Aura.
Jonie yang juga gemas pun mengikuti jejak Princess yang menggendong Aura menjauh dari ruang keluarga dan meninggalkan Luwis, Laudya, Maharani, sedangkan Yuvi sudah meninggalkan ruang keluarga setelah Princess dan Van naik kelantai tiga dimana kamar mereka begitupun dengan Yuvi yang berada di lantai tiga.