
Van merobek didepan Princess, Princess merasa kehilangan uang 500 juta nya yang akan dia terima setiap bulan nya.
Princess terduduk lemas di sofa yang ada di dalam kamar. Pikiran Princess berkelana.
Van menatap Princess yang terduduk lemas di atas sofa. "Kenapa kamu???"
"Apa???"
"Kamu masih sakit???"
"Tidak!!"
"Lalu???"
"Aku tidak jadi mendapat gaji 500 juta perbulan" Princess menatap Van dengan sendu
Van mengerti kenapa Princess terlihat tidak semangat. Van mengambil dompet yang ada di kantong celana kain nya, Van mengambil dua kartu tipis yang ada didalam dompet.
"ini ambil lah" Van memberikan kartu itu kepada Princess
"Apa ini??"
"Untuk kamu, simpan dan gunakan sesuka mu"
"Aku tidak bisa menggunakan nya, lalu ini kenapa ada dua kartu???"
"Satu kartu buat uang bulanan kamu, satu nya untuk uang jajan kamu"
"Kalau uang jajan saja kasih uang cas saja"
"Ambil lah dari kartu itu"
Princess tidak menolak pemberian Van karena dia pikir isi dari kartu itu tidak terlalu banyak. Princess memasukan dua kartu itu kedalam dompet kecil yang selalu menemani nya kemana pun dia pergi.
"Princess"
"Aku ke kantor dulu, aku ada urusan di kantor sebentar"
"Hati hati, aku tidak turun yah aku lemas kehilangan uang 500 juta"
Van mendekat lalu mencium kening Princess yang membuat Princess mematung, suhu tubu yang tiba tiba naik.
"Aku pergi dulu" Van melangkah keluar dari dalam kamar
Princess kembali sadar dari keterkejutan nya saat Van pamit. Van melangka ke arah pintu kamar. Princess menatap punggung Van yang hilang dibalik pintu kamar
"Huu mungkin belum saat nya aku jadi kaya" Batin Princess
Tidak lama kepergian Van terdengar ketukan pintu. Princess beranjak dari duduk nya membuka pintu, melihat siapa yang datang.
Ceklek...
"Siapa??"
"Tante"
"Turun lah Grandma Van ingin bertemu"
"Iyah tan"
Princess dengan Aura turun dari untuk menemui Maharani. Maharani tidak sabar ingin menemui calon istri Van yang selalu diceritakan Aura kepada nya.
Maharani mendengar kalau Princess baru pulang dari rumah sakit, karena luka tusukan. Luka Princess membaut Maharani ingin segera bertemu dengan Princess. Entah kasihan atau hanya sekedar ingin melihat nya saja.
Princess dan Aura sampai dilantai bawa. Mereka berdua melihat maharani yang sedang berbincang dengan Eva.
Kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan Maharani. Entah apa yang mereka bicarakan, sehingga membuat Maharani tertawa.
"Bu!!!" Aura memanggil ibu mertuanya
Maharani menoleh ke samping dimana menantu nya yang berdiri dengan seorang gadis cantik. Maharani menatap Princess dengan senyum.
Aura membawa Princess lebih mendekat ke arah Maharani. "Bu ini Princess yang beberapa hari ini aku ceritakan"
Maharani hanya tersenyum dengan mengangguk pelan. Maharani menatap Eva memberi kode untuk meninggalkan mereka.
Princess duduk di tengah tengah Maharani dan Aura. Princess bingung kenapa Maharani menatap nya menelisik.
"Kamu yang nama nya Princess???"
"Iyah Nek"
__ADS_1
"Apa luka mu masih sakit???"
"Tidak Nek"
"Siapa nama Ayah dan Ibu mu???"
"Ayah saya Yuda Manofo dan Ibu saya Angel Felicia"
"Kamu mencintai Van???"
"Iyah Nek"
"Apa yang kamu cintai dari seorang Van yang berdarah dingin??? Uang nya atau Van nya???"
"Ano Nek"
"Ano??? Kamu memanggil nya Ano???"
"Iyah Nek"
Maharani sedikit terkejut dengan panggilan Princess yang memanggil nya Ano, panggilan Ano hanya Maharani yang bisa memanggil Ano.
Tidak ada yang memanggilnya Ano selain Maharani. Dia akan selalu marah jika orang lain yang memanggil nya Ano.
Maharani percaya bawa gadis cantik disebelah nya ini sangat berarti buat cucu nya, setelah Sinta mengkhianati nya.
"Cepat sembuh dan datang ke mansion utama"
"Besok Van mengajak saya ke sana Nek"
"Apa kamu sudah benar benar sehat??? Jangan memaksa, kalau belum benar benar sehat nak"
"Saya sudah lebih baik Nek"
Obrolan mereka tidak terasa sudah sangat lama. Van pulang kantor melihat tiga wanita yang dia sayangi tertawa lepas.
"Apa yang kalian tertawakan???"
"Ano cucu Grandma!! Akhir nya kamu pulang juga, Grandma sudah menjamur menunggu kamu palang anak nakal"
"Aku banyak pekerjaan"
"Meninggalkan dia yang sedang sakit!! Untung Grandma datang jadi dia tidak kesepian di mansion mu"
Sedangkan Aura mengantar ibu mertua nya ke kamar yang ada di mansion Van, setelah mengantar Maharani, Aura menuju kamar nya.
Kembali ke pasangan yang tak memiliki hubungan Princess dengan Van. Mereka memasuki kamar dengan Van yang masih menggendong Princess.
"Ano, nenek kamu sangat asik"
"Kenapa???"
"Tadi nenek menceritakan masa kecil kamu yang tidak mau lepas dari nya"
"Lalu apa lagi???"
"Kami bercerita banyak Ano. Dan juga kesedihan kamu saat Sinta berkhianat"
"Itu masa lalu, sekarang kamu masa depan ku"
"Kamu mandi dulu ini sudah Sore"
Van menurun kan Princess dari gendongan nya dengan pelan, Van takut jahitan yang ada diperut Princess terbuka lagi.
Princess melangka masuk kedalam kamar mandi, setelah Van menurun kan nya. Princess menatap diri nya di pantulan cermin yang ada dikamar mandi.
"Kenapa dia berubah sangat manis??"
"Apa dia kasihan dengan ku, karena aku baru pulang dari rumah sakit???"
"Atau dia suka lagi sama kau??"
Princess bertanya pada dirinya sendiri, tentang sikap Van yang sangat manis akhir akhir ini. Dengan masih berceloteh mempertanyakan Van yang berubah manis.
Princess mulai acara mandi nya dengan bertanya tanya pada diri nya dan juga bersenandung. Memang sangat tidak jelas Princess mewehehehe.
Van duduk di sofa kamar dengan laptop yang ada di meja depan sofa. Van membawa pekerjaan nya pulang, karena tidak mau terlalu lama di kantor.
Princess yang baru keluar kamar mandi melihat Van yang sangat Fokus dengan laptop didepan nya, wajah serius, kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya. Van terlihat sangat tampan.
Raut waja Van datar dan serius membuat candu bagi Princess. Princess sangat suka saat Van sedang serius seperti sekarang ini.
__ADS_1
Van yang merasa ada yang menatap nya, mendongak melihat siapa yang menatap nya. Van melihat Princess yang hanya diam di depan pintu walk in closet pun bingung.
"Princess"
Princess dengan suara Van yang memanggil nya. Princess yang tertangkap basa sedang menatap Van tidak menyahut saat Van memanggil nya.
Princess langsung masuk kedalam walk in closet,lalu menutup pintu nya. " Ya allah malu banget"
"Mau ditaruh mana ini muka, bodoh banget" Princess berceloteh dengan memegang dada nya yang terasa berdisko.
Princess yang sudah 30 menit berada di walk in closet tak kunjung keluar kamar. Van yang merasa Princess belum keluar dari walk in closet.
Van beranjak dari duduk nya mendekat ke arah ruang ganti.
Tok .. Tok.. Tok
"Princess. Apa kamu baik baik saja???"
"Iyah"
"Kenapa belum keluar juga"
"Iyah tunggu sebentar, aku segera keluar Ano"
"Baik, cepat lah. Aku mau mandi dulu, setelah itu kita turun"
"Iyah"
Van masuk kedalam kamar mandi yang bersebelahan dengan walk in closet. Princess yang ada di dalam walk in closet, mondar mandir sampai ketukan pintu menghentikan langka nya.
"Princess. Kamu masih didalam??"
Ceklek...
"Kenapa lama sekali???"
"Tapi perut ku sedikit nyeri jadi aku duduk dulu di kursi yang ada didalam" Alibi Princess
"Apa masih sakit?? Kalau masih sakit ayo kita ke rumah sakit"
"Tidak Ano, Sudah lebih baik"
"Benarkah???"
"Hemmm"
"Yah sudah kamu istirahat dulu, setelah ini kita turun"
"hemm"
Princess duduk di tepi ranjang menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang. Van berganti pakaian.
Tidak lama Van keluar dari ruang ganti berjalan mendekat ke arah Princess, tanpa aba aba Van menggendong Princess ala bridal style.
Van melangka ke arah pintu dengan Princess yang ada di gendongan nya. Van mengajak Princess ke ruang keluarga.
"Eva"
Eva yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara. " Iyah tuan muda"
"Panggilkan Mommy dan Grandma"
"Baik tuan muda"
Eva meninggalkan pasangan itu untuk menemui nyonya besar nya. Eva mengetuk pintu kamar Maharani untuk menyampaikan pesam Van setelah itu Eva menemui Aura dikamar nya. Menyampaikan bawa Van memanggil nya.
Princess dan Van sudah lebih dulu diruang keluarga, menunggu Aura dan Maharani. tidak lama kedua wanita yang berbeda usia itu datang. Mereka duduk di sofa keluarga
"Ada apa Ano???"
"Aku ingin meminta Restu Grandma"
"Apa kamu sudah yakin???"
"Sudah Grandma"
"Apa kamu tidak memaksanya Ano???"
"Tidak"
"Baik lah Grandma Restui kalian"
__ADS_1
Setelah mendapatkan Restu dari Maharani. Van mengajak Princess kembali ke kamar.
Sedang kan dua wanita berbeda generasi itu melangka ke meja makan. Van dan Princess ingin makan berdua dengan Princess di kamar.