
Mentari baru menampakkan diri nya, Van sudah ada didepan rumah Princess. Entah apa yang akan Van lakukan sepagi ini.
Van menatap rumah Princess dari dalam mobil. Van belum ingin turun dari dalam mobil, dia hanya melihat tanpa berniat mendatangi rumah Princess.
"Apa dia sudah bangun???"
Van masih setia di depan rumah Princess. Tapi sepertinya belum ada tanda tanda ada yang ingin keluar dari rumah.
Hingga matahari di atas belum ada yang keluar dari dalam rumah, Van menatap rumah Princess dengan bingung.
"Aku berada disini setelah subuh dan sekarang sudah siang, tapi kenapa Princess atau ayah nya belum keluar dari rumah"
Van bertanya tanya dalam dirinya sendiri, dengan perasaan yang tidak menentu Van keluar dari dalam mobil, berjalan mendekat ke arah rumah Princess.
Van mengetuk rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal Princess dengan ayah nya. Sudah beberapa kali Van mengetuk pintu rumah Princess, tidak ada yang kunjung keluar.
"Maaf mas, mau mencari yang punya rumah yah???"
Van menoleh saat ada yang berbicara dibelakang tubuh nya. " Iya pak, kemana yah???"
"Anak pak Yuda dibawa ke rumah sakit mas"
"Ke rumah sakit???"
"Yah mas, kemarin ada beberapa orang yang datang ke rumah pak yuda, lalu mereka menyerang pak Yuda dengan anak gadis nya. Anak gadis nya terkenal tusukan diperutnya mas"
"Rumah sakit mana???"
"Rumah sakit ......."
"Terima kasih"
Van berlari menuju dimana mobil nya terparkir sejak setelah subuh tadi. Van melajukan mobil nya dengan dengan kencang, yang ada dipikiran nya hanya keadaan Princess.
Van sampai diparkiran Rumah sakit. Van berlari masuk ke dalam rumah sakit, Van menanyakan ruangan Princess kepada Resepsionis rumah sakit.
Setelah tau Van menyusuri lorong rumah sakit dengan dada nya yang sesak, perih. Van berjalan memelankan langkanya melihat Yuda menunduk di kursi tunggu.
"Om.."
Yuda menoleh saat mendengar ada yang memanggil nya. "Tuan muda"
"Apa yang terjadi???"
"Lima orang datang ke rumah kami dengan membawa senjata tajam"
"Siapa mereka???"
Yuda menggelengkan kepalanya, Yuda memang tidak tau kenapa mereka kemarin malam diserang di rumah nya sendiri.
"Apa mereka perampok???"
"Tidak... Yuda menarik nafas sebelum kembali bersuara. " Mereka tidak mengincar apa yang kami punya, tapi mereka menginginkan nyawa putri ku.
Deg...
Jantung Van terasa berhenti mendengar apa yang Yuda katakan, apa semua ini ada hubungan nya dengan nya.
Van merasa terluka nya Princess ada hubungan nya dengan nya, Van berpikir jika musuh nya menginginkan keterpurukan nya. Sebelum menjatuhkan nya.
"Maksud nya menginginkan nyawa Princess???"
"Saya tidak tau tuan muda, yang mereka katakan hanya akan melenyapkan putri ku" Yuda sangat terpuruk anak semata wayang nya terbaring di rumah sakit, belum sadar kan diri.
Tidak lama dokter keluar dari ruangan Princess. Dokter terkejut saat melihat Van ada di sana, mata tajam Van menatap dokter yang selesai memeriksa Princess.
"Bagaimana keadaannya???"
"Su-sudah agak membaik tuan muda"
"Pinda kan dia keruangan Vvip"
"Baik tuan muda"
"Jelaskan???"
"Pasien sempat kehilangan banyak darah kemarin, tapi syukurlah stok darah di rumah sakit ada, kalau tidak mungkin sekarang pasien kritis"
"Apa luka nya dalam???"
"Lumayan dalam tuan muda, tapi untung tidak sampai mengenai organ dalam nya"
"Jika terjadi sesuatu dengan dia, aku pastikan rumah sakit ini akan rata dengan tanah"
__ADS_1
Dokter, suster dan Yuda terkejut mendengar ucapan Van yang sangat dingin, aura yang sebelum kedatangan nya sepi, kini berganti mencekam.
"Saya pergi dulu om"
"Ah yah tuan muda"
Van melangka kan kaki nya meninggalkan rumah sakit, Van datang ke markas. Sebelum Van datang ke markas, Van menghubungi Roy untuk membatalkan semua Rapat hari ini dan menyuruh Roy datang ke markas.
Van keluar dari mobil nya, para pengawal yang melihat tuan mereka datang langsung menunduk hormat.
"Panggil Robby untuk datang ke ruangan ku"
"Baik tuan muda"
Van masuk kedalam lift naik kelantai 3 dimana ruangan nya berada. Van masuk kedalam ruangan nya tapi pikiran nya berkelana kemana mana.
Tok... Tok.... Tok...
"Masuk"
"Anda memanggil saya tuan muda"
"Hemm"
"Ada apa tuan muda memanggil saya???"
"Cari tahu siapa yang melukai Gadis ku"
"Baik tuan muda"
"Cari sebelum besok atau aku akan memecahkan kepala mu"
"Baik tuan muda"
Robby sudah paham jika ada yang mengusik nya melewati batasan seorang Van, Pasti Van akan juga akan melampiaskan nya kepada bawahan nya.
"Mungkin dia pawang seorang Van" Batin Robby menyusuri lorong lantai tiga dimana ruangan Van.
Roy menepuk bahu Robby yang melamun saat berjalan, sampai tidak menyadari melewati Roy saat berpapasan.
"Kenapa kamu melamun???"
"Apa dia pawang nya???"
"Mungkin"
"Kau tau???"
"Dia sangat istimewa bagi tuan muda"
"Aku pergi dulu"
Robby meninggalkan Roy di lorong markas lantai 3. Mungkin Roy akan menemui Van di ruangannya.
Tok ... Tok... Tok ...
Roy membuka pintu setelah mengetuk tiga kali, berjalan mendekat ke arah Van yang sedang melamun. Entah apa yang Van pikirkan sehingga tidak menyadari kedatanganya.
"Tuan muda"
"Tuan muda"
"Tuan muda"
Van menoleh ke asisten yang setia menemaninya selama ini. "Kenapa???"
"Nona Princess sudah siuman tuan"
Saat Van akan beranjak dari duduk nya, suara Roy menghentikan pergerakannya.
"Nona Sinta dibalik ini semua tuan"
"Lenyapkan dia, Beri tau Robby cari orang bayaran yang Sinta bayar"
"Aku ingin bermain main dengan Dia"
"Nona Sinta sudah tidak di indonesia taun muda"
Van menoleh ke arah Roy, Menatap Roy tajam dengan memain kan pistol di tangan nya.
"Nona Sinta ada di LA"
"Beri tahu bawah mu yang ada di sana untuk mencari nya dan bawah ke sini"
__ADS_1
"Baik tuan muda"
Van benar benar pergi dari ruangan nya meninggalkan markas menuju rumah sakit dimana Princess dirawat.
Di rumah sakit Princess, sudah sadar Princess menatap Yuda yang ada disamping ranjang nya. Yuda menatap putri nya semata wayang nya dengan sendu.
"Kenapa ayah menatap ku seperti itu???"
"Karena ayah kamu ada disini"
"Apa maksud ayah???"
"Kalau Ayah bisa melindungi kamu saat itu mungkin kamu tidak akan ada disini"
"Cukup yah, semua sudah jelas mereka menginginkan Princess yah"
"Apa ayah baik baik saja???"
"Apa kepala ayah sakit???"
"Ayah tidak apa apa nak, jangan khawatir"
" Andai malam itu kamu tidak pulang nak"
Dimana Princess dengan Yuda tenga asik menonton di ruang tamu, ada yang mengetuk rumah mereka. Yuda membuka kan pintu rumah nya tidak berpikir jika yang datang orang yang ingin melukai putrinya.
"Siapa???"
"Malaikat maut putri mu dan diri mu tua bangka"
mereka ingin memegang tangan Yuda, dengan cepat ditepis oleh Yuda. Yuda diserang langsung oleh lima orang yang datang.
Princess yang mendengar keributan keluar ingin mencari tau apa yang terjadi, melihat Yuda yang di serang Princess mendekat ingin membantu sang ayah.
Saat melihat incaran mereka datang mendekat, mereka menyerang secara membabi buta Yuda. Yuda yang melihat Princess mendekat tidak fokus terhadap lawan.
"Princess pergi nak" Yuda berteriak saat melihat Princess mendekat ke arah nya
Dukk...Ahhha...Bruk
Kepala Yuda dipukul sampai pingsan, Princess yang terkejut ayah nya dipukul pun mematung ditempat, tidak menyadari jika nyawanya dalam bahaya.
Saat Princess ingin mendekat ke arah Yuda, benda mengkilat runcing menembus baju hingga ke kulit perut nya.
Jleb.. Jleb ... Jleb
Buliran bening jatuh saat tusukan terakhir yang Princess rasa kan, Princess memegang perut nya yang terus mengeluarkan cairan merah.
Princess menatap Yuda yang sudah tidak sadarkan diri, Membuat dada Princess sakit. Princess merasakan sakit berkali kali lipat melihat Yuda pingsan dengan perut nya yang terluka
Samar samar Princess mendengar teriakan warga, sebelum ke lima orang itu melarikan diri. Sebelum kesadaran Princess menghilang sepenuh nya.
"Yah. Princess kan sudah baik baik saja dan segera sembuh, jadi ayah jangan sedih lagi yah"
"Kamu dan ayah kamu setelah ini pinda ke rumah yang sudah aku siapkan"
Princess dengan Yuda menoleh ke arah sumber suara, mereka melihat Van baru masuk ke ruang rawat Princess dengan membawa buah tangan di tangan nya.
"Ano"
"Hemmm"
"Kamu tau dari mana aku disini???"
"Dari tetangga kalian"
"Om makan lah, aku yakin jika om belum makan"
"Saya tidak selera makan taun muda"
"Makan lah yah, Princess tidak apa apa"
"Ayah tidak lapar nak"
"Ayah"
"Baik lah ayah makan"
Yuda menggambil makana yang Van berikan, setelah itu memakan nya meskipun tidak selera.
Van mendekat ke arah Princess, duduk di sebelah ranjang Princess. "Kamu pulang lah ke mansion di sana aman"
"Ayah kamu biar pulang ke rumah yang sudah aku siapkan"
__ADS_1
"Terima kasih Ano"
Mereka berbincang bincang dengan Princess yang merasa sedikit tenang saat ke hadiran Van. Princess merasa aman didekat Van.