PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
AYAH


__ADS_3

Setelah perdebatan sayap selesai kini berganti dengan kehebohan Yuvi yang baru pulang dari kuliah.


Yuvi mendengar cerita dari Aunty dan juga Mommy jika tadi pagi sangat heboh di mansion, bagaiman tidak heboh jika Van membeli satu kardus sayap dan masih ada lagi satu kantung kresek besar.


Princess juga sudah memberi Yuvi beberapa sayap untuk setok nya mungkin bisa Yuvi gunakan dalam jangka satu tahun.


Meninggalkan kehebohan Yuvi dengan para orang tua. Kini pasangan tunangan sedang menonton acara kartun di tv.


Mereka tertawa bersama saat film menampilkan adegan lucu, Van yang biasanya kaku sekarang tertawa lepas bersama dengan Princess sang tunangan.


Van benar benar tidak menghiraukan laptop nya lagi setelah mengecek email yang masuk ke surel nya.


Van memberikan waktunya kepada Princess dia ingin menemani Princess, seperti sekarang ini seorang Van menonton acara tv.


Van bersandar di sandaran ranjang, sedangkan Princess bersandar di dada bidang Van dengan Van yang memeluk Princess.


"Lucu sekali Ano kucing itu"


"Kamu senang sayang"


"Sangat senang Ano"


Van dan Princess kembali menikmati acara tv nya, dengan tawa kedua nya. Sedangkan Princess yang tadi nya ketawa tawa berhenti ketawa dan bersuara.


Van yang penasaran menunduk melihat wajah cantik calon istrinya. Van tersenyum melihat Princess sudah tertidur di pelukan nya.


Van mengusap lembut rambut hitam Princess, Van menikmati acara tv nya sendiri. Sampai akhir nya Van menidurkan Princess di ranjang.


Setelah membetulkan tidur Princess Van beranjak dari ranjang menuju sofa yang ada di kamar nya.


Van melanjutkan bekerja dari rumah, Van sangat sibuk tapi Van meluangkan waktu nya demi sang calon istri.


Van melanjutkan pekerjaan nya sampai sore, tidak menyadari jika Princess sudah selesai mandi dan sekarang duduk di meja rias untuk menyisir rambut nya.


"Ano apa kamu terlalu sibuk, sampai kamu tidak tahu aku berjalan didepan mu"


Van mendengar suara lembut yang selalu dia ingin dengar kan setiap hari, sampai pekerjaan di kantor di bawa pulang demi mendengar suara lembut nya.


Van menolehkan wajah nya ke arah sumber suara dan melihat Princess yang tersenyum kepada nya, senyum yang selalu membuat nya candu ingin melihat nya.


"Sayang kamu sudah cantik dan wangi kapan kamu mandi???"


"Kamu tidak tau aku mandi Ano??? Kamu juga tidak tau aku berjalan didepan mu saat ke sini Ano????"


"Tidak sayang???"


"Apa kamu begitu sangat sibuk Ano???"


"Tidak??"


"Lalu???"


"Aku hanya melihat email yang dimanipulasi disini"


"Karena itu kamu sangat serius sayang"


Dada Van begitu dag dig dug saat Princess memanggil nya Sayang. Van memegang dada nya yang terasa jantung nya lebih cepat.


"Sayang"


"Hemm"


"Kamu memanggil ku apa sayang???"


"Sayang"


"Gemmm"

__ADS_1


"Kenapa Ano???"


"Tidak apa apa, aku suka kamu memanggil ku sayang"


"emm benar kah begitu sayang"


"Gem iya"


"Sekarang mandilah karena sudah mau sore Ano"


"Ah iya kalau begitu, aku mandi dulu"


Van mematikan laptop nya lalu beranjak dari duduk nya melangka menunju kamar mandi, setelah Van masuk kamar mandi Princess merapikan dokumen dokumen yang ada dimeja tempat Van bekerja.


Setelah selesai Princess melangka menuju pintu kamar, Princess keluar kamar. melangka masuk kedalam lift.


Princess keluar dari dalam lift menuju dapur, Princess ingin menyiapkan makan untuk Van keluarga.


"Nona, ada yang bisa saya bantu???"


"Tidak bu"


"Princess ingin memasak bu"


"Tapi nona??"


"Sudah sebaik nya ibu bantu aku untuk memasak"


"Saya mau masak cumi asam manis, sama ikan bakar"


"Baik lha nona"


Eva dan yang lain mulai membantu Princess untuk memasak, Princess sangat Ahli dalam hal memasak.


Eva yang melihat langsung Princess memasak sangat kagum, karena baru kali ini Eva melihat langsung nona nya memasak.


"Terima kasih yah"


Meninggalkan Princess yang memasak, di kamar Van yang baru selesai mandi. Mencari keberadaan Princess.


Bagaimana tidak mencarinya, saat dia masuk kamar mandi masih anteng dimeja rias, saat keluar kamar sudah rapi, dokumen di meja sudah rapi. Tapi Princess tidak ada di dalam kamar.


Van keluar kamar, masuk ke dalam lift menuju lantai satu, dimana Princess menghilang tujuan nya pasti dapur.


Van keluar dari dalam Lift menuju dapur dan benar saja ada bau makanan yang tercium Van saat melangka masuk kedalam dapur.


"Sayang"


"Astaga"


Semua pelayan yang bertugas di dapur menunduk saat melihat Van datang ke dapur mereka takut kena marah oleh Van.


Princess membalikkan badan nya, menatap Van yang ada dibelakang nya. Van munduk menatap manik milik Princess hilang sudah kekesalan Van.


Huuufff


"Selalu saja aku tidak bisa marah sama kamu sayang"


"Hemmm"


"Tangan kamu masih sakit sayang"


"Tidak sudah sembuh Ano"


"Ayo kita ke kamar biar mereka yang melanjutkan sayang"


"Aku sudah selesai Ano, tinggal ditata dimeja makan"

__ADS_1


Van tidak banyak bicara lalu menggendong Princess ala bridal style melangka keluar dapur. Van masuk kedalam Lift yang akan membawa mereka ke lantai tiga.


"Kamu selalu menggunakan mata indah kamu untuk menghilangkan rasa kesal ku"


"Bukan aku tapi kamu sendiri"


"Kenapa???"


"Terlalu mencintai ku"


"Kamu calon istri ku"


Van melangkah tanpa melihat jalan dia terus melangkah dengan menatap wajah cantik Princess yang ada di gendongan nya.


Van membuka pintu kamar nya, Van masuk ke dalam kamar dengan Princess yang masih ada di gendongan Van.


Van duduk di sofa yang ada di kamar dengan Princess yang ada dipangkuan nya. Princess mengalungkan tangan nya dileher Van.


"Besok kita fitting Gaun pengantin kamu"


"Hemm, apa sudah selesai???"


"Sudah"


"Sangat cepat"


"Demi kamu"


"Selalu saja begitu alasan kamu"


Mereka mengobrol banyak tentang masa depan mereka, dan Princess tidak mau tinggal di mansion ini karena kemarin banyak orang yang mati di mansion.


"Sesuai keinginan kamu sayang, aku akan menjual mansion ini dan membeli baru buat kamu"


"Terima kasih Ano"


"Ayo turun untuk makan malam, ini sudah waktu nya makan malam"


"Hemmm"


Lagi lagi Ano menggendong Princess turun ke bawa untuk makan. Pelayan yang mereka lewati sangat bahagia melihat taun muda nya bahagia.


Van melangkah masuk kedalam ruang makan, dengan Princess yang menyembunyikan wajah nya di dada bidang Van.


Van mendudukkan Princess di kursi meja makan, dan alangkah terkejut dan bahagia melihat Ayah nya duduk di kursi sebrang meja makan.


"Selamat malam nak"


"Ayah!!!! Kapan ayah datang"


"Barusan, dijemput pengawal nak Van"


"Benarkah, terima kasih sayang"


Van tersenyum lalu mengusap pelan pucuk kepala Princess dengan sayang. Yuda yang melihat nya merasakan kebahagiaan putri nya sudah menemukan kebahagiaan nya.


Kini di meja makan belum lengkap, karena Maharani belum datang ke mansion Van. Van menyuruh pengawal untuk menjemput Maharani di mansion nya.


"Selamat malam semua"


Semua orang melihat ke arah sumber suara, ternyata Maharani yang berjalan ke meja makan dengan sangat pelan.


"Kurang ajar tidak ada yang mau membantu ku, anak dan menantu laknat" Canda Maharani


"Sudah lah bu, ibu kan sudah sampai juga disini"


"Kamu mau ibu kutuk jadi boneka hantu"

__ADS_1


Semua orang tertawa mendengar candaan Maharani. Kebahagian meliputi keluarga ini, makan malam yang sangat lengkap dari mulai keluarga Van dan keluarga Princess meskipun hanya Ayah nya saja.


__ADS_2