
Princess bersiap untuk pulang karena keadaan nya yang memang sudah membaik, Princess duduk dengan manis di sofa sedangkan Van yang sibuk mengemas baju kotor Princess, dengan sangat patu Princess duduk di sofa.
"Sayang mulai sekarang kamu akan aku antar jemput kamu ke kampus"
"Apa kamu tidak ke kantor Ano???"
"Setelah mengantar kamu sayang aku ke kantor??
" Kalau aku ada jam nya siang gimana???"
"Aku akan jemput ke rumah"
"Kalau aku ada nya jadwal sore saja gimana???"
"Aku akan pulang lebih awal"
"Kalau aku jam nya siang dan kamu ada meeting penting gimana dan enggak bisa di tinggal???"
"Aku akan tetep pergi demi kamu"
"Kalau perusahaan kamu bangkrut gimana???"
"Aku akan bangun dari Nol lagi"
"Kalau-"
"Sayang" Sebelum Princess menyelesaikan kata kata nya Van sudah memotong perkataan Princess.
Princess menatap Van dengan polos nya dengan mata nya yang selalu buat Van luluh, dan yang membuat Van jatuh ke dalam pesona Princess.
"Kenapa???"
"Stop jangan bicara lagi intinya kamu akan aku antar jemput kalau perlu dosen yang mengajar kamu aku suru datang ke mansion"
"Hah!!!!"
"Sudah ayo kita pulang sebelum aku terkam kamu di sini sayang"
Van mendekat ke arah Princess yang duduk di sofa yang ada di ruangan nya, lalu dia mengulurkan tangan nya, Princess menerima uluran tangan itu dengan senyum.
Van menggenggam tangan Princess sangat erat, mereka berdua keluar dari dalam kamar inap Princess. "Apa kamu mau aku gendong sayang???"
"Tidak sayang"
Dengan gerakan cepat Van sudah menggendong Princess ala Bridal style, dan tentu saja mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung rumah sakit dan dokter dan suster yang mereka lewati.
Bukan hanya perlakuan manis Van melainkan juga pengawal yang ada di depan dan belakang Van dan Princess. Tentu saja itu juga menjadi perhatian penghuni rumah saki.
Saat mereka sudah dekat dengan pintu keluar rumah sakit para pengawal yang ada didepan Van berhenti, Van yang penasaran kenapa mendekat ke arah mereka.
"Kenapa???"
"Hay brother"
Van menoleh ke sumber suara, melihat musuh bebuyutan nya ada di belakang nya dengan senyum yang mereka. Dan itu membuat Van ingin meledakan kepala Ervan, yah yang berani menghalangi jalan Van hanya Ervan musuh bebuyutan Van.
__ADS_1
"Jangan kaku gitu dong!! Santai saja"
"Ngapain elo kesini???"
"Aku tidak sengaja melewati daerah sini dan aku mampir"
"Apa kamu gila mampir di rumah sakit???"
"Karena ke gilan ku ada di sini!!"
Van menatap Ervan yang sudah ada didepan nya dengan satu alis yang terangkat, sedangkan Princess menatap Ervan.
"Hay Princess"
Princess malah merubah raut wajah nya menjadi sangat dingin dan datar, dan itu membuat Ervan semakin tertarik dengan Istri musuh bebuyutan nya. "Perempuan yang sangat menarik, cantik, perempuan tanggu, dan yang satu lagi dia bisa melakukan hanya dengan senyuman nya"
"Gue congkel juga mata elo"
"Istri elo cantik dan gue yakin gue bakal bisa menjadikan Queen di Zebra"
"Jangan harap berengsek"
"Kita lihat tuan muda Alexander"
"Minggir"
"Enggak"
"Minggir sialan"
"Enggak gue mau jenguk Princess"
Suara lembut Princess mengalikan ke dua pria matang itu, karena suara nya yang begitu lembut membuat Van dan Ervan terpesona hanya dengan suara nya saja.
"Sayang jangan bicara dengan pria sialan ini"
"Emm lalu aku harus bicara yang bagaimana???"
"Jangan bicara lebih baik sayang"
Ervan semakin tertarik dengan Princess. "Emm nona Princess tapi aku hanya ingin memastikan kamu baik baik saja"
"Istri gue sudah sangat baik, mending elo enyah dari depan gue"
"Enggak sebelum gue memastikan sendiri"
Van yang geram itu pun memangil anak buah nya yang sangat tanggu untuk memegang tangan Ervan, setelah pengawal memegang tangan Ervan Van meninggalkan Ervan yang tentu saja memberontak.
"Sialan lepasin gue"
"Lepas gue mau kejar tuan muda kalian sialan"
"Tuan Ervan sebaik nya pulang"
"Sialan siapa elo yang berani nyuruh gue"
__ADS_1
"Gue bunuh kalian yah"
"Kami tidak takut tuan"
anak buah Van yang melihat Mobil Van sudah pergi meninggalkan rumah sakit, setelah itu mereka berdua melepaskan Ervan. Ervan memang datang ke rumah sakit sendiri setelah mendapat kabar kalau Princess sudah dibolehkan pulang.
"Kalian berdua memang sialan, berengsek"
Ervan melangka menuju mobil nya yang tidak jauh dari pintu masuk rumah sakit, dia masuk kedalam mobil nya lalu meninggalkan rumah sakit kembali ke kantor nya.
Meninggalkan Ervan yang sangat kesal dengan kedua anak buah Van, ditempat lain di mansion Van yang baru sudah sangat ramai dengan para orang tua yang sedang heboh diruang keluarga karena ingin menyambut kedatangan Princess.
"Makanan sudah di siapkan Kak???"
"Sudah semua dan hanya tinggal menunggu Princess pulang saja"
"Dia pasti akan senang tinggal di mansion baru"
"Iyah Kak"
Para pria hanya menyimak pembicaraan Laudya dan Aura, sedangkan Yuvi sedang sibuk dengan kacang Almon yang ada dimeja dengan El. El yang sudah mengatakan cinta nya kepada Yuvi dan Yuvi menerima nya.
Sedangkan Dav dan Axelo sedang sibuk dengan laptop yang ada dipangkuan mereka karena ada meeting online karen tidak ada nya mereka di kantor.
Maharani jangan tanya lagi dia sendang membaca novel yang ada di ponsel nya yang berjudul CEO DINGIN MILIKKU karya dari Isnainidyah. Wkwkwkwk Maap maap yah pembaca yang setia mamak ada promosi di sini.
Kembali ke keluarga Van yang sedang menunggu Princess dan Van datang dari rumah sakit. Tidak lama mereka menunggu Van dan Princess yang sudah memasuki halaman luas dan asri depan Mansion yang baru.
"Ano ini mansion siapa?"
"Mansion kita sayang"
"Lalu yang lama???"
"Sudah aku jual sayang"
Princess hanya mengangguk anggukan kepala nya, lalu dia turun dari dalam mobil tanpa menunggu Van membuka kan pintu untuk nya karena menurut nya sangat lama.
Princess ingin segera makan karena sangat lapar. Van turun mendekat ke arah Princess yang ada di samping mobil. "Ayo sayang"
"Apa di dalam sudah ada makanan sayang???"
"Kayak nya sudah, kamu lapar???"
"Iya Ano"
Ceklek..
Van membuka pintu utama mansion, mereka berdua masuk kedalam. "Welcome Princess"
Semua keluarga menyambut Princess dan Van yang baru saja masuk ke dalam Mansion. Para perempuan memeluk Princess secara bergantian setelah itu Aura mengajak Semua keluarga nya langsung ke meja makan untuk makan.
Princess dengan semangat mengikuti Aura dan yang lain ke meja makan, Princess melihat banyak makanan yang ada dimeja.
"Ayo duduk sayang"
__ADS_1
Van menarik kursi yang ada disamping nya untuk Princess, Princess tersenyum lalu duduk di kursi yang ada disamping Van.
Mereka memulai makan dengan banyak cerita dan canda tawa keluarga, mereka semua berkumpul demi menyambut kepulangan Princess.