
Waktu yang begitu terasa sagat cepat menurut Princess, tapi tidak dengan Van. Dimana hari pernikahan mereka akan segera dilakukan.
Van yang sudah menunggu waktu dua minggu yang terasa sangat lama, dia bersabar selama dua minggu untuk bisa memiliki Princess sebagai nona muda Alexander.
Berbeda lagi dengan Princess yang merasa waktu dua minggu untuk nya terasa sangat cepat, baru rasanya dia bertemu Van di momen yang sangat mengerikan.
Sekarang dia dengan Van akan melangsungkan acara pernikahan yang sangat mewah dengan Van di hotel milik Van.
Princess merasa diri nya ada di negeri dongeng, bisa menikah dengan Van pangeran di kehidupan nyata. Van yang memiliki segala nya berbeda dengan Princess yang anak dari pekerja pabrik.
Niat Princess bisa merubah nasib nya dengan dia belajar dengan giat dan menjadikan Yuda ayah nya raja di rumah saat diri nya sudah kerja.
Sebelum dia melakukan nya Autor sudah merubah nasib Yuda dan Princess wkwkwwk. Yuda yang sekarang sudah dijadikan raja oleh Van calon menantu nya, yang tinggal beberapa jam lagi akan sah menjadi menantu Yuda.
Princess sangat senang kehidupan Yuda sudah sangat banyak berubah, Yuda yang dulu nya berkerja pabrik untuk mencukupi diri nya dan Princess kini duduk manis di rumah.
Tanpa berkerja Van sudah mencukup kebutuhan Yuda, Setiap bulan nya Van akan mengirim Yuda uang. Pelayan dan pengawal yang ada di rumah Yuda juga Van yang memberikan Gaji.
Meninggalkan Yuda yang sudah menikmati masa tua nya, kini beralih ke kamar hotel dimana Princess di make up oleh MUA dan yang di temani Yuvi, Aura dan Laudya.
Yuvi menatap intens Princess yang sedang di make up, Yuvi seakan penasaran diberi apa saja wajah Princess. Menurut Yuvi banyak sekali yang diaplikasikan di wajah Princess.
"Mommy"
"Hemmm"
"Lihat, wajah Princess yang banyak diberi make up"
"Kenapa???"
"Apa tidak terlalu banyak mom???"
"Kenapa memang nya???"
"Apa wajah Princess tidak akan merasa tebal mom???"
"His anak ini, nanti kamu juga akan merasakan yang nama nya di make up kalau kamu menikah sayang"
Sekarang yang menjawab bukan Laudya melainkan Aura, karena Laudya malas menghadapi pertanyaaan konyol putri nya.
"Tapi aku tidak mau Aunty yang tebal"
"Lihat Princess, make up nya juga tipis"
"Mangkanya kamu perempuan pakai bedak"
__ADS_1
Laudya menjawab asal perkataan Yuvi, pasal nya selama ini Yuvi tidak perna memakai bedak, hanya memakai skincare dan lip tin saja.
Para pasukan bedak Yuvi tidak tau, yang Yuvi tau bedak bayi yang selalu di gunakan setelah mandi. Dia gunakan di badan nya.
Untuk bedak yang digunakan di wajah Yuvi tidak perna tau, meskipun mommy nya punya dia juga tidak mau kepo dengan bedak sang mommy.
Yuvi dan Princess sangat berbeda jika Yuvi selalu memakai skincare untuk mempercantik diri nya, jika Princess memiliki kulit putih alami, bibir merah yang alami.
Menjadikan Princess tidak perna memakai bedak, skincare hanya memakai lip tin untuk mempercantik bibir nya.
Dan itu juga yang membuat Van tidak bisa tidak melihat bibir Princess, Van selalu memiliki pikiran untuk mencicipi bibir merah milik Princess.
"Bedak itu yang seperti apa mom???"
"Bedak yang biasa nya kamu pakai di badan itu kamu pakai di wajah kamu"
"Kamu itu kalau nanti anak polos kamu mencoba nya bagaimana???"
"Kabur semua penghuni mansion"
"Hahaha aku membayangkan saja aku ingin berbahak"
"Dengan wajah putih tebal, rambut panjangnya digerai, dan memakai baju putih hahaha, turun dari tangga"
wkwkwkwk semua orang yang ada di sana tertawa hanya Princess yang hanya menahan tawa nya karena takut bibir yang sedang dipoles oleh MUA belepotan.
"hahaha"
Laudya tidak berhenti tertawa, tidak dengan Yuvi yang melihat mommy nya dengan kesal, bagaimana tidak. Dirinya disamakan dengan kunti mansion.
"Mom"
"Iyah sayang"
"Tega sekali dengan anak"
"Mommy hanya membayangkan saja nak"
"Sudah lah malas aku dengan mommy"
"Sudah jangan ngambek, ayo giliran kamu di make up nak"
Dengan patuh Yuvi duduk di tempat yang Princess tempati tadi, kini Princess sedang dibantu Salah satu MUA untuk memakai Kebaya.
Kebaya lengan panjang, bagaian dada sampai leher tertutup, memiliki ekor panjang dibelakang, dengan warna putih tulang. Rambut disanggul dengan hiasan mahkota dan bunga melati segar.
__ADS_1
Princess terlihat semakin cantik, dengan make up tipis membuat lebih alami, Princess yang melihat diri nya di depan cermin tidak mengira bawa dia biasa terlihat semakin cantik.
Meninggalkan Princess yang sedang memuji dirinya sendiri, kini beralih ke kamar hotel sebelah kamar Princess. Van yang ditemani para sahabatnya mondar mandir kamar nya.
Van merasa sangat gugup apalagi jantung nya yang seperti ingin keluar dari tempat nya. Sedangkan Roy dan sahabat Van melihat Van yang tidak bisa diam membuat kepala mereka pusing.
"Van kamu duduk deh aku pusing tau" ucap Axelo dengan kesal karena sedari tadi Van tidak diam
Van menatap Axelo dengan kesal bagaimana bisa dia bilang kepala nya pusing sedangkan dia yang akan menikah.
"Yah benar Van kamu diam aja tenang kan pikiran kamu" Ucap Dav
"Kalau kamu tidak tenang, kamu salah menyebutkan nama calon istri kamu. Kamu bakal didepak sebelum jadi menantu oleh calon mertua kamu" Sambung El
"Kamu diam El, jangan ikut ikutan Dav dan Axelo atau aku akan membaut kamu gagal memiliki Yuvi"
"Gemm, Baik lah kakak ipar lanjutkan mengelilingi kamar anda. Sampai anda puas dan capek"
Van menatap ketiga sahabat nya yang kemarin malam sampai di mansion nya. "Apa kalian mabuk selama berada di pesawat?"
Ketiga sahabat Van menatap Van dengan pandangan bingung, bertanya dan aneh. "Kenapa memang nya???"
"Kenapa kalian pucat sekali???"
"Itu karena kami melihat kamu mondar mandir didepan kami membuat kami menjadi pusing"
"Kalau begitu kalian jangan sampai pingsan di acara akad nikah ku. Kalau sampai itu terjadi aku lempar kalian ke kandang Kucing ku"
"Sialan, kami pusing juga karena kamu brengsek"
Axelo san El memaki Van yang ada di depak mereka, Sedangkan Dav sudah ingin membungkam mulut Van dengan kaos kaki basi.
"Tidak tau aku"
"Jangan jangan milik kamu sendiri Dav" Axelo menuduh kaos kaki Dav bau
Mereka semua yang ada di sana tertawa berbahak melihat raut kesal Dav yang posisi nya ada ditengah tengah El dan Axelo.
"Tuan muda"
Tertawa mereka berhenti saat Roy memanggil Van yang sibuk tertawa dengan para sahabat nya. Hampir tidak perna Van tertawa dengan teman teman nya. Karena jarak memisahkan.
"Sebentar lagi akan segera dimulai acara akad nya tuan muda"
Van kembali membuang napas kasar mencoba menenangkan diri nya sendiri. Agar tidak sampai mengucapakan kalimat yang salah atau menyebutkan nama Princess salah.
__ADS_1
Van setelah mendengar kata kata Roy, Van melangkah meninggal kan kamar hotel nya bersama dengan sahabat nya.