PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
TRANSPARAN


__ADS_3

Tujuh belas tahun kemudian.....


Rion tengah menatap Ella yang sedang bermain senjata di Markas Leon king, dia menatap sang adik dengan bangga. Dia merasa sangat senang dengan sang adik karena setiap hari ada kemajuan bermain pedang.


Prok prok prok..


Suara tepuk tangan menyapa indra pendengaran Ella dan Roy yang masih sangat setia dengan Van dan juga keluarganya.


"Tuan muda"


"Hemmm, kamu sungguh sangat sabar dengan sih kecil Uncle"


"Itu tugas saya tuan muda"


"Kamu banyak kemajuan"


"Iya itu karena paksaan Mommy dan Daddy"


"Itu demi kebaikan kamu!! Belah diri saja tidak cukup"


"Tapi aku sangat handal bermain senjata api"


"Tapi tidak dengan pedang ini"


Ella memberikan pedangnya kepada Roy lalu dia mendekat kearah Rion yang tidak jauh dari tempat nya berlatih, Ella langsung melompat ke gendongan Rion, saat sudah ada di dekat Rion.


Rion dengan sigap menahan tubuh sang adik agar tidak jatuh kelantai keras, Rion menatap sayang sang adik. Rion mencium kening Ella yang kini sudah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Rion. "Kamu lelah Queen??"


"Hemm, aku ingin pulang kak. Aku sudah seharian berlatih dengan Uncle tanpa dia memberi aku istirahat"


"Hahaha, karena kamu harus segara menguasainya"


"Kenapa memangnya kak??"


"Di luar banyak musuh Queen, kamu harus lebih bisa menjaga diri dengan baik!! Apa lagi kakak tidak selalu ada di dekat kamu"


"Siapa yang berani mendekati gadis cantik seperti ku Kak"


"Kamu sudah tau cantik kenapa tidak berlatih dengan serius??"


Rion membuka pintu mobil mewah nya, lalu mendudukkan Ella yang sudah memejamkan matanya saat dia turunkan ke kursi mobil. Rion memutari mobil untuk masuk kedalam sisi mobil, Rion memasukan melajukan mobilnya meninggalkan halaman Markas.


Tiga puluh menit berlalu Rion sudah memikirkan mobil nya di depan teras Mansion nya. Rion menggendong Ella masuk kedalam Mansion Ala anak monyet. Rion masuk kedalam Lift untuk naik kelantai tiga di mana kamar nya, adik adik nya dan juga kamar Kedua orang tuanya berada.


Saat lift terbuka, Rion melihat Mommy yang tengah berjalan cepat kearah lift dengan wajah cemberut. Rion yakin kalau Mommy nya tengah merajuk kepada Daddy nya.

__ADS_1


"Mommy"


"Sayang, apa adik kamu sedang tidur???"


"Ah iyah Mom, dia mengeluh lelah setelah selesai latihan"


"Selalu saja begitu"


"Jangan terlalu keras dengan Queen Mom"


"Apa???" Princess menatap tajam Van yang ada disamping nya, Van merasa ngeri saat Princess tengah menatapnya seperti itu.


"Ah-Ah tidak Mom"


"Badan aja gede, takut sama bini"


"Lihat kamu nanti saat punya istri saat kamu takut Daddy akan lebih mengejek kamu"


"Dia yang akan takut dengan ku"


Princess menghela napas kesal melihat putra nya dengan suaminya selalu saja bertengkar, Princess yang kesal meninggalkan kedua pria beda usia itu di lorong Mansion yang ada di lantai tiga.


Mereka terus berdebat tanpa menyadari kalau Princess kini sudah ada di lantai bawa Mansion untuk menyiapkan makan malam. Mereka tersadar kalau Princesa tidak ada di antara mereka karena Ella yang bangun dari tidurnya meminta air minum.


"Queen, kamu sudah bangun?"


"Ini Mansion, apa kamu masih sangat lelah???"


"Enggak kak!! Aku hanya haus saja" Ella menatap Daddy dan Kakak nya bergantian, Ella merasa kalau Daddy dan Kakak nya baru saja berdebat. Karena tatapan tajam mereka seling beradu.


"Apa kalian habis makan mulut???"


Kedua pria beda usia itu menatap bingung Ella karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Ella dengan makan mulut. "Siapa yang makan mulut dan mulut siapa Queen???"


"Mulut Daddy dan kakak" Ella menjawab pertanyaan Van dengan wajah polosnya.


"Kapan kami makan mulut???"


"Tunggu dimana Mommy kalian??" Van menatap putra putrinya menoleh kanan kiri tidak ada Princess di sana, Van menatap putra nya dengan sangat kesal.


"Gara gara kamu Mommy meninggalkan Daddy"


"Itu salah Daddy sendiri yang enggak bisa bujuk Mommy" Rion mengejek Van dan itu membuat Van semakin kesal dengan putranya, belum lagi satunya kalau sudah bergabung membuat Van bisa menjadi gila menghadapi tiga anak anak nya.


"Tuh kan Daddy dan kakak makan mulut"

__ADS_1


Rion dengan Van ternganga mendengar kata kata Ella, Van dan Rion tau sekarang apa yang di maksud Ella makan mulut yah itu berdebat itu lah makan mulut. "Maksud kamu kami berdebat ini kamu bilang makan mulut???"


Ella mengangguk anggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari sang kakak yang kini menatapnya dengan pandangan bertanya begitupun dengan Van yang juga ingin tau maksud putrinya


"Terserah kalian berdua, Daddy mau menyusul Mommy kalian"


"Selamat membujuk tuan Alex" setelah mengatakan itu Rion tersenyum miring menatap Daddy nya.


"Anak kurang ajar"


Van melangka masuk kedalam lift tanpa minat mendengarkan ucapan Rion yang terus saja mengejeknya, tanpa henti. setelah kepergian Van Rion tertawa melihat wajah kesal Daddy nya.


"Kak, haus"


"Ah iya kakak lupa, ayo aku antar ke kamar pasti ada minum di kamar kamu"


"Hemm"


Rion mengantar sang adik ke kamarnya yang ada di antara kamar nya dengan kamar Ar. Rion mendudukkan Ella di sofa yang ada di dalam kamar nya, Rion mengambil air minum yang ada di adi meja dekat kasur king size milik Ella.


Rion mendekat kearah Ella dengan membawa gelas di tangannya, Rion memberikan gelas berisi air kepada Ella yang tengah duduk dengan menatapnya.


Sedangkan di lantai bawa Mansion, Van tengah membujuk Princess yang tengah ngambek dengan nya karena tidak memberi tahu Princess kalau dirinya tengah meeting dengan seorang perempuan Seksoii gemoy.


"Sayang dengarkan aku!!" Van mengikuti kemana saja Princess pergi, Van masih saja membujuk Princess agar memaafkannya.


"Tidak kamu bilang aja kalau mencari kesempatan kan buat deket perempuan itu??" Princess yang tengah kesal dengan Van karena dia meeting tidak mengajaknya, apalagi dia juga tidak bilang meeting dengan perempuan.


"Aku tidak tertarik dengan nya Mi" Van sudah sangat lelah, membujuk Princess singa betina yang penguasa Mansion dan hatinya.


"Bohong, buktinya kamu tidak mengajak ku??" Princess masih kekeh tidak mau memaafkan Van yang kini sudah sangat memelas.


"Itu karena kamu lagi arisan dengan Mommy" Van duduk di kursi meja makan karena kaki nya sudah sangat kesal mengikuti kemana pun Princess pergi.


"Alasan saja kamu Pi" dengan nada yang sangat kesal dengan Van.


"Mami, Ar pulang"


Suara berat dan tegas menyapa telinga kedua orang tua yang ada di meja makan, Princess yang dengan wajah kesalnya, Van dengan wajah melasnya.


"Anak Mommy yang tampan pulang, lelah nak???" Princess mendekat kearah Ar yang baru pulang kuliah


"Kamu tidak menyapa Daddy???" Van malas melihat putra nya yang satu ini karena Ar sering kali membuat Van kesal dengan mencuri Princess.


"Ah Ada Daddy rupa nya, Maaf Dad tidak lihat"

__ADS_1


"Daddy kamu kan transparan" Princess menatap Van dengan kesal, sedangkan Ar sudah tersenyum miring menatap Daddy nya. Van sendiri ternganga mendengar apa yang dikatakan Princess.


__ADS_2