PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
BOHONG


__ADS_3

Van menatap istri cantik nya yang kini sudah mengandung 9 bulan, perut buncit membuat Princess susah untuk bergerak bebas. Walau begitu Princess menolak untuk di bantu oleh Van, Princess mengatakan kalau di masih mampu untuk melakukan apapun sendirian.


"Sayang kamu yakin tidak butuh bantuan ku??" Van mendekat ke arah Princess yang tengah membalik ikan di penggorengan.


"Tidak Pi, aku bisa sendiri!!" Princess selalu menolak saat Van menawarkan diri untuk membantu, bahkan menantu dan anak nya saja di larang masuk ke dalam dapur untuk memasak.


"Mi, kamu sudah mau melahirkan Mi!! Jangan terlalu capek"


Princess berbalik menatap suami nya yang sedari tadi setia menunggui nya memasak di dapur, Princess memegang ke dua tangan Van yang selalu bisa membuat nya nyaman. "Pi, jangan khawatir dengan ku, aku baik-baik saja!! Jangan terlalu cemas dengan ku. Kamu tidak ingat aku saat hamil tripel bagaimana aku harus berjuang di medan perang demi menyelamatkan tripel, ini aku hanya memasak Pi, tidak akan apa-apa" Princess menarik tangan Van mencium punggung suami nya dengan sayang.


Van dan Princess tidak tau kalau Arion dan Ella mendengar perkataan Mami nya, semua yang di katakan Mami nya Arion dan Ella mendengar nya. Mereka tidak menyangka kalau Mami nya selain mengorbankan nyawa nya untuk melahirkan mereka, Mami nya berulang kali menyelamatkan mereka.


"Ternyata Mami selalu menjadi Mami yang terbaik kak selama ini!! Aku sekarang paham kenapa Mami selalu ingin aku kuat dan tidak terkalahkan" Ella dan Arion meninggalkan dapur, niat awal ingin menggoda Mami dan Papi nya mereka urungkan karena mereka merasa bersalah kepada Princess.


Dua adik kakak itu kembali keruang keluarga, duduk di kursi mereka tadi, sebelum mereka pergi ke dapur. Sedangkan yang lain menatap Arion dengan Ella bingung, mengapa mereka kembali dengan begitu cepat.


"Kenapa???" Felisa bertanya menatap kakak dan adik ipar nya bergantian.


Arion menceritakan semua yang dia dengar dengan Ella, Arion dan Ella merasa bersalah kepada Princess yang selalu mereka buat kesal dan khawatir. "Aku merasa menjadi anak yang tidak tau berterima kasih" Arion menunduk, baru kali ini seorang Arion menunduk begitupun dengan Ella dan Arvin.


"Walau berulang kali Mami mengorbankan nyawa nya tidak perna mengungkit atau membahas, apa lagi meminta imbalan kepada kita anak-anak nya" Ella menitihkan air mata nya untuk yang pertama kalinya dalam hidup.

__ADS_1


Nyawa di ujung tanduk Ella masih masih bisa untuk berkata sombong dan angkuh, tapi kali ini Ella menitihkan air mata nya mendengar ceria Princess walau hanya sedikit. Bagaimana kalau tripel tau kalau selama ini Mami dan Papi nya harus berjuang mati-matian untuk melindungi mereka, sampai dua sahabat Papi nya merenggang nyawa demi menyelamatkan Princess dan Van yang sudah dalam keadaan yang sulit di jelaskan.


Axelo dan juga Dav mempertaruhkan nyawa mereka demi melindungi Van dan Princess yang saat itu tengah di kejar tiga Mafia licik yang bergabung demi menumbangkan Van dengan keluarga nya.


Bukan hanya mereka tapi Ervan dan Asisten pribadi nya juga harus merenggang nyawa demi tripel dan juga Van dan Princess yang berusaha menyelamatkan anak-anak mereka dalam keadaan terluka parah.


Mereka tidak akan sanggup mendengar cerita masa di mana mereka masih bayi, tidak akan sanggup untuk mendengar semua tentang masa kelam Van dan Princess demi anak-anak nya, harus kehilangan orang terdekat.


Saat mereka tengah melo, Van datang menghampiri anak dan menantu nya yang ada di ruang keluarga. "Kenapa kalian terlihat sedih, sungguh tidak pantas dengan wajah kalian" Van yang tidak tau kalau anak-anak nya merasa bersalah dengan nya dan Princess, mengejek mereka.


Anak dan menantu Van menatap Van dengan kesal, bagaimana bisa mertua dan orang tua nya merusak momen di mana mereka semua tengah melow.


"Kenapa Papi ada di sini sih?? Mengganggu momen saja" kesal Ella menatap Papi nya.


"Bilang kenapa dari tadi Pi, kami kan sudah lapar karena melow" Ella menyahut dengan beranjak dari duduk nya.


Van menghela napas lelah mendengar jawaban putrinya, penguasa kedua di Mansion, sebelum Ella menikah. Kini Mansion yang awal nya ada dua penguasa sekarang ada empat penguasa


"Untung anak kalau kagak gue masukin tuh anak ke kandang Kucing" Van menggerutu menatap anak dan menantu nya berjalan lebih dulu.


Suami, anak dan menantu nya sudah duduk di kursi masing-masing. Princess mulai mengambilkan suami nya makan setelah itu ketiga anak perempuan nya baru ketiga anak laki-laki nya baru setelah semua mendapat makan, Princess mengambil makan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Mereka makan dengan tanpa ada nya obrolan seperti biasanya, mereka lebih memilih untuk menikmati makan mereka. Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar di meja makan.


Setelah mereka makan Arion menatap Mami nya yang tengah mengambili piring kotor bekas makan siang mereka. "Mi, apa dulu saat Mami hamil aku!! Apa Mami perna susah???" Arion tiba-tiba bertanya kepada Princess, dia ingin tau Mami nya jujur atau tidak.


"Mami, tanyakan kepada Papi, kalau dulu kalian itu selalu meminta aneh-aneh!! Seperti pabrik es krim" Princess menyahut masa mengidam nya.


"Bukan itu yang Arion maksud Mi, yang Arion maksud apa Mami perna turun ke medan perang seperti kak Aura???"


Deg....


Princess kembali mengingat masa-masa di mana dia dan Van harus mempertahankan tripel di saat perang besar terjadi. "Mana mungkin, tidak perna!! Papi kalian selalu menjaga Mami waktu kalian ada di dalam kandungan" Princess tidak akan perna mengatakan kebenaran di mana nanti nya akan membuat tripel sedih.


Sedangkan tripel yang mendengar jawaban Princess mereka malah merasa semakin merasa bersalah kepada Mami dan Papi nya. "Kenapa Mami berbohong" Batin Ella.


"Mi, aku tau kalau Mami tengah berbohong" Batin Arvin.


"Mi, kenapa harus kamu perjuangkan kami kalau harus menyiksa diri" Batin Arion.


Sedangkan Van memejamkan matanya kembali mengingat bagaimana empat orang mempertaruhkan nyawa mereka demi dirinya yang menggendong dua anak dengan luka di kaki, begitupun dengan Princess yang tengah luka di bahu nya dalam menggendong satu anak.


"Emmm.. Berarti Mami selama ini selalu hidup tenang saat hamil kami Mi???" Ella menatap Mami nya yang sudah duduk di samping Van.

__ADS_1


"Tentu sayang.. bagaimana tidak bahagia orang kami selalu bersama" bohong Princess, di dalam hati Princess meminta Maaf kepada mendiang saudara nya yang sudah mengorbankan dirinya untuk keselamatan tripel.


Tidak ada pembahasan lagi atau pembicaraan lagi setelah Princess menceritakan kebohongan kepada tripel, tripel merasa sangat beruntung mempunya Ibu yang selalu menjaga mereka dengan baik walau nyawa mereka taruhan nya.


__ADS_2