
Hari ini hari yang di tunggu tunggu oleh tripel di mana mereka hari ini akan menikah dengan perempuan dan laki laki yang mereka cinta, tripel yang sudah ada di hotel di mana akan di adakan akad nikah dan juga resepsi pernikahan.
Mulai dari halaman sampai dalam hotel di sulap dengan sangat indah oleh Van sesuai dengan keinginan anak anak nya. Van sendiri kini tengah ada di dalam kamar hotel pribadi milik nya yang tengah membujuk sang istri yang sedari kemarin ngambek dengan nya, karena kata kata nya yang menyakiti hati sang istri tercinta.
"Sayang.. Aku hanya bercanda!! Mana mungkin Princess tuan Mafia gila itu sungguh sangat tidak mungkin bukan!!" Van terus membujuk sang istri.
"Sudah lah kamu cari saja perempuan yang lain Ano, aku sudah tidak mau sama kamu!!!" Princess memalingkan wajah nya.
"Sayang jangan begitu dong sayang"
"Bodoh Amat"
"Sayang kita harus terlihat romantis di pernikahan tripel, masak di pernikahan tripel Mami dan Papi nya malah bertengkar sayang"
Princess diam mendengar kata kata Van, dia mengingat kalau dirinya kini tidak di Mansion tapi di hotel milik suami nya, Princess menatap Van yang ada di depan nya. "Hanya saat ini nanti kalau sudah selesai aku enggak mau dekat atau melihat kamu Ano" ketus Princess.
Van tersenyum dalam hati untuk sementara Princess sudah tidak ngambek. "Nanti gue pikirkan lagi gimana cara nya untuk membuat Princess tidak marah lagi" Batin Van
"Yah sudah kalau begitu kamu mau kan di rias sekarang yah sayang??" Van memegang dagu Princess dengan menggoda Princess
"Sana kamu pergi jangan di sini, aku enggak mau kamu lihat saat di make up"
"Okay okay Sayang"
Van beranjak dari kursi yang dia duduki, Van berjalan meninggalkan Princess di kamar dengan para MUA. Setelah kepergian Van, Princess berjalan mendekat kearah MUA yang sudah menunggu Princess di depan cermin besar.
"Nyonya besar apa rambut anda mau di sanggul atau di bentuk yang lain???"
"Emm.. Aku tidak ingin di sanggul"
"Baik lah Nyonya besar"
MUA mulai merias princess dengan make up tipis dengan gaya rambut ponytail dengan hiasan aksesoris bunga kecil di padukan dengan kebaya berwarna coklat susu, membuat Princess terlihat sangat cantik apa lagi bagian punggung yang menerawang.
"Sangat sempurna nyonya besar, anda terlihat masih sangat muda" puji salah satu MUA.
"Terima kasih kalian terlalu memuji ku"
"Tidak, saya mengatakan yang sebenar nya.
" Hahaha.. Baik lah!! Aku menerima pujian kalian"
Princess beranjak dari duduk nya memandang dirinya di depan kaca besar yang ada di depannya. "Sangat indah kebaya yang aku pesan" Lirih Princess.
Princess berjalan kearah pintu kamar hotel, Princess berjalan kearah pintu yang ada di sebelah nya, dia ingin melihat putri dan putra nya yang ada di dalam satu kamar.
__ADS_1
Ceklek..
Princess masuk kedalam kamar, dia melihat putrinya tengah di make up. Sedangkan dua putra nya tengah duduk santai dengan memandangi tablet yang mereka pegang. "Kalian berdua jangan aneh aneh dengan melihat menantu Mami dari tablet kalian"
Deg...
Arion dan Arvin mendongak menatap Mami nya tangah menatap nya dengan kesal, bagaimana tidak kesal kalau dua putra nya melihat calon istrinya yang tengah di rias.
"Mami.. Sangat cantik!!"
"Sungguh sangat cantik dan anggun"
"Tutup mulut lamis kalian, Mami tidak mau mendengar" ketus Princess.
"Ah Mami jangan begitu dong Mi"
"Mana tablet nya" Princess mengulurkan tangan nya meminta tablet kedua putra nya.
Arvin dan Arion saling tatap dengan sangat terpaksa mereka memberikan tablet mereka kepada sang Mami atau mereka akan melihat gedung hotel ini akan rata dengan tanah.
"Keluar sudah waktu nya kalian keluar"
"Queen belum Mi"
"Ella nanti keluar saat Yoga sudah sah menjadi suami Ella"
"Keluar atau Mami lempar kalian" Princess semakin kesal dengan kedua putra nya yang terlalu banyak bertanya.
Arion dan Arvin keluar dari dalam kamar hotel sebelum Mami mereka benar benar marah, yang akan menghancurkan hari pernikahan mereka bertiga, Apa lagi akhir akhir ini Princess sering kali marah dengan tanpa alasan yang jelas.
Di luar kamar hotel baru juga mereka keluar mereka melihat Van yang tengah berdiri di depan pintu kamar hotel membuat duo A terkejut. "Astaga.." duo A mengusap dada mereka dengan kesal menatap Van.
"Kenapa juga tua bangka ini ada di sini kak" Arvin yang kesal dengan Papi nya ingin berbalik membuat kesal Papi mereka.
"Tau, mana kayak patung pancoran di sini"
Van menatap malas kedua putra nya yang ingin balas dendam dengan dirinya, tapi hari ini Van sangat malas berdebat dengan dua A karena dia harus mencari istrinya yang sudah tidak ada di dalam kamar merek.
"Papi lagi malas berdebat dengan kalian"
"Bodoh Amat"
Huuffff...
"Apa perlu Papi bom gedung hotel ini agar kalian enggak jadi menikah"
__ADS_1
"Kenapa Papi mengancam kami??"
"Bodoh Amat"
"Sudah lah Pi, kenapa Papi ada di sini" Arion yang kesal akhirnya menanyakan tujuan Papi nya datang ke kamar mereka.
"Mami kalian apa ada di dalam??"
"Ada, Mami terlihat seperti anak usia 25 tahun"
Van yang mendengar kata kata putra nya dia menerobos masuk kedalam kamar tripel, Van terpaku melihat Princess yang tengah duduk yang terlihat sangat anggun dan cantik.
Van mendekat dengan menatap Princess tanpa berkedip, Van berdiri di depan Princess. "Sayang.."
"Apa??" ketus Princess.
"Sayang kenapa ini kok jadi semakin cantik?? Nanti kamu di lirik orang yank"
"Masak aku harus berpanampila seperti gembel di saat putra dan putri ku menikah Ano" Princess bukan nya semakin lulu malah semakin kesal dengan Van.
Van mendengus mendengar jawaban Princess, Van duduk di samping Princess yang duduk di tepi ranjang. Van tidak berani untuk menyuruh Princess ganti baju nya atau mengganti tataan rambut nya atau make up nya bisa mengancam kesejahteraan nya.
"Kenapa kamu melirik aku?? Enggak suka aku pakai ini?? Enggak suka aku dandan kayak gini???" ketus Princess
"Sayang aku enggak suka kamu di lihat banyak orang kamu terlalu cantik"
"Jadi kamu enggak suka sama aku Ano???"
"Sayang.."
"Keluar"
"Saya-.." Van belum menyelesaikan kata kata nya Princess sudah memotong nya.
"keluar Ano"
Van dengan terpaksa keluar dari kamar Ella tripel, Van menatap Princess memohon. "Sayang"
"Keluar Ano"
Van keluar dengan raut wajah frustasi di depan sudah banyak anak buah nya yang menunggu di luar kamar mereka melihat Van frustasi merasa sangat heran dengan tuan besar mereka.
"Apa Lihat lihat" ketus Van.
"Maaf Maaf tuan muda"
__ADS_1
Van berjalan kearah Lift dengan wajah yang sangat frustasi, anak buah Van baru pertama melihat tuan mereka frustasi.