
Princess dan Yuvi sudah ada di mansion Van, setelah Princess menyelesaikan jam kuliah nya. Princess yang mengajak Yuvi ke mansion karena ingin mendengar penjelasan Yuvi yang belum selesai karena Princess ada jam kuliah yang belum selesai.
Princess dengan Yuvi melanjutkan cerita mereka yang sempat tertunda. Princess menuntut Yuvi menceritakan semua nya.
"Vi kamu haru cerita semua yang kamu sembunyikan"
"Apalagi Prin???"
"Aku keponakan dari Aunty Aura dan Uncle Jonie, sepupu nya Rivano"
"Lalu???"
Yuvi menghela napas saat mendengar ucapan Princess yang ambigu menurut Yuvi. "Lalu apa lagi sayang???"
"Kamu anak nya siapa???"
"Anak orang lah Prin"
"Maksud aku Ibu dan Ayah kamu???"
"Daddy aku Luwis Alexander dan mommy aku Laudya Batra Alexander, Daddy ku adik kandung Jonie Alexander"
"Ohh kamu ternyata anak orang kaya Vi"
"Lalu???"
"Kenapa kamu mau berteman dengan aku yang anak dari pegawai pabrik???"
"Mommy dan Daddy aku mengajarkan aku buat berteman dengan siapa saja"
"Ohh, karena itu kamu tidak perna mau jujur saat aku bertanya apa pekerjaan Ayah kamu"
"Hemmm,dan kamu gimana sama Kak Van"
"Dia mencintai ku dan aku tidak tau apa aku mencintai nya atau tidak"
"Vi"
"Hemm"
"Apa kamu tau kalau Van itu ketua mafia??? Atau kamu juga bagaian dari Van"
"Hah"
"Yuvi"
"Aku"
"Dia tangan kanan aku sayang"
Kedua gadis cantik itu menoleh ke arah sumber suara, dimana Van sudah berjalan mendekat ke arah mereka.
Van tidak sengaja mendengar apa yang Princess katakan kepada Yuvi. Awala nya Van terkejut saat Princess sedang berbicara dengan adik sepupunya.
Tapi rasa terkejut seketika buyar karena pertanyaan Princess yang belum dijawab oleh Yuvi. Seakan Yuvi takut jika Princess mengetahui nya.
"Ano kamu sudah pulang"
"Aku merindukan kamu"
"Gila seorang Rivano rindu??? Ckckck sungguh sangat langka sekali.
"Apa kamu membawa hasil???"
"Hemmm, jelas karena aku tidak perna kembali dengan tangan kosong"
"Apa???"
Yuvi tidak langsung menjawab pertanyaan Van, Yuvi melirik Princesa yang ada disebelah nya. Van yang paham dengan maksud Yuvi.
"Tidak apa apa"
__ADS_1
"Ada sekitar Sepuluh orang yang memalsukan identitas, dan menjadi mata mata di gedung senjata"
"Lalu???"
"Mereka mengincar senjata keluaran terbaru milik kita"
"Sudah, aku sudah mengirim kepala mereka ke tuan mereka"
"Apa???"
Suara Princess mengejutkan Van dan Yuvi yang sedang Serius. Ke seriusan mereka buyar karena teriakan Princess.
Mereka berdua menatap Princess dengan raut bingung mereka. "Kenapa sayang???"
"Siapa, kepala siapa???"
"Kepala penyusup di gudang senjata"
"Apa kamu memenggal kepala nya Vi???"
"Hemm, aku juga mengirim kepala mereka yang sudah aku awetkan kepada taun mereka"
"Sungguh kejam sekali kalian"
"Lelah aku menghadapi calon istri mu kak"
Van duduk disebelah Princess menyingkirkan rambut yang menutupi pelipis Princess, Van menatap Princess.
Van menatap manik indah Princess yang membuat Van tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Princess.
"Jika mereka tidak dibunuh mereka akan menggunakan senjata kita untuk menyerang kita"
"Emm Lalu???"
"Kita harus kejam terhadap musuh sayang"
"Apa kamu belajar senjata itu Yuvi yang mengajarinya sayang????"
Princess menunduk dengan pertanyaan Van, memang sebenar nya Princess tidak belajar di ...... Melain kan Yuvi yang mengajarinya.
"Untuk apa???"
"Berjaga jaga saja kata Yuvi"
Yuvi pura pura tidak mendengar pasangan itu dia lebih memilih memain kan game online di ponsel nya.
"Sejak kapan kamu kenal dengan Yuvi???"
"Sejak masuk kuliah"
Van tau Princess berbohong saat mengatakan belajar senjata di..... Karena gerakan, cara memegang senjata, lalu apa saja yang bisa melumpuhkan lawan cara nya berbeda dari yang pada umum nya.
Hanya Van dan Yuvi keturunan Alexander yang memiliki gerakan yang lain untuk cepat melumpuhkan lawan.
"Aku tidak menyangka kamu berteman dengan anak nakal itu"
"Kakak, Aku akan adukan pada Aunty"
Van yang terkesan dingin tidak dengan Yuvi adik sepupunya. Mereka tumbuh bersama dengan keluarga yang sama.
Van bertanggung jawab besar kepada Yuvi adik sepupunya. Yuvi satu satu nya adik Van setelah kepergian kembaran Yuvi.
"Ano"
"Kenapa???"
"Jangan buat aku pusing dengan empat pengawal"
"Kenapa dengan mereka???"
"Mereka mengikuti ku kemana saja Ano, apalagi ke toilet mereka berjaga didepan toilet"
__ADS_1
"Itu tugas mereka sayang"
"Tapi kan sekarang ada Yuvi"
"Dia anak nakal ini tidak akan bisa menjaga kamu sayang"
"Apa kakak bilang???"
"Tidak ada"
"Aku membenci mu kak"
"Aku tidak"
"Sayang dengar kan aku, Akhir akhir ini banyak musuh yang mengincar kamu. Karena mereka tau kamu perempuan istimewa ku"
"Jika Yuvi ada kalau dia tidak ada bagaimana sayang???"
"Yuvi tidak selalu ada buat kamu, ada kalah nya dia harus pergi di jam kuliah"
"Kenapa???"
"Banyak tugas yang harus dia kerjakan, mangkanya kamu jarang bertemu dengan Yuvi di kampus"
"Dengar kan aku baik baik, aku tidak mau kamu terluka sedikit saja"
Ckckckck...
"Aku benar benar tidak menyangka kalau kakak sebucin ini"
"Sana pulang aku sudah memberi tahu Uncle dan Aunty jika putri nya yang bandel ini sudah pulang dan semakin bandel.
"Tutup mulut kakak yang tidak bermutu itu, Aku baru pulang tidak disambut malah kakak membuat ku semakin kesal"
"Yuvi"
"Datang ke markas nanti, kamu cek semua yang ada di markas"
"Kenapa tidak kakak sendiri???"
"Aku ingin mengajak jalan Princess"
Yuvi menarik napas lalu membuang nya kasar mendengar apa yang kakak nya ucapakan sangat diluar dugaan sekali.
"Baik lah tuan muda"
"Kamu mau pulang atau tetap ada di sini???"
"Kenapa???"
"Karena aku mau mengajak Princess naik ke atas"
Yuvi tidak berminat untuk menyahut yang Van ucapakan, Yuvi memilih beranjak dadi duduknya melangka meninggalkan ruang keluarga.
Yuvi tidak meninggalkan mansion Van, Yuvi berjalan ke arah kamar nya yang ada di lantai atas. Kamar yang Van sediakan untuk Yuvi jika dia ingin menginap di mansion Van.
Setelah kepergian Yuvi, Van mengajak Princess naik ke atas ke kamar mereka. Van yang terus bertanya apa saja kegiatan nya hari ini di kampus.
Pertanyaan Van tidak membuat Princess kesal malah Princess menjawab dengan semangat. Van membuka pintu kamar nya, mereka berdua masuk kedalam.
Princess yang masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Van melangka ke arah sofa, membuka laptop nya. Untuk melanjutkan pekerjaan yang dia bawa pulang ke mansion.
Setelah 45 menit Princess sudah selesai mandi dan berganti baju, Van menatap Princess yang sangat cantik dengan atasan lengan panjang bunga bunga di bagian kerah ada tali dan dipadukan dengan rok di atas lutut.
"Gemmm, kamu terlalu cantik sayang"
"Aku sudah cantik dari lahir Ano"
Van beranjak dari duduk nya mendekat ke arah Princess lalu mencium kening Princess. "Aku akan mandi dulu"
"Aku sudah siapkan baju buat kamu Ano"
__ADS_1
"Terima kasih"
Van melangka masuk kedalam kamar mandi karena waktu sudah senja, Princess duduk ditepi ranjang dengan membuka sosial media nya.