PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
VAN


__ADS_3

Van menatap Princess yang ada di samping nya, Princess sudah Van pindah ke kamar mereka sendiri, entah apa yang ada di dalam pikiran Van sampai dia terus menatap Princess yang tenga tertidur sangat pulas.


Setelah tadi sempat bangun dari pingsannya menangis mengadu kepada Van sekarang Princess tidur, Van terlihat sangat Frustasi mendengar Cerita Roy dan dia juga sangat frustasi mendengar aduan Princess kepada nya.


Ternyata yang di bilang Roy benar, Princess ingin masuk ke dalam kadang. "Aku hanya pergi sebentar dan Princess sudah membuat huru hara di Mansion" Batin Van


Kini Van sudah mengusap lembut rambut Princess seakan dia tidak ingin mendengar hal yang sama. "Kamu selalu sukses membuat ku kalang kabut sayang!! Kamu tau kelemahan ku tidak bisa mendengar kamu terluka dan sekarang kamu mencoba masuk ke dalam kandang dengan mambawa calon anak kita, Aku bingung harus bagaimana menghadapi ngidam kamu ini terlalu wau"


Van tau mengidam karena tadi Aura menghubungi Van kenapa pengawal di Mansion nya menghubungi dia bukan hanya dia melainkan Jonie, Maharani dan juga telpon di Mansion.


Van menjelaskan semua apa yang terjadi kepada Aura, Aura mengatakan kalau Princess tenga mengidam dan kata nya dulu Laudya juga perna minta masuk ke dalam kadang Harimau yang ada di Markas.


Van juga menanyakan sampai kapan Princess mengidam dan tentu saja Aura bilang sembilan bulan Princess akan mengidam, dan entah apa yang akan di lakukan selama sembilan bulan.


Kemarin sudah membuat yah pusing dan sekarang membuat nya khawatir dan besok apa lagi yang akan Princess lakukan untuk membuat Van Frustasi tingkat lalu bertingkat.


Van yang melamun mendengar lengkungan Princess, Van menatap Princess yang mulai menggerakkan mata, Princess menatap Van yang juga menatap nya dengan cinta dan sayang tatapan yang selalu Princess lihat di mata Van.


"Ano kenapa???" Suara Princess yang serak khas bangun tidur


"Aku sangat mencintai kamu, jangan lagi membuat ku khawatir" dengan senyum dan mengusap lembut pipi Princess


"Tidak akan, aku kan baik"


"Kamu terlalu baik sayang"


"Dan terlalu sangat polos terkadang kepolosan kamu membuat ku menjadi pusing dan frustasi" Batin Van dan tentu saja dia tidak akan bicara kepada Princess yang sesungguhnya.


"Ano kenapa kamu diam??"


"Ano!!"


"Apa sayang, aku hanya memikirkan ingin mengajak kamu ke bali sayang"


"Ah benarkah Ano???"


"Emm tidak"


"Lalu kenapa kamu semangat sekali sayang???"


"Hehehe Karena aku ingin ke sana bersama dengan anak kita"


"Kenapa???"


"Karena aku ingin dia juga melihat ke indahan di sana"


Van dan Princess yang baru bangun dari tidur nya membahas banyak hal, mulai liburan sampai dengan hal tentang ank mereka nanti nya, Princess juga mengajak Van untuk Memeriksakan kandungan nya di Rumah sakit lain milik keluarga Alexander.

__ADS_1


Tentu saja Van menuruti nya karena semua itu juga baik untuk calon anak mereka, Van juga akan memberikan Hadia untuk Princess karena sudah memberikan kebahagian di pernikahan mereka.


"Besok kita periksa Ano biar tahu dong anak aku"


"Anak kita sayang"


"Ah Iyah kah Ano?? Kan aku yang mengandung Ano!!"


"Aku yang menanam nya sayang"


Kedua pipi Princess memerah saat mengingat bagaimana ganas nya diri nya saat menyerang Van, begitupun dengan Van yang. Mereka berdua dapat ajaran dari Mommy dan Daddy mereka, Aura mengajari Princess saat Princess tengah ada di Rumah sakit dan Jonie mengajari putra nya saat Van bertanya kepada Aura dan Jonie saat di Mansion.


"Ghemm" Mereka berdua kompak berdahem.


"Ano aku mau makan Bakso"


"Baik lah tuan putri ayo kita pergi sekarang"


"Hemmm"


Van dan Princess bersiap untuk pergi menuruti keinginan Princess untuk makan bakso, Setelah tiga puluh menit Van dan Princess sudah siap untuk turun ke lantai bawa. Van dan Princess keluar dari dalam kamar dengan Princess ada di gendongan Van, sedangkan Princess mengalungkan ke dua tangan nya ke leher Van.


"Kamu terlihat begitu tampan Ano"


"Kamu sangat cantik sayang"


"Ano kenapa kamu tampan sekali???"


"Tapi saat aku melihat Daddy pertama kali aku juga terpesona dengan nya Ano"


"Apa??? Sayang kamu apa-apaan terpesona dengan Daddy"


"Karena Daddy tampan sayang"


"Apa-Apaan sih Daddy tebar pesona dengan Princess!!" Batin Van dengan masuk ke dalam Lift


Saat sampai di lantai satu mood Van semakin hancur karena melihat Daddy nya ada di depan nya ingin masuk ke dalam Lift bersama Aura. "Kenapa Daddy ada di sini???"


"Lah ank ini orang tua datang bukan nya di sambut malah di tanya kenapa"


Princess yang dalam mode polos menatap Van lalu Jonie. "Lihat Ano Daddy tampan kan???"


Tentu saja apa yang di tanyakan Princess membuat Van geram, Aura yang melirik Van setelah mendengar pertanyaan Princess dia terkekeh saat melihat raut putra nya semakin dingin.


"Apa benar nak Daddy tampan???" Aura malah semakin menggoda Van.


"Iyah Mom, pertama aku melihat Daddy saja langsung terpesona dengan Daddy"

__ADS_1


"Sudah cukup sayang!! Mommy dan Daddy silahkan kembali ke Mansion utama, Van dan Princess tidak menerima tamu"


"Kurang ajar!! Mommy bukan tamu yah" Aura pura-pura kesal dengan putra nya


"Lalu apa kalau bukan tamu Mom???"


"Sudah lah jangan berdebat Daddy dan Mommy kesini ada yang ingin Mommy dan Daddy katakan serius Van"


"Ah iyah Mommy lupa, ayo kita ke kamar kamu" Dengan suara berbisik


Van dan Princess tentu saja bingung kenapa Mommy dan Daddy nya terburu buru sekali, mereka berempat masuk ke dalam lift, dengan Van yang masih menggendong Princess.


Mereka berempat keluar dari dalam lift setelah itu berjalan ke arah kamar Van dan Princess, Aura membuka kamar Van mereka masuk ke dalam. Van menurunkan Princess di sofa yang ada di kamar.


"Ada Apa Mom, Dad" Van bertanya setelah semua nya sudah duduk


"Dengar baik-baik dia kembali Van dia sudah menikah dengan pemimpin Mafia"


Van paham dengan apa yang di katakan Mommy nya dia tau siapa yang kembali, Aura dan Jonie takut kalau dia menyakiti menantu nya. "Jaga baik baik Princess karena dia sedang mengandung"


"Iyah Mom"


"Sebaik nya kalian pindah ke Mansion utama terlebih dahulu karena di sini tidak Aman Nak"


"Baik lah Mom dan kamu setuju kan sayang???"


"Iyah Sayang"


Mereka semua keluar dari dalam kamar Van dan Princess, berjalan ke arah lift. Mereka semua masuk kedalam lift untuk turun ke lantai satu.


"Mom"


"Kenapa Nak"


"Ikut dengan kami makan Bakso"


"Kalian mau makan bakso???"


"Iyah Mom"


"Bagaimana Dad"


"Iyah ikut aja Mom, nanti cucu kita ileran lagi kalau enggak dituruti"


"Itu hanya mitos Dad"


"Itu kan yang beredar selama ini Mom"

__ADS_1


"Daddy terlalu kuno"


Mereka semua keluar dari dalam Mansion, Van dan Princess masuk kedalam mobil Sport mereka begitupun dengan Jonie dan Aura yang masuk kedalam mobil mereka Dua mobil mewah itu meninggalkan Mansion.


__ADS_2