
Van benar benar tidak pergi ke kantor, Van menemani Princess di mansion. Apa pun yang Princess butuhkan Van yang akan mengambil nya.
Seperti sekarang ini Princess ke datangan tamu bulanan nya, Princess tak di ijin kan Van untuk pergi ke supermarket sendiri.
"Ano apa kamu benar mau pergi ke supermarket sendiri???"
"Kenapa???"
"Kamu tidak malu Ano???"
"Malu kenapa sayang???"
"Itu barang yang!!!"
"Privasi Ano"
"Kenapa kamu calon istri aku dan kamu lagi sakit"
"Yah sudah sana kamu pergi, kamu Ano. Cari yang panjang dan bersayap"
"Baik lah. Aku akan carikan yang kamu ingin kan sayang"
Princess menghela napas melihat Ano menghilang dibalik pintu kamar, Princess merebahkan dirinya di hamparan empuk kembali.
Princess tidak mau bergerak takut darah nya akan menetes kemana mana. Dia memilih memain kan ponsel nya mengunggu Van kembali.
Tok.. Tok ... Tok..
"Masuk saja pintu tidak dikunci"
Orang yang ada diluar masuk ke dalam kamar Van, Aura melangka mendekat ke arah Princess yang sedang berbaring di kasur.
"Kenapa Sayang???"
"Aku datang bulan Mom, tidak punya pembalut"
"Mommy punya didalam tas Mommy, mommy ambilkan dulu yah"
"Iyah Mom terima kasih"
Aura meninggalkan Princess dikamar Van, dia awal nya ingin mengajak menantu nya jalan jalan tapi dia urungkan dulu.
Aura mengambil pembalut yang Princess butuhkan lebih dahulu, tidak beberapa lama Aura kembali ke kamar Van.
"Sayang mama punya yang gini mau???"
"Tidak apa apa Mom yang penting ada"
"Yah udah sana kamu ganti dulu Mommy tunggu di sofa yah"
"Iyah Mom"
Princess masuk kedalam kamar mandi, tidak berselang lama Princess masuk kamar mandi Van masuk ke dalam kamar.
Dia tidak menemukan Princess tapi menemukan Mommy nya didalam kamar. "Mom dimana Princess"
"Didalam kamar mandi"
"Apa dia jalan ke kamar mandi mom"
"Tidak sayang"
"Lalu???"
"Princess naik Jet Pribadi Mommy"
"Mommy"
"Yah jelas dia jalan Van, Mau pakai apa ke kamar mandi kalau tidak jalan nak???"
"Dia lagi sakit mom"
"Tangan bukan kaki nya Ano"
Tetap Saja dia sakit Mom"
Princess yang keluar dari dalam kamar mandi pun bingung dengan Van dan Aura yang sedang berdebat.
Princess mendekat ke arah Van, Princess sudah mandi, ganti baju bersih. "Ano ada apa???"
__ADS_1
Van menengok kebelakang melihat Princess ada dibelakang nya, yang sudah bersih berganti baju. kini Princes masih menggosok rambut nya yang basa.
"Sayang kenapa kamu tidak nungguin aku???"
"Karena aku sudah dikasih sama Mommy"
"Kamu sudah dikasih Mommy sayap???"
"Iyah sudah"
Aura yang mendengar kata kata sayap pun bingung kapan diri nya memberi sayap kepada Princess.
Lalu kenapa Princess juga mengatakan kalau sudah mendapat sayap. "Kapan mommy kasih Princess sayap???
"Barusan mommy kasih dia pembalut bukan sayap"
"Itu yang dimaksud Ano Mom"
"Aneh aneh saja"
tok.. Tok.. Tok..
"Biar Mommy yang buka"
"Kenapa Va???"
"Kardus ini mau ditaruh dimana Nyonya???"
"Apa itu Va???"
Van yang mendengar Eva didepan kamar nya melangka keluar kamar nya. Van menatap kardus yang dibawa pengawal yang ada dibelakang Eva.
"Masuk kan kedalam"
"Baik Tuan muda"
Pengawal itu masuk kedalam kamar Van, Princess yang ada didalam kamar bingung Kardus apa yang mereka bawa.
"Apa ini???"
"Kami tidak tau nona"
"Yah sudah kalian pergilah"
"Apa ini Ano??."
"Sayap"
"Apa????"
Teriakan Aura dan Princes mampun membuat telinga Van berdengung, saking kencang dan kuat nya.
"Apa kamu bilang???"
"Sayap"
"Buat apa aku segini banyak nya Ano???? Aku paling lama kedatangan bulan hanya satu minggu.
" Emm aku tidak tau sayang, aku pikir lama. Jadi aku belikan satu kardus"
Princess duduk di tepian ranjang, sedangkan Aura sudah lebih dulu duduk tepian ranjang. Princess lemas menghadapi Van.
Princess menata Van yang ada di depan nya, Van masih dengan wajah datar nya, sedang kan Aura juga menatap Putra nya.
"Kembalikan saja"
"Malu sayang"
"Kasih ke pelayan Mansion saja"
"Baik lah sayang, kamu tidak ambil beberapa yang cocok dengan kamu untuk beberapa bulan"
"Yah aku mau lihat"
"Mommy tidak mau mengambil beberapa???"
Aura dan Princess mengambil beberapa sayap yang untuk beberapa bulan ke depan. Selebih nya dikasih ke pelayan mansion.
"Ano"
__ADS_1
"Kamu tadi beli ini bilang apa sama yang jual"
"Sayap buat tamu bulanan"
"Yah sudah terima kasih"
Aura setelah mengambil beberapa memilih untuk keluar kamar Van, Aura sangat pusing dengan tingkah sang putra.
"Dia mengatakan sayap, kepada benda ini"
Aura menggerutu sampai lantai bawah dimana kamar nya berada, Laudya yang melihat nya bingung.
Laudya mendekat ke arah kakak nya, Laudya bingung kenapa kakak nya membawa banyak sekali pembalut.
"Kak untuk apa?"
"Tanya saja sama Van, dia membeli satu kardus pembalut, sebaik nya kamu ambil beberapa agar cepat habis"
"Iyah kak"
Laudya melangka meninggalkan kakak nya yang masih menggerutu pada putranya. Laudya memasuki lift naik ke lantai atas dimana kamar Van.
"Aunty"
Laudya menoleh ke arah Van yang ada dibelakang nya entah dari mana dia. Laudya menatap keponakan nya dengan aneh.
"Untuk apa itu Ano???"
"Ini ambillah Aunty dikamar masih banyak"
"Lalu ini kamu dapat dari mana???"
"Dari depan ternyata masih ada satu kantung kresek besar"
"Apa Aunty juga memakai sayap????"
"Sayap, sayap apa Van???"
"Ini Aunty"
Laudya meninggalkan Van yang ada di lorong dia masuk kedalam kamar Van setelah mengetuk pintu kamar nya.
"Apa Van mulai gila Princess???"
"Ada apa tante???"
"Dia membawa satu kantung kresek besar yang isinya pembalut"
Laudya berbicara tanpa melihat jalan. "Bruk ahh"
Laudya menatap ke bawah dia ingin tau apa yang ditabrak. "Apa ini Nak???"
"Itu sayap Aunty"
"Sayap apa???"
"Seperti ini Aunty"
"Kayak nya benar kamu sudah gila Van, buat apa kamu membeli sebanyak ini???"
"Untuk aku amalkan"
"Tuhan, mana ada Van amal pembalut"
Laudya yang kesal mengambil beberapa sayap lalu meninggalkan kamar Van dengan menggerutu.
Sedang kan Princess sudah sangat lemas pusing menghadapi kelakuan Van yang hari ini sangat ajaib bagi dirinya.
"Aku akan ambil untuk Yuvi setelah itu panggil pengawal suru bawa ini lantai bawa"
"Iya taun putri"
Princess mengambil beberapa sayap lalu memasukan kedalam kantung kresek yang Vam bawa. Yang isinya sudah Princess tuangkan ke dalam kardus.
Van menghubungi salah satu pengawal untuk datang ke kamar nya untuk membawa semua sayap yang dia beli.
Setelah kepergian pengawal Van mendekat ke arah Princess. "Apa sakit sayang saat berdarah???"
"Tidak Ano"
__ADS_1
"Yah sudah kamu istirahat aku lihat email yang dikirim Roy"
Van mencium kening Princess sebelum melangka ke sofa yang ada di dalam kamar. Van mulai serius dengan pekerjaan nya.