
"Kenapa kamu memaksa sekali kak..?? Aku sudah katakan aku enggak mau menikah dengan kamu apa kurang jelas kak..??"
"Kurang..aku enggak mau kehilangan kamu Ella, aku menyesal berpisah dengan kamu, aku mohon Ella kembali sama aku yah..???"
"Enggak, aku enggak mau Kak"
"Apa alasan kamu menolak ku..?? Kamu masih mencintai ku..??"
"Kak cinta kan enggak harus memiliki"
"Stop aku enggak mau tau yang jelas aku mau kita menikah..!! aku enggak peduli"
"Kak, kamu jangan memaksa dong..!!"
"Lalu aku harus bagaimana kalau tidak memaksa kamu Ella, aku masih sangat mencintai kamu sangat dan sangat sayang"
"Tapi aku enggak Mas, aku enggak cinta sama kamu.."
"Bohong, kamu bohong dengan apa yang kamu katakan Ella..!!"
Ella tanpa sadar meneteskan air matanya dia memang masih sangat mencintai Yoga, tapi dia takut dengan apa yang terjadi beberapa minggu yang lalu akan berdampak kepada pernikahan nya dengan Yoga.
"Aku tau kamu berbohong Ella aku sudah dengan kamu 10 tahun jadi kalau pun kamu tidak mencintai ku kamu tidak akan menangis di sini dan mau menemui aku di sini sayang..!!"
"Kak, cukup aku sungguh enggak bisa menerima kamu lagi, aku takut akan membuat kamu kecewa kembali Kak"
"Aku tidak akan kecewa dengan kamu sayang, tolong mengerti aku masih sangat mencintai kamu..!! Demi Sherly yang masih membutuhkan kita sebagai orang tua nya. Dia pasti ingin Mommy dan Daddy nya berkumpul dengan nya"
"Aku sudah tidak suci kak kamu harus tau aku tidak suci..!!"
"Kalau begitu aku akan membersikan noda yang membuat kamu terpuruk, aku akan membuat kamu melupakan semua nya sayang"
"Kak, itu sangat sulit"
Yoga menarik pelan tangan Ella dia menarik keluar Cafe di mana mereka bertemu, Yoga menyuruh Ella masuk ke dalam Mobil Yoga. Mobil yang selalu di gunakan untuk pergi berdua dengan Ella, Ella menurut dengan Yoga dia masuk ke dalam Mobil.
__ADS_1
Yoga melajukan mobil nya meninggalkan parkiran Cafe dan meninggalkan Mobil Ella di Cafe. Yoga membelah jalan yang cukup padat dengan pengendara roda dua dan roda empat.
Yoga membelokan Mobil nya ke parkiran Hotel bintang Lima di mana Hotel yang hanya orang beruang yang bisa masuk ke dalam Hotel. "Kak, kenapa kamu membawaku ke hotel..??" Ella bingung dengan Yoga membawa nya ke hotel.
"Aku akan membersihkan semua noda yang ada di dalam diri kamu dan kita akan menikah sayang tanpa ada Noda orang yang memperkosa kamu"
"Kak, ini salah..!! Jangan lakukan ini"
"Sayang kamu dengarkan aku, aku enggak mau kalau kamu terbayang-bayang hal yang membuat kamu ragu dengan aku"
Ella dan Yoga menghabiskan waktu siang hari di Hotel untuk membuat Yakin Ella agar Ella mau untuk kembali menikah dengannya, Ella menurut dengan Yoga karena Ella juga masih sangat mencintai Yoga.
Yoga merasa senang dengan Ella yang menurut dengan nya, karena Yoga sendiri juga sangat mencintai Ella. Perempuan yang dulu perna menyelamatkan hidup nya di masa lalu.
Sedangkan di Mansion utama Arvin dan Arion merasa bingung dengan adik nya sendiri yang selalu menutupi masalah nya sendiri, apa lagi saat ini Ella tengah mengatakan kalau dia di perkosa tapi tidak ada tanda-tanda yang aneh di saat Ella di perkosa.
"Apa dia tidak mengigau kak, dia yang menggunting bajunya sendiri tanpa sadar" Arvin merasa kalau adik nya tengah mimpi entah apa yang dia impikan.
"Apa kamu yakin dek..??" Arion menatap adik kedua nya dengan menguncir rambut panjangnya.
Arion mendengarkan apa yang di katakan oleh adik nya dia mulai merasa kalau apa yang di katakan adik kedua nya memang benar adanya. "Mungkin saja begitu..!! Yah sudah kalau begitu aku mau naik ke atas panggilan kakak kamu sudah sangat memekakkan telinga"
"Itu lah Kak Aula, entah tingkah apa lagi yang akan dia lakukan dengan Felisa apa lagi Felisa sudah pulang"
Dua perempuan yang membuat dua laki-laki yang ada di ruang keluarga pusing setiap hari nya dengan tingkah ajaib Aula dan Felisa. "Kapan kalian akan mengunjungi Amelia di pondok..??"
"Dua hari lagi.!! Sudah lah sana naik kak Aula sudah memanggil"
"Yah, kalau aku tidak datang dia akan meratakan Mansion dengan tanah"
Arion beranjak dari duduk nya untuk naik ke lantai dua, di mana Aula dan Felisa tengah mengecat dinding kamar untuk Amelia menjadi lebih sejuk dan indah, tapi bukan semakin indah malah kacau balau.
Amelia yang dua hari akan pulang dari pondok karena sudah waktu nya pulang, dua perempuan cantik yang ada di Mansion menyiapkan kepulangan Amelia tanpa Ella yang tengah memadu kasih dengan Yoga di hotel berbintang.
Arion keluar dari dalam lift untuk menemui istri dan adik ipar nya yang ada di dalam kamar Amelia, Arion sangat terkejut dengan keadaan kamar Amelia yang berubah menjadi pelangi warna warni.
__ADS_1
"Astaga, kenapa kalian merubah menjadi pelangi Astaga..!! Aku yakin dia akan mengamuk besok saat pulang"
"Kak, ini sudah bagus yah..!!!"
"Benar sayang ini sangat cantik dan bagus"
"Lihat lah kalau dia pulang dan mengamuk aku dan Arvin tidak mau tanggung"
"Lho kan kalian Papi dan Papa nya gimana sih"
"Bodoh..!!"
Arion meninggalkan dua perempuan yang tengah kesal dengan nya di dalam kamar Amelia yang di rubah menjadi pelangi dan gambar bunga. Padahal dua perempuan cantik yang kini sudah cemong dengan cat tau kalau Amelia tidak suka dengan warna yang ramai.
Arvin yang ada di ruang keluarga tengah mengecek email yang masuk merasa heran dengan kaka nya yang kembal turun dari lantai dua. "Kenapa kakak turun..??"
"Mereka sudah gila"
"Hah.. Apa yang mereka lakukan..??"
"Mereka merubah kamar Amel menjadi sangat ramai dengan warna dan gambar bunga"
"Apa..??"
"Itu lah kalau mereka tidak datang ke kantor membuat pusing saja"
"Itu karena ula kak David sialan itu yang memberi ijin libur Aula..menjadikan Felisa ikutan tidak masuk ke kantor"
Dua pria tampan dan mapan itu bersandar di sandaran sofa yang ada di ruang keluarga dengan memejamkan mata mereka karena lagi-lagi mereka mendengar nama mereka di panggil dua perempuan yang ada di lantai dua Mansion utama.
"Yah Tuhan apa lagi yang mereka mau" lirih Arion dengan masih memejamkan mata nya.
"Mungkin mereka tengah kumat kak, aku ingin ke kantor saja aku ada meeting"
"Kamu lupa meeting dengan ku sialan"
__ADS_1
Mereka beranjak dari duduk nya meninggalkan ruang keluarga Mansion dengan lunglai, mereka tidak mau kena mental menghadapi Aula dan Felisa yang tengah sibuk.