
Princess menatap suami nya yang tengah berdiri di kaca besar yang ada di dalam walk in closet, Princess mendekat ke arah Van. "Ano, kamu semakin tua semakin jelek saja" Princess menatap Van dari samping nya.
Van yang mendengar perkataan Princess yang tiba-tiba merasa diri nya begitu sangat tua. Van semakin lekat menatap wajah nya di cermin yang ada di depan nya.
Van melihat dirinya yang masih tampan, kerutan di wajahnya saja tidak ada, bagaimana bisa Princess mengatakan kalau dirinya jelek. "Sayang.. Kerutan di wajah ku saja tidak ada!! Bagaimana kamu bilang suami kamu ini jelek??"
"Tapi menurut ku kamu jelek Ano"
"Yah sudah terserah kamu sayang, ayo kita turun dan sarapan"
Princess dengan Van keluar walk in closet yang ada di kamar mereka, Princess akhir akhir ini enggan dekat dengan Van. "Ano menjauh lah sedikit"
Van menatap Princess heran kenapa dia harus menjauh. "Kenapa yank??"
"Kamu bau, dekil, jelek"
Van ternganga mendengar apa yang di katakan oleh Princess, padahal dirinya wangi apa lagi dekil Van tidak merasa sama sekali. "Yank, aku wangi, tampan, dan juga sangat putih"
"Putih???" ulang Princess.
"Iyah"
"Apa kamu hantu Ano??"
Van semakin bingung dengan Princess bagaimana dirinya di katakan hantu oleh Istrinya jelas-jelas kalau suami nya masih sangat hot.
"Ano"
"Hemmm"
"Rasa nya aku ingin mencari kekasih"
Van berhenti mendengar perkataan Princess, Princesa yang melihat suami nya berhenti dia juga menghentikan langkah kaki nya. Princess menatap Van dengan bingung.
"Kenapa Ano??" Princess yang tidak tau kalau Van tengah menahan kesal kepada nya, mana bisa Van marah yang ada dia yang akan terusir dari Mansion.
"Ano, kenapa diam sih" Princess mulai kesal dengan Van yang tidak kunjung menyahut.
__ADS_1
"Sayang.. Aku bisa gila setiap hari kamu menguji ke sabaran ku" Van menatap Princesa dengan sendu berharap Princess akan kasihan dengan Van.
"Hah .. Jadi selama ini kamu menganggap kamu mengganggu kamu iyan Ano?? Kurang ajar kamu Ano!!! Aku bakalan habisi kamu, aku lenyapkan kamu dari muka bumi ini Ano.. Sialan" Princess bersiap akan menyerang Van, Van sudah ketar ketir di samping nya.
Gerakan Princess berhenti saat mendengar suara menantu nya yang beberapa hari ini sibuk menuruti kemauan nya. Princess menatap Aura yang ada di depan pintu Lift tengah menggandeng lengan Arion.
Princess keluar dari dalam lift dengan tiba-tiba air mata nya bercucuran di pipi Princess, Princess memeluk menantu dan Anak nya. "Nak, Papi kalian mengatakan kalau selama ini Mami sudah mengganggu nya" Princess mengadu kepada Rion dan Aula.
Rion menatap Van kesal karena setiap pagi Mami nya akan menangis di pelukan nya kalau tidak di pelukan Arvin. Sedangkan Van yang di tatap kesal oleh Putra nya, mendengus hanya geleng geleng pelan.
"Mi, kenapa Mami dengarkan perkataan tua bangka sialan itu. Mami di sini penguasa nya jadi terserah Mami mau apa" Rion semakin menyiram gas di Mood Princess.
"Iyah, kamu benar sayang!! Jadi Mami harus kasih hukuman Papi bukan??"
"Tentu Mi"
Princess mendekat ke arah Van, sedangkan Van sudah berjalan mundur di barengi Princess berjalan mendekat ke arah Van. "Ano, aku ingin mencincang kamu sampai habis"
Van tidak bisa berjalan mundur lagi karena punggung nya sudah menempel di pintu lift, Princess menatap Van dengan kedua tangan yang mengurung Van.
Van memeluk Princess dengan senyum poga nya, sedangkan Princess dengan muda nya mood nya berubah, kini Princess tengah memeluk Van dengan sangat erat. Van membalas memeluk Princess tak kalah erat.
Felisa dan Arvin yang melihat Papi, Mami nya bingung sekaligus heran dengan mereka berdua. Kenapa Mami dan Papi nya malah berpelukan di depan pintu lift.
"Mi, Pi.." Felisa memanggil Princess dengan Arion.
Sedangkan Princess dan Van yang mendengar suara menantu nya melepaskan pelukan nya masing masing. "Kenapa sayang??"
"Bukan Aura Mi, melainkan Felisa yang ada di dalam lift. Mami dan Papi menghalangi jalan"
Princess dan Van baru sadar kalau mereka ada di depan pintu lift, Van dan Princess menepi agar menantu dan anak nya bisa lewat. "Kenapa kalian ada di depan pintu Lift mau menjadi penjaga pintu lift??"
"Ar, Papi kamu bilang Mami mengganggu nya selama ini"
Arvin menatap Papi yang yang mendengus malas, melihat istrinya mengadukan kepada putra nya yang lain. "Kalau begitu cincang habis saja Mi"
"Boleh begitu nak??"
__ADS_1
"Boleh Mi, nanti Mami bisa cari yang lebih hot dari Papi" Arvin juga mengompori Mami nya.
"Kalian durhakim yah sama Papi" Van tidak terima anak-anak nya malah menyuruh Istrinya mencari pria lain selain dirinya.
Arion dan Arvin saling tatap setelah itu kedua pria yang sudah menikah itu mendekat ke arah Princess, mereka berdua malah sengaja semakin membuat Van kebakaran jenggot.
Arvin dan Arion mencium pipi Princess di depan Van, Van yang melihat kelakuan kedua anak nya semakin kesal dengan jengkel kepada duo A..
Van dengan kesal menggeplak kedua anak nya dengan kesal, Arion dan Arvin mengusap kepala nya yang terasa nyeri karena geplakan Van. "Pii, sakit taun!! Tua bangka sialan emang"
"Kalian berdua yang sialan, udah punya bini sendiri-sendiri main nyosor punya Papi. Oh yah dan satu lagi Papi masih muda"
Dua mantu Van dan Princess sudah cekikikan melihat perdebatan suami mereka dengan Van yang juga tidak mau kalah dengan anak-anak nya. Mereka sangat bersyukur karena di pertemukan dengan keluarga yang tidak banyak aturan.
Arion dan Arvin menatap malas Van yang kini memeluk pinggang ramping istrinya. Saat Van ingin mengajak Princess pergi Princess terjatuh tidak sadarkan diri di pelukan Van.
"Sayang" Van sangat terkejut melihat istrinya tiba tiba tidak sadarkan diri.
"Mami" Anak dan Menantu nya kompak memanggil Princess yang pingsan di pelukan Van.
"Pi, ayo kita bawa ke rumah sakit" Aura mengajak mertua nya membawa Princess ke rumah sakit
"Yank ambil kunci mobil"
Arion menekan tombol lift yang menurut nya sangat lama terbuka nya, Van menggendong Princess berjalan ke arah pintu Mansion. dengan di ikuti Menantu dan putra nya.
Arvin menghubungi adik nya mengatakan kalau Mami nya pingsan dan di bawa ke rumah sakit, setalah menghubungi Adik nya. Arvin masuk ke dalam mobil bersama Van dan juga Arion.
Sedangkan dua menantu nya menunggu sopir mengeluarkan mobil mereka dari dalam garasi Mansion. "Kenapa lama sekali Au"
"Tau, enggak tau apa kalau lagi Ergen"
Tidak lama sopir sudah mengeluarkan mobil Aura, Felisa dan Aura masuk ke dalam mobil Aura. Aura melajukan mobil nya meninggalkan halaman Mansion yang luas.
Sedangkan Felisa tengah menghubungi suami nya bertanya Princess di bawa ke rumah sakit Mana, setelah mengetahui Felisa memutuskan sambungan telpon nya.
"Rumah sakit ****"
__ADS_1