PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
DUA PRIA


__ADS_3

Ella mengantar Sherly ke sekolah yang baru di mana sekolah yang baru ini lebih ketat dari sekolah lama Sherly.


Sekolah khusus orang-orang kaya yang hidup nya bergelimangan harta yang tidak akan perna habis. Jika saudara-saudara nya akan sekolah di sekolah Elit yang mungkin orang kalangan menengah bisa masuk tidak dengan Sherly yang di sekolahkan Ella di tempat yang berbeda.


"Mommy mau kamu jadi anak yang pintar di sini Sher, Mommy tidak mau kalau sampai kamu mengecewakan Mommy" Ucapan Ella yang membuat Sherly selalu ingin memberontak, karena selalu di tekan Ella.


"Mommy terlalu egois untuk menjadi orang tua, jika Mommy seperti ini mungkin nanti nya Mommy tidak akan perna bisa merasakan lagi kedekatan antara anak dan ibu" Lirih Sherly setelah itu dia keluar dari dalam Mobil mewah keluaran terbaru milik Ella.


Ella yang mendengar ucapan Sherly membuat hati nya terhenyut, seakan Sherly akan meninggalkan nya. "Apa maksud Sherly??" Batin Ella dengan menatap putrinya yang semakin menjauh dan masuk ke dalam sekolah.


Ella meninggalkan sekolah Sherly dia melajukan mobil nya untuk kembali ke Mansion utama, dengan perasaan yang bercampur aduk tidak menentu. Karena dia selalu teringat ucapan putrinya yang mengatakan tidak akan mempunyai kesempatan untuk dekat antara ibu dan anak.


Ella memasukan mobil nya ke dalam gerbang yang menjulang tinggi Mansion utama, Ella menghentikan mobil nya di depan teras Mansion. Ella keluar dari dalam mobil dengan melamun sampai tidak sadar kalau di depan nya ada Arion yang baru juga ingin keluar.


Bhrukkk..


Ahhh...


Ella terjatuh setelah menabrak tubuh tegap Arion, Arion sangat terkejut melihat adiknya yang sudah terduduk di lantai teras Mansion. "Queen"


"Kak sakit tau tidak!!"


"Tidak.."


"Sialan emang"


"Kenapa juga kamu melamun sih??"


"Tidak ada aku hanya tidak enak badan saja kak"


Arion membantu sang adik untuk berdiri, dia melihat Ella dengan aneh tidak biasanya adiknya tidak fokus seperti saat ini. "Apa yang kamu pikirkan, jangan mencoba membohongi kakak Queen" Arion tau kalau sang adik tengah berbohong


"Tidak ada kak"


"Kamu jangan bohong, kita hidup sudah bersama sejak ada di dalam kandungan Mami!! Jadi jangan mencoba membohongi kakak" Lirih Arion dengan menatap adik nya.


"Kak, hari ini sherly mengatakan hal yang ambigu"


"Apa yang di katakan??"

__ADS_1


"Sudah lah aku sendiri tidak paham, mungkin hari ini dia benar-benar marah sampai dia mengatakan hal yang tidak jelas" Ella tidak mau lagi ingat apa yang di katakan oleh Sherly.


Arion tidak memaksa adik nya untuk bercerita dia tau pasti hubungan Ella dengan Sherly yang tidak baik-baik saja sejak lima tahun yang lalu. Ella selalu saja menuntut Sherly untuk menjadi apa yang seperti Ella inginkan.


Di balik sikap keibuan Ella ada sifat egois yang menyelimuti hati sang adik sejak lima tahun yang lalu di mana waktu itu Sherly tengah bermain di taman bersama dengan baby sister yang merawat nya sejak kecil.


Baby Sister memang setiap sore akan mengajak Ella pergi ketaman untuk membeli jajanan yang dia sukai, saat dalam perjalanan pulang Baby sister yang menjaga Sherly di bunuh dan mayat nya di kirim ke Mansion, sedangkan Sherly di bawa oleh pembunuh Baby sister Sherly.


Sejak saat itu Ella berubah, sampai kakak nya tidak lagi mengenali Ella yang sangat penyayang dan lemah lembut terhadap anak-anak nya, sikap lembut akan dia tunjukan di keponakan nya tapi tidak untuk Sherly.


Itu lah kenapa sekarang Aula sering kali mengajak Sherly bermain dari pada putrinya sendiri agar Sherly tidak merasa kalau dia sendiri dan tidak ada yang mau mengerti dirinya.


Untung saja tripel mau mengerti keadaan adik nya yang memang butuh kasih sayang lebih, tripel malah senang kalau Mami nya mau mengajak Sherly bermain bersama.


Mansion yang biasanya akan ada lima putri kini hanya empat putri tanggu, satu lagi ada di pondok pesantren untuk merubah segala nya di dalam hidup nya.


"Yah sudah kamu masuk kakak mau ke kantor ada meeting pagi"


"Iyah kak hati-hati"


Ella masuk ke dalam Mansion sedangkan Arion berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir cantik di depan Mansion.


Belum juga Ella merasa tenang dia mendengar suara ponsel yang berdering, Ella merogoh tas nya yang ada di samping nya. "Siapa yang menghubungi ku sepagi ini" Lirih Ella dengan mengambil ponsel nya


Ella menatap nomor yang tertera di ponsel nya, Ella mengerutkan kening nya. Ella tidak mengangkat nomor baru yang menghubungi nya, saat ponsel Ella mati kembali nomor yang sama menghubungi Ella.


Ella yang kesal mematikan ponsel nya dan menaruh nya di dalam tas nya, sedangkan di sekolah Sherly sudah dalam keadaan mengenaskan.


Dengan luka yang di kening entah siapa yang melakukan nya, Sherly di pukul balok kayu saat baru sampai di depan ruang kepala sekolah untuk melapor kalau dia anak baru di sekolah.


Saat Sherly ingin mengetuk pintu malah di harus di pukul oleh seseorang yang tidak di kenal, sekolah yang terkenal dengan penjagaan ketat buktinya Sherly kini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dengan luka yang ada di kening di larikan oleh sekolah ke rumah sakit karena darah yang keluar terlalu banyak.


Kepala sekolah masih menindak kejadian ini dengan mengecek kamera Cctv yang ada di depan ruangan nya, mereka bisa melihat kalau Sherly waktu itu ingin mengetuk pintu ruangan kepala sekolah


Tiba-tiba ada dua pria yang memakai masker dan jaket hitam yang datang mendekat ke arah Sherly, pria yang satu mencolek bahu Sherly saat Sherly menoleh kebelakang dia langsung di pukul kayu balok yang salah satu pria bawa.


Kepala sekolah sangat syok dengan apa yang terjadi dengan keturunan Alexander, dia merasa hidup nya akan berakhir karena salah satu keturunan mereka tengah di bawa ke rumah sakit.


Pihak sekolah tidak bisa menghubungi Ella, mereka menghubungi Yoga yang tengah meeting dengan klien di luar kantor. Menjadikan Yoga tidak tau kalau ponsel nya bolak balik mendapat telpon dari sekolah.

__ADS_1


Merasa putus asa akhirnya sekolah menghubungi keluarga yang lain yang bisa di hubungi untuk memberi tahu kalau Sherly di hari pertama sekolah harus mendapat kejadian yang tidak mengenakkan.


Felisa yang tengah bermain game mendapat telpon dari nomor yang tidak di kenal, Felisa mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenal.


"Hello.."


"Hello, saya Ardan selaku kepala sekolah di mana Sherly Alexander bersekolah"


"Emm iyah ada apa yah pak??"


"Begini Bu, saya mau memberi tau anda kalau Sherly di larikan ke rumah sakit karena terluka di kening nya"


"Apa????"


"Kamu jangan macam-macam yah dengan mengatas namakan keponakan saya, kalau kepala mu masih mau berada di tempat nya" Felisa benar-benar marah saat mengetahui keponakan nya di larikan ke rumah sakit.


"Bukan begitu bu kalau anda tidak percaya mari melakukan panggilan video call saja, agar anda tau kalau saya tidak berbohong"


Akhirnya Felisa melakukan panggilan video call dengan Ardan kepala sekolah dimana Sherly sekolah. Felisa yang memang mengenal kepala sekolah di tempat Sherly sekolah langsung tau kalau dia benar-benar ardan.


"Nona muda..!!"


"Hemmm.. Kau masih mengenaliku rupa nya Ardan"


"Ten-tentu saya masih mengenali anda!! Anda banyak berjasa untuk saya"


"Hemmm.. Lalu mana keponakan ku Ardan!! Apa yang kamu lakukan dengan nya??"


"Maaf Nona muda tapi saya benar-benar tidak tau siapa mereka!! Sekarang Nona kecil tengah berada di Rumah sakit******"


"Kamu menghubungi ku tanpa tau aku siapa tadi bukan"


"Maafkan kecerobohan saya Nona muda"


"Jika terjadi sesuatu dengan keponakan ku siap-siap lah Mami akan mengirim mu bertemu dengan Malaikat di gerbang Neraka Ardan"


"Ampuni Saya Nona muda"


Felisa mematikan sambungan telpon nya lalu bangun dari rebahan nya untuk menemui Ella yang kenapa tidak dapat di hubungi oleh Ardan bodoh itu sampai Keponakan nya berada di rumah sakit.

__ADS_1


Felisa mengatakan semua yang terjadi kepada Ella saat dia keluar kamar dan melihat Ella yang ingin masuk ke dalam kamar nya. Ella benar-benar terkejut mendengar apa yang di katakan Felisa, dia langsung berlari untuk pergi ke rumah sakit di mana Sherly di rawat begitupun dengan Felisa yang ikut bersama dengan Ella.


__ADS_2