
Ella dengan Yoga sudah memutuskan untuk berpisah dan menjalani kehidupan mereka masing-masing dengan Sherly yang tidak mau ikut Yoga atau pun Yoga, Sherly memilih ikut dengan Princess ke rumah Princess yang baru.
Keputusan Ella dan Yoga bukan karena mereka tidak saling sayang dan cinta melainkan karena Mereka sama-sama egois seperti apa yang di katakan oleh Sherly.
Sidang perpisahan Ella dan Yoga sudah terjadi dua hari yang lalu, kini Ella dan Yoga bukan lagi Suami istri, mereka sama-sama terpuruk, sama-sama jatuh tapi keegoisan mereka mengalahkan cinta mereka yang sudah di jalani sangat lama.
Ella duduk di balkon kamar nya di mana balkon kamar yang dia dan Yoga jadikan tempat dimana mereka bercerita bahkan perna memadu kasih bersama. Balkon kamar yang di desain indah oleh Ella di mana di pembatas balkon ada dinding jendela kaca di atas nya.
Sedangkan Yoga kini tengah duduk di ruang kerja nya dengan menatap photo dirinya dengan Ella waktu baru menikah, Yoga mengingat dulu Ella selalu menjadi perempuan yang dingin dan ceria saat dengan kelurga nya, bahkan dirinya yang memaksa Ella untuk menjadi ke kasih hati nya.
Tapi kini dengan berat hati dia juga yang menyetujui untuk berpisah dari Ella, Yoga merasa menyesal karena dia menyetujui perpisahan nya dengan Ella perempuan yang selama ini dia cintai.
"Aku laki-laki bodoh yang melepas cinta nya begitu saja..!! Aku harus bagaimana agar Ella mau kembali dengan nya sedangkan aku dan Ella sudah sah berpisah" Lirih Yoga dengan menatap wajah cantik Ella di dalam photo.
Jika Yoga tengah menyesali semua nya Ella mengingat bagaimana Yoga yang selalu membuat nya bahagia walau Yoga sering pergi perjalanan bisnis yang membuat Ella harus ada di Mansion dengan kakak dan kakak ipar nya.
"Kak, aku berharap kamu menolak perceraian ini tapi aku tidak menyangka kalau kamu malah setuju apa kamu tidak lagi mencintai ku Mas..???" Lirih Ella memegang bunga plastik yang ada di atas meja di depan nya.
Malam semakin larut tapi Ella masih betah di balkon kamar nya dia hanya menutup jendela kaca nya agar dia tidak kedinginan, dan dia masih bisa melihat pemandangan malam dari balkon kamar nya.
"Kamu tidak lagi mencintai ku kak..!! Apa kamu sudah menemukan cinta yang baru tidak egois seperti aku..??" Batin Ella menatap lampu yang menyalah menghiasi malam yang indah dengan banyak bintang dan ada bulan purnama yang bulat indah.
Satu jam, dua jam, tiga jam Ella akhirnya masuk ke dalam kamar nya yang dalam keadaan gelap, Ella yang suka dengan kegelapan saat dia tidur karena semua itu mampu membuat Ella merasa tenang dan aman
__ADS_1
Ella menidurkan dirinya di ranjang yang dulu dia dan Yoga, dimana mereka saling curhat, saling bercanda tawa, tapi kini hanya tinggal semua. Tidak ada canda dan tawa yang menghiasi malam hari ini.
"Mas aku rindu sudah satu bulan aku tidak melihat kamu dan aku kembali melihat kamu saat ada di ruang sidang perceraian kita" Ella memejamkan mata nya mengingat kalau Yoga mengatakan tidak ada kecocokan lagi dia antara aku dan dirinya.
Begitupun dengan Yoga yang mengingat bagaimana Ella mengatakan kalau Ella sangat kecewa dengan suami nya yang berulang kali selalu menolak keinginannya.
"Kamu yang membuat aku kecewa sayang kamu tau aku sangat tersiksa dengan semua ini malah kamu semakin membuat ku tersiksa"
"Kamu sangat egois mas tidak ada tempat bagiku untuk berlayar dan berpulang, kamu tau kalau aku sangat mencintai kamu tapi kamu selalu tidak mau mengerti sama sekali Mas"
Ella sudah masuk ke dalam mimpi nya baru saja Ella memejamkan matannya tapi dia sudah langsung tertidur dengan sangat pulas nya.
Sedangkan Yoga masih terjaga menatap photo dirinya dengan Ella, rasa salah, menyesal menjadi satu di dalam diri Yoga saat ini Yoga tidak menyangka kalau keluarga nya akan hancur berkeping-keping menjadi abu saat ini.
Yoga keluar dari dalam Mansion mengendarai mobil mewah yang selama ini dia gunakan dengan Ella, Yoga melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Setengah jam berlalu Yoga memarkirkan mobil nya agak jauh dari Mansion utama dia mana dia dulu tinggal dengan Ella dan putri nya, Yoga berjalan kaki menuju Mansion utama.
Yoga tidak masuk melalui gerbang depan melainkan memanjat pagar samping Mansion, yang langsung di bawa kamar nya dengan Ella. Yoga memanjat pohon yang ada di samping Mansion agar dia bisa masuk ke dalam kamar nya.
Bahkan Yoga dengan muda membuka jendela kaca yang ada balkon kamar nya dengan Ella saat masih bersama, mungkin Yoga menjadi prai yang brengsek karena sudah masuk ke dalam kamar mantan istrinya tanpa ijin nya.
Ezza masuk ke dalam kamar dalam keadaan yang gelap dia menghidupkan cahaya dari ponsel nya dia berjalan semakin masuk kedalam kamar, Yoga melihat mantan istrinya yang selalu berpakaian seksoi saat tidur itu membuat Yoga hilang akal.
__ADS_1
Apa lagi Yoga sudah lama tidak menyentuh Mantan istrinya, Yoga mendekati Ella yang masih tertidur pulas. Yoga juga sudah memastikan kamar Ella hanya ada Ella seja di dalam kamar nya tidak ada orang selain Ella.
Yoga naik ke atas ranjang dia tiduran di samping Ella, Yoga mulai memeluk Ella dan menyentuh Ella, bukan asal menyentuh tapi menyentuh di bagian sensitif Ella yang membuat Ella mudah memuncak.
Yoga mencium bibir Ella, ******* dan mencecap nya tanpa Ella bangun mungkin karena Ella sangat lelah hari ini. Yoga yang memang sudah hapal dengan kebiasaan istrinya malah menggunakan hal yang tidak baik oleh Yoga.
Yoga memegang gunung kembar Ella dengan sangat lembut, gunung yang tidak tertutup pelindung nya hanya tertutup oleh kain tipis yang Ella gunakan. "kamu selalu saja begini sayang, kalau ada yang masuk bagaimana??" Lirih Yoga dengan meremas dan bermain di gunung kembar Ella.
Yoga menggunting baju tipis yang di gunakan Ella dengan gunting yang dia ambil di laci meja samping ranjang, baju Ella sudah terbelah menjadi dua bagian. Yoga bisa melihat dengan jelas gunung kembar berserta goa nya yang tidak tertutup segi tiga.
Yaga memberi cahaya dengan senter lampu saat menggunting baju Ella karena takut melukai Ella. Yoga mematikan cahaya nya dia mulai menjalankan aksi nya dengan menggerayangi tubuh Ella yang sudah tidak terbungkus apapun.
Yoga menyusu bagaikan bayi yang harus dengan satu tangannya meremas gunung Ella, Yoga juga bermain pucuk gunung dengan lidah dan mulut nya, merasa ada yang membangunkan hasrat nya Ella mengeluarkan suara indah yang membuat Yoga semakin semangat.
"Emmmm..." suara Ella dengan sangat seksi dan menggoda.
Tangan Yoga berpindah ke bagian goa yang selalu dia mainkan selama ini dengan mulut, lidah, tangan dan barang nya. Goa yang selalu membawa kenikmatan dengan sendirinya.
Yoga memasukan dua jarinya di dalam goda nya mulai semakin merangsang Ella yang tengah tertidur dengan sangat pulas nya. "Ahhh...Emmm sheet" suara Ella terdengar semakin merdu di telinga Yoga.
Yoga membuka semua kain yang menempel di tubuh nya dengan tidak sabar, Yoga tidur miring di samping Ella dengan Ella yang terlentang, Yoga mengarahkan tangan Ella ke pedang pusaka nya.
Dan malam panjang terjadi antara Yoga dan Ella dengan Ella yang masih tertidur dengan sangat pulas, setelah puas dan hari sudah dini hari Yoga pulang ke Mansion nya.
__ADS_1